Bintang Yudha Dharma

Bintang Yudha Dharma (Sanskerta: yudha berarti perang; dharma berarti hukum, keadilan, atau kebenaran) adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati jasa dharmabakti seseorang yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan negara.[1] Bintang ini ditetapkan secara resmi pada tahun 1971.[2] Bintang ini berada setingkat di atas Bintang Bhayangkara, Bintang Kartika Eka Paksi, Bintang Jalasena, dan Bintang Swa Bhuwana Paksa.[3]

Bintang Yudha Dharma
Dianugerahkan oleh Presiden Indonesia
TipeBintang Militer
Dibentuk1971
Negara Indonesia
Dianugerahkan kepadaMiliter
StatusMasih dianugerahkan
Prioritas
Tingkat lebih tinggi
Tingkat lebih rendah

Bintang Yudha Dharma diberikan kepada mereka yang telah mendarmabaktikan diri melebihi dan melampaui panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas pembinaan dan pengembangan serta menghasilkan karya yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dan NKRI. Bintang ini dapat diberikan kepada prajurit TNI, PNS Kementerian Pertahanan, PNS TNI, maupun warga sipil yang telah memenuhi syarat.[1][3] Sebagai pemberi tanda kehormatan, Presiden Indonesia secara langsung menjadi pemilik kelas pertama tanda kehormatan ini, yaitu Bintang Yudha Dharma Utama.[4]

KelasSunting

Bintang Yudha Dharma terdiri atas tiga kelas, yaitu:

     
     
Utama
Kelas I
Pratama
Kelas II
Nararya
Kelas III

BentukSunting

Bintang Yudha Dharma berbentuk bintang bersudut lima. Bintang ini berada di atas bintang lain yang juga bersudut lima namun ujungnya berupa bulatan kecil. Segi-segi kedua bintang ini tersusun selang-seling antara bintang berujung lancip dan berujung bulatan kecil. Di tengah-tengah bintang terdapat lingkaran yang di dalamnya melingkar setangkai padi dan kapas. Padi tersebut terdiri atas 45 butir dan kapas tersebut terdiri atas 8 bunga kapas dan 17 kelopak daun melambangkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Tepat ditengahnya terdapat cakra berujung delapan dan tulisan "YUDHA DHARMA" melingkar di atasnya. Keduanya berada di atas lingkaran yang berwarna dasar merah.[5]

Penerima Bintang Yudha Dharma Utama dan Pratama akan mendapatkan bintang dalam bentuk kalung, patra, dan miniatur. Sementara itu, penerima Bintang Yudha Dharma Nararya akan mendapatkan bintang dalam bentuk lencana dan miniatur.[5]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Bintang Yudha Dharma" (PDF). Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diakses tanggal 2018-02-25. 
  2. ^ Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1971 Tentang Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma" (PDF). Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. Diakses tanggal 2021-04-27. 
  3. ^ a b Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan" (PDF). Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 2021-04-20. 
  4. ^ "Tanda Kehormatan yang dimiliki Presiden". Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 10 Mei 2019. Diakses tanggal 2019-08-23. 
  5. ^ a b Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Lampiran III Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010" (PDF). JDIH Kementerian Sekretariat Negara. Diakses tanggal 2021-04-20. 

Pranala luarSunting