Kabupaten Simalungun

kabupaten di provinsi Sumatera Utara, Indonesia

Kabupaten Simalungun adalah sebuah kabupaten di Sumatra Utara, Indonesia. Suku Simalungun merupakan penduduk asli dari kabupaten ini. Bupatinya saat ini adalah Jopinus Ramli Saragih atau lebih dikenal dengan julukan JR Saragih, yang bertugas untuk periode kedua tahun 2016-2021, setelah kembali terpilih pada Pilkada serentak tahun 2016 bersama pasangannya H. Amran Sinaga. Ibu kota kabupaten telah resmi berpindah ke Raya pada tanggal 23 Juni 2008[6] dari Kota Pematangsiantar yang telah menjadi daerah otonom, setelah tertunda selama beberapa waktu. Jumlah penduduk Kabupaten Simalungun berdasarkan BPS Simalungun 2019 berjumlah 863.693 jiwa (2018).[3]

Kabupaten Simalungun
Sumatra 1rightarrow blue.svg Sumatra Utara
Gapura selamat datang di Kabupaten Simalungun
Gapura selamat datang di Kabupaten Simalungun
Lambang Kabupaten Simalungun
Lambang
Motto: 
Habonaron Do Bona
(Simalungun: Kebenaran itu adalah pokok)[1]
Lokasi Sumatra Utara Kabupaten Simalungun.svg
Kabupaten Simalungun berlokasi di Sumatra
Kabupaten Simalungun
Kabupaten Simalungun
Kabupaten Simalungun berlokasi di Indonesia
Kabupaten Simalungun
Kabupaten Simalungun
Koordinat: 2°54′N 99°00′E / 2.9°N 99°E / 2.9; 99
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
Tanggal peresmian14 November 1956
Dasar hukumUU Nomor 7 Tahun 1956[2]
Ibu kotaRaya
Pemerintahan
 • BupatiJopinus Ramli Saragih
 • Wakil BupatiH. Amran Sinaga
Luas
 • Total4.372,86 km2 (168,837 sq mi)
Populasi
 ((2018)[3])
 • Total863.693 jiwa
Demografi
 • AgamaIslam 57,26%
Kristen 42,12%
- Protestan 36,97%
- Katolik 5,15%
Buddha 0,24%
Hindu 0,02%
Lainnya 0,34%[4]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0622
Kode Kemendagri12.08 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan32
Jumlah kelurahan27
Jumlah desa386
DAURp. 977.808.611.000.-(2013)[5]
Situs webhttp://www.simalungunkab.go.id

GeografiSunting

Kabupaten ini memiliki 32 kecamatan dengan luas 438.660 ha atau 6,12 % dari luas wilayah Provinsi Sumatra Utara. Kecamatan yang paling luas adalah Kecamatan Hatonduhan dengan luas 33.626 ha, sedangkan yang paling kecil adalah Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi dengan luas 3.897 ha. Keseluruhan kecamatan terdiri dari 386 desa/nagori dan 27 kelurahan (2018).[3]

Batas wilayahSunting

Utara Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Batubara
Timur Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba Samosir
Selatan Kabupaten Toba Samosir
Barat Kabupaten Karo dan Kabupaten Deli Serdang

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Gambar Nama Awal masa jabatan Akhir masa jabatan Referensi
1 Madja Purba Agustus 1945 5 Maret 1946 [1]
2 Urbanus Pardede 5 Maret 1946 9 April 1946
(1) Madja Purba 9 April 1946 1947
3 Muhammad Kasim 1947 1947
4 Baja Purba 1947 1950
(1) Madja Purba 1950 1 Februari 1954[7]
5 P. Pasaribu 1 Februari 1954[7] 1956
6 HOK. Salamudin. 1956 1958
7   M. Sahlil Sitompul 1958 1959
8 Djamaluddin Tambunan 1959 1960
9 Rajamin Purba 1960 1973
10 TPR. Sinaga 1973 1975
- S. Sagala 1975 1975
10 Bonifacius F. Silalahi 1975 1980
11 JP. Silitonga 1980 1990
12 Djabanten Damanik 1990 2000
13 John Hugo Silalahi 2000 2005
14 Zulkarnain. Damanik 2005 2010
15   JR Saragih 2010 2015
-   Binsar Situmorang 2015 2016
(15)   JR Saragih 2016 2021


Dewan PerwakilanSunting

KecamatanSunting

Kabupaten Simalungun terdiri dari 32 kecamatan yaitu:

LambangSunting

Lambang Kabupaten Simalungun:

  1. Lambang berbentuk perisai terbagi lima petak dengan dasar lambang hijau lahan.
  2. Bagian atas lambang digambarkan hiou Suri-suri dengan warna hitam yang bersuat (bersifat) putih dan pada hiou Suri-suri tertulis nama "Simalungun" dengan warna putih.
  3. Pada petak tengah dengan latar belakang warna kuning emas terdapat gambar rumah balai adat dengan susunan galang 10, 7 anak tangga, jerjak 8 sebelah, tiang 4, sudut atap lima, dan pada rabung atas terdapat gambar kepala kerbau dengan warna atap hitam dan galang warna putih.
  4. Pada petak kiri atas dengan latar belakang warna merah darah terdapat gambar daun teh sebanyak 8 helai berwarna hijau.
  5. Pada petak kanan atas dengan latar belakang warna putih terdapat gambar Bukit Barisan berpuncak dan dua buah puncak di tengah lebih tinggi daripada di sampingnya berwarna biru dan sebelah bawah gelombang danau empat baris berwarna biru muda.
  6. Pada petak kiri bawah dengan latar belakang warna putih terdapat gambar setangkai padi dengan jumlah padi 17 butir berwarna kuning emas.
  7. Pada petak kanan bawah dengan latar belakang warna merah darah terdapat gambar bunga kapas 5 kuntum berwarna putih dan kelopak bunga berwarna hijau.
  8. Garis batas-batas petak dengan warna hitam dan sebelah luar perisai tepi hiou Suri-suri ditambah dengan garis putih.
  9. Pita sebelah bawah perisai berwarna putih dengan tepi berwarna hitam. Di pita tersebut tertulis semboyan lambang, yaitu "HABONARON DO BONA", kata dalam bahasa Simalungun yang berarti kebenaran itu adalah pokok.

Makna gambar-gambar pada lambang:

  1. Lambang berbentuk perisai menggambarkan kekuatan dan pertahanan membela kepentingan daerah dan negara.
  2. Bilangan-bilangan pada bagian-bagian lambang adalah simbol yang menggambarkan kesetiaan kepada Negara Republik Indonesia.
  3. Padi dan Kapas adalah kebutuhan pokok untuk mencapai kemakmuran dan keadilan.
  4. Daun teh adalah hasil utama dari Daerah Simalungun.
  5. Gunung dan danau menggambarkan keindahan alamnya.
  6. Gelombang danau menggambarkan dinamika masyarakat.
  7. Rumah Balai adalah spesifik daerah yang menggambarkan adat, kebudayaan, dan kesenian daerah.

PendudukSunting

Suku dan AgamaSunting

Tidak ada data resmi mengenai besaran jumlah etnis atau suku yang ada di kabupaten Simalungun. Namun, kabupaten ini merupakan kawasan yang dihuni oleh suku asli yaitu Suku Batak Simalungun. Selain Batak Simalungun, banyak juga terdapat suku Batak Toba yang dekat kawasan Danau Toba, dan sebagian Batak Karo, Batak Pakpak, dan Batak Angkola. Suku Jawa merupakan suku pendatang terbanyak di Kabupaten Simalungun, dan ada pula Melayu, Sunda, Minangkabau dan Tionghoa.

Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2010 menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Kabupaten Simalungun, memeluk agama Islam, mencakup 57,27%. Banyak diantaranya tinggal jauh dari Danau Toba, seperti di kecamatan Bandar, kecamatan Bandar Huluan, kecamatan Bandar Masilam, kecamatan Bosar Maligas, kecamatan Gunung Malela, kecamatan Gunung Maligas, kecamatan Tapian Dolok, kecamatan Dolok Batunanggar dan kecamatan Ujung Padang. Umumnya masyarakat pendatang seperti dari etnis Jawa dan Minangkabau, Melayu yang banyak tinggal dikawasan tersebut, mayoritas adalah beragama Islam.[4]

Pemeluk agama Kristen mencakup 42,12% (Protestan 36,97% & Katolik 5,15%), yang dianut mayoritas Suku Batak Simalungun, Batak Toba, Batak Karo, dan Batak Pakpak. Mereka umumnya merupakan penduduk yang tinggal dekat kawasan Danau Toba, seperti kecamatan Pematang Silima Huta, kecamatan Purba, kecamatan Raya (Ibukota Kabupaten), kecamatan Haranggaol Horison, kecamatan Silimakuta, kecamatan Girsang Sipangan Bolon, kecamatan Dolok Panribuan, kecamatan Dolok Pardamean dan kecamatan Dolok Silau.[4]

EkonomiSunting

Potensi ekonomi Kabupaten Simalungun sebagian besar terletak pada produksi pertaniannya. Produksi lainnya adalah hasil industri pengolahan dan jasa.

Pertanian dan PerkebunanSunting

 
Perkebunan Teh Sidamanik
 
Tentara Nica pada tahun 1947 di Sidamanik

Selama tahun 2012, Kabupaten Simalungun menghasilkan antara lain 440.992 ton padi, 383.813 ton jagung, dan 336.555 ton ubi kayu yang menjadikan Kabupaten Simalungun sebagai penghasil padi, jagung, dan ubi kayu terbesar di Sumatra Utara.[8] Produksi tanaman pangan lainnya yang cukup besar dari kabupaten ini adalah kedelai, kacang tanah, dan ubi jalar.

Tanaman perkebunan rakyat yang memberikan kontribusi sebesar 25,41% terhadap PDRB Simalungun antara lain karet, kelapa sawit, kopi, teh, aren, vanili, kelapa, cokelat, cengkih, kulit manis, kemiri, lada, dan pinang.

PariwisataSunting

Kabupaten Simalungun memiliki 57 titik lokasi objek wisata, terdiri atas 30 lokasi wisata alam, 14 lokasi wisata agro, 4 lokasi wisata budaya, dan selebihnya adalah lokasi wisata rekreasi lainnya. Kecamatan Girsang Sipangan Bolon merupakan kecamatan yang memiliki objek wisata terbanyak. Dan di kecamatan itu pula terdapat objek wisata yang paling diandalkan, yaitu Danau Toba yang bisa dinikmati dari Parapat, berjarak tempuh 172 km dari Medan atau 74 km dari Raya.

Pada tahun 2012, industri pariwisata Simalungun bertumpu pada 10 hotel bintang dan 43 hotel melati. Jumlah hotel bintang tersebut adalah yang terbanyak kedua di Sumatra Utara setelah Kota Medan.

ReferensiSunting

  1. ^ https://www.simalungunkab.go.id/id/arti-lambang
  2. ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 16 Februari 2020. 
  3. ^ a b c "Kabupaten Simalungun Dalam Angka 2019". www.simalungunkab.bps.go.id. Diakses tanggal 17 Februari 2020. 
  4. ^ a b c "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Simalungun". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 16 Februari 2020. 
  5. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  6. ^ Situs resmi Pemkab Simalungun: Pemerintah dan Masyarakat laksanakan Pesta Adat Memasuki Kantor Bupati Simalungun yang baru, diakses 24 Juni 2008.
  7. ^ a b "OOSTKUST MUTATIES BIJ HET BESTUUR". Het nieuwsblad voor Sumatra. 1954-01-23. Diakses tanggal 2020-07-17. 
  8. ^ BPS Statistik Daerah Kabupaten Simalungun 2013

Pranala luarSunting