Buka menu utama

Sekampung Udik, Lampung Timur

kecamatan di Kabupaten Lampung Timur

WilayahSunting

Sekampung Udik memiliki wilayah seluas 187,06 km². Wilayah administratif kecamatan ini terbagi menjadi 15 desa, yaitu Gunung Agung, Gunung Pasir Jaya, Gunung Sugih Besar, Bauh Gunung Sari, Brawijaya, Sidorejo, Pugung Raharjo, Bojong, Banjar Agung, Toba, Mengandung Sari, Sindang Anom, Gunung Mulyo, Bumi Mulyo dan Purwo Kencono.

Secara geografis, Sekampung Udik berbatasan dengan Kecamatan Sukadana dan Kecamatan Way Jepara di sebelah utara, Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Jabung dan Kecamatan Waway Karya di sebelah selatan, kemudian di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Bandar Sribhawono serta di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Marga Tiga.

PertanianSunting

Pertanian merupakan sektor lapangan kerja yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Kabupaten Lampung Timur. Sektor pertanian di Sekampung Udik terbagi dalam berbagai subsektor, baik pertanian padi, palawija, perkebunan, hingga peternakan. Lahan pertanian di kecamatan ini paling banyak dimanfaatkan untuk lahan ladang, yakni sekitar 38% dari seluruh luas lahan pertanian yang ada di Sekampung Udik. Selain dimanfaatkan untuk ladang, lahan pertanian paling banyak digunakan untuk lahan sawah, yaitu sebesar 25%.

Pada pertanian subsektor peternakan hewan besar, jenis mamalia kambing merupakan komoditas terbanyak yang dibudidayakan. Populasi kambing yang dibudidayakan di kecamatan ini pada 2014 adalah sebanyak 6.656 ekor atau sebanyak 53% dari seluruh hewan ternak besar di kecamatan ini yang mencapai hingga 12.592 ekor ternak. Selain kambing, di kecamatan ini juga dibudidayakan sapi (31%) dan babi (16%).

Industri dan energiSunting

Jumlah industri pengolahan dengan jumlah tenaga kerja antara 1-19 orang di Sekampung Udik mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni 33,92% dari 298 usaha pada tahun 2011. Sedangkan untuk pertumbuhan usaha industri pengolahan dengan tenaga kerja 20-99 orang tidak mengalami pergerakan pada tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2011, yakni 2 unit usaha.

Pengaliran listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mencapai seluruh desa yang ada di Sekampung Udik. Namun, belum seluruh rumah tangga yang ada menggunakan listrik PLN. Jumlah pelanggan listrik yang disediakan oleh PLN pada 2014 sebanyak 11.585 pelanggan di mana pelanggan terbanyak berada di Desa Braja Sakti. Jumlah pelanggan PLN pada tahun ini tumbuh cukup signifikan bila dibandingkan dengan tahun 2011 yang pada saat itu jumlahnya baru mencapai 9.657 pelanggan.

PendudukSunting

Penduduk Sekampung Udik pada 2014 berjumlah 76.045 jiwa dengan kepadatan 407 jiwa/km². Di kecamatan tersebut, terdapat 21.435 rumah tangga, dengan rata-rata tiap rumah tangga berisikan empat orang anggota rumah tangga.

Perumahan rakyat menurut klasifikasi di Sekampung Udik pada 2015 yang terbanyak merupakan rumah permanen, yaitu sebesar 55,52%, kemudian rumah semi permanen sebanyak 26,55% dan sisanya (17,93%) merupakan rumah sederhana.

Islam adalah agama yang paling banyak dianut oleh penduduk Sekampung Udik, yakni sebanyak 96,28% penduduk, kemudian Katolik (1,39%), Protestan (0,93%), Hindu (0,81%) dan Buddha (0,59%). Oleh karena itu, berdiri banyak sarana tempat ibadah bagi umat Islam di kecamatan ini, yaitu 80 bangunan masjid dan 194 bangunan musala. Sedangkan untuk tempat ibadah umat agama lain, terdapat 26 bangunan gereja, 13 pura dan 3 wihara di kecamatan ini.

PendidikanSunting

Sarana pendidikan di Sekampung Udik tersedia hingga tingkat sekolah menengah kejuruan. Sarana pendidikan terbanyak tersedia pada jenjang pendidikan sekolah dasar, yakni sebanyak 45 unit sekolah dan 317 unit ruang belajar. Semakin tinggi jenjang pendidikan, sarana yang tersedia pun semakin berkurang. Sarana pendidikan yang tersedia untuk jenjang sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan antara lain berturut-turut sebanyak 6 unit sekolah dengan 32 ruang belajar serta 3 unit sekolah dan 20 unit ruang belajar.

KesehatanSunting

Jumlah tenaga kesehatan yang bekerja di Sekampung Udik sebagian besar atau 66,13% merupakan tenaga kesehatan medis, seperti bidan, tenaga paramedis dan dokter. Terdapat 29 orang bidan di kecamatan ini pada 2014 dan merupakan tenaga kesehatan terbanyak yang ada.

Sedangkan apabila dilihat dari segi ketersediaan sarana, sarana kesehatan yang dibangun oleh pemerintah menjadi penunjang kesehatan yang utama bagi masyarakat Sekampung Udik pada 2014. Hal ini dapat dilihat dari ketersediaan sarana kesehatan di kecamatan ini dengan 68,38% merupakan sarana yang dibangun pemerintah, baik berupa puskesmas atau puskesmas pembantu, poskesdes, maupun posyandu. Ada 69 unit posyandu, 17 unit poskesdes, 7 unit puskesmas atau puskesmas pembantu, 2 rumah bersalin, 2 poliklinik dan praktik kesehatan lainnya di kecamatan ini.

TransportasiSunting

Keadaan jalan di Sekampung Udik pada 2014 sebagian besar berupa jalan diperkeras, yakni sepanjang 57% dari jalan yang ada. Sebesar 25% jalan di kecamatan ini adalah jalan aspal, namun 95% di antaranya dalam keadaan rusak. Sisanya (18%) adalah jalan tanah.

Sementara itu, kendaraan bermotor yang ada di Sekampung Udik pada 2014 didominasi oleh truk sebanyak 45,19% dari seluruh kendaraan yang ada, kemudian mikrolet atau mobil pick up sebanyak 193 unit, ojek sepeda motor sebanyak 164 unit dan bis atau minibis sebanyak 139 unit.[1]

Sekampung Udik dapat dicapai dari Kota Metro melalui jalan provinsi yang melintasi Metro-Batanghari-Sekampung-Margatiga-Sekampung Udik dengan kendaraan pribadi atau angkot berwarna merah tua rute Metro-Batanghari-Sekampung. Selain itu, kecamatan ini juga dapat dicapai dengan jalan provinsi yang melintasi Metro-Pekalongan-Batanghari Nuban-Sukadana AH 25-Margatiga-Sekampung Udik dengan menggunakan bis atau angkot berwarna biru muda rute Metro-Pekalongan-Batanghari Nuban-Sukadana.

ReferensiSunting

Pranala luarSunting