Patikraja, Banyumas

kecamatan di kabupaten Banyumas, Indonesia

Patikraja (Hanacaraka:ꦥꦠꦶꦏꦿꦗ) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini masuk dalam wilayah perkotaan Purwokerto. Kecamatan Patikraja termasuk kecamatan yang strategis karena lokasinya yang berada dekat dengan pusat kabupaten selain itu juga dilintasi oleh jalan nasional yang menghubungkan jalan nasional pantai utara jawa (Pantura) dan jalur selatan maupun jalan provinsi lintas tengah yang menghubungkan Kabupaten Banyumas dengan Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung. Pusat pemerintahan Kecamatan Patikraja berada di Desa Notog. Kecamatan Patikraja juga dilintasi jalur kereta api dengan sebuah terowongan yaitu Terowongan Notog dan stasiun terbesarnya yaitu Stasiun Notog.

Patikraja
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Pemerintahan
 • CamatDrs. Suhadi, MM
Populasi
 • Total51,122 jiwa jiwa
Kode Kemendagri33.02.12 Edit the value on Wikidata
Luas43,23 km²
Memuat buluh tebu di halaman Halte Patikraja (km 21 + 300)

Batas-batas WilayahSunting

 
Peta Kecamatan Patikraja
  1. Utara: Kecamatan Karanglewas, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Kalibagor
  2. Barat: Kecamatan Purwojati
  3. Selatan: Kecamatan Rawalo, Kecamatan Kebasen dan Kecamatan Banyumas
  4. Timur: Kecamatan Kalibagor

Desa/kelurahanSunting

GeografiSunting

Kecamatan Patikraja berada dibagian tengah Kabupaten Banyumas. Kecamatan Patikraja sebagian besar memiliki topografi wilayah berupa dataran rendah bergelombang dan perbukitan tak teratur dibagian utara sebagai depresi Serayu. Dibagian selatan terdapat rangkaian perbukitan antiklin Ajibarang memanjang dari barat ke timur. Ketinggian wilayah Kecamatan Patikraja antara 40-300 meter di atas permukaan air laut (Mdpl) dengan titik tertingginya berada di Bukit Payung (312 Mdpl di perbatasan Desa Karangendep dengan Kecamatan Rawalo. Sejumlah bukit lainnya yaitu Bukit Cimelang, Bukit Gelap, Bukit Kubang dan Bukit Jaro. Kecamatan Patikraja merupakan wilayah pertemuan sejumlah sungai yang cukup besar diantaranya Kali Serayu, Kali Logawa, Kali Rajut, dan Kali Banjaran sebelum memotong Pegunungan Serayu Selatan dan berakhir ke Samudera Hindia. Kecamatan Patikraja yang beriklim tropis dengan dua musim dalam satu tahunnya yaitu musim kemarau dan penghujan, dengan suhu udara pada siang hari berkisar antara 25 - 32 derajat Celcius.

PendudukSunting

Sebagian besar penduduk Kecamatan Patikraja berprofesi sebagai pedagang, petani, buruh tani, wiraswasta dan PNS. Umumnya penduduk usia produktif pergi merantaau atau bersekolah ke kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek), Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surabaya dan sejumlah kota besar di luar pulau seperti Sumatra, Bali, dan Kalimantan. Mayoritas penduduk Kecamatan Patikraja adalah beragama islam. Jenjang pendidikan yang dicapai penduduk di wilayah ini adalah hingga Universitas meski sebagiaan besar tamatan Sekolah menengah pertama dan Sekolah menengah atas.

PotensiSunting

Kecamatan Patikraja memiliki sejumlah potensi baik potensi wisata alam maupun kesenian dan budaya. Kecamatan Patikraja memiliki empat kelompok kesenian karawitan yang tersebar di sejumlah desa. Selain itu juga terdapat tempat produksi pahat wayang kulit di Desa Pegalongan serta produksi calung/ kentongan di Desa Kedungrandu. Kecamatan Patikraja juga mengembangkan potensi sentra perikanan di Desa Kedungwuluh Kidul, Desa Karanganyar dan Desa Sidabowa[1].

ReferensiSunting