Kompol. (Purn.) Novel Baswedan (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 22 Juni 1977; umur 42 tahun) adalah seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia adalah cucu dari Pahlawan Nasional Abdurrahman Baswedan, dan sepupu dari Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.[1]

Kompol (Purn.)
Novel Baswedan
Novel Baswedan, Sorgemagz.com - Wawancara dengan Novel Baswedan.jpg
Informasi pribadi
Lahir22 Juni 1977 (umur 42)
Semarang, Jawa Tengah
Orang tuaSalim Baswedan (ayah)
Alma materAkademi Kepolisian (1998)
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangLambang Polri.png Kepolisian Negara Republik Indonesia
Masa dinas1998 – 2014
PangkatPDU KOMPOL KOM.png Komisaris Polisi
SatuanReserse

KarierSunting

KepolisianSunting

Perjalanan karier Novel di Polri diawali dari Akademi Kepolisian, ketika dirinya lulus pada tahun 1998. Setahun kemudian, dia bertugas di Polres Bengkulu. Pada tahun 2004, Novel menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu berpangkat Komisaris hingga tahun 2005. Ia kemudian ditarik ke Bareskrim di Mabes Polri. Pada bulan Januari 2007, dia ditugaskan sebagai penyidik untuk KPK dan resmi diangkat menjadi penyidik tetap KPK tahun 2014.

KPKSunting

Novel turut berpartisipasi dalam berbagai kasus yang ditangani oleh KPK. Salah satunya adalah kasus besar yang menjerat Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Ia juga terlibat dalam pengungkapann kasus wisma atlet yang turut menyeret anggota DPR Angelina Sondakh. Novel juga sukses menjebloskan Nunun Nurbaeti ke dalam penjara terkait kasus suap cek pelawat pada pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia pada tahun 2004. Selain itu, pria lulusan SMA Negeri 2 Semarang ini juga turut membongkar kasus jual beli perkara pilkada dengan keterlibatan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar.

Tidak berhenti di situ, perannya sebagai ketua tim penyidik dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM menyeret sejumlah nama petinggi Polri. Keberanian Novel Baswedan menggeledah Korlantas dan memeriksa mantan Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo menuai kontroversi. Peristiwa ini kembali meretakkan hubungan antara KPK dan Polri. Kemudian Polri menjerat Novel Baswedan dalam kasus penembakan tersangka pencurian sarang walet kala dirinya masih bertugas di Polres Bengkulu. Pada bulan Mei 2015, Novel ditangkap di kediamannya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Berbagai kalangan menilai terdapat kejanggalan dalam kasus ini. Kasus tersebut terjadi pada 2004 dan sidang etik Polri telah menyimpulkan bahwa Novel Baswedan bukanlah pelakunya. Namun kenyataannya kasus tersebut dibuka kembali, saat Novel sedang gencar-gencarnya mengungkap kasus korupsi yang mengobok-obok tubuh Polri.

Pada tanggal 11 April 2017, Novel disiram menggunakan air keras oleh orang tak dikenal.[2]

PendidikanSunting

KarierSunting

  • 1999 - 2005 - Polres Bengkulu - Kasat Reskrim Polres Kota Bengkulu (2004)
  • 2007 - sekarang - Penyidik KPK

RujukanSunting

Pranala luarSunting