Buka menu utama
Mikha 7       Nahum 1       pasal 2
Nineveh map city walls & gates

Denah sederhana kota kuno Niniwe, menggambarkan tembok kota dan gerbang-gerbangnya. Digambar oleh Fredarch.
Kitab: Kitab Nahum
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 34
Kategori: Nevi'im

Nahum 1 (disingkat Nah 1) adalah bagian pertama dari Kitab Nahum dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Kitab yang memuat nubuat yang disampaikan nabi Nahum ini termasuk dalam kumpulan kitab nabi-nabi kecil.[1][2]

TeksSunting

Naskah sumberSunting

StrukturSunting

Ayat 1Sunting

Ucapan ilahi tentang Niniwe. Kitab penglihatan Nahum, orang Elkosh.[4]
bahasa Ibrani: משא נינוה ספר חזון נחום האלקשי׃
Transliterasi Ibrani: ma·syā nî·nə·wêh; sê·p̄er khă·zōn na·ḥūm hā·’el·qō·shî.

Bernubuat di antara 663-612 SM, Nahum memberitahukan kejatuhan ibu kota Asyur, Niniwe. Niniwe pernah bertobat akibat khotbah Yunus sekitar 100 tahun sebelumnya, tetapi bangsa itu kembali menyembah berhala, bertindak kejam dan menindas. Orang Asyur telah mengalahkan kerajaan utara Israel dan kini mereka menjarah wilayah-wilayah tertentu di Yehuda. Nahum menghibur umat Allah dengan mengatakan bahwa kelak Allah akan membinasakan bangsa Asyur; jatuhnya Niniwe terjadi pada tahun 612 SM ketika ditaklukkan oleh persekutuan tentara Babel, Media, dan Skit.[5]

Ayat 2Sunting

TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya.[6]

"Cemburu" di sini dipakai dalam arti semangat Tuhan untuk melindungi umat-Nya (bandingkan Ulangan 4:24; 5:9). Dia akan membalas mereka yang menentang firman dan kerajaan-Nya dengan mengganjar mereka secara adil karena permusuhan dan dosa-dosa mereka (lihat Ulangan 32:35,41).[5]

Ayat 3Sunting

TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.[7]

Allah ingin memberikan kesempatan pada orang berdosa untuk bertobat (2 Petrus 3:9), tetapi kemurahan dan kesabaran-Nya itu ada batasnya; orang yang terus saja berbuat kejahatan akhirnya akan mengalami murka-Nya (bandingkan Roma 11:22).[5]

Ayat 10Sunting

Sebab merekapun akan lenyap seperti duri yang berjalin-jalin, dimakan habis seperti jerami kering.[8]

Ayat 15Sunting

Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali![9]

"Mengabarkan berita damai sejahtera" (bahasa Ibrani: משמיע שלום, mash·mî·a‘ shā·lōm; "memperdengarkan shalom"; diterjemahkan dari versi Inggris NIV sebagai "menyampaikan kabar baik"). Ayat ini mirip dengan Yesaya 52:7.

  • 1) Kabar baik bagi Yehuda ialah bahwa bangsa Asyur akan dimusnahkan sama sekali sehingga tidak dapat menyerang kota-kota mereka lagi.
  • 2) Demikian pula, para pengkhotbah dalam masa Perjanjian Baru membawa berita baik tentang pembebasan dari belenggu dosa dan kuasa Iblis oleh iman kepada Tuhan Yesus Kristus (Roma 10:15). Pada waktu yang telah ditetapkan pada masa depan, penyakit, kesusahan, dunia fasik dan Iblis sendiri akan dibinasakan sama sekali (lihat Wahyu 19:1-21:27).[5]

ReferensiSunting

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 9794158151, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 9794153850, 9789794153857
  3. ^ VanderKam, James C., The Dead Sea Scrolls Today, Grand Rapids: Eerdmans, 1994. pp. 10-11.
  4. ^ Nahum 1:1
  5. ^ a b c d The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  6. ^ Nahum 1:2
  7. ^ Nahum 1:3
  8. ^ Nahum 1:10
  9. ^ Nahum 1:15

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting