Perusahaan rintisan

Perusahaan rintisan (Inggris: startup company atau start-up company) adalah istilah yang merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Perusahaan rintisan termasuk dalam kategori usaha kecil menengah. Manfaat mendirikan perusahaan rintisan adalah untuk memperluas kapasitas investasi dalam produk baru.[1] Istilah "startup" menjadi populer secara internasional pada masa gelembung dot-com. Pada saat itu banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan.

Siklus keuangan perusahaan rintisan

Menurut Salamzadeh dan Kawamorita (2015) terdapat tantangan umum yang biasanya dialami oleh perusahaan rintisan yaitu sebagai berikut:[2]

  1. keuangan, keuangan merupakan bagian integrasi dari proses perusahaan rintisan dimana setiap perusahaan rintisan akan menghadapi masalah keuangan karena beberapa alasan dan dalam tahapan berbeda.
  2. Sumber daya manusia, proses dari mulai berdirinya perusahaan rintisan hingga membuat tim manajemen dan memperkerjakan karyawan sangatlah penting untuk berhasil bagi pendiri.
  3. Mekanisme dukungan, sejumlah mekanisme dukungan antara lain investor, akselerator, dan lainnya. kurangnya akses terhadap mekanisme dukungan akan meningkatkan risiko kegagalan.
  4. unsur-unsur lingkungan, yaitu seperti tren, keterbatasan pasar, masalah hukum, politik, dan lainnya.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Google Cendekia". scholar.google.com. Diakses tanggal 2021-06-28. 
  2. ^ "(PDF) Startup Companies: Life Cycle and Challenges". ResearchGate (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-30.