Buka menu utama

Drs. H. Mardinsyah (lahir di Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat, 3 Juli 1940; umur 79 tahun) adalah seorang politisi Indonesia. Ia menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah kepemimpinan HJ. Naro pada masa Orde Baru. Ia juga beberapa periode duduk di parlemen sebagai wakil rakyat.[1]

Mardinsyah
200px
Lahir3 Juli 1940 (umur 79)
Bendera Belanda Sungai Limau, Padang Pariaman, Hindia Belanda
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterUniversitas Gadjah Mada, Yogyakarta
PekerjaanPolitisi
Dikenal atas- Anggota DPR/MPR RI
- Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Suami/istriMardety
AnakRanoldi Mardinsyah
Defriansyah
Yudiansyah
Ardiansyah

Daftar isi

RiwayatSunting

KarierSunting

Selama 21 tahun Mardinsyah berkiprah sebagai wakil rakyat. Selama 2 periode (1971 - 1982) menjadi Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat dan sebagai anggota DPR/MPR RI mewakili pemilihnya melalui PPP juga dua periode yaitu dari tahun 1982 hingga 1992.

Dunia politik dimasukinya sejak tahun 1969, sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Parmusi Sumatera Barat. Sebagian besar peran politiknya lebih banyak berada di belakang layar, sebagai seorang konseptor bagi organisasi yang dinakhodainya.

Sejak tahun 1971 sampai 1982, selain menjadi Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, di dalam Partai Persatuan Pembangunan, Mardinsyah memegang jabatan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sumatera Barat. Pada Pemilu 1982, Mardinsyah terpilih menjadi Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat. Karena harus pindah domisili ke Jakarta, posisi sebagai Ketua DPW PPP Sumatera Barat dilepaskannya.

Dalam Muktamar Partai Persatuan Pembangunan tahun 1984 di Jakarta, Mardinsyah terpilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan, di bawah kepemimpinan HJ. Naro. Dalam masa kepemimpinan Ismail Hassan Metareum pada periode 1989-1994 Mardinsyah menjabat sebagai salah satu Ketua DPP PPP.

Setelah keluar dari PPP, pada tahun 1999, Mardinsyah bersama Hj. Naro mendirikan Partai Persatuan yang berlambangkan bintang. Ia sempat menjadi Ketua Umum partai tersebut dari tahun 2000 hingga 2002. Lalu pada tahun 2009 menjabat Ketua Umum DPP Partai Sarikat Indonesia. Kemudian menjabat Wakil Ketua Partai Nasional Republik (Nasrep), sebuah partai politik bentukan Tommy Soeharto yang tidak berhasil lolos ikut pada Pemilihan umum legislatif 2014.[1]

PendidikanSunting

Kehidupan pribadiSunting

Mardinsyah lahir di nagari Sungai Limau, Padang Pariaman pada masa Hindia Belanda. Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Mardety. Pernikahan mereka telah dikaruniai empat orang anak, yaitu Ranoldi Mardinsyah, Defriansyah, Yudiansyah, dan Ardiansyah.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Profil Mardinsyah" Bijaks.net. Diakses 10-10-2014.

Pranala luarSunting