Buka menu utama

Malifut, Halmahera Utara

kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara

Malifut adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Indonesia.

Malifut
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiMaluku Utara
KabupatenHalmahera Utara
Pemerintahan
 • Camat- Eklesia Ngangangor (sekarang)
Kepadatan- jiwa/km²
Desa/kelurahan- Tabobo

- Bukit Tinggi - Tomabaru - Tahane - Matsa - Sosol - Samsuma - Ngofagita - Ngofakiaha - Mailoa - Bobawa - Ngofa Bobawa - Peleri - Tafasoho - Malapa - Tagono - Talapao - Sabale - Terpadu - Soma - Wangeotak

- Gayok

Penduduk kecamatan Malifut terdiri dari berbagai suku yang datang dari berbagai wilayah di Nusantara. Mayoritas suku yang menempati kecamatan Malifut merupakan suku Makian sebesar kurang lebih 80%, yang melakukan trasmigrasi lokal sejak tahun 1975 akibat ancaman letusan gunung kie besi yang diprediksi akan meletus pada tahun itu oleh pemerintah pusat. Perpindahan masyarakat suku Makian ke daratan Halmahera ini dilakukan secara Bedol kecamatan (memindahkan seluruh perangkat pemerintahan).

Namun, letusan yang diperkirakan terjadi pada tahun ini ternyata tidak terjadi. Letusan terjadi setelah 13 tahun kemudian tepatnya ditahun 1988 yang mengakibatkan gunung Kie Besi terbelah menjadi dua bagian. yang kemudian dibagi menjadi wilayah Makian Barat da Makian Timur.

Penduduk asli masyarakat malifut merupakan suku Pagu, atau masyarakat setempat menyebutnya suku Tobelo Dalam atau dikenal dengan istilah lain seperti Suku Togutil.

Konflik Tanah Adat

Awal kedatangan masyarakat Makian ke Malifut sejak awal telah menimbulkan permasalahan dengan penduduk asli setempat, dimana bagi masyarakat suku Pagu wilayah kecamatan Malifut merupakan wilayah Tanah adat yang tidak boleh ditempati oleh masyarakat selain mereka sendiri (suku Pagu). Berdasarkan catatan dari masyarakat setempat, bahwa awal konflik SARA yang terjadi di tahun 1999 merupakan konflik horisontal tentang klaim wilayah Tanah adat yang kemudian berkembang menjadi konflik agama. Selain itu, posisi dari masyarakat suku Pagu setempat yang secara berlahan mulai tergeser akibat dari mobilisasi masyarakat Makian dalam jumlah besar telah menimbulkan kecemburuan sosial mengenai pengambilalihan wilayah.

Hingga saat ini, populasi masyarakat suku Makian yang berada di kecamatan Malifut berkembang sangat cepat. terdapat sekitar 80% adalah suku Makian, suku Pagu 10% dan sisanya gabungan dari berbagai suku, diantaranya Bugis, Ternate, Tidore, suku Tobelo, suku Galela.

Bahasa

Setiap suku memilki bahasanya sendiri, suku Makian merupakan suku yang ada di Maluku Utara yang hanya menempati sebuah pulau kecil bernama Gunung Kie Besi atau masyarakat setempat lebih mengenalnya dengan sebutan Gunung Makian. Akan tetapi, meskipun hanya sebuah pulau kecil suku Makian merupakan suku yang memiliki puluhan bahasa, perubahan bahasa di pulau Makian tidak hanya pada tataran dialek, terlihat dimana desa yang semakin jauh dari pusat kecamatan maka pola bahasanyapun semakin berubah secara keseluruhan.

Pada umumnya bahasa yang dipakai untuk berkomunikasi di kecamatan Malifut merupakan bahasa lokal.

r-besar