Buka menu utama

Irjen. Pol. Drs. H. M. Syafii, S.H. (lahir Mei 1962) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 3 Februari 2017 mengemban amanat sebagai Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

Irjen. Pol. Drs. H.
M Syafii
S.H.
Kepala Detasemen Khusus 88 (Anti Teror)
Mulai menjabat
3 Februari 2017
PendahuluBrigjen. Pol. Eddy Hartono
Informasi pribadi
Lahir0 Mei 1962 (umur 57)
Bendera Indonesia Indonesia
Alma materSepa Milsuk Polri, Sukabumi (1989)
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangLOGO DENSUS 88.png Detasemen Khusus 88 (Anti Teror)
Masa dinas1988 – Sekarang
PangkatPDU IRJEN KOM.png Inspektur Jenderal Polisi
SatuanReserse

Syafii, lulusan Sepa Milsuk Polri 1989 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Analis Kebijakan Utama bidang Pencegahaan Densus 88 Antiteror Polri.

Syafii termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005[1]. Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Idham Azis, serta Rycko Amelza Dahniel, dkk.

KarierSunting

Penangkapan Tommy SoehartoSunting

Karier Syafei dalam kepolisian cepat melesat berkat prestasi yang dicapainya. Tahun 2001, Syafii yang merupakan anggota Tim Kobra dan perwira lainnya berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra (mantan) Presiden Soeharto. Berkat sukses menangkap Tommy, Syafei termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa[2].

Penangkapan Imam SamudraSunting

Syafei juga termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Ditserse Polda Metro Jaya, yang menangkap teroris Imam Samudra di Pelabuhan Merak, Banten, 21 November 2002.

Penangkapan Dr AzhariSunting

Syafei pula termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Polda Metro Jaya, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005[3].

Riwayat JabatanSunting

  • Kasat Intelkam Polres Temanggung Polda Jateng
  • Kanit Identifikasi Subden Intelijen Densus 88 AT Bareskrim Polri (2004)
  • Kasatserse Antiteror dan Bom Ditserse Polda Metro Jaya (2005)
  • Kanit V Dit I/Kamtranas Bareskrim Polri (2006)
  • Kapolres Metro Tangerang Kota (2008)
  • Wakadensus 88/Antiteror Polri (2009)
  • Kadensus 88/Antiteror Polri (2010)
  • Direktur Penindakan BNPT (2015)
  • Analis Kebijakan Utama bidang Pencegahaan Densus 88 Antiteror Polri (2016)
  • Kadensus 88/Antiteror Polri (2017)

Kasus Menonjol yang DitanganiSunting

  • Pembunuhan hakim agung Safiudin Kartasasmita, Jakarta (2001)
  • Bom Bali II (2005)

Catatan kakiSunting

Jabatan kepolisian
Didahului oleh:
Brigjen. Pol. Eddy Hartono
Kepala Detasemen Khusus 88 (Anti Teror)
3 Februari 2017
Diteruskan oleh:
Petahana
Didahului oleh:
Brigjen. Pol. Tito Karnavian
Kepala Detasemen Khusus 88 (Anti Teror)
20102015
Diteruskan oleh:
Kombes. Pol. Eddy Hartono