Syafiuddin Kartasasmita

Syafiuddin Kartasasmita (5 Desember 1940 – 26 Juli 2001) adalah Hakim Agung / Ketua Muda Bidang Pidana Mahkamah Agung Republik Indonesia yang menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara dan denda Rp 30,6 miliar kepada Tommy Soeharto dalam kasasi kasus tukar guling tanah milik Bulog dengan PT Goro Batara Sakti. Ia tewas dalam perjalanan menuju kantornya. Ia dibunuh oleh empat orang yang mengendarai dua sepeda motor Yamaha RX King yang melepaskan empat tembakan ke tubuh Hakim Agung tersebut.[2]


Syafiuddin Kartasasmita

Hakim Agung Republik Indonesia
Masa jabatan
Juni 1994[1] – 26 Juli 2001
Ditunjuk olehSoeharto
Informasi pribadi
Lahir(1940-12-05)5 Desember 1940
Bendera Hindia Belanda Jakarta, Hindia Belanda
Meninggal26 Juli 2001(2001-07-26) (umur 60)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
KebangsaanIndonesia
AlmamaterUniversitas Indonesia
PekerjaanHakim

Untuk kasus penembakan Syafiuddin, Tommy diganjar dengan hukuman 15 tahun, tetapi setelah peninjauan kembali oleh Mahkamah Agung, ditambah dengan berbagai pengurangan hukuman (remisi), Tommy akhirnya hanya mendekam selama 4 tahun di penjara.[3]

Kelahiran dan Kehidupan KeluargaSunting

Syafiuddin lahir di Jakarta pada tanggal 5 September

Ia memiliki dua orang istri

  1. Soimah, yang memberikan dua orang puteri dan seorang putra
  2. Iwah Setiawati[4]

Syafiuddin meninggal pada tanggal 26 Juli 2001, dengan empat luka tembakan di badan dan dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.[5]

Pendidikan dan karierSunting

PendidikanSunting

Syafiuddin merupakan lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.[2]

KarierSunting

Sebelum menjabat jabatan terakhir sebagai Ketua Muda Bidang Pidana Mahkamah Agung Republik Indonesia

Kasus-kasus kontroversial yang ditangani SyaifuddinSunting

Kasus yayasan milik HM SoehartoSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting