Keuskupan Katolik Roma Timika (bahasa Latin: Diœcesis Timikaën(sis)) adalah keuskupan yang terletak di Provinsi Papua bagian tengah yang meliputi Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Nabire, Kabupaten Yapen, Kabupaten Waropen, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Supiori, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Mamberamo Raya dalam Provinsi Gerejani Merauke di Indonesia. Keuskupan Timika meliputi wilayah seluas 102,892 km².

Keuskupan Timika

Diœcesis Timikaënsis
Lokasi
Negara Indonesia
WilayahKabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Nabire, Kabupaten Yapen, Kabupaten Waropen, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Supiori, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Mamberamo Raya
Dekenat
  • Mimika–Agimuga
  • Kammu–Mapia
  • Moni–Puncak Jaya
  • Paniai
  • Teluk Cendrawasih
PusatJalan Cendrawasih 12 Kwamki, Mimika Baru, Mimika 99910
Statistik
Luas wilayah102,892 km2 (39,727 sq mi)[1]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2015[2])
1.068.090
113.420 (10.62%)
Jumlah paroki30
Jumlah imam religius21
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iurisGereja Latin
RitusRitus Roma
Didirikan19 Desember 2003
KatedralTiga Raja, Timika
Jumlah imam20
Kepemimpinan saat ini
PausFransiskus
Administrator DiosesanR.D. Marthen Kuayo[3][4]
Vikaris YudisialR.D. Amandus Rahadat
SekretarisR.P. Andreas Madya Sriyanto, S.C.J.
EkonomMax Welerubun

SejarahSunting

  • Didirikan sebagai Keuskupan Timika pada 19 Desember 2003, memisahkan diri dari Keuskupan Jayapura

Kontak pertama para imam dengan sejumlah warga di Keuskupan Timika terjadi pada pertengahan Mei 1896. Pada saat itu, R.P. Cornelius Le Cocq d'Armandville, S.J.,[5] bersama dengan dua siswa dari Daerah Kapaur, Fakfak, singgah di Mimika selama 10 hari dan kemudian berencana kembali ke Daerah Kapaur pada 27 Mei. Namun, kapal yang ditumpanginya menghadapi cuaca buruk dan Le Cocq d'Armandville tewas tenggelam.[6]

GembalaSunting

Uskup TimikaSunting

  • John Philip Saklil (19 Desember 2003–3 Agustus 2019, wafat)
    • Sede vacante (sejak 3 Agustus 2019), diisi oleh R.D. Marten Kuayo sebagai Administrator Diosesan
    • Sekretaris Jenderal: RP. Andreas Madya Sriyanto, SCJ
    • Ekonom: Max Welerubun

ParokiSunting

Terdapat 25 paroki di 5 dekanat yaitu:

Dekenat Mimika-Agimuga
  • Paroki Katedral Tiga Raja, Timika (1931)
  • Paroki Santo Stefanus Sempan (2007)
  • Paroki St. Petrus Karang Senang SP 3 (2006)
  • Paroki Emmanuel Mapurujaya (1931)
  • Paroki Maria Bintang Laut Kokonao (1928)
  • Paroki St. Yoseph Atuka (1966)
  • Paroki Maria Fatima Pronggo (1933)
  • Paroki Kebangkitan Agimuga (1960)
Dekenat Paniai
  • Paroki St. Yusuf Enarotali (1949)
  • Paroki St. Fransiskus Asisi Epouto (1952)
  • Paroki Segala Orang Kudus Diyai (1963)
  • Paroki Kristus Jaya Komopa (1966)
  • Paroki St. Franciskus Obano (1971)
  • Paroki St. Yohanes Pemandi Waghete (1952)
  • Paroki Kristus Kebangkitan Kita Damabagata (2010)
  • Paroki Salib Suci Madi (2011)
Dekenat Kammu-Mapia
  • Paroki St. Maria Immaculata Moanemani (1953)
  • Paroki Maria Menerima Kabar Gembira Bomomani (2002)
  • Paroki St. Maria Rosary Modio (1956)
  • Paroki Kristus Penebus Timeepa (1963)
  • Paroki Keluarga Kudus Apouwo (2011)
  • Paroki Maria Ratu Rosari Idakebo
  • Paroki Kristus Terang Dunia Puweta (2013)
Dekenat Moni-Puncak Jaya
  • Paroki St. Michael Bilogai (1959)
  • Paroki St. Yohanes Pemandi Bilai (1963)
  • Paroki St. Petrus Illaga (1966)
Dekenat Teluk Cendrawasih
  • Paroki Kristus Sahabat Kita, Nabire (1961)
  • Paroki Kristus Raja, Nabire (2002)
  • Paroki Santa Maria Diangkat Ke Surga, Biak (1946)
  • Paroki Bunda Maria, Serui (1928)


ReferensiSunting

  1. ^ Profilgereja
  2. ^ https://www.dokpenkwi.org/2015/10/26/keuskupan-timika
  3. ^ http://keuskupantimika.org/index.php/23-berita-keuskupan/143-ketua-bp-yppk-perlu-kerjasama-dalam-membangun-deiyai-sebagai-kota-pendidikan.html
  4. ^ https://suarapapua.com/2020/04/27/pastor-marthen-kuayo-selain-bagi-uang-dan-beras-pemerintah-juga-harus-bagi-alat-kerja/
  5. ^ Mulyadi (Agustus 2019). Etnografi Pembangunan Papua (dalam bahasa (Indonesia)). Sleman: Deepublish. hlm. 45. ISBN 9786232099678. 
  6. ^ Steenbrink, Karel (2007), Catholics in Indonesia, 1903-1942 : A Documented History (dalam bahasa (Inggris)), 2, Brill, hlm. 233, ISBN 978-90-67-18260-7 

Pranala luarSunting