Buka menu utama

Kabupaten Supiori adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Pusat pemerintahan kabupaten ini terletak di Sorendiweri. Kabupaten Supiori ada di Pulau Supiori yang dipisahkan dengan Pulau Biak oleh Selat Sorendiweri. Kedua pulau ini terhubung oleh jembatan sepanjang 100 meter yang berada di atas Selat Sorendiweri. Dari Biak, Kabupaten Supiori dapat ditempuh lewat jalan darat melalui 3 jalur, yaitu:

  • Satu jalur lewat Biak Utara berjarak 90 kilometer dengan waktu tempuh 2-3 jam.
  • Dua jalur lewat Biak Barat:
Kabupaten Supiori
Lambang Kabupaten Supiori
Lambang Kabupaten Supiori


Moto: Kovawes Kuker Araima, artinya Membangun dengan Kasih



Peta Lokasi Kabupaten Supiori di Provinsi Papua.
Peta Infrastruktur Kabupaten Supiori tahun 2010.
Peta lokasi Kabupaten Supiori di Papua
Koordinat: -
Provinsi Papua
Tanggal peresmian 18 Desember 2003
Ibu kota Sorendiweri
Pemerintahan
-Bupati Drs.Jules.F.Warikar.MM
-Wakil Bupati Onesias Rumere, S.Sos
APBD
-DAU Rp. 372.146.683.000.-(2013)[1]
Luas 634,24 km2
Populasi
-Total 19.104 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 30,12 jiwa/km2
Demografi
-Agama Kristen Protestan 97,45%
Islam 1,36%
Katolik 1,14%
Hindu 0,05%[2]
-Kode area telepon 98161
Pembagian administratif
-Kecamatan 5 kecamatan/distrik
-Kelurahan 1
-Desa 37
Simbol khas daerah
Situs web -
- Lewat Samber berjarak 80 km ditempuh dengan waktu 2-2,5 jam.
- Lewat Moibaken dan Syabes berjarak 78 kilometer dengan waktu tempuh 2-2,5 jam perjalanan.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
Drs.
Jules Fitzgerald Warikar
MM
2004
2005
[Ket. 1]
1
2005
2010
1
Julianus Mnusefer
Ir.
Helly Weror
M.Si
2010
2010
2
  Fredrik Menufandu
SH, MH, MM
21 Mei 2011
5 Desember 2014
2
[Ket. 2]
Yan Imbab
Yan Imbab
5 Desember 2014
1 April 2015
[Ket. 3]
3
1 April 2015
21 Mei 2016
[4]
(1)
Drs.
Jules Fitzgerald Warikar
MM
24 Mei 2016
24 Mei 2021
3
[5]
Onesias Rumere
Catatan
  1. ^ Penjabat Bupati
  2. ^ Meninggal Dunia saat menjabat[3]
  3. ^ Pelaksana Tugas

Dewan PerwakilanSunting

Kecamatan/DistrikSunting

Supiori merupakan pemekaran dari Kabupaten Biak Numfor dan terdiri dari 5 distrik/kecamatan, yaitu:

  1. Distrik Supiori Utara dengan ibu kota Yenggarbun.
  2. Distrik Supiori Timur dengan ibu kota Sorendiweri.
  3. Distrik Supiori Barat dengan ibu kota Sabarmiokre.
  4. Distrik Supiori Selatan dengan ibu kota Korido.
  5. Distrik Kepulauan Aruri dengan ibu kota Sowek.

Supiori UtaraSunting

Distrik Supiori Utara teriri dari 5 (lima) desa atau kampung, yaitu:

  1. Warsa / Yenggarbun
  2. Kobari Jaya / Yanem
  3. Puweri / Kpudori
  4. Warbor / Wafor
  5. Fanjur / Nyeundi.

Semuanya dapat ditempuh lewat jalan darat.
Jarak antara ibu kota kabupaten Sorendiweri dengan ibu kota distrik Yenggarbun (Warsa) adalah 22 kilometer, dapat ditempuh selama 1 jam perjalanan.

Supiori TimurSunting

Supiori Timur, Supiori terdiri dari 10 (sepuluh) kampung dengan ibu kota Sorendiweri, yaitu:

  1. Douwbo/Wandos.
  2. Syurdori.
  3. Mansoben/Waryesi.
  4. Duber.
  5. Sorendiweri.
  6. Marsram.
  7. Paryem.
  8. Aminweri.
  9. Sawarkar.
  10. Wombonda/Yendoker.

Supiori SelatanSunting

Supiori Selatan beribu kota di Korido yang merupakan kota tua. Sejak zaman Belanda merupakan salah satu pusat pendidikan di tanah Papua, terdiri dari 7 (tujuh) kampung, yaitu:

  1. Ramardori/Biniki.
  2. Maryaidori.
  3. Warbefondi
  4. Fanindi
  5. Awaki
  6. Ababiadi/Odori.
  7. Didiabolo/Kunef

Semuanya dapat ditempuh lewat jalan darat kecuali Kunef. Korido berjarak 33 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sorendiweri, dapat ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam.

Supiori BaratSunting

Supiori Barat terdiri dari 7 (tujuh) kampung, yaitu:

  1. Waryei/Sabarmiokre.
  2. Wapur.
  3. Pamdi.
  4. Rusweri
  5. Amyas/Urembori.
  6. Napisndi.
  7. Masyai/Meosbepondi (P.Bepondi dan Kepulauan Mapia).

Kampung Waryei atau Sabarmiokre berjarak 33 kilometer dari kota kabupaten Sorendiweri dengan waktu tempuh 1,5 jam sampai 2 jam. Wapur dan Pamdi juga dapat ditempuh lewat jalan darat. Rusweri, Amyas, Napisndi, Masyai dan Kepulauan Mapia hanya dapat ditempuh lewat jalur laut. Bisa diakses dari Yenggarbun, Sabarmiokre, Wapur atau Pamdi. Dua pulau yang termasuk dalam gugusan pulau-pulau terluar adalah pulau Masyai dan Kepulauan Mapia. Pulau Masyai ditempuh dengan motor tempel 40 PK dari Sabarmoikre dengan waktu tempuh 2 jam. Kepulauan Mapia terdiri dari empat pulau yaitu Bras, Pegun, Vanildo dan Panairotho. Di Pulau Bras terdapat markas Marinir dari satgas pulau-pulau terluar yang beranggotakan 20-30 orang. Terdapat juga penduduk yang berasal dari Morotai, Maluku bukan malumu Utara, Buton dan Biak sendiri. Sebagian berprofesi sebagai petani kopra. Kepulauan Mapia berjarak sekitar 300 km dari kota Biak, dapat ditempuh selama 30 jam perjalanan dengan menggunakan kapal perintis Pelni Papua Lima. Lambatnya waktu tempuh ini dikarenakan harus singgah di pulau Masyai selama 6 jam.

Kepulauan AruriSunting

Kepulauan Aruri merupakan distrik kepulauan karena sebagian besar desa atau kampungnya terdiri dari kepulauan, yaitu:

  1. Ineki.korwa
  2. Insumbrei.
  3. Rayori.
  4. Mbrurwandi.
  5. Manggonswan.
  6. Rani
  7. Insumbabi

Hanya ada 2 desa yang berada di pulau Supiori, yaitu:

  1. Porisa/Imbirsbari
  2. Sawendi/Wongkeina.

Ibu kota Distrik/Kecamatan Kepulauan Aruri berada di Rayori/Sowek yang dapat ditempuh dengan motor tempel 40 PK selama 1 jam perjalanan dari Korido.

PariwisataSunting

 
Masyarakat berbaris hingga tengah laut untuk menangkap ikan di Munara Wampasi Wandos

Pariwisata di Supiori bergantung pada bentang alam perawan yang dimilikinya. Gunung, laut, air terjun, sungai, dan berbagai bentang alam lainya adalah contoh bentang alam yang dijadikan objek wisata di Supiori. Sebagai informasi, kebanyakan dari destinasi wisata tersebut masih dapat dikunjungi secara gratis.

Untuk mengunjungi Supiori, wisatawan dapat datang kapanpun. Wisatawan akan menemui perubahan dari laut yang pasang ke laut yang surut pada bulan Januari hingga bulan April. Sedangkan dari bulan Mei hingga bulan Agustus, wisatawan dapat menemui air laut di perairan sekitar Kabupaten Supiori yang surut. Lalu di bulan September hingga Desember, wisatawan akan menemui gelombang laut yang sedang tinggi di perairan sekitar kabupaten Supiori.

Air laut yang kadang surut dan kadang pasang di Supiori pun dapat dimanfaatkan bagi para wisatawan untuk melakukan berbagai hal. Misalnya disaat air laut surut, pada sekitar bulan Juni dan Juli akan diadakan festival tangkap ikan bernama Munara Wampasi (Pesta Musim Surut). Festival tersebut akan diselenggarakan di beberapa tempat seperti Kampung Wandos, Kampung Sansundi, Kampung Wopes, dan Pulau Rani.

Munara Wampasi yang diselenggarakan di Kabupaten Supiori tersebut merupakan budaya tahunan yang dimiliki Suku Biak. Nantinya, seluruh masyarakat akan berjalan hingga ke tengah laut yang sedang surut untuk menangkap ikan ataupun binatang laut lain yang dapat dimakan seperti ikan, belut laut, kerang, dan berbagai binatang laut lainya. Masyarakat yang mencari ikan tersebut juga menggunakan berbagai alat, beberapa alat yang akan sering dijumpai adalah alat penombak ikan atau kalawai dan juga lastop atau alat pemanah ikan.

Selanjutnya, jika wisatawan datang disaat air laut sedang tinggi, maka wisatawan dapat melakukan selancar di beberapa pantai di Supiori. Beberapa pantai yang biasa digunakan para wisatawan mancanegara untuk berselancar adalalah Pantai Wafor dan Pantai Sawabas. Sebagai informasi tambahan, bulan November adalah bulan paling tepat untuk berselancar. Karena menurut informasi yang didapatkan dari Yahya Mniber, salah seorang nelayan di Kampung Pariem, ombak sedang tinggi-tingginya di bulan tersebut.

Lalu, bagi wisatawan di luar Pulau Biak dan Pulau Supiori, kedua pulau tersebut hanya dapat diakses menggunakan transportasi kapal dan pesawat. Jika wisatawan ingin ke pulau tersebut lewat jalur laut, maka wisatawan dapat turun di Pelabuhan Biak. Lalu jika wisatawan memilih menggunakan pesawat, maka wisatawan dapat turun di Bandara Frans Kaisiepo Biak.

Wisatawan yang datang lewat terminal laut maupun terminal udara, dapat menggunakan jalur darat jika ingin ke Supiori. Karena baik terminal laut maupun terminal udara tersebut berada di distrik yang sama yaitu Biak Selatan. Maka rute jalur darat ke Supiori yang dapat dipilih adalah dari Biak Selatan lalu ke Biak Barat, dan akhirnya sampai di Supiori Timur. Ataupun lewat Jalur lain yang dapat ditempuh yaitu dari Biak Selatan, lalu ke Biak Utara, dan akhirnya sampai di Supiori Timur.

Jika wisatawan yang datang merasa membutuhkan pendamping ataupun pihak yang perlu dihubungi sesampainya di Supiori, maka wisatawan dapat mendatangi Dinas Pariwisata Kabupaten Supiori. Kantor dari dinas pariwisata tersebut berada di Kampung Masram, Supiori Timur. Namun terdapat jam-jam tertentu dimana petugas kantor tersebut dapat ditemui. Wisatawan dapat menemui petugas kantor tersebut dari hari Senin hingga Jumat dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore.

Sesampainya di Supiori, terdapat beberapa tempat yang dapat dinikmati keindahanya. Beberapa tempat populer seperti Air terjun Waburdori, Air Terjun Mazrib, Pantai Sorendiweri, Pulau Rani, Pulau Mapia, Pulau Brassi, Pulau Insumbabi, Pantai Wafor, Pantai Warawe Nyiben, dan Kepualauan Padaido, dapat digali informasinya lewat penelusuran di internet.[6] Sedangkan beberapa destinasi wisata lain yang tak kalah menarik namun minim dipublikasikan adalah:

Pantai PariemSunting

 
Salah satu sudut Pantai Pariem

Pantai Pariem adalah pantai yang terdapat di Desa Sauyas atau Kampung Pariem, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, Indonesia. Jalan untuk ke desa ini dapat diakses melalui jalur darat, baik menggunakan motor maupun mobil. Untuk mencapai desa ini melalui jalur darat, hanya dibutuhkan kurang lebih 5 menit dari ibukota Kabupaten Supiori yaitu Sorendiweri.

Pantai Pariem memiliki bentang alam berupa Gunung Sombunem dan Tanjung Sansundi di sebelah timur yang dapat dinikmati pemandanganya. Selain itu, birunya lautan pasifik yang langsung tersambung dengan pantai ini menambah indahnya pemandangan di pantai ini.

Tak berhenti sampai disitu, wisatawan yang memiliki hobi memancing juga dapat mengunjungi Pantai Pariem. Untuk memancing, wisatawan dapat mencari Kepala Kampung Pariem yaitu Bapak Melkias Mniber. Bapak Melkias Mniber nantinya akan mengarahkan wisatawan ke kapal dan pemandu wisata memancing yang tersedia di Desa Sauyas.

Untuk merasakan sensasi memancing di perairan utara Papua tersebut, wisatawan hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 500.000,00 per kapal. Biaya tersebut tidak akan bertambah dengan banyaknya ikan yang didapat oleh wisatawan. Sehingga berapapun ikan yang didapat, biaya yang dikenakan tetap sama. Lalu biaya tersebut juga sudah termasuk uang jasa yang diberikan kepada pemandu mancing lokal.

Perlu diketahui, wisatawan yang datang untuk memancing dihimbau untuk tidak datang di hari Minggu. Karena, masyarakat Desa Sauyas memiliki budaya untuk hanya beristirahat dan beribadah di hari tersebut. Setelah itu, wisatawan yang ingin memancing juga diharapkan untuk mengantisipasi mabuk laut saat memancing di perahu.

ReferensiSunting

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ a b "Provinsi Papua Dalam Angka 2018". BPS Papua. Diakses tanggal 18 Februari 2019. 
  3. ^ Muhsidin (6 Desember 2014). Maga, Anwar, ed. "Fredrik Menufandu akan dimakamkan di Sorindiweri". Antara News Papua. Diakses tanggal 2 Februari 2019. 
  4. ^ Kandipi, Hendrina Dian (1 April 2015). Maga, Anwar, ed. "Yan Imbab Jabat Bupati Supiori". Antara News Papua. Diakses tanggal 2 Februari 2019. 
  5. ^ Fabiola, Maria (24 Mei 2016). "Jules F. Warikar - Onesias Rumere Resmi Pimpin Supiori". Salam Papua. Diakses tanggal 2 Februari 2019. 
  6. ^ Kurniawan, Agus (7 Januari 2019). "10 Tempat Wisata Favorit Di Supiori". WISATO.ID. Diakses tanggal 21 Juli 2019. 

Pranala luarSunting