Buka menu utama

Tabrakan kereta api Petarukan 2010

Kecelakaan Kereta api terparah dalam Sejarah Perkeretaapian di Indonesia
(Dialihkan dari Kecelakaan Kereta api Pemalang 2010)

Kecelakaan kereta api Pemalang 2010 adalah sebuah kecelakaan yang menimpa Kereta api Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya yang menabrak Kereta api Senja Utama Semarang jurusan Jakarta-Semarang pada 2 Oktober 2010 yang diperkirakan terjadi pada pukul 02:48 WIB yang terjadi di Petarukan, Pemalang.[1] Kecelakaan kereta api ini merupakan yang terburuk sejak 2001.

Kecelakaan Kereta Pemalang 2010
Detail
Tanggal 2 Oktober 2010
Waktu diperkirakan pada pukul 02:48 WIB
Lokasi Petarukan, Pemalang
Negara Indonesia
Jalur rel
Operator PT Kereta Api Indonesia
Tipe kecelakaan KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama dari bagian belakang
Penyebab Kesalahan manusia (perkiraan, namun masih dalam penyelidikan)[1]
Statistik
Kereta api 2
Petugas {{{crew}}}
Tewas 36[2]
Terluka 50

Daftar isi

KecelakaanSunting

Kecelakaan ini terjadi ketika kereta api Senja Utama sedang berhenti sekitar 100 meter di jalur 3 sebelah barat Stasiun Petarukan, Pemalang, seharusnya kereta api Argo Bromo Anggrek melewati jalur 2 untuk menyalip kereta api Senja Utama, tetapi kereta api Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah yang sama menabrak bagian belakang kereta api Senja Utama.

EvakuasiSunting

Proses evakuasi dipusatkan pada tiga gerbong terguling dan dua gerbong lainnya hancur dari kereta api Senja Utama, petugas evakuasi mengutamakan untuk menemukan korban yang masih hidup maupun mengevakuasi korban yang telah meninggal dunia. Korban luka dan meninggal di evakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Hasyim Ashari, Pemalang dan RSU Santa Maria.[3][4][5]

FaktorSunting

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengirim tim investigasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan kereta api di Pemalang yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga 3 bulan.[1]

TanggapanSunting

PT Kereta Api Indonesia bekerja sama dengan Jasa Raharja dan Asuransi Jasa Indonesia memberikan bantuan pengobatan dan santunan kepada para korban luka dan meninggal dunia.[6]

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan perintah kepada keempat Kementerian, yaitu Kesejahteraan Rakyat, Badan Usaha Milik Negara, Perhubungan, dan Kesehatan untuk menangani tabrakan kereta api di Pemalang.[7]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c KNKT Butuh Tiga Bulan Investigasi Kecelakaan Kereta, diakses pada 2 Oktober 2010
  2. ^ David Batty (2 October 2010). "Indonesian train crash kills dozens". Guardian. Diakses tanggal 2 October 2010. 
  3. ^ Penyebab Kecelakaan Kereta Masih Diselidiki, diakses pada 2 Oktober 2010
  4. ^ Terhambat, Evakuasi Bangkai Kereta, diakses pada 2 Oktober 2010
  5. ^ Petugas Kesulitan Sterilkan Lokasi Kecelakaan, diakses pada 2 Oktober 2010
  6. ^ PT KA: Korban Tewas 34, Perawatan Ditanggung, diakses pada 2 Oktober 2010
  7. ^ SBY Perintahkan 4 Kementerian Tangani Kecelakaan Kereta, diakses pada 2 Oktober 2010