Buka menu utama

Halte Panyuran (PYR) adalah halte kereta api nonaktif yang terletak di Tasikmadu, Palang, Tuban. Halte ini termasuk dalam Wilayah Aset VIII Surabaya. Halte ini dibuka oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij pada 12 Agustus 1920.[1][4]

Halte Panyuran
  • Singkatan: PYR
  • Nomor: 4304
ImagesHandler-7.jpg
Halte Panyuran ketika masih menggunakan nama "Perambatan" sebelum tahun 1926.
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KabupatenTuban
KecamatanPalang
DesaTasikmadu
Sejarah
Dibuka12 Agustus 1920[1]
Ditutup1990
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Kelas stasiun[2]Halte
Letak[3]km 33+798 lintas BabatTuban
Layanan-
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur1

Halte ini dinonaktifkan bersama dengan pemberhentian kereta api lainnya seiring dengan dinonaktifkannya Jalur kereta api Merakurak–Babat pada tahun 1990.

Secara fisik bangunan halte ini terbuat dari kayu dengan dua ruangan didalamnya yakni, ruang penjualan tiket, dan ruang tunggu penumpang. Hingga tahun 2016, bangunan halte ini masih ada namun bernasib sama seperti Halte Kepet dimana papan-papan kayunya sudah hilang dan tidak terpasang lagi. Setelah itu tidak diketahui lagi nasib dari bangunan halte ini. Dahulu, Halte ini hanya memiliki satu jalur kereta api sebagai jalur utama dari arah Babat ke Tuban maupun sebaliknya. Halte ini berada persis di pinggir jalan raya Pantura Tuban-Gresik, Desa Panyuran, Palang, Tuban dan menghadap langsung ke arah laut Jawa.

Uniknya, nama halte ini mulanya diberi nama Perambatan. Namanya diambil dari nama Dusun Perambatan, Desa Tasikmadu yang merupakan tetangga Desa Panyuran, Palang, Tuban yang menjadi letak sebenarnya lokasi Halte Panyuran. Hingga tahun 1920-an (dicatat lagi dalam peta yang diterbitkan ulang tahun 1944) dalam peta kolonial Hindia Belanda koleksi Universiteit Leiden, Belanda tertulis bahwa halte ini masih menggunakan nama Perambatan.[5]

Berbanding terbalik dengan data dalam buku Officieele Reisgids Spoor-en Tramwegen Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera yang dicetak tahun 1926 oleh N. V. Sie Dhian Ho-Solo, disebutkan bahwa nama halte ini tidak menggunakan nama Perambatan lagi tetapi sudah menggunakan nama Panjoeran (baca: Panyuran) sesuai dengan nama desa tempat halte ini berada.

Menariknya disini, dalam buku Officieele Reisgids Spoor- en Tramwegen Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera terbitan 1931 disebutkan bahwa ke arah utara halte ini, sebelum Stasiun Tuban, terdapat satu pemberhentian kereta api lagi bernama Stoplat Trosobo. Tetapi dalam buku yang direvisi tahun 1932 nama stoplat tersebut sudah tidak ada lagi. Sebelumnya edisi tahun 1926 stoplat itu tidak dicatat di daftar pemberhentian kereta api di jalur kereta api Merakurak–Babat. Kemungkinan Halte Trosobo telah dinonaktifkan sebelum tahun 1932. Sedangkan untuk lokasi Halte Trosobo ini sendiri belum pasti, tetapi untuk Trosobo sendiri adalah nama sebuah perkampungan dan merek tempe yang diproduksi oleh salah satu industri rumahan di Kelurahan Kebonsari, Tuban yang berjarak kurang lebih 1,5 km di timur Stasiun Tuban.[a]

Catatan kakiSunting

  1. ^ Nama Trosobo digunakan sebagai merk produk olahan oleh salah satu home industri di Tuban.

Daftar pustakaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b Teeuwen, Dirk. "Trains in Dutch East-Indies[1], a fascination.pdf" (PDF). www.indonesia-dutchcolonialheritage.nl. Diakses tanggal 2018-09-03. 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  4. ^ Java (East) Railways - Passengger Stations & Stops 1999
  5. ^ "Peta Tuban (Toeban), Jawa (Java) tahun 1944". maps.library.leiden.edu. Diakses tanggal 2018-06-27. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
Trosobo
menuju Merakurak
Merakurak–Babat
(Pesantren NIS)
menuju Babat

Koordinat: 6°53′49″S 112°5′24″E / 6.89694°S 112.09000°E / -6.89694; 112.09000