Halte Kepet (KEP) merupakan salah satu pemberhentian kereta api nonaktif yang terletak di desa Tunah, Semanding, Tuban, Jawa Timur; termasuk dalam Wilayah Aset VIII Surabaya.

Halte Kepet
  • Singkatan: KEP
  • Nomor: 4307
Halte Kepet, 2020.jpg
Bangunan Halte Kepet setelah dipindahkan ke sisi utara. Sebelum dipindahkan, bangunannya berada persis di samping kiri tiang bambu yang berdiri di depan pemotret.
AlamatNasional 1 Jalan Nasional 1/Raya Babat–Tuban
Tunah, Semanding, Tuban
Jawa Timur
Koordinat6°57′28″S 112°06′05″E / 6.957826°S 112.101434°E / -6.957826; 112.101434Koordinat: 6°57′28″S 112°06′05″E / 6.957826°S 112.101434°E / -6.957826; 112.101434
Letakkm 24+364 lintas BabatTuban[1]
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Konstruksi
Jumlah jalur2
Informasi lain
Kelas stasiunHalte[2]
Sejarah
Dibuka1 Agustus 1920
Ditutup1990
Layanan
-
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.
Bangunan bekas Halte Kepet ketika masih berada di sisi barat bekas railbed, 2019.

Halte ini mulai dioperasikan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tanggal 1 Agustus 1920 sebagai bagian dari jalur kereta api Merakurak–Babat,[3] lalu dinonaktifkan pada tahun 1990 karena menurunnya jumlah penumpang. Bangunannya yang terbuat dari kayu masih bertahan hingga kini, lengkap dengan papan nama halte.

Bangunan Halte Kepet ini awalnya berada di sisi timur railbed. Akan tetapi, karena sempat roboh bangunan halte ini akhirnya dibangun ulang dengan material masih yang sama dan dipindahkan ke sebelah barat bekas railbed. Saat ini bangunannya telah dipindahkan lagi ke sisi utaranya dengan pandangan untuk melestarikan keberadaanya. Hal ini disebabkan karena pihak penyewa akan membangun lahan milik PT Kereta Api Indonesia tersebut menjadi kawasan hunian.

ReaktivasiSunting

Berdasarkan Perpres No. 80 Tahun 2019, Jalur kereta api Merakurak–Babat rencananya akan diaktifkan kembali guna mendukung pemerataan dan percepatan pembangunan di sekitar wilayah Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).[4] Selain itu, rencana reaktivasi jalur ini juga tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional tahun 2018.[5]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij. 
  4. ^ Lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 80 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto, Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, Serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan
  5. ^ Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2018 (PDF). Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. 2018. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Dawung
ke arah Merakurak
Merakurak–Babat Murosemo
ke arah Babat