Giant (toko swalayan)

Jaringan Supermarket

Giant adalah jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Selain department store yang menjual produk sandang seperti makanan, Giant juga memiliki supermarket atau pasar swalayan yang menjual kebutuhan sandang, barang kebutuhan hidup dan sehari-hari.

Giant Hypermarket
Perusahaan publik
IndustriRitel
Didirikan1944; 77 tahun lalu (1944) di Kuala Lumpur, Negeri-Negeri Melayu Bersekutu (kini Malaysia)
PendiriKeluarga Masteng
Kantor
pusat
Shah Alam, Selangor, Malaysia
Tokoh
kunci
Ronald J. Floto (CEO)
Simon Keswick (Ketua)
Howard Mowlem (Ketua/Direktur Keuangan)
ProdukSupermarket
PemilikKeluarga Masteng (1944–1999)
Hero Supermarket Group (2002–2021)
Dairy Farm International Holdings (2010-sekarang)
Situs webhttp://www.giant.com.my

Kini sahamnya dimiliki oleh Hero Supermarket Group. Hingga Agustus 2010, telah dibuka 46 hypermarket Giant dan 104 gerai supermarket Giant di Indonesia.[1] Pada tanggal 31 Juli 2021, Giant menutup seluruh jaringan operasinya di Indonesia.[2]

SejarahSunting

 
Logo pertama Giant Hypermarket telah digunakan sejak 1999-2020.

Giant didirikan pada 1944 sebagai sebuah toko kecil Kuala Lumpur. Bisnis Giant kemudian berkembang seiring dengan dibukanya Teng Minimarket Centre di Bangsar pada 1974.[3] Pada 1999, Dairy Farm International Holdings membeli 90% kepemilikan usaha, sementara keluarga Teng memiliki sisanya.[4] Hingga 2003, perusahaan pemilik Giant berganti nama menjadi Dairy Farm Giant Retail Sdn Bhd dan Giant telah memiliki delapan gerai hipermarket dan sepuluh supermarket. Saat ini, perusahaan tersebut beroperasi sebagai anak perusahaan Dairy Farm International Holdings Limited dan namanya berubah menjadi GCH Retail (Malaysia) Sdn Bhd.[5]

 
Giant di Selangor, Malaysia.

Pada Desember 2011, Giant berkembang ke Vietnam.[6] Meskipun demikian pada Februari 2018, kelompok usaha tersebut menyerahkan 100% kepemilikan usahanya di Vietnam kepada Asia Investment Supermarket Trading Co. Ltd. (AISTC). Langkah tersebut membuat hipermarket yang ada di Vietnam menjadi dioperasikan oleh Auchan Retail Vietnam dan kelompok usaha Giant mendapatkan pendanaan sebesar US$6,4 juta.[7] Oleh karena itu, Giant telah keluar dari bisnisnya di Vietnam.[8][9]

Sejak 2017, Giant dan berbagai bisnis retail di Malaysia mengalami penurunan performa akibat tingginya biaya operasional, menurunnya daya beli masyarakat, serta meningkatnya kompetisi dengan supermarket kecil, pasar retail, dan toko online.[10] Pada 2019, enam gerai Giant di Malaysia ditutup. Gerai yang ditutup terdiri dari 2 hipermarket dan 2 supermarket Cold Storage di Selangor, 1 gerai di Kedah, Perak, dan 1 gerai di Kuala Lumpur.[11] Giant juga meninggalkan pasar Sabah and Sarawak.[12] Terdapat sekitar 16 gerai di Sabah dan Serawak yang dialihkan kepemilikannya ke pelaku bisnis lokal.

Hal yang sama juga terjadi di Singapura, ditandai dengan ditutupnya dua gerai di Bukit Panjang dan Jalan Tenteram di Whampoa estate, serta hipermarket VivoCity pada 2019.[13] Hipermarket Parkway Parade juga ditutup pada 29 Februari 2020.

Penutupan gerai di IndonesiaSunting

 
Logo Hero Pasar Swalayan, digunakan sebelum sebagian gerai melakukan transisi menjadi Giant Ekstra dan Giant Ekspres

Pada Mei 2021, Giant mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan pasar retail di Indonesia mulai tanggal 31 Juli 2021. Total terdapat 395 gerai yang ditutup, beberapa di antaranya akan berganti menjadi Hero Supermarket dan gerai kecil IKEA.[14] Hero juga dimiliki oleh perusahaan Dairy Farm.[15][16][17] Tutupnya toko swalayan kelompok Hero Supermarket Group ini menambah daftar ritel yang menutup bisnisnya di Indonesia, seperti Centro dan 7-Eleven.

ReferensiSunting

  1. ^ Sambut kompetisi, Giant buka gerai baru di BSD, Kontan Online, 19 Agustus 2010, diakses tanggal 15 April 2011.
  2. ^ https://indonesiainside.id/ekonomi/2019/06/24/penutupan-giant-tambah-deretan-bisnis-ritel-yang-gulung-tikar/
  3. ^ Ferina Manecksha (13 January 2000). "Giant TMC adopts e-commerce initiative". New Straits Times  – via HighBeam (perlu berlangganan). Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 March 2015. Diakses tanggal 16 April 2016. 
  4. ^ "Giant TMC to open ninth outlet". New Straits Times  – via HighBeam (perlu berlangganan). 16 October 2000. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 March 2015. Diakses tanggal 16 April 2016. 
  5. ^ "Company Overview of GCH Retail (Malaysia) Sdn Bhd". Bloomberg L.P. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 April 2016. Diakses tanggal 16 April 2016. 
  6. ^ "10 Facts About Giant, The Supermarket From M'sia That is Everywhere in S'pore". Goody Feed (dalam bahasa Inggris). 2019-06-30. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 May 2021. Diakses tanggal 2021-04-23. 
  7. ^ "Dairy Farm Annual Report 2018" (PDF). www.dairyfarmgroup.com. hlm. 102. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 7 January 2020. Diakses tanggal 7 January 2020. 
  8. ^ Nhung, Hong (30 November 2018). "Giant hypermarket becomes Auchan Crescent Mall". vneconomictimes.com. Vietnam Economic Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 December 2018. Diakses tanggal 7 January 2020. 
  9. ^ Stockdill, Robert (1 March 2019). "Dairy Farm Group profit takes a hit from restructure". Inside Retail Asia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 March 2019. Diakses tanggal 7 January 2020. 
  10. ^ "Hypermarkets face a bleak future on waning appetite". The Malaysian Reserve (dalam bahasa Inggris). 2019-07-15. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 April 2021. Diakses tanggal 2021-04-23. 
  11. ^ "Tale of the shrinking Giant". The Edge (Malaysia). The Edge Markets. 31 July 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 January 2020. Diakses tanggal 3 January 2020. 
  12. ^ "Giant to exit Sabah and Sarawak". The Edge (Malaysia). The Edge Markets. 12 February 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 February 2020. Diakses tanggal 12 February 2020. 
  13. ^ Cheng, Kenneth. "Giant's footprint shrinking in Singapore? Hypermarket chain to close VivoCity outlet in early 2019". Today (Singapore newspaper). TODAYonline. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 January 2020. Diakses tanggal 3 January 2020. 
  14. ^ Kusuma, Hendra. "Banyak Banget! Total Ada 395 Gerai Giant yang Bakal Ditutup Permanen". detikfinance. Diakses tanggal 2021-05-28. 
  15. ^ Okezone (2021-05-25). "Selamat Tinggal, Gerai Giant di Seluruh Indonesia Ditutup Akhir Juli 2021 : Okezone Economy". Okezone. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 May 2021. Diakses tanggal 2021-05-25. 
  16. ^ Media, Kompas Cyber (2021-05-25). "Fokus Tiga Merek, HERO Tutup Seluruh Gerai Giant Akhir Juli Halaman all". KOMPAS.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 May 2021. Diakses tanggal 2021-05-25. 
  17. ^ Sandi, Ferry. "Berguguran! Gerai Giant Tutup Berantai, Setop Total Juli 2021 - Halaman 2". news. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 May 2021. Diakses tanggal 2021-05-25. 

Pranala luarSunting