Buka menu utama

Indo Semar Records

Perusahaan yang bergerak di bidang rekaman musik
(Dialihkan dari Bulletin Records)

PT Indo Semar Sakti (dikenal secara umum dengan nama Indo Semar Records sejak 2018) adalah perusahaan rekaman asal Indonesia yang dimiliki oleh Warner Music Group, yang merupakan salah satu jaringan label rekaman terbesar di dunia.

PT Indo Semar Sakti
IndustriMusik
Didirikan1970
PendiriIwan Sutadi Sidarta
Kantor
pusat
,
Wilayah operasi
Nasional
IndukWarner Music Group (2016—sekarang)
Situs webIndoSemarSakti.com

SejarahSunting

1970—1975: Berawal dari kios musikSunting

Berawal dari sebuah kedai toko kecil di Lokasari, sang pendiri, Iwan Sutadi Sidarta, memulai perjalalanan Indo Semar Sakti pada tahun 1970 dengan berbekal kecintaannya pada dunia musik. ISS dimulai dengan sederhana sebagai sebuah toko CD yang menyediakan jasa pembuatan CD kompilasi untuk pecinta musik.

1980—1990: Pembuatan CD kompilasiSunting

Pada saat itu di Lokasari terdapat banyak kios musik lainnya, namun selera musik dari beliau yang membuat ISS menjadi kios yang sangat digemari oleh banyak orang. Ternyata, kecintaan beliau merupakan sesuatu yang sifatnya turun-temurun dari kedua orangtuanya yang juga berkarya di industri musik.

Jasa pembuatan CD kompilasi yang dijalankan pun sangat sederhana, dan tidak pernah terbayangkan oleh Iwan untuk bisa memiliki perusahaan rekaman musik sebesar ini, bahkan menjadi salah satu yang terbesar dan terlama di Indonesia. Dulu sebelum ada peraturan mengenai hak cipta, semua orang bebas untuk mereka lagu. Lalu, ISS mempunyai jasa bagi pencinta musik untuk memilih lagu-lagu yang mereka inginkan untuk digabungkan dalam satu CD kompilasi. Ataupun membeli CD kompilasi yang sudah dibuatkan oleh ISS. Tugas Iwan adalah membuat daftar lagu yang kira-kira akan digemari banyak orang, merekam setiap lagu dari albumnya masing-masing, lalu menjualnya. ISS bahkan sempat mempunyai pabrik sendiri untuk memproduksi semua kaset, piringan CD, dan juga kemasannya, sebelum dunia musik mulai beralih ke dunia digital.

1990—2000: Distribusi produk musik mancanegaraSunting

Enam tahun kemudian IS Records mulai memegang artis pertamanya, Utha Likumahuwa dengan album “Tersiksa Lagi”, di bawah label Granada Record. Studio pertama yang dimiliki oleh ISS mulai dibangun tahun 1975 di area Pluit, Jakarta Utara. Saat itu, Sony Music baru ingin membawa masuk musik mancanegara ke Indonesia dan sedang mencari distributor resmi sebagai partner mereka di Indonesia. Akhirnya Iwan Sutadi sebagai founder bertemu dengan pihak SONY Music, dan akhirnya IS Records resmi menjadi pemegang lisensi musik luar. Hampir semua musik manca negara, seperti Michael Jackson, Britnery Spears, Julio Iglesias, Backstreet Boys dan masih banyak lagi, bisa masuk ke Indonesia melalui ISS Record sebagai pemegang lisensi internasional.

2000—sekarang: Perkembangan terkiniSunting

Sejak saat itu, ISS secara konsisten semakin berkembang dan mulai mempunyai dua kategori bisnis, yaitu pemegang lisensi dari perusahaan rekaman manca untuk artis-artis internasional yang albumnya didistribusikan di Indonesia, dan juga sebagai produsen musik dalam negeri menaungi banyak artis ternama mulai dari yang legendaris hingga pendatang baru seperti Yuni Shara, Ita Purnamasari, Junior, Plastik, Stinky, Netral, Naif, La Luna, Tiket, Azmi Alkatiri, dan masih banyak sejumlah nama besar lainnya.

Pada awal Juni 2016, salah satu perusahaan musik terbesar di dunia, Warner Music Group, telah mengakuisisi ISS.[1]

Daftar artisSunting

  • Azmi Alkatiri
  • Farhan Mari Isa
  • Wahyu Ramdani
  • Mariyos
  • Ifny
  • Kaini Sura
  • Resty Ananta

ReferensiSunting

Pranala luarSunting