Buka menu utama

Irjen Pol. (Purn.) Dr. Bibit Samad Rianto, MM. (lahir di Kediri, Jawa Timur, 3 November 1945; umur 73 tahun) adalah tokoh antikorupsi dan polisi Indonesia. Perjalanan hidup mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto ini cukup berliku. Berawal dari keluarga yang kurang mampu, Bibit akhirnya menjadi seorang jenderal di kepolisian hingga menjadi pimpinan KPK.

Irjen Pol (Purn.) Dr.
Bibit Samad Rianto
MM.
Bibit Samad R.jpg
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
Masa jabatan
4 Desember 2009 – 16 Desember 2011
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Ketua KPKTH Panggabean
M. Busyro Muqoddas
PendahuluWaluyo
PenggantiZulkarnain
Bambang Widjojanto
Busyro Muqoddas
Adnan Pandu Praja
Masa jabatan
18 Desember 2007 – 21 September 2009
Ketua KPKAntasari Azhar
TH Panggabean
PendahuluErry Riyana Hardjapamekas
TH Panggabean
Amien Sunaryadi
Sjahruddin Rasul
PenggantiWaluyo
Informasi pribadi
Lahir3 November 1945 (umur 73)
Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Partai politikPartai Nasional Banteng Kemerdekaan (2004)
PasanganSugiharti
AnakYudi Prianto
AKP Bayu Suseno
Endah Sintalaras
Rini Wulandari
Alma materAkabri (1970)
Universitas Negeri Jakarta(2002)
PekerjaanWakil Ketua KPK Non Aktif
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangLambang Polri.png Kepolisian Negara Republik Indonesia
Masa dinas1970 - 2000
PangkatIRJENPOL.png Inspektur Jenderal Polisi
SatuanReserse

Daftar isi

Kisah HidupSunting

Kondisi ekonomi, orang tua Bibit hanya mampu membiayainya sampai SMP saja. Sehingga untuk melanjutkan pendidikan SMA, Bibit mencari uang sendiri dengan menjadi kuli tenun. Sehabis menyelesaikan pendidikan SMA di tanah kelahirannya, Bibit kemudian memilih untuk bergabung di Akabri (Akpol) dan lulus pada 1970. Alasan utama Bibit memilih Kepolisian agar bisa menjadi perwira dan penghasilan seorang perwira pada saat itu lumayan cukup. Selain alasan ekonomi tersebut, Bibit bercita-cita menjadi penegak hukum yang baik sesuai dengan fungsinya untuk masyarakat.

Setelah lulus dari Akpol, Bibit langsung mengabdikan dirinya selama 30 tahun di kepolisian. Berbagai posisi teritorial pernah diembannya, di antaranya Kapolres Jakarta Utara, Kapolres Jakarta Pusat, Wakapolda Jawa Timur, dan Kapolda Kalimantan Timur. Bibit pensiun dari kepolisian pada 15 Juli 2000 dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal. Atas jasa dan pengabdiannya selama bertugas, ia mendapatkan berbagai bintang jasa dan penghargaan. Di antaranya: Satya Lencana Kesetiaan, Satya Lencana Dwidya Sista, Bintang Bhayangkara Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Bhayangkara Pratama.

Bibit merupakan pelaku ‘monogami’ yang hanya memperistrikan Sugiharti, seorang perawat asal Jawa Tengah. Pernikahan Bibit dan Sugiharti membuah 4 buah hati yakni Yudi Prianto, Bayu Suseno, Endah Sintalaras, dan Rini Wulandari. Semua anaknya kini sudah berkeluarga. Satu di antaranya meniti karier yang sama dengan bapaknya yakni menjadi polisi.

Enam tahun menjelang pensiun di kepolisian, Bibit mempersiapkan dirinya alih profesi jadi guru. Keinginan menjadi guru merupakan buah dari pesan almarhumah ibunya agar Bibit menjadi guru. Bibit menamatkan studi hingga S3 dan mendapat gelar Doktor. Pesan ibunya tercapai, Bibit pernah mengajar di Universitas Bina Nusantara selama 4 tahun, jadi rektor Universitas Bhayangkara 3 tahun. Ia juga pernah mengajar di UNJ (Universitas Negeri Jakarta) dan bekas kampusnya di PTIK.

Pada tahun 2004, dia sempat menjadi calon legislatif Partai Nasional Banteng Kemerdekaan untuk Pemilihan Umum Legislatif 2004 mewakili daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Timur, tetapi tidak lolos menjadi anggota legislatif.

PendidikanSunting

  • 1959: Sekolah Rakyat
  • 1962: Sekolah Menengah Pertama
  • 1965: Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kediri
  • 1965: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (tidak lulus)
  • 1970: Akabri (Kepolisian/sebelum pemecahan sistem pendidikan TNI&Polri)
  • 1977: Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (Program Studi S1)
  • 1995: Magister Manajemen (Program Studi S2)
  • 2002: Doktoral Universitas Negeri Jakarta (Program Studi S3)

KarierSunting

  • Kapolres Jakarta Utara
  • Kapolres Jakarta Pusat
  • 1996: Wakil Asisten Perencanaan Kepala Polri
  • 1997: Wakapolda Jawa Timur
  • 1997-2000: Kapolda Kalimantan Timur
  • 2005: Rektor Universitas Bhayangkara Jaya
  • Desember 2007-2011: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
  • 2015: Ketua Tim Transisi Tata Kelola Sepak bola Nasional Kemenpora RI

Pensiun dari dinas Kepolisian pada tanggal 15 Juli 2000, dengan pangkat Inspektur Jenderal.

Tanda Bintang KehormatanSunting

  • Satya Lencana Kesetiaan,
  • Satya Lencana Dwidya Sista,
  • Bintang Bhayangkara Nararya,
  • 1999, Bintang Yudha Dharma Nararya,
  • 1999, Bintang Bhayangkara Pratama.

Pranala luarSunting