Camba, Maros

kecamatan di Kabupaten Maros

Koordinat: 4°55′14″S 119°46′24″E / 4.9205598°S 119.7734344°E / -4.9205598; 119.7734344

Camba (Ejaan Van Ophuijsen: Tjamba; Lontara Bugis: ᨌᨛᨇ , transliterasi: Cêmpa ; Lontara Indonesia & Makassar: ᨌᨅ , transliterasi: Camba ) adalah nama sebuah kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kecamatan Camba secara geografis merupakan daerah lembah. Pada saat kita berdiri di daerah ini dan memandang serta memutarkan badan 360 derajat yang terlihat adalah bukit dan gunung yang hijau dan rindang. Wilayah kecamatan Camba termasuk daerah dataran sedang yang beriklim sejuk. Dataran Camba berada sekitar 340 meter di atas permukaan laut. Ibu kota kecamatan ini berada di Cempaniga dengan jarak 47 km dari kota Turikale yang merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan kabupaten Maros. Jarak udara dari Camba menuju Kabupaten Maros adalah sekitar 32 km, namun jika ditempuh dengan jalur darat menjadi 48 km. Jarak dari Camba menuju Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Makassar adalah 78 km melalui jalan darat. Dan jarak dari Camba menuju kabupaten Bone adalah 98 km.

Camba
Peta Kecamatan Camba.jpg
Peta lokasi Kecamatan Camba
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenMaros
Pemerintahan
 • CamatDrs. Andi Zainuddin B. Mangung (sekarang)
Populasi
 • Total13,362 jiwa tahun 2.017 jiwa
Kode pos
90562[2]
Kode Kemendagri73.09.02 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan8 (total)
6 desa
2 kelurahan

SejarahSunting

Status KecamatanSunting

Dahulu Kecamatan Camba adalah wilayah yang sangat luas dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Bantimurung dan Kabupaten Bone. Wilayah Kabupaten Maros dalam sejarahnya telah mengalami pemekaran wilayah, termasuk didalamnya wilayah Camba. Pada tanggal 4 Juli 1959, secara administratif Kabupaten Maros resmi dibentuk sebagai Daerah Swantantra tingkat II, ibu kota berkedudukan di Kota Maros, dan kuota jumlah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah 15 orang anggota melalui dasar hukum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1959 Bab I Pasal 1, 2 & 3. Kabupaten Maros pada saat itu membawahi beberapa distrik adat gemeenschap yaitu: Distrik Simbang, Distrik Bontoa, Distrik Tanralili, Distrik Raya (Lau), Distrik Turikale, Distrik Marusu, Distrik-distrik dari federasi Gallarang Appaka, dan Distrik-distrik dari federasi Lebbotengae.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan, maka struktur pemerintahan yang ada kemudian mengalami perubahan. Distrik adat gemeenschap yang sebelumnya diformulasikan ke dalam bentuk distrik harus pula menyesuaikan sejak tanggal 19 Desember 1961 Kabupaten Maros tidak lagi terdiri dari distrik tetapi terbagi ke dalam 4 (empat) Kecamatan. Pada tanggal 1 Juni 1963, Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 mulai diberlakukan. Distrik/Daerah Adat/Kerajaan Lokal kemudian menghilang dari permukaan sejarah dengan dibentuknya kecamatan-kecamatan. 4 (empat) kecamatan yang terbentuk pada waktu itu sebagai berikut:

  1. Distrik Turikale, Marusu', Lau', dan Bontoa dilebur menjadi Kecamatan Maros Baru.
  2. Distrik Simbang dan beberapa wilayah dari distrik tetangganya dilebur menjadi Kecamatan Bantimurung.
  3. Distrik-distrik dari federasi “Lebbo' Tengngae” dilebur menjadi Kecamatan Camba.
  4. Distrik Tanralili dan beberapa wilayah dari federasi Gallarang Appaka dilebur menjadi Kecamatan Mandai.

Tahun 1963Sunting

Berikut adalah 21 kelurahan/desa di Kecamatan Camba sejak 1 Juni 1963 sampai 23 Mei 1992:

  1. Desa Baji Pa'mai
  2. Desa Batu Putih
  3. Desa Benteng
  4. Desa Bentenge
  5. Desa Cenrana
  6. Desa Cenrana Baru
  7. Desa Labuaja
  8. Desa Laiya
  9. Desa Lebbotengngae
  10. Desa Limapoccoe
  11. Desa Padaelo
  12. Desa Patanyamang
  13. Desa Pattiro Deceng
  14. Desa Rompegading
  15. Desa Samaenre
  16. Desa Sawaru
  17. Desa Tellumpanuae
  18. Desa Timpuseng
  19. Desa Wanua Waru
  20. Kelurahan Cempaniga
  21. Kelurahan Mario Pulana

Tahun 1992Sunting

Pada tahun 1986 mulai dilakukan perencanaan pemekaran menjadi tujuh kecamatan. Pada tahun 1989, terjadi pemekaran wilayah kecamatan dengan dibentuknya 3 Kecamatan Perwakilan yakni:

  1. Kecamatan Tanralili
  2. Kecamatan Mallawa
  3. Kecamatan Maros Utara

Pada hari kamis, tanggal 22 Agustus 1996, DPD II KNPI Kabupaten Maros mengadakan "Seminar Pemekaran dan Perubahan Nama Kecamatan" dengan berlandaskan latar belakang kesejarahan sekaligus sebagai pemantapan "Jati Diri Maros" melalui kilas balik sejarah. Upaya DPD II KNPI Maros pada waktu itu mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari para budayawan dan pemerhati sejarah. Nama yang sarat dengan muatan historis memang punya arti tersendiri, terutama bagi orang-orang yang menghormati jati dirinya.

Bertolak dari hasil seminar tersebut, maka Bupati KDH Tingkat II Maros, Nasrun Amrullah (cucu dari H. Andi Page Manyanderi Petta Ranreng, Petta Imam Turikale III), lewat Surat Bupati KDH Tingkat II Maros, No.146.1/276/Pem. Tgl. 19 September 1996, meminta Persetujuan DPRD Tingkat II Maros untuk Pembentukan/Pemekaran Kecamatan. DPRD Tingkat II Maros kemudian membentuk panitia khusus yang kemudian membahas dan menetapkan pembentukan/pemekaran kecamatan yang telah ada serta diberi nama sesuai dengan nama distrik yang pernah ada.

Berikut adalah 15 kelurahan/desa di Kecamatan Camba sejak 23 Mei 1992 sampai 17 September 1998:

  1. Desa Baji Pa'mai
  2. Desa Benteng
  3. Desa Cenrana
  4. Desa Cenrana Baru
  5. Desa Labuaja
  6. Desa Laiya
  7. Desa Lebbotengngae
  8. Desa Limapoccoe
  9. Desa Patanyamang
  10. Desa Pattiro Deceng
  11. Desa Rompegading
  12. Desa Sawaru
  13. Desa Timpuseng
  14. Kelurahan Cempaniga
  15. Kelurahan Mario Pulana

Tahun 1998Sunting

Berikut adalah 9 kelurahan/desa di Kecamatan Camba sejak 17 September 1998 sampai 30 Desember 2000:

  1. Desa Benteng
  2. Desa Cenrana
  3. Desa Cenrana Baru
  4. Desa Patanyamang
  5. Desa Pattiro Deceng
  6. Desa Sawaru
  7. Desa Timpuseng
  8. Kelurahan Cempaniga
  9. Kelurahan Mario Pulana

Tahun 2000Sunting

Berikut adalah 8 kelurahan/desa di Kecamatan Camba sejak 30 Desember 2000 sampai sekarang:

  1. Desa Benteng
  2. Desa Cenrana
  3. Desa Patanyamang
  4. Desa Pattiro Deceng
  5. Desa Sawaru
  6. Desa Timpuseng
  7. Kelurahan Cempaniga
  8. Kelurahan Mario Pulana

Kondisi GeografisSunting

TopografiSunting

Kecamatan Camba merupakan daerah dataran tinggi. Dari delapan daerah wilayah administrasi yang ada semuanya mempunyai topografi lembah dan berbukit dengan ketinggian terendah 310–750 m diatas permukaan laut.

Batas WilayahSunting

Kecamatan Camba memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Berbatasan
utara Kecamatan Mallawa
selatan Kecamatan Cenrana
barat Kabupaten Pangkep
timur Kabupaten Bone

Luas Kecamatan Camba sekitar 145,36 Km². Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Pangkep, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bone, sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Mallawa dan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Cenrana. Jarak antara desa dengan pusat pemerintahan kabupaten cukup jauh, yaitu desa terdekat dapat ditempuh dengan jarak sekitar 44 kilometer dan desa terjauh dengan jarak 64 kilometer.

DemografiSunting

Penduduk Kecamatan Camba Tahun 2011 sebanyak 12.575 jiwa. yaitu laki-laki sebanyak 6.092 jiwa dan perempuan 6.483 jiwa. Rasio jenis kelamin (Sex Ratio) sekitar 94, hal ini menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang perempuan terdapat 94 laki-laki. Penduduk terbanyak berada pada Desa Sawaru sebanyak 2.108 jiwa dan terkecil sebanyak 1.159 jiwa berada pada Desa Benteng. Jumlah rumah tangga sebanyak 3.344 dengan kepadatan penduduk sebesar 86,51 jiwa/km2, mayoritas warganya berasal dari Suku/Etnis Bugis-Makassar.

Penduduk Kecamatan Camba sebagian besar pemeluk Agama Islam yaitu 12.573 jiwa dan Protestan sebanyak 2 jiwa. Fasilitas ibadah masingmasing seperti Masjid 33 buah, langgar/surau/musallah 14 buah.

Struktur umur penduduk Kecamatan Camba baik laki-laki maupun perempuan terbanyak tersebar mulai pada kelompok umur antara 0-4 tahun sampai dengan 30-34 dan mulai pada kelompok umur 35-39 mulai menurun.

PemerintahanSunting

Pembagian Wilayah AdministrasiSunting

Kecamatan Camba terdiri atas delapan wilayah pembagian administrasi (dua kelurahan dan enam desa), dengan jumlah 86 RT, 28 dusun/lingkungan, 45 blok sensus, dan 1 blok Persiapan. Berikut ini adalah rincian nama-nama kelurahan/desa yang ada di Kecamatan Camba:

No. Desa/Kelurahan Luas (km²)
1 Desa Benteng 15,09
2 Desa Cenrana 41,97
3 Desa Pattanyamang 27,91
4 Desa Pattiro Deceng 13,47
5 Desa Sawaru 13,13
6 Desa Timpuseng 10,75
7 Kelurahan Cempaniga 6,34
8 Kelurahan Mario Pulana 16,70
Jumlah 145,36


Kecamatan Camba memiliki dua puluh delapan wilayah di bawah kelurahan/desa dengan rincian enam berstatus lingkungan dan dua puluh dua berstatus dusun sebagai berikut:

  1. Dusun Lappa Talle
  2. Dusun Lempong
  3. Dusun Sumpatu
  4. Dusun Benteng
  5. Dusun Holiang
  6. Dusun Kajuara
  7. Dusun Panagi
  8. Dusun Tana Tengnga
  9. Dusun Bonto Tangnga
  10. Dusun Lalebata
  11. Dusun Mangngai
  12. Dusun Maddenge
  13. Dusun Satoa
  14. Dusun Ujung
  15. Dusun Campulili
  16. Dusun Padang Lohe
  17. Dusun Pising
  18. Dusun Sawaru
  19. Dusun Tajo
  20. Dusun Ara
  21. Dusun Burrung
  22. Dusun Matajang
  23. Lingkungan Gattareng
  24. Lingkungan Mallisu
  25. Lingkungan Tobonggae
  26. Lingkungan Barugae
  27. Lingkungan Bonto Marannu
  28. Lingkungan Mario

Daftar kepala distrik/controleur/kepala wilayah/camatSunting

Kecamatan Camba merupakan salah satu dari empat kecamatan tertua di Kabupaten Maros yang mulai dibentuk sejak 1 Juni 1963 sebagai hasil dari pemberlakuan secara resmi UURI No. 29 Tahun 1959. Sebelum dibentuk dengan nomenklatur Kecamatan Camba, Camba dahulunya pernah menjadi onderafdeling dan distrik. Sebelum disebut dengan istilah camat pada periode 2000-an hingga saat ini, Pemerintah Kecamatan Camba disebut dengan nomenklatur kepala wilayah. Pada masa menjadi onderafdeling dipimpin oleh seorang controleur dan pada masa menjadi distrik dipimpin oleh seorang kepala distrik. Berikut ini adalah daftar Controleur/Kepala Distrik/Kepala Wilayah/Camat Camba dari masa ke masa:

No. Foto Nama Awal Menjabat Akhir Menjabat Keterangan Referensi
1 La Mappincara 21 Desember 1864 Kepala Distrik
2 La Sinapang Daeng Lala 21 Desember 1864 Kepala Distrik
3 J. H. Simon Thomas 1883 Controleur; Onder-Afdeeling Maros [3]
4   Andi Baddare Situru (Arung Sawaru) 1954 1960 Kepala Distrik; Onder-Afdeeling Maros [4]
5 1960 1 Juni 1963 Kepala Distrik
6 H. Andi Pewadjoi Petta Linrung (Arung Mallawa) 1 Juni 1963 Kepala Wilayah; Kecamatan Camba
7 Kepala Wilayah; Kecamatan Camba
8 Andi Fatahillan, B.A. 1990 Kepala Wilayah; Kecamatan Camba
9 Kepala Wilayah; Kecamatan Camba
10 24 Desember 2001 Camat; Kecamatan Camba
11   Hj. Rosmiaty, S.Sos. 24 Desember 2001 24 Desember 2001 Camat; Kecamatan Camba [5]
12 24 Desember 2001 Camat; Kecamatan Camba
13 Camat; Kecamatan Camba
14 22 April 2010 Camat; Kecamatan Camba
15   Andi Mappellawa S, S.Sos., M.Si. 22 April 2010 3 Januari 2017 Camat; Kecamatan Camba [6][7]
16   Drs. Andi Zainuddin Burhanuddin Mangung 3 Januari 2017 sedang menjabat Camat; Kecamatan Camba [8]


PendidikanSunting

Peranan sektor pendidikan bagi suatu bangsa sangat menentukan,dalam rangka mencapai kemajuan disemua bidang kehidupan, utamanya peningkatan kesejahteraan rakyatnya. Keberadaan sekolah merupakan hal penting bagi penduduk untuk memperoleh pendidikan formal. Jumlah fasilitas/sarana pendidikan yang ada di Kecamatan Camba yaitu Sekolah Taman Kanak - Kanak sebanyak 15 buah, Sekolah Dasar Negeri dan Inpres sebanyak 21 buah, sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta 3 buah, Sekolah Menegah Atas Negeri dan Swasta 2 buah. Sekolah pendidikan Agama Islam di Kecamatan Camba hanya terdapat Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah masing-masing sebanyak 1 buah dan 2 buah.

Pada umumnya penduduk usia sekolah yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dalam hal ini Perguruan Tinggi/Universitas mereka melanjutkan ke Kota Makassar atau ke kecamatan lain di Kabupaten Maros yaitu Kecamatan Mandai serta Kecamatan Turikale. Karena keberadaan Perguruan Tinggi/Universitas di Kecamatan Camba belum tersedia kecuali Universitas Terbuka. Adapun Persentase Melek Huruf Penduduk Kecamatan Camba yang berumur 5 tahun ke atas mencapai 86,01%, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk kecamatan Camba sudah mampu membaca dan menulis.

KesehatanSunting

Dari jumlah sarana kesehatan yang ada di Kecamatan Camba, maka dapat dikatakan cukup memadai. Dari delapan desa/kelurahan yang ada telah terdapat 1 unit Puskesmas dan 1 unit Pustu dan 6 unit Poskesdes. Keberadaan Dokter umum sebanyak 3 orang, dokter gigi 1 orang, Paramedis 14 orang, Nonmedis 9 orang, Bidan 13 orang dan dukun bayi yang menangani proses kelahiran sebanyak 17 orang yang tersebar diseluruh desa/kelurahan.

Salah satu program pemerintah yang terus digalakkan untuk menekan angka pertambahan penduduk adalah program Keluarga Berencana (KB). Jumlah akseptor KB di Kecamatan Camba sebanyak 1.912 akseptor, masing-masing jenis alat kontrasepsi antara lain IUD sebanyak 45 orang, PIL 885 orang, Kondom 217 orang, Tubektomi 8 orang, Suntikan 510 orang,dan Implan 255 orang.

Dari 3.337 rumah tangga di Kecamatan Camba, sebanyak 891 merupakan keluarga pra sejahtera dan untuk keluarga tahap sejahtera (I, II, III, dan III plus) sebesar 3.000 atau sekitar 77,1.

PertanianSunting

Sektor pertanian di Kecamatan Camba Tahun 2011, khususnya padi sawah masih menjadi mata pencaharian utama bagi penduduk di Kecamatan Camba. Dari luas Kecamatan Camba seluas 14.536 Ha terdiri dari lahan sawah dan lahan bukan sawah. Lahan sawah yang diusahakan untuk pertanian merupakan sawah berpengairan Teknis dan Non Teknis seluas 1.290 Ha, lahan sawah tadah hujan seluas 570 Ha, selebihnya lahan bukan sawah yang terdiri dari Ladang /Tegal 1.060 Ha, perkebunan 2.112 Ha, hutan rakyat 6.457 Ha lainnya 202 Ha.

Selain lahan yang diusahakan untuk pertanian terdapat 596 ha digunakan sebagai perumahan/pemukiman, 25 ha industri/ kantor/ pertokoan, 366 ha lainnya. Luas dan produksi untuk komoditas tanaman palawija, buah-buahan, sayuran, perkebunan. serta usaha peternakan.

Sumber protein yang utama bagi manusia berasal dari protein hewani termasuk ikan. Keberhasilan sub sektor peternakan dapat dilihat melalui indikator naik turunnya populasi ternak dan unggas.

Dilihat dari jumlah populasi ternak besar di Kecamatan Camba Tahun 2011 antara lain ; Kerbau 88 ekor, Sapi 6.098 ekor, Kuda 336, Kambing 972 ekor dan untuk Ternak Unggas seperti Ayam Buras sebanyak 62.673 ekor, Ayam Ras 339.980 ekor dan itik 18.155 ekor.

PerdaganganSunting

 
Pasar Sentral Camba

Kebijaksanaan pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu alasan pihak produsen,pedagang dan penyedia sektor jasa untuk menaikkan harga. Selain itu dipengaruhi oleh ketersediaan barang dan jasa tersebut. Dengan kata lain apabila keadaan barang/jasa jumlahnya terbatas maka tentu saja harga akan mengalami kenaikan. Dari data yang ada cenderung harga-harga dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang cukup bervariasi.

Transportasi dan KomunikasiSunting

Jalan merupakan instalasi alat vital suatu wilayah dimana dengan tersedianya sarana transportasi merupakan alat penunjang dalam melakukan aktivitas kegiatan. Tersedianya jalur jalan yang baik dapat memudahkan mobilitas penduduk dan memperbesar arus barang dan jasa antar daerah. Jalan utama yang menuju ke Kecamatan Camba yang juga merupakan jalur Trans Sulawesi yaitu menuju ke Kabupaten Bone dan Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu melalui penyeberangan pelabuhan Bajoe semuanya sudah diaspal . Namun jalan-jalan menuju ke desa-desa masih terdapat jalan yang kondisinya masih pengerasan. Jenis Alat transportasi yang dimiliki dan digunakan oleh masyarakat adalah transportasi darat kendaraan roda empat dan roda dua/roda tiga.

Adanya kemajuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi seperti TV, Radio, Telepon dan HP, yang tumbuh dan berkembang sampai ke tingkat pedesaaan, hampir semua masyarakat bisa menikmati informasi langsung melalui siaran TV dan radio serta bisa berkomunikasi melalui telepon dan telepon genggam/Hand Phone. Dengan adanya Kantor Pos Pembantu memudahkan penduduk yang berada di Kecamatan Camba dan sekitarnya berkorespondensi ataupun pengiriman uang atau barang. Di beberapa desa/kelurahan sudah terjangkau telepon kabel kecuali desa Benteng dan desa Pattanyamang. Keberadaan warnet juga sangat membantu penduduk di kecamatan Camba mengakses dunia luar melalui internet walaupun unitnya belum seberapa yaitu hanya 4 unit di dua desa/kelurahan.

Listrik merupakan sarana yang sangat penting dalam berbagai kehidupan untuk melakukan kegiatan masyarakat. Dari 3.344 rumah tangga hanya 2.234 rumah tangga adalah pengguna listrik PLN, beberapa rumah tangga diantaranya tanpa meterán, Pengguna listrik Non-PLN sebanyak 528 rumah tangga, dan masih ada rumah tangga belum menggunakan listrik yaitu sebanyak 486 rumah tangga.

PerekonomianSunting

Berdasarkan hasil pendataan Sensus Penduduk Tahun 2010 terdapat 17 lapangan/sektor usaha yang menjadi pekerjaan utama penduduk Kecamatan Camba yang berumur 10 tahun ke atas. Pertanian padi dan palawija merupakan sektor utama, kemudian berturut-turut disusul sektor perdagangan, jasa pendidikan, jasa kemasyarakatan pemerintahan dan perorangan, perkebunan, dan seterusnya.

Seiring dengan sektor utama lapangan usaha penduduk kecamatan Camba, Industri yang tumbuh dan berkembang paling banyak adalah industri penggilingan padi. Masih ada beberapa industria lain yang ada di kecamatan ini, yaitu industria kayu, logam, makanan, batu, dll.

PariwisataSunting

Camba memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Hanya saja, sampai saat ini, pemerintah setempat belum pernah mencoba memaksimalkan potensi tersebut. Beberapa lokasi yang dapat menjadi potensi wisata adalah Air Terjun di Maddenge desa Pattiro Deceng, Air Terjun Baruttung. Saat ini, tempat wisata dan rekreasi yang paling banyak dikunjungi adalah Tana Tengnga di desa cenrana milik Sekertaris Provinsi Sulawesi Selatan H. A. Muallim.selain itu terdapat juga tempat untuk jalan jalan di pegunungan,terdapat banyak buah jambu terutama jambu biji alias jampu yang terdapat d padang lampe hulo hulo.

Galeri FotoSunting

ReferensiSunting

  1. ^ maroskab.bps.go.id Halaman 48 Dalam Buku "Kabupaten Maros Dalam Angka 2018" Diterbitkan Oleh BPS Kabupaten Maros
  2. ^ "Kode Pos Kecamatan Camba Kabupaten Maros". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-06-16. Diakses tanggal 2019-06-14. 
  3. ^ Onnen, Dr. H. (1906). Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlandsch-Indie (edisi ke-ke-1). Diakses tanggal 5 Januari 2021. 
  4. ^ Nadja, Bahtiar (2017). Baddare Daeng Situru: Pejuang dan Tokoh Agama di Kabupaten Maros 1945-1950 (edisi ke-ke-1). Diakses tanggal 25 November 2020. 
  5. ^ "Profil Hj. Rosmiaty, S.Sos". simpeg.maroskab.go.id. 2016. Diakses tanggal 7 Maret 2021. 
  6. ^ "Akhiri Masa Jabatan, Hatta Rahman berikan penghargaan Koperasi". rakyatsulsel.co. 10 Agustus 2015. Diakses tanggal 25 November 2020. 
  7. ^ "Profil Andi Mappellawa S, S.Sos., M.Si". simpeg.maroskab.go.id. 2020. Diakses tanggal 7 Maret 2021. 
  8. ^ "Profil Drs. Zainuddin Burhanuddin Mangung". simpeg.maroskab.go.id. 2017. Diakses tanggal 14 Maret 2021. 

Pranala luarSunting