Buka menu utama

Bandar Udara Rendani

bandar udara di Indonesia

Bandar Udara Rendani adalah bandar udara yang terletak di Kota Manokwari, Papua Barat. Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 2.000 × 45 m. Jarak dari kota Manokwari sekitar 3 km. Tahun depan landasan pacu di bandar udara ini akan di perpanjang menjadi 2115 oleh 45 meter (6939 ft × 148 ft), lebar 45 meter. Bandar Udara Rendani adalah salah satu dari bandar udara di Indonesia yang telah ada sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Transportasi darat dalam kota dari dan menuju Bandar Udara Rendani dilayani oleh taksi khusus bandara, kendaraan pribadi, mobil kendaraan sewaan (rental car), kendaraan antar jemput yang disediakan oleh pihak hotel, dan ojek (motor berpenumpang berbayar). Tarif dari dan menuju Bandara Rendani sangat bervariasi, biasanya berkisar antara Rp. 15.000-an (tarif ojek) hingga Rp. 150.000-an (tarif taksi bandara).

Bandar Udara Rendani
Rendai Airport.jpg
Informasi
JenisPublik
PemilikPemerintah Indonesia
MelayaniManokwari
LokasiManokwari, Papua Barat, Indonesia
Zona waktuWIT (UTC+09:00)
Ketinggian dpl4,6 m / 15 kaki
Koordinat00°53′30″S 134°02′57″E / 0.89167°S 134.04917°E / -0.89167; 134.04917Koordinat: 00°53′30″S 134°02′57″E / 0.89167°S 134.04917°E / -0.89167; 134.04917
Situs webrendaniairport.com
Peta
MKW berlokasi di Papua
MKW
MKW
Lokasi bandara di Papua Barat, Indonesia
Landasan pacu
Arah Panjang Permukaan
m kaki
17/35 2.000 6.562 Aspal (45 m or 148 ft wide)

Daftar isi

Era Hindia BelandaSunting

Lapangan Terbang Rendani menjadi salah satu destinasi penerbangan berjadwal bagi maskapai Nederland Nieuw Guinea Luchvaart Maatschappij (NNGLM)"De Kroonduif" yang menyelenggarakan penerbangan berjadwal antara Hollandia/Kota Jayapura, Biak, Manokwari, Sorong, Merauke, dan Jayawijaya dengan pesawat DC-3 yang berpusat penyebaran di Biak yang sudah menjadi lapangan terbang skala internasional era tahun 1950.[1]

NGGPM (Nederlands Niew Guinea Petroleum Maatschappij) yang merupakan konsorsium dari Perusahaan minyak Shell, Texaco, dan Standard Oil dibentuk untuk mendapatkan konsesi eksplorasi tambang minyak melalui jalur udara sebab merupakan satu-satunya jalur mengingat kondisi alamnya. Untuk melakukan pemetaan udara maskapai Hindia Belanda KNILM di datangkan dengan kontrak untuk konsesi, armada yang digunakan oleh KNILM adalah de Havilland DH-89 Dragon Rapide pada tahun 1935 yang sekaligus menjadi pesawat komersial/charter pertama di wilayah Papua, NNGPM membangun lapangan terbang Babo yang terletak di Teluk Bintuni sebagai base untuk tugas ini[2]

Maskapai penerbangan De Kroonduif dan Koniklijk Luchvaart Maatschappij (KLM) kemudian mengisi untuk penerbangan internasional dari Biak. Pada masa itu juga maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF) dalam penerbangan misi protestan dan penerbangan yang diselenggarakan oleh misi Katholik yang bernama Associated Mission Aviation (AMA) melayani penerbangan ke pos-pos penginjilan di daerah pedalaman.[1]

Selepas Era KroonduifSunting

Rute penerbangan yang sebelumnya dilayani Kroonduif di Papua tidak dianggap cukup signifikan bagi Garuda sehingga pada bulan Januari 1964 semua rute yang sebelumnya dilayani Kroonduif beserta sisa armadanya diserahkan kepada perusahaan penerbangan Merpati Nusantara yang pada saat itu juga telah melayani berbagai rute penerbangan ke kota-kota lain di Indonesia.[3]

Maskapai penerbangan dan tujuanSunting

Dalam operasi harian, saat ini bandara ini melayani 2-4 pesawat (Boeing 737/B732/B733/B735/B738), dan Airbus A320 dengan frekuensi bervariasi setiap bulannya, beberapa pesawat Beechcraft 1900, pesawat ATR 72, pesawat Dornier 328, pesawat Cessna 208 Caravan, pesawat Bombardier CRJ1000, dll.

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia melakukan penerbangan perdana dari Makassar ke Manokwari, Kamis 21 November 2013. Pendaratan perdana di Bandar Udara Rendani, Manokwari, disambut dengan prosesi adat warga setempat[4]. Penerbangan dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 03.00 WITA dan tiba di Bandar Udara Dominique Edward Osok Sorong pukul 06.15 WIT, kemudian penerbangan baru dilanjutkan ke Bandara Rendani pukul 07.45 WIT dan tiba di Manokwari pukul 08.30 WIT, disambut oleh Gubernur Papua Barat, Abraham Octavianus Atururi[4].

MaskapaiTujuan
Batik AirJakarta–Soekarno–Hatta, Makassar, Sorong
CitilinkMakassar
Garuda Indonesia
dioperasikan oleh Explore dan Explore Jet
Ambon, Jayapura, Kaimana, Sorong
Express AirJayapura, Sorong
Nam AirFak—Fak
Susi AirAnggi, Babo, Biak, Bintuni, Kambuaya, Kebar, Merdey, Numfor, Wasior
Sriwijaya AirJayapura, Maros, Sorong
Wings AirAmbon, Kaimana, Sorong

Jasa Pelayanan Darat / Ground HandlingSunting

Data Insiden dan KecelakaanSunting

  • Tanggal 5 Januari 2005, hari Rabu, sekitar pukul 13.30 WIT, pesawat Celebes dengan nomor penerbangan XRE 810 berangkat dari Makassar tujuan Jayapura dengan transit di Manokwari, saat mendarat di Bandar Udara Rendani tergelincir keluar landasan pacu sekitar 20 meter. Kondisi landasan pacu basah karena hujan. Pesawat membawa 117 penumpang di antaranya 9 bayi, tidak ada korban jiwa dan pesawat tidak rusak.
  • Tanggal 31 Maret 2007, hari Sabtu, sekitar pukul 07.15 WIT, pesawat Merpati jenis Twin Otter yang hendak terbang ke Bintuni menabrak tiang listrik saat mulai bergerak dari apron menuju landasan pacu. Karena problem pada sistem rem, pesawat yang semestinya bergerak ke arah taxiway malah menuju ke terminal. Tidak ada penumpang yang terluka.
  • Tanggal 20 Mei 2008, hari Rabu, sekitar pukul 10.00 WIT, pesawat jenis Twin Otter milik maskapai penerbangan Merpati mengalami pecah ban saat mendarat di Bandar Udara Rendani, Manokwari, Papua Barat. Pesawat berangkat dari Bintuni mengangkut 6 penumpang dan 2 awak pesawat ini terpaksa berhenti di tengah landasan pacu bandara. Tidak ada korban terluka.
  • Pada Selasa, 13 April 2010, sekitar pukul 11.00 WIT, pesawat jenis Boeing 737 milik maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines tergelincir saat akan mendarat di Bandara ini, dan terseret hingga ke sungai di dekat bandara. Badan pesawat terbelah menjadi dua, dan sejumlah penumpang mengalami luka ringan. Pesawat Berjenis Boeing 737-300 dengan registrasi PK-MDE itu mengangkut 102 penumpang dan awak.

Galeri FotoSunting

Galeri Foto Tempo DuluSunting

Pranala luarSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b Keadaan Sosial Budaya Provinsi Papua Barat, Portal Nasional Republik Indonesia, diakses tanggal 1 April 2013 .
  2. ^ Kisah NNGLM KLM-Kroonduif, Angkasa, 27 Juli 2012, diakses tanggal 1 April 2013 .
  3. ^ Terbang sebagai media transportasi di Nieuw-Guinea, PACE, diakses tanggal 1 April 2013 .
  4. ^ a b Garuda Indonesia Terbang Perdana ke Manokwari, Kompas.com, diakses tanggal 25 November 2013 .
  5. ^ Lintas Bintang Timur, Lintas Bintang Timur, diakses tanggal 1 April 2013 .