Bahasa Pecok

Bahasa Daerah di Indonesia

Bahasa Pecok (juga dieja sebagai Petjo atau Petjoh) merupakan sejenis bahasa kreol yang digunakan oleh kalangan Eropa-Indonesia (terutama kelompok Indo). Bahasa ini banyak dituturkan pada masa abad ke-19 dan paruh pertama abad ke-20 di Hindia Belanda, dan kemudian berangsur-angsur melemah penggunaannya hingga akhir abad ke-20.

Bahasa Pecok
Bahasa Kreol Peco'
Petjo
Petjoh
Dituturkan diIndonesia, Belanda
Penutur bahasa
"beberapa"  (2007)[1]
Kode bahasa
ISO 639-3pey
Glottologpetj1238[2]

Flag of Belgium.svg Flag of the Netherlands.svg Bahasa Belanda di seluruh dunia Flag of Suriname.svg Flag of the Netherlands Antilles.svg
Dutchspeakersworldwide.png
Bahasa Belanda
*di Belanda
*di Belgia
*di Suriname
*di Antillen Belanda dan Aruba
**di Afrika Selatan
 
*di Walonia
*di Prancis
**di Guyana Prancis
*di Jerman
*di Amerika Serikat
*di Indonesia
*di Namibia
 
Bahasa Kreol Belanda:
Petjoh, Javindo, Negerhollands,

Bahasa Belanda-Berbices, (Bahasa Afrikaans)

Bahasa Pecok merupakan bahasa Belanda yang mendapat pengaruh sangat kuat dari bahasa Melayu Pasar dan bahasa Jawa. Penuturnya kebanyakan tinggal di Jawa pada masa lampau, kemudian beralih ke Belanda setelah terjadi repatriasi seusai Perang Kemerdekaan.

Bahasa Pecok masih dituturkan oleh sekelompok generasi lanjut kalangan Eropa-Indonesia di Belanda. Di Indonesia praktis sudah tidak dituturkan lagi, tetapi orang kadang-kadang masih dapat mendengarnya dalam drama-drama mengenang revolusi kemerdekaan sebagai bahasa yang diucapkan oleh para serdadu Belanda.

RujukanSunting

  1. ^ Bahasa Pecok di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Petjo". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History.