Andibachtiar Yusuf

sutradara asal Indonesia

Muhammad Andi Bachtiar Yusuf Siswo atau lebih dikenal dengan Andibachtiar Yusuf (lahir di Jakarta, 15 Januari 1974; umur 47 tahun) adalah seorang sutradara, penulis skenario, dan produser film asal Indonesia. Ia dikenal sebagai sutradara Indonesia yang selalu menyisipkan dunia olahraga dalam setiap filmnya.[1]

Andibachtiar Yusuf
LahirMuhammad Andi Bachtiar Yusuf Siswo
25 Januari 1974 (umur 47)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Nama lainUcup
AlmamaterUniversitas Padjadjaran
Pekerjaansutradara, penulis skenario
Tahun aktif2003 - sekarang
AnakAbigail Maryam Luz de Luna Siswo
Adeline Zulaikha Angel di Maria Siswo
Nathaniel Arkadiusz Ibrahim Siswo
PenghargaanPiala Citra Film Dokumenter Terbaik
2008 The Conductors

Film pendeknya pada tahun 2004 berjudul Hardline terpilih sebagai Official Element World Cup 2006 yang membawanya mengikuti program Berlinale Talent Campus di Jerman.[2] Film dokumenternya yang mengangkat kisah 3 dirigen Indonesia berjudul The Conductors memenangkan Piala Citra di Festival Film Indonesia 2008 untuk kategori Film Dokumenter Terbaik.[3][4] Ia juga dinominasikan dalam kategori Penulis Skenario Asli Terbaik untuk film Love for Sale di FFI 2018.[5]

KarierSunting

Andibachtiar merupakan lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran jurusan Ilmu Jurnalistik.[6] Ia memulai karier dalam dunia film pada tahun 2003 dengan menggarap film-film pendek. Ia mengaku membuat film pendek hanya karena kesukaannya menonton film, tidak terpikirkan dalam benaknya untuk menjadi seorang sutradara kala itu. Namun, latar belakang jurnalistik secara tidak langsung membentuk karakter yang unik pada setiap filmnya.[7]

Pada tahun 2005, salah satu film dokumenter pendeknya yang berjudul Hardline terpilih menjadi wakil Indonesia di kumpulan film pendek untuk Piala Dunia 2006.[8] Ia mengaku membuat film tersebut hanya karena ingin menonton langsung pertandingan piala dunia di Jerman.[9] Andibachtiar kemudian berangkat ke Berlin untuk mengikuti program beasiswa Berlinale Talent Campus.[2] Dengan bertemu banyak penggiat film, ia mulai tertarik untuk menekuni profesi di dunia perfilman. Ketika program beasiswa berakhir, ia tetap tinggal di Berlin dan bekerja di berbagai perusahaan sambil belajar tentang industri film dan proses produksinya.[7]

Andibachtiar memutuskan kembali ke Indonesia dan menjadi komentator pertandingan sepak bola. Ia juga mulai mengerjakan proyek film dengan mengusung ide yang dia sukai. The Jak adalah film dokumenter panjang pertamanya yang diselesaikan dalam waktu dua tahun. Proses yang lama dikarenakan minimnya dana untuk memproduksi film yang ia kerjakan.[7] Film keduanya The Conductors rilis setahun kemudian di Festival Film Internasional Busan. Di tahun tersebut juga ia mulai mengerjakan film fiksi pertamanya, Romeo Juliet.[10]

Film-film yang ia buat selalu tidak lepas dari dunia olahraga. Film pertamanya, The Jak menceritakan tentang kehidupan suporter fanatik klub bola Persija.[8] Film keduanya, The Conductors yang juga berhasil meraih Piala Citra pada FFI 2008 menceritakan 3 dirigen di Indonesia diantaranya, Addie MS, seorang konduktor orkestra, A.G. Soedibyo, konduktor untuk UI Choir, dan Yuli Soemphil, konduktor untuk suporter Aremania. Film fiksi pertamanya, Romeo Juliet menceritakan tentang kisah cinta terlarang antara bobotoh Persib Bandung dengan Jakmania, Persija.[11][12] Ia juga menyutradarai film Mata Dewa yang diklaim sebagai film bertema bola basket pertama di Indonesia.[13]

Pada tahun 2018, Andibachtiar menyutradarai serta menulis skenario untuk film Love for Sale yang diproduksi oleh Visinema Pictures. Keberhasilan film tersebut membuat ia dinominasikan sebagai Penulis Skenario Asli Terbaik di Festival Film Indonesia 2018.[5]

Kehidupan PribadiSunting

Andibachtiar Yusuf dikenal sangat menggemari dunia sepak bola. Sejak kecil, ia telah diajak ayahnya menonton pertandingan sepak bola baik di stadion maupun pertandingan antar kampung. Salah satu kebiasannya adalah setiap kali pergi keluar kota, ia pasti menyempatkan untuk menonton pertandingan di daerah tersebut.[14]

Ia dikaruniai tiga orang anak, Abigail Maryam Luz de Luna Siswo pada tahun 2007, Adeline Zulaikha Angel di Maria Siswo pada tahun 2010, dan Nathaniel Arkadiusz Ibrahim Siswo pada tahun 2016.

PendidikanSunting

FilmografiSunting

FilmSunting

Tahun Film Sutradara Penulis Produser Keterangan
2004 Hardline (film pendek) Ya Ya Ya dokumenter
2045 (film pendek) Ya Ya Ya dokumenter
2007 The Jak Ya Ya Ya dokumenter
2008 The Conductors Ya Ya Ya dokumenter
2009 Romeo Juliet Ya Ya Ya
2010 Hope Ya Ya Ya dokumenter
2013 Hari Ini Pasti Menang Ya Cerita Tidak
2014 Garuda 19 Ya Tidak Tidak
2018 Mata Dewa Ya Ya Tidak
Love for Sale Ya Ya Tidak
2019 Pariban: Idola dari Tanah Jawa Ya Ya Tidak
Bridezilla Ya Tidak Tidak
Love for Sale 2 Ya Ya Tidak
2021 Menantu Pilihan Bapak (film pendek) Ya Tidak Tidak
Ulang Tahun Pernikahan (film pendek) Ya Tidak Tidak
Dealova 2 Tidak Tidak Ya
Baby Blues Ya Tidak Tidak

Seri webSunting

Tahun Judul Produksi Saluran Keterangan
2020 Star Stealer Viu Originals
Capo Dei Capi Film
VIU
2021 Hijrah ke Timur Capo Dei Capi Film YouTube dokumenter

BukuSunting

  • 2013: U-19 Garuda Jaya[15]

Penghargaan dan NominasiSunting

Tahun Penghargaan Kategori Film Hasil
2005 Official Element World Cup 2006 - Hardline Terpilih
2008 Festival Film Indonesia Film Dokumenter Terbaik The Conductors Menang
2018 Festival Film Bandung Penulis Skenario Terpuji Love for Sale Nominasi
JAFF Indonesian Screen Awards Best Script Menang
Festival Film Tempo Sutradara Pilihan Tempo Nominasi
Skenario Pilihan Tempo Nominasi
Festival Film Indonesia Penulis Skenario Asli Terbaik Nominasi
2019 Piala Maya Penyutradaraan Terpilih Nominasi
Skenario Asli Terpilih Menang

ReferensiSunting

  1. ^ Bahar, Alvin (12 Februari 2018). "Film Basket Pertama di Indonesia Bakal Tayang di Bioskop Maret 2018 Depan - Hai". Grid.id. Diakses tanggal 3 Ferbruari 2021. 
  2. ^ a b @andibachtiar (7 Juni 2020). "Temuan selanjutnya, Hardline (2005) film pendek kedua gue. Official Element World Cup 2005..." (Twit). Diakses tanggal 20 Februari 2021 – via Twitter. 
  3. ^ "6 Film Terkenal Bertemakan Sepakbola Indonesia". Indosport.com. 19 Mei 2016. Diakses tanggal 3 Februari 2021. 
  4. ^ Radja, Aditia Maruli (13 Desember 2008). "Pemenang Festival Film Indonesia 2008". ANTARA. Diakses tanggal 20 Februari 2021. 
  5. ^ a b Setiawan, Tri Susanto (9 November 2018). Maullana, Irfan, ed. "Simak Daftar Lengkap Nominasi FFI 2018". Kompas.com. Diakses tanggal 20 Februari 2021. 
  6. ^ Leonardo, Yohanes; Darosha, Muthyarana (8 Desember 2020). "Di Balik Layar Film-Film Karya Andibachtiar Yusuf". Ketik Unpad. Diakses tanggal 20 Februari 2021. 
  7. ^ a b c Nurfuadah, Rifa Nadia (7 Desember 2012). "Garap Film Dokumenter, Ucup Ketagihan Bikin Film". Okezone. Diakses tanggal 3 Februari 2021. 
  8. ^ a b Yusuf, Andibachtiar (2 Juli 2015). "Olah Raga Baru Sebatas Tontonan di Indonesia". Bola.com. Diakses tanggal 20 Februari 2021. 
  9. ^ @andibachtiar (8 Juni 2020). "Beneran krn dijanjiin ntn Piala Dunia makanya semangat. Talent Campus itu apa gw gk tau..." (Twit). Diakses tanggal 20 Februari 2021 – via Twitter. 
  10. ^ @andibachtiar (8 Juni 2020). "Di tahun 2007 gw merilis The Jak, balik bentar ke Budapest lalu Berlin, trus beneran disini aja. 2008 The Conductors rilis di Busan International Film Festival..." (Twit). Diakses tanggal 20 Februari 2021 – via Twitter. 
  11. ^ Pool (24 September 2018). "Romantisme The Jak dan Bobotoh di 'Romeo & Juliet', Kapan Terwujud?". Detik.com. Diakses tanggal 20 Februari 2021. 
  12. ^ Yanuar, Elang Riki (4 Mei 2009). "Sutradara Romeo-Juliet Dianiaya, Sissy Priscillia Kaget". Okezone. Diakses tanggal 20 Februari 2021. 
  13. ^ Khoiri, Agniya (1 Februari 2018). "'Mata Dewa' Diklaim Jadi Film Basket Pertama di Indonesia". CNN Indonesia. Diakses tanggal 20 Februari 2021. 
  14. ^ Satria, Yusuf (18 Juli 2019). "VIDEO: Sutradara Love for Sale, Andibachtiar Yusuf Akui Lebih Sulit Buat Film Sepak Bola". Bola.com. Diakses tanggal 20 Februari 2021. 
  15. ^ "Buku Timnas U-19 Garuda Jaya". ANTARA. Diakses tanggal 3 Februari 2021. 

Pranala luarSunting