Yasmine Zaki Shahab

Antropolog

Profesor Yasmine Zaki Shahab, S.S., M.A., Ph.D. (bahasa Arab: ياسمين زكي شهاب; Transliterasi: Yāsmīn Zakī Šahāb; pengucapan bahasa Arab: [ja:smi:n zakiː ʃahaːb]; lahir di Mangga Besar, Jakarta Barat, Jakarta, 1 Desember 1948; umur 71 tahun) adalah seorang antropolog Indonesia.[1] Selain itu, ketertarikannya pada masyarakat Betawi membuatnya aktif melakukan penelitian dan menulis topik tentang hal tersebut. Sampai saat ini, Shahab masih aktif dalam beberapa hal yang berkaitan dengan budaya Betawi.[2]

Profesor
Yasmine Zaki Shahab
S.S., M.A., Ph.D.
Nama asalياسمين زكي شهاب
LahirYasmine Zaki Shahab
01 Desember 1948 (umur 71)
Mangga Besar, Jakarta Barat, Jakarta
Pendidikan
PekerjaanAntropolog
Suami/istriSaleh Umar
Anak
  • Mariam Katlea
  • Husein Haikel
Orang tua
  • Zaki Shahab (bapak)
  • Lulu Al Hadad (ibu)
KerabatFuad Hassan (sepupu)
PenghargaanAnugerah Budaya 2013

BiografiSunting

Kehidupan awalSunting

Shahab lahir di Mangga Besar, Jakarta Barat sebagai anak kelima dari delapan bersaudara. Shahab berasal dari keluarga Hadhrami golongan Alawiyyin bermarga Aal Shihāb-Uddīn, ayahnya bernama Zaki bin Ali bin Ahmad Shahab, sementara ibunya juga berasal dari keluarga Alawiyyin bernama Lulu Al Hadad.[3] Kakeknya, Ali bin Ahmad bin Shahab atau lebih populer dengan panggilan Ali Menteng adalah tuan tanah Menteng, Jakarta Pusat.[4]

PendidikanSunting

Orang tua Shahab menyekolahkan delapan anak mereka ke sekolah Katolik, yang pada waktu itu dianggap lebih maju daripada sekolah umum lainnya. Shahab kemudian disekolahkan ke SD Santa Melania, Sawah Besar, Jakarta Pusat; SMP Santa Maria, Jakarta Pusat; dan SMA Santa Ursula, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.[3] Setelah lulus SMA, Shahab bermaksud melanjutkan studinya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Namun keinginan itu ia batalkan setelah kakak sepupunya, Fuad Hassan menyarankan agar ia mengambil jurusan antropologi. Alasannya karena pada saat itu mahasiswa di jurusan antropologi masih sedikit, hanya lima hingga tujuh orang saja, sehingga peluang untuk menonjol akan semakin besar.[3]

Shahab lulus dengan gelar Sarjana Sastra (S.S.) dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia pada tahun 1975[1] dengan skripsi berjudul Masalah Integrasi Minoritas Arab di Jakarta.[5] Kemudian, gelar Master of Arts dia ambil dari Universitas Nasional Australia pada tahun 1982 dengan tesis berjudul The Position of Betawi Women: Native People in Jakarta (Posisi Wanita Betawi: Orang Asli di Jakarta).[6] Sementara, gelar Ph.D-nya dia dapatkan dari School of Oriental and African Studies, Universitas London pada 1994 dengan disertasi berjudul The Creation of Ethnic Tradition: the Betawi of Jakarta (Penciptaan Tradisi Etnik: Betawi Jakarta).[7][8]

Kehidupan pribadiSunting

Yasmine Zaki Shahab menikah dengan Saleh Umar dan memiliki dua anak, Mariam Katlea (lahir 1978) dan Husein Haikel (lahir 1983).[3]

KarierSunting

Yasmine Zaki Shahab adalah seorang dosen antropologi di Universitas Indonesia.[7] Dari tahun 1998 hingga 2001, Shahab mengajarkan kursus Pengantar Antropologi. Pada periode yang sama ia juga mengajar mata pelajaran Antropologi Kependudukan, Antropologi Pariwisata, kemudian Teori Antropologi I dan II. Selain mengajar di program sarjana Departemen Antropologi, ia juga mengajar di program ekstensi Universitas Indonesia, yang ia ajarkan adalah Pengantar Antropologi. Dalam program pascasarjana, ia juga mengajar mata kuliah Antropologi Kependudukan dari tahun 1998 hingga 2000. Selain itu, ia juga mengajar di D3 Pariwisata Universitas Indonesia.[1]

Shahab menjabat beberapa jabatan penting di Perguruan Tinggi di Indonesia, di antaranya adalah Dekan Universitas Islam Azzahra tahun 1995 hingga sekarang, Kepala Pengembangan Program D3 Pariwisata UI, dan terakhir adalah Ketua Program Usaha perjalanan wisata Budaya D3 pariwisata FISIP UI pada tahun 1997 hingga 1998.[1] Pada tanggal 24 Mei 2006, Yasmine Zaki Shahab dikukuhkan sebagai guru besar tetap Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia di Balai Sidang Universitas Indonesia kampus Depok.[9]

KaryaSunting

Tesis dan disertasiSunting

  • Masalah Integrasi Minoritas Arab di Jakarta (1975)[5]
  • The Position of Betawi Women: Native People in Jakarta (1982)[6]
  • The Creation of Ethnic Tradition: the Betawi of Jakarta (1994)[8]

JurnalSunting

  • Alih Fungsi Seni dalam Masyarakat Kompleks: Kasus Liang-Liong dan Barongsai (2000)[10]
  • Rekacipta Tradisi Betawi: Sisi Otoritas dalam Proses Nasionalisasi Tradisi Lokal (2001)[11]
  • Seni sebagai Ekspresi Eksistensi Tantangan Kebijakan Multikulturalisme (2004)[12]
  • Sistim Kekerabatan sebagai Katalisator Peran Ulama Keturunan Arab di Jakarta (2005)[13]

BukuSunting

PenghargaanSunting

Sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jakarta kepada Yasmine Zaki Shahab atas perhatiannya pada budaya Betawi, pada tahun 2013 ia terpilih sebagai penerima penghargaan kategori budayawan pada acara Anugerah Budaya 2013.[14][15]

ReferensiSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ a b c d "Prof. Yasmine Zaky Shahab, S.S., M.A., Ph.D." Website resmi staff Universitas Indonesia. Depok: Universitas Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 April 2018. Diakses tanggal 2 April 2018. 
  2. ^ Kiki, Rakhmad Zailani (18 November 2008). "Rekacipta Kebudayaan Betawi". Republika Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 April 2018. Diakses tanggal 2 April 2018. 
  3. ^ a b c d Adi, Windoro (21 April 2012). "Mengenang "Mpok Kite" Chadidjah". Kompas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 April 2018. Diakses tanggal 2 April 2018. 
  4. ^ Historia No. 15 Yr. 2, 2013, hlm. 48.
  5. ^ a b Shahab, 1975, hlm. 1.
  6. ^ a b Shahab, 1982, hlm. 1.
  7. ^ a b Grijns & Nas, 2000, hlm. 339.
  8. ^ a b Shahab, 1994, hlm. 1.
  9. ^ Official (26 Mei 2006). "UI Kukuhkan Dua Guru Besar". Republika. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2 April 2018. Diakses tanggal 2 April 2018. 
  10. ^ Shahab, Yasmine Zaki (2000). "Alih Fungsi Seni dalam Masyarakat Kompleks: Kasus Liang-Liong dan Barongsai". Jurnal Antropologi Indonesia (61): 37–46. doi:10.7454/ai.v0i61.3382. Diakses tanggal 3 April 2018. 
  11. ^ Shahab, Yasmine Zaki (2001). "Rekacipta Tradisi Betawi: Sisi Otoritas dalam Proses Nasionalisasi Tradisi Lokal". Jurnal Antropologi Indonesia (66): 46–57. doi:10.7454/ai.v0i66.3422. Diakses tanggal 3 April 2018. 
  12. ^ Shahab, Yasmine Zaki (2004). "Seni sebagai Ekspresi Eksistensi Tantangan Kebijakan Multikulturalisme". Jurnal Antropologi Indonesia (75): 6–17. doi:10.7454/ai.v0i75.3514. Diakses tanggal 3 April 2018. 
  13. ^ Shahab, Yasmine Zaki (2005). "Sistim Kekerabatan sebagai Katalisator Peran Ulama Keturunan Arab di Jakarta". Jurnal Antropologi Indonesia. 29 (2): 123–141. doi:10.7454/ai.v29i2.3532. Diakses tanggal 3 April 2018. 
  14. ^ Saputra, Desy (27 Desember 2013). "DKI berikan Anugerah Budaya 2013". Antara News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Desember 2018. Diakses tanggal 3 April 2018. 
  15. ^ Official (27 Desember 2013). "Anugerah Budaya Tahun 2013". Website resmi Lembaga Kebudayaan Betaei. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 April 2018. Diakses tanggal 3 April 2018. 

Daftar pustakaSunting

  • Shahab, Yasmine Zaki (1975) (dalam bahasa Indonesia). Masalah Integrasi Minoritas Arab di Jakarta (Thesis). Jakarta: Fakultas Sastra, Universitas Indonesia. OCLC 23936031. 
  • Shahab, Yasmine Zaki (1982) (dalam bahasa Inggris). The Position of Betawi Women: Native People in Jakarta (M.A.). Canberra: Universitas Nasional Australia. OCLC 416360285. 
  • Shahab, Yasmine Zaki (1994) (dalam bahasa Inggris). The Creation of Ethnic Tradition: the Betawi of Jakarta (Ph.D.). London: Universitas London. OCLC 556783618. 
  • Grijns, Kees; Nas, Peter J. M., ed. (2000). Jakarta-Batavia: Socio-cultural Essays [Jakarta-Batavia: Esai Sosial Budaya]. Verhandelingen van het Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (dalam bahasa Inggris). Leiden: KITLV Press. ISBN 9067181390. 
  • Official (2013). "Orang Arab di Nusantara: Mencari Cincin Nabi Sulaiman". Historia Magazine. Vol. 2 no. 15. Jakarta: Global Visi Media Network.