Wim Umboh


Wim Umboh (lahir di Manado, Sulawesi Utara, 26 Maret 1933 – meninggal di Jakarta, 24 Januari 1995 pada umur 61 tahun); setelah masuk Islam pada tahun 1984 dikenal dengan nama Achmad Salim) adalah seorang sutradara film senior Indonesia. Penghargaan yang telah diraihnya kurang lebih berjumlah 27 piala, sebagain besar sebagai sutradara terbaik, khususnya untuk film cinta.

Wim Umboh
Wim Umboh.jpg
Lahir(1933-03-26)26 Maret 1933
Bendera Hindia Belanda Kota Manado, Hindia Belanda
Meninggal24 Januari 1995(1995-01-24) (umur 61)
Jakarta
Nama lainAchmad Salim
Pekerjaaneditor, sutradara
Suami/istriR.O. Unarsih
Paula Rumokoy
Inne Ermina Chomid
AnakStefan William (cucu)

Wim Umboh adalah anak bungsu dari 11 bersaudara. Ia sudah yatim piatu sejak berusia delapan tahun.[1] Pada awalnya ia sempat berprofesi sebagai tukang sepatu. Lalu setamat SMA, ia berangkat ke Jakarta dan melamar ke studio Golden Arrow. Dimulai sebagai tukang sapu, lalu akhirnya ia menjadi penerjemah film, dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia dan akhirnya dipromosikan sebagai editor. Di samping bahasa Tionghoa, ia menguasai pula bahasa Inggris dan bahasa Belanda. Kariernya lalu dimulai dengan film Sepiring Nasi (1955) dan film Istana Hilang.

Perkawinannya pertamanya dengan R.O. Unarsih, dikaruniai seorang anak perempuan, Maria. Namun perkawinan ini berakhir dengan perceraian. Perkawinan keduanya adalah setelah mempersunting bintang yang diorbitkannya sendiri, Paula Rumokoy, yang akhirnya juga bercerai. Perkawinan ketiganya adalah dengan Inne Ermina Chomid di Interstudio, Jakarta. Setelah ia menikah ketiga kalinya, ia memeluk Islam yang disaksikan oleh sutradara senior yang lain seperti Sjumandjaja dan Misbach Jusa Biran.

Wim Umboh juga merupakan kakek dari aktor, penyanyi, model, dan bintang iklan Stefan William

FilmografiSunting

Nominasi dan penghargaanSunting

Festival Film IndonesiaSunting

Tahun Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
1973 Sutradara Terbaik
Perkawinan
Menang
Penyunting Gambar Terbaik Menang
1976
Cinta
Menang
1977
Sesuatu yang Indah
Menang
1979 Sutradara Terbaik
Pengemis dan Tukang Becak
Nominasi
Penyunting Gambar Terbaik Menang
1983
Perkawinan 83
Nominasi
1987 Sutradara Terbaik
Secawan Anggur Kebimbangan
Nominasi
1989 Penyunting Gambar Terbaik
Arini II
Nominasi

Pemeran yang meraih Piala Citra dalam filmnyaSunting

Pemeran yang dinominasikan di FFI dalam filmnyaSunting

Pranala luarSunting

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Misbach Jusa Biran
Film : Dibalik Tjahaja Gemerlapan
(1967)
Sutradara Terbaik
(Festival Film Indonesia)

Film : Perkawinan
(1973)
Diteruskan oleh:
Teguh Karya
Film : Cinta Pertama
(1974)

ReferensiSunting

  1. ^ "WebCite query result". www.webcitation.org. Diakses tanggal 2021-02-14.