Wikipedia:Artikel pilihan

(Dialihkan dari Wikipedia:Artikel Pilihan)
Bantuan · Komunitas · Portal · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 357 artikel pilihan dari 626.672 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.755 artikel di Wikipedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus singgahan

Artikel pilihan
2004 2005
2006 2007
2008 2009
2010 2011
2012 2013
2014 2015
2016 2017
2018 2019
2020 2021
2022 2023
Menurut topik
Usulan

Artikel pilihan:

Artikel pilihan periode ini

Foto Syafruddin Prawiranegara pada tahun 1960-an

Syafruddin Prawiranegara adalah seorang negarawan dan ekonom Indonesia. Meskipun semula apolitis selama studinya di Rechtshoogeschool (Sekolah Tinggi Hukum), ia mulai aktif dalam pergerakan nasional Indonesia setelah ia bekerja. Menyusul pecahnya perang kemerdekaan, Syafruddin mulai terlibat dalam pemerintah sebagai Menteri Keuangan. Pada 1948, Syafruddin ditugaskan oleh Wakil Presiden dan Menteri Pertahanan Mohammad Hatta ke Bukittinggi dan setelah pemimpin Republik Indonesia ditawan Belanda dalam Agresi Militer Belanda II, ia membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 22 Desember 1948. Setelah mengembalikan mandatnya kepada Sukarno pada 14 Juli 1949, Syafruddin sempat menjadi Wakil Perdana Menteri sebelum ia ditunjuk kembali menjadi Menteri Keuangan. Perbedaan pandangan ekonomi dan pergeseran sistem pemerintahan ke Demokrasi Terpimpin membuat Syafruddin turut serta dalam pemerintah tandingan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra Barat pada 1958 sebagai Perdana Menteri. Ia menyerahkan diri pada 1961, tetapi belakangan dipenjarakan. Setelah dibebaskan oleh pemerintah Suharto pada 1966, Syafruddin aktif dalam organisasi-organisasi keagamaan dan mengkritik pemerintah. Ia meninggal pada 1989 dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada 2011. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Fidel CastroPenjarahan AmorionJacob Pattipi


Fidel Castro

Fidel Castro adalah Presiden Kuba sejak 1976 hingga 2008. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Perdana Menteri atas penunjukannya pada 16 Februari 1959. Castro tampil sebagai sekretaris pertama Partai Komunis Kuba pada tahun 1965 dan mentransformasikan Kuba ke dalam republik sosialis satu-partai. Setelah tampil sebagai presiden, ia tampil sebagai komandan Militer Kuba. Pada 2008, Castro digantikan oleh adiknya, Raul Castro. Castro adalah seorang figur dunia terpolarisasi. Para pendukungnya memandangnya sebagai pemenang sosialisme dan anti-imperialisme yang resmi revolusionernya memajukan ekonomi dan keadilan sosial sesambil mempertahankan kemerdekaan Kuba dari imperialisme Amerika. Para kritikus memandangnya sebagai seorang diktator yang menyebabkan pelecehan hak asasi manusia, eksodus sejumlah besar orang Kuba, dan kemiskinan ekonomi negara tersebut. Ia dianugerahi dengan berbagai penghargaan internasional dan secara signifikan mempengaruhi berbagai individual dan kelompok di seluruh dunia. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Penjarahan AmorionJacob PattipiZubir Said

Foto terkenal dari seorang bayi menangis di tengah reruntuhan yang telah dibom dari Stasiun Kereta Api Shanghai Selatan, Sabtu, 28 Agustus 1937

Sabtu Berdarah adalah nama dari sebuah foto hitam-putih yang banyak diterbitkan pada September–Oktober 1937 dan kurang dari sebulan telah dilihat oleh lebih dari 136 juta penonton. Menggambarkan seorang bayi Tiongkok menangis di reruntuhan yang telah dibom dari Stasiun Kereta Api Shanghai Selatan, foto tersebut menjadi dikenal sebagai sebuah ikon kebudayaan yang mendemonstrasikan kebiadaban Jepang pada masa Perang di Tiongkok. Diambil beberapa menit setelah serangan udara Jepang terhadap warga sipil saat Pertempuran Shanghai,fotografer Hearst Corporation H. S. "Newsreel" Wong, tidak menemukan identitas atau bahkan jenis kelamin dari anak yang terluka tersebut, yang ibunya terbaring tewas didekatnya. Sebagai salah satu foto perang paling dikenang yang pernah diterbitkan, dan mungkin adegan newsreel paling terkenal pada 1930an, gambar tersebut menimbulkan kemurkaan barat terhadap kekerasan Jepang di Tiongkok. Foto tersebut disangkal oleh kaum nasionalis Jepang yang menyatakan bahwa foto tersebut dilebih-lebihkan. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Syafruddin PrawiranegaraFidel CastroPenjarahan Amorion

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula