Buka menu utama
Bantuan · Komunitas · Portal · Isi pilihan · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini, yang sedang diteliti dengan lup, menandakan calon artikel pilihan yang sedang didiskusikan di Wikipedia.

Di sini komunitas menentukan artikel apa yang menjadi artikel pilihan. Artikel pilihan adalah karya terbaik komunitas Wikipedia yang memenuhi kriteria artikel pilihan.

Pengusul calon diharapkan untuk memperbaiki artikel berdasarkan masukan yang diterima di sini. Suatu artikel tidak boleh diusulkan menjadi artikel pilihan bersamaan waktu dengan diusulkan jadi artikel bagus.

Untuk mendapatkan status artikel pilihan, artikel tersebut harus mencapai konsensus yang menyetujui bahwa artikel yang diusulkan sudah memenuhi kriteria. Konsensus ditetapkan setelah komunitas menyetujuinya. Apabila setelah waktu yang lama masukan terhadap artikel belum diperbaiki atau konsensus tidak dapat dicapai, usulan akan ditolak. Pengusulan yang disetujui maupun ditolak nantinya diarsipkan di halaman terpisah setiap bulannya, lihat arsip pengusulan disetujui dan ditolak bulan ini.

Daftar Isi

Artikel pilihan:

Prosedur pengusulan

  1. Sebelum mengusulkan calon, pastikan bahwa artikel tersebut sudah memenuhi semua kriteria artikel pilihan.
  2. Berikan {{StatusAP nominasi}} pada halaman pembicaraan artikel yang diusulkan.
  3. Buat halaman pengusulan:
  4. Salin tulisan ini: {{/nama artikel}}, kemudian sunting halaman ini (halaman utama usulan yang sedang Anda baca sekarang), dan tempelkan templat ini pada paling atas daftar kandidat. Ganti "nama artikel" dengan judul artikel yang Anda usulkan.

Peninjauan artikel

Untuk pengusul

  • Pengusul haruslah bertanggung jawab atas usulannya. Artinya, ia harus siap untuk membaca dan menerapkan isi saran-saran dari pengguna lain, atau memberikan penjelasan yang mendalam apabila ia tidak setuju dengan sarannya
  • Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan mutu artikel yang diusulkan. Tidak perlu merasa tersinggung atas saran-saran yang diberikan, karena tujuannya baik, yaitu untuk menyempurnakan artikel

Untuk pembaca

  • Untuk menanggapi pengusulan, klik "Sunting sumber" pada kanan judul artikel (Bukan "Sunting sumber" pada paling atas halaman ini)
  • Dimohon untuk tidak sekadar memberikan suara setuju ataupun tidak setuju, tetapi berikanlah peninjauan terhadap isi artikel yang telah diusulkan. Komentar-komentar singkat yang tidak membangun seperti "bagus sekali" tidak akan digubris atau bahkan dapat dihapus sewaktu-waktu. Walau demikian, suara tersebut tidak berpengaruh terhadap pengusulan karena sistem ini tidak mewajibkan adanya pemberian suara. Suara tersebut lebih menekankan kepada pengguna lainnya bahwa Anda sudah selesai dan tidak sedang meninjau atau menunggu jawaban.
  • Jangan malu atau segan memberi saran. Walaupun artikel sudah bagus dan menurut Anda sang penulis lebih "pintar" dibanding Anda, pasti tetap ada celah-celah yang bisa diperbaiki
  • Untuk menekankan perkataan atau kalimat yang hendak dikomentari, dapat digunakan {{xt}}, {{font color}}, atau templat warna yang tersedia di sini
  • Bila sebuah komentar telah terselesaikan, beri {{sudah}} di bawah komentar. Bila sebuah komentar tidak terselesaikan, beri {{belum}} di bawah komentar

Penerimaan artikel

  • Untuk menerima usulan AP, semua prasyarat berikut harus terpenuhi:
  1. Sudah ada konsensus kalau isi artikel sudah sesuai kriteria AP
  2. Peninjauan sudah dilakukan secara komprehensif, artinya peninjau terlihat sudah membaca dan menimbang artikel tersebut dengan mendalam
  • Untuk menjaga kenetralan, pengusul maupun penulis utama artikel tidak boleh menjadi orang yang menutup diskusi dengan status "diterima"
  • Kalau sudah ada peninjauan menyeluruh, dan isi peninjauan itu sudah ditanggapi atau dikerjakan, maka boleh ditutup setelah 14 hari
  • Pengusulan bisa tetap dibiarkan terbuka selama maksimal 3 bulan kalau belum ada yang meninjau
  • Usulan AP dapat ditutup tanpa penerimaan, apabila salah satu prasyarat berikut telah dipenuhi:
  1. Pengusul menarik usulannya
  2. Mutu artikel terlampau jauh dari kriteria artikel pilihan
  3. Jika terlalu banyak peninjau yang menyatakan kualitas artikel terlampau jauh dari kriteria artikel pilihan (dengan menjelaskan alasannya), usulan dapat ditutup
  4. Saran-saran yang masuk akal dan wajar sudah diberikan, tetapi tidak ditanggapi atau dikerjakan
  5. Peninjauan sudah berjalan 3 bulan, tetapi kriteria penerimaan di atas belum terpenuhi

Setelah disetujui

Suatu artikel yang sudah disetujui menjadi artikel pilihan akan dihapus dari halaman ini lalu didaftarkan terlebih dahulu ke halaman arsip, halaman artikel pilihan menurut topik, dan halaman jadwal usulan.

Daftar isi

Usulan

Kalender Rowot Sasak

Pengusul: Affandy Murad (b • k • l) · Status:    Dalam diskusi

Artikel ini menjelaskan salah satu kekayaan intelektual dari Suku Sasak berupa pengetahuan lokal penanggalan tradisional dengan acuan rasi bintang Pleiades. Artikel ini merupakan artikel misi 6 dalam kompetisi Wiki Jelajah yang sudah dilengkapi dengan berbagai rujukan akademis yang terpercaya. Mohon bantuannya untuk memperbaiki artikel ini agar lebih baik. Terima kasih. Affandy Murad 21 April 2019 17.33 (UTC)

Komentar dari Mimihitam

Artikelnya lumayan bagus dan cocok untuk jadi Artikel Bagus, tapi untuk jadi AP mungkin masih perlu diperbaiki dan dilengkapi lagi. Berikut saran-saran awalku.  Mimihitam  22 April 2019 03.37 (UTC)

Peninjauan sumber

Aku mau tinjau sumbernya dulu.

  • Sumber Good News from Indonesia perlu diganti, karena isinya biasanya agak dilebih-lebihkan untuk menggaris bawahi hal-hal yang bagus dari Indonesia. Kelihatan dari pembukaan artikelnya, "Kekayaan Suku Sasak akan nilai-nilai kebudayaan menempatkannya sebagai salah satu suku bangsa dengan nilai kebudayaan tinggi" --> emangnya suku lain di dunia kebudayaannya nggak tinggi gitu? Jadinya kurang akademik untuk dijadikan sumber ensiklopedia
  • Kohar, Abdul (2017) --> tesis S1 memang nggak dilarang untuk dijadikan sumber, tetapi untuk standar AP biasanya diminta untuk diganti karena tesis S1 biasanya quality controlnya agak kurang, beda dengan jurnal yang memang sudah melalui peninjauan sejawat oleh lebih dari satu peninjau akademis.
  • Sumber "Alif" dihapus saja, karena sudah ada sumber lain di situ
  • Kampungmedia kurang layak jadi sumber, di paling bawah saja ada tulisan "By Asri The Gila"
  • Keterangan sumber dari issuu perlu diubah karena sebenarnya penerbitnya adalah Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
  • "Papan Wariga atau dikenal sebagai Warige atau Urige merupakan papan Almanak yang berfungsi sebagai alat untuk sinkronisasi antara pengamatan rasi bintang Rowot secara langsung terhadap hisab pada penganggalan Kalender Rowot Sasak. Papan Wariga atau Warige merupakan papan yang berisi berbagai simbol tertentu yang mewakili benda-benda langit beserta pengaruhnya terhadap gejala alam. Berbeda dengan papan Wariga khas Suku Sasak, Wariga khas Bali terbuat dari daun Lontar yang juga banyak macamnya dan memiliki fungsinya masing-masing" --> saya lihat sumber yang dikutip adalah https://www.suara.com/news/2015/09/01/151046/daun-lontar-berusia-400-tahun-di-bali-masih-bisa-dibaca. Dua kalimat di awal tidak ada di sumber tersebut, tolong diberikan referensinya.
  • Karena topiknya kalender, sebaiknya sumber-sumber berita diganti dengan sumber akademik, karena suka ada kejadian sumber berita Indonesia isinya kurang baik dalam membahas artikel tentang kebudayaan. Mungkin buku Lalu Ari Irawan dkk., Mengenal Kalender Rowot Sasak, (Mataram: Genius, 2014) bisa membantu. Pengecualian mungkin bisa diberikan untuk sumber Kompas karena informasi yang mau diperkuat dari rujukan Kompasnya adalah berita tentang cagub dan cawagub yang nggak dateng akibat tanggal tertentu di kalendernya.  Mimihitam  22 April 2019 02.47 (UTC)
Paragraf pembuka
  • "Kalender Rowot Sasak merupakan sebuah pengetahuan lokal berupa sistem penanggalan tradisional yang berasal dari Suku Sasak di Pulau Lombok, provinsi Nusa Tenggara Barat berdasarkan acuan kemunculan rasi bintang Rowot atau dikenal sebagai gugus bintang Lintang Kartika di ufuk timur pada waktu Subuh."
    • Langsung saja "KRS merupakan sistem penanggalan..."
    • Provinsi di sini huruf besar karena satu kesatuan dengan "NTB"
  • "Rasi bintang Rowot umumnya muncul disebelah timur dari bulan Agustus sampai bulan Desember yang ditandai dengan banyaknya ikan yang muncul di permukaan air laut. " --> apa hubungannya munculnya banyak ikan di laut dengan rasi bintang nun jauh di sana?
  • " pada jaman dulu." --> zaman bukan jaman
  • " yaitu kue tardisional khas Suku Sasak berbentuk terompet mini " --> typo
  • Paragraf pembuka sebaiknya merangkum isi dari tubuh artikel. Saya lihat di paragraf pembuka lumayan banyak info yang nggak ada di tubuh artikelnya. Mungkin bisa dipindahkan ke bagian bawah, misalnya tentang tradisi kue Cerorot dan ritual Rowah Ngandang Rowot bisa dibuatkan subbagian baru tentang tradisi tahun baru orang Sasak yang berkenaan dengan kalender ini. Setelah dipindah, paragraf pembukanya dirombak agar merangkum info tentang asal mula, wariga, kegunaan dll.
Asal Mula Kalender Rowot Sasak

Kalau aku baca "Asal Mula Kalender Rowot Sasak", aku expectnya sejarah kalendernya, tapi ternyata isinya menjelaskan apa itu Rowot. Mungkin bisa diganti namanya jadi "Pengertian rowot"?

Kegunaan

Wikipedia biasanya ditulis dalam bentuk paragraf, jadi kalau bisa butir-butir yang ada di situ diubah jadi prosa juga.

Subjudul

Jangan lupa di Wikipedia subjudulnya juga pakai huruf kecil. Jadi (contoh) "Nama-Nama Waktu Dalam Sehari" perlu diganti jadi "Nama-nama waktu dalam sehari".

Kelengkapan
  • Mungkin bisa dirincikan "RONTAL" itu apa, dan "penguasa kosmos" itu maksudnya apa? Bagaimana seseorang bisa memenuhi syarat jadi "penguasa kosmos" untuk menentukan perhitungan dan pencetakan kalender ini? Info tambahan ini sebaiknya dibuatkan di subbagian baru, lalu di paragraf pembuka cukup merangkum isinya saja.
  • Ada sejarahnya nggak bagaimana Kalender Rowot Sasak bisa ada? Karena aku lihat bagian 'Asal Mula' malah membahas apa itu 'Rowot'
  • "Pukul 09.00 sampai pukul 10.00" --> WIB, WITA atau WIT? Atau maksudnya waktu setempat?
  • "Petunjuk sebagai penanda waktu dalam melakukan berbagai aktivitas. Salah satu contoh yang unik adalah ketidakhadiran dalam pendaftaran bakal calon gubernur dan bupati di Lombok, Nusa Tenggara Barat di KPUD Nusa Tenggara Barat karena jatuh pada hari buruk menurut Kalender Rowot Sasak" --> berarti ada hari tertentu yang dianggap buruk dong? Boleh ditambahkan informasi soal ini di artikelnya?

Komentar dari HaEr48

Menurutku artikel ini cukup bagus dan punya potensi, tetapi kondisinya sekarang masih banyak yang bisa diperbaiki sebelum bisa dianggap Artikel Pilihan. Aku kasih saran-saran awal dulu. Setelah ini diperbaiki dengan memuaskan, baru nanti akan aku beri saran dengan lebih spesifik dan lebih banyak lagi.

  • Strukturnya tolong dibuat lebih runut dan tidak lompat-lompat dari satu info ke info lain. Contohnya, bagian pertama "Sejarah" membicarakan sejarah dikembangkannya kalender ini, lalu bagian "Struktur" menjelaskan strukturnya, misalnya satu tahun itu panjangnya berapa, dibagi menjadi apa saja (bulan? hari?)… dst dan setiap tahun/bulan itu melambangkan siklus apa, dst. Sekarang informasi ini tersebar dalam " Nama-Nama Waktu Dalam Sehari", "Nama-Nama Musim (Mangse) Terhadap Masehi", dst.. Tapi tidak runut dan justru susah mengerti bagaimana bagian-bagian ini berhubungan dengan kalendernya. Informasinya juga kurang konkrit, misalnya tidak dijelaskan berapa panjang tiap mangke. Coba lihat misalnya di Peradaban_Maya#Kalender, strukturnya dijelaskan dengan runut dan tidak lompat-lompat.
  • Bagian "Wariga Sasak" terlihat tidak runut, apa hubungannya tiap-tiap papan itu dengan kalender? Misalnya ada papan yang melambangkan 210 hari, bagaimana 210 hari itu berhubungan dengan durasi waktu dalam kalender?
  • Untuk menjelaskan, perlu juga dibuat contoh perbandingan tanggal Masehi vs Rowot agar bisa dipahami. Misal, 1 Januari 2019 itu tanggal berapa dalam kalender rowot. Atau tahun baru Rowot tahun sekian tanggal berapa dalam kalender Masehi.
  • Judul-judul bagian tidak perlu diawali huruf besar per kata, dan diperingkas agar tidak terlalu panjang, misal "Nama-Nama Waktu Dalam Sehari" diganti dengan "Bagian-bagian hari"
  • Bagian "Nama-Nama Waktu Dalam Sehari" apa bisa dijelaskan cara perhitugannya. Apakah mengikuti jam modern biasa atau ada tanda alam untuk pindah dari Kelema' ke Panas Lapar, dst,
  • D"alam hal ini penggunaan Masehi sebagai pembanding" : apa maksudnya?
  • Tiap mangse itu apa memang ditentukan oleh gejala alam, ataukah sebenarnya dilakukan perhitungan tertentu dan gejala alam ini hanya patokan? Misal, kalau awal sebuah mangse ditentukan munculnya tanaman tertentu, atau gugurnya daun, kan jadi serba tidak pasti kalendernya.
  • Mangse dan bulan hijriyah kan jadi tumpang tindih, lalu bagaimana menyandingkannya dalam sistem penanggalan?
  • Jika ada metode hisab selain metode mengamati gejala alam, bagaimana cara menghitung dalam metode hisab tersebut? Kalau waktu kedatangan rasi bintang mungkin bisa dihitung secara astronomi, tapi bagaimana mengenai pergantian mangse?Tolong dijelaskan
  • Apakah ada hari-hari spesial di Kalender ini? Misal kalau di kalender Masehi ada 1 Januari Tahun Baru, 17 Agustus HUT RI, 25 Desember Natal, dll.

-- HaEr48 (bicara) 23 April 2019 07.30 (UTC)

Komentar dari Hanamanteo

Kamus Besar Bahasa Indonesia
  • Artikel Wikipedia bukanlah undang-undang, jadi tidak perlu menulis semisal "1 (satu)", cukup angka atau perkataan saja. Sila rujuk KBBI untuk penulisan angka yang benar.
  • Nama bagian dan subbagian di Wikipedia tidak perlu ditulis huruf kapital di semua kata kecuali jika memang harus ditulis kapital, jadi "Rasi Bintang Lainnya" harus diganti dengan "Rasi bintang lainnya". Tidak perlu juga memberi pranala di judul bagian dan subbagian artikel.
  • Nama fase seperti ngarem dan tilem tidak perlu dikapitalkan.
Bagian pembuka
  • "... yang berasal dari Suku Sasak di Pulau Lombok, provinsi Nusa Tenggara Barat ..." Tidak perlu.
Latar belakang
  • Judul bagian "Asal Mula Kalender Rowot Sasak" perlu diganti dengan "Latar belakang" agar lebih ensiklopedik.
  • "Perhitungan Kalender Rowot Sasak selain menggunakan rasi bintang Rowot juga dibantu dengan acuan Bulan (Lunar) yang dikenal sebagai Tahun Hijriyah dan Matahari (Solar) yang dikenal sebagai Tahun Gregorian dengan pola 5-15-25 secara repetitif." Mestinya bisa disingkat seperti ""Perhitungan Kalender Rowot Sasak selain menggunakan rasi bintang Rowot juga dibantu dengan kalender surya (Masehi) dan candra (Hijriyah) dengan pola 5-15-25 secara berulang."
  • Pranala berlebihan harus dihindari, jadi "Hijriyah" dan perkataan lainnya cukup dipranalakan sekali saja, ketika perkataan itu pertama kali disebutkan.
  • Paragraf pertama dan kedua sepertinya bisa digabung karena saling berkesinambungan.
  • "Ngarem atau Tilem itu sendiri adalah kemunculan rasi bintang Rowot secara tidak jelas selama satu bulan dikarenakan terhalang oleh sinar Matahari setelah kemunculan rasi bintang Tenggale." Tidak perlu. Pengertian terpisah dari ngarem dan tilem itu apa? Di bagian selanjutnya, baru disebutkan Tenggale itu apa, mestinya dipindahkan ke bagian ini agar pembaca tidak kebingungan dengan alur narasi artikel.
Berkas
  • Sama sekali tidak memiliki satupun gambar di artikel.
Rujukan
  • Penulisan dan tata letak rujukan masih kurang rapi, perlu dipisah antara bagian rujukan dan daftar pustaka
  • Boleh saya tahu Anda meniru penulisan sumber 25 itu dari artikel mana? "Media, Kompas Cyber" sama sekali bukan cara penulisan sumber yang benar, jadi mohon diganti dengan nama penulis berita yang sebenarnya, Fitri Rachmawati. Editor Caroline Damanik jangan lupa ditambahkan dengan cara menulis dan mengisi parameter |editor-last=|editor-first=.
  • Saya ragu Kampung Media dapat digunakan sebagai rujukan karena bersifat jurnalisme warga alih-alih situs web berita arus utama. Perhatikan deskripsi dari situs web itu: "Kampung Media adalah sebuah portal berita yang berlandaskan kekuatan citizen journalism ..."
  • Issuu bukanlah penerbit buku. Buku itu berjudul "Almanak Desa" saja tanpa ada tulisan 2016. Diterbitkan oleh Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. Lihat bagian "Tim penyusun" sebagai penulis buku. 2016 adalah tahun terbit buku, bukan judul buku. Halaman buku yang dirujuk jangan lupa ditulis.
  • Nama jurnal tidak perlu dikapitalkan semua, jadi bukan "JURNAL KOMUNITAS UNNES".
  • Saya tidak menemukan situs web yang digunakan di artikel ini menggunakan bahasa Inggris, tetapi mengapa dua di antaranya dikatakan menggunakan bahasa Inggris?
  • Sumber dari Republika tak menyertakan nama penulis yaitu Muhammad Nursyamsyi dan redaktur Hazliansyah.
  • Format penulisan tanggal mestinya diganti dengan penulisan yang benar yaitu [tanggal] [nama bulan] [tahun] alih-alih tttt-bb-hh
  • "45 sampai 46" tidak tepat, ganti dengan "45—46".
Disambiguasi
  • Pranala Subuh, Sasak, dan Maghrib adalah halaman disambiguasi, mohon diganti dengan pranala ke artikel yang semestinya.

Yustus dari Canterbury

Pengusul: Glorious Engine (b • k • l) · Status:    Dalam diskusi

Artikel biografi soal tokoh penyebaran agama Kristiani di Inggris. --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 10.34 (UTC)

Komentar dari Mimihitam

Seperti biasa, terjemahan mas Japra Jayapati selalu bermutu tinggi dan sangat enak dibaca.  Mimihitam  10 April 2019 11.15 (UTC)

Berikut adalah beberapa masukanku (kalau ada yang salah silakan disanggah):

Paragraf pembuka
  • Mungkin pembahasan soal Yustus meyakinkan Raja "Adulualdus" untuk masuk Kristen bisa dimasukkan ke paragraf pembuka, termasuk perdebatan singkat soal siapa itu Adulualdus
Tiba di Inggris
  • Bagaimana kalau kata "merawikan" diganti menjadi "meriwayatkan" yang lebih dikenal?
  • "Karena Beda tidak merawikan asal-usul Yustus, maka tidak ada keterangan apa-apa perihal dirinya sebelum sampai ke Inggris" --> hapus "maka", karena kata mas IvanLanin, kalau ada maka di sini jadi tidak ada kalimat induknya.
Uskup Rochester
  • "Pernyataan hibah yang ditujukan secara langsung kepada orang kudus tertentu semacam ini paralel dengan piagam-piagam lain dari khazanah kepustakaan yang sama" --> boleh tahu maksudnya paralel di sini apa?
    • Saya ganti jadi "sama seperti" --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 12.05 (UTC)
      Aku coba sesuaikan jadi "serupa dengan", kalau salah mohon direvert.  Mimihitam  10 April 2019 12.19 (UTC)
  • "Dalam tulisannya pada tahun 1946, sejarawan Wilhelm Levison mempertanyakan autentisitas piagam ini" --> ganti jadi "keaslian"?
    •   Selesai --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 12.05 (UTC)
      • Tadinya mau saya terjemahkan menjadi "keaslian", tetapi urung, karena yang dipertanyakan bukanlah kualitas "asli" atau "palsunya", melainkan orisinalitasnya (apakah dokumen ini memang demikian isinya ketika dikeluarkan untuk pertama kalinya, mengingat yang sintas hanya salinannya, dan salinan sudah umum diketahui seringkali disunting lagi di sana-sini).تابيق ~ Japra (obrol) 10 April 2019 12.45 (UTC)
        Kalau gitu aku jadikan "orisinalitas" saja mas biar lebih spesifik.  Mimihitam  10 April 2019 12.47 (UTC)
  • "dengan maksud mengingatkan orang pada keputusan Eadbald untuk menjadi pemeluk agama Kristen yang baru terjadi di kemudian hari" --> ganti jadi "pada kemudian hari", karena "di" adalah preposisi tempat
    •   Selesai --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 12.05 (UTC)
      • Saya kurang sreg dengan "pelurusan" di kemudian hari menjadi pada kemudian hari. Rasanya kok jadi "tawar". Sama rasanya seperti "di kala itu" dan "di ambang sore" diluruskan menjadi "pada kala itu" dan "pada ambang sore". Biar gingsul tapi manis, hehe.تابيق ~ Japra (obrol) 10 April 2019 13.18 (UTC)
      • Yah karena sama-sama sudah terbiasa dengar yang itu mas hahaha... tapi ya secara tata bahasa "di" hanya untuk tempat. Berikut penjelasan mas Ivan Lanin  Mimihitam  10 April 2019 13.26 (UTC)
  • "John Morris berpendapat bahwa piagam maupun daftar saksinya autentik karena menggunakan gelar-gelar dan frasa-frasa yang tidak lagi digunakan pada tahun 800." --> ganti jadi "sahih"?
  • "Serangan kaum penganut kepercayaan leluhur terhadap agama Kristen selepas kemangkatan Raja Æthelberht pada tahun 616, memaksa Yustus dan Melitus untuk mengungsi ke Galia" --> tidak usah pakai koma
    •   Selesai
  • "Pada tahun 617, kedudukan Yustus selaku Uskup Rochester dipulihkan oleh Raja Kent yang baru" --> dipulihkan lewat intervensi militer, politik, atau gimana? Mungkin perlu diperjelas.
    • Saya ganti jadi "dinobatkan" seperti halnya pemakaian istilah di artikan Kontroversi Penobatan --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 12.05 (UTC)
      Sepertinya tidak tepat karena ini kan konteksnya dia habis diusir sama orang2 pagan, terus dikembalikan lagi ke Inggris sebagai Uskup Agung. Nah pertanyaannya caranya ini bagaimana?  Mimihitam  10 April 2019 12.17 (UTC)
    • Saya ganti jadi "direstorasi" kayak Restorasi Meiji --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 12.46 (UTC)
      Nggak ada bedanya atuh, kalau nggak tahu jawabannya mesti dicek dulu ke sumbernya langsung atau tanya mas Japra.  Mimihitam  10 April 2019 12.49 (UTC)
      • Yustus kembali menduduki jabatannya yang semula. Yang ditekankan di sini adalah, Yustus diberi keleluasaan dan jaminan keamanan langsung dari Raja Kent untuk kembali menjadi pemuka umat Kristen di Kent. Tidak jelas apakah kebijakan Raja Kent ini adalah inisiatif sendiri, ataukah hasil intervensi Raja Franka. Yang jelas, Raja Kent dapat menekan kaum pagan di kerajaannya untuk bersikap toleran terhadap umat Kristen. Sikap intoleransi dari penganut agama lain inilah yang menyebabkan Yustus terpaksa mengungsi ke Galia, bukan karena disikut pesaing seperti di negara-negara Kristen, atau karena dilarang pemerintah seperti di negara-negera non-Kristen.تابيق ~ Japra (obrol) 10 April 2019 13.09 (UTC)
        Terima kasih banyak atas penjelasannya. Kalau begitu isinya sudah pas.  Mimihitam  10 April 2019 13.15 (UTC)
Uskup Agung
  • "dan menerima palium —lambang dari yurisdiksi yang dipercayakan kepada seorang uskup agung— dari Paus Bonifasius V." --> ganti — jadi dalam kurung
  • " tetapi sejarawan D. P. Kirby berpendapat bahwa penyebutan nama Eadbald dalam surat ini justru membuktikan bahwa Yustuslah orang yang mengkristenkannya" --> mungkin salah satu bahwa bisa dihapus
  • "Sesudah wafat, Yustus dihormati sebagai orang kudus, dan diperingati setiap tanggal 10 November." --> bagaimana prosesnya sampai bisa jadi orang kudus di Gereja Katolik Roma?
    • Santo/santa emang biasanya diperingati sesuai dengan tanggal kematiannya atau sekitaran tanggal itu, contoh Bunda Teresa dan Fransiskus Xaverius --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 12.27 (UTC)
      Ya betul, tapi gimana prosesnya dia bisa diangkat jadi orang kudus oleh Gereja Katolik Roma? Ini menyambung ke bagian kelengkapan.  Mimihitam  10 April 2019 12.36 (UTC)
      • Sudah dijelaskan di infobox. Yustus dihormati umat Kristen sebagai orang kudus "prakongregasi", artinya sebelum pembentukan kongregasi khusus atau lembaga resmi dalam Gereja Katolik Roma untuk urusan penyelidikan dan pemberian gelar "kudus".تابيق ~ Japra (obrol) 10 April 2019 12.39 (UTC)
      • Japra Jayapati boleh ditambahkan di tubuh artikelnya kalau begitu mas biar jelas? Soalnya tidak semua orang paham "prakongregasi" itu apa.  Mimihitam  10 April 2019 12.40 (UTC)
        • @Mimihitam: Brilliant.تابيق ~ Japra (obrol) 10 April 2019 12.59 (UTC)
          • Saya ganti jadi begini "Sesudah wafat, Yustus dihormati sebagai orang kudus, dan diperingati setiap tanggal 10 November (Prakongregasi, sebelum pemberlakuan proses kanonisasi formal)" --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 13.28 (UTC)
              Selesai
Pertanyaan
  • "Penganut kepercayaan leluhur" di sini apakah jadi padanan yang sesuai untuk "paganisme Anglo-Saxon"? Soalnya kalau ditulis begitu, aku berasumsi kalau mereka menyembah roh nenek moyang, sementara yang aku tahu orang-orang Kelt menyembah dewa-dewa. Mungkin bisa diganti jadi "paganisme" saja?
    •   Selesai --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 12.27 (UTC)
      • Penganut kepercayaan leluhur tidak mesti berarti penyembah nenek moyang, tetapi berarti menganut sistem kepercayaan warisan leluhur. Saya rasa istilah ini lebih halus daripada "menyembah berhala", "memuja dewa-dewi", atau pagan (arti aslinya adalah "agama orang kampung").تابيق ~ Japra (obrol) 10 April 2019 12.35 (UTC)
        Penjelasan diterima.  Mimihitam  10 April 2019 12.43 (UTC)
Kelengkapan
  • Di infoboxnya aku lihat Yustus dihormati sebagai santo di Gereja Ortodoks Timur, Gereja Katolik, dan persekutuan gereja-gereja Anglikan, dan ia juga menjadi santo pelindung Kota Volterra di Italia, tetapi keterangan-keterangan ini belum disebutkan di artikelnya. Mungkin bisa ditambahkan bagian baru yang membahas soal ini, seperti kapan dan bagaimana prosesnya? Termasuk juga soal Biara Santo Agustinus menjadi "salah satu tempat ziarah umat Kristen Inggris"
    • Yang kayak gitu setau saya bisa dilakukan secara spontan. Mana ada penentuan santo mana yang mau diangkat jadi pelindung suatu kota, atau tempat mana yang harus jadi tempat ziarah. --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 12.27 (UTC)
      Ya ditambahkan dong penjelasannya, sekarang ini jadinya kurang lengkap.  Mimihitam  10 April 2019 12.39 (UTC)

Oke, saya baru cross check infonya. Mengenai Biara Santo Agustinus, saya cek disini ternyata biara tersebut jadi tempat ziarah karena kabar mukjizat relik St. Mildred tersebar di seluruh belahan Eropa, bukan karena jasad Yustus dimakamkan disana, jadi keterangan "menjadi salah satu tempat ziarah umat Kristen Inggris." saya sembunyikan saja karena di en.wiki juga nggak disertakan.

Sementara untuk masalah kota Volterra, ternyata yang jadi santo pelindungnya bukan Yustus dari Canterbury tapi Yustus & Klemens yang mana kisah mereka hidup mereka adalah:

In answer to the prayers of Saints Justus and Clement the granaries of Volterra, then besieged by Vandals, were miraculously replenished. The bread was placed on the ground outside the city, which so astonished the Vandals that they left. The two saints are shown at the city gates dispensing bread.

Selain itu hari raya Yustus & Klemens itu 5 Juni, sementara Justus dari Canterbury itu 10 November. Jadi mengenai keterangan Volterra di artikel ini saya hapus aja soalnya Yustus yang jadi santo pelindung Volttera kayaknya orang yang beda sama Yustus dari Canterburry --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 14.13 (UTC)

@Glorious Engine mantap sekali penelusurannya. Untung dicek, kalau nggak jadi salah kan, hehehe. Yang "Ortodoks" juga aku hapus ya karena aku cari-cari nggak ada sumbernya.  Mimihitam  10 April 2019 14.26 (UTC)
  • Apakah ada keterangan mengenai tempat kelahirannya dan kehidupannya di Italia?
    • Ini persis kayak tanya mana keterangan soal kelahiran dan kehidupan Bodhidharma di Persia, padahal ia baru tersohornya juga di Tiongkok. --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 12.27 (UTC)
      Kalau memang ada keterangan tentang kelahiran dan kehidupan Bodhidharma di Persia ya perlu ditambahkan dong di artikelnya, masak hanya karena dia terkenal di Tiongkok kehidupan sebelumnya jadi nggak dibahas sama sekali. Sama dengan ini, aku lihat di versi Spanyolnya kalau dia lahir di Roma.  Mimihitam  10 April 2019 12.39 (UTC)
    • Saya tambahkan paragraf "Yustus lahir di Roma,[5] dan masuk Ordo Benediktin.[6] Ia menjalani kehidupan biarawan di Biara Santo Gregorius.[7]" --Glorious Engine (bicara) 10 April 2019 13.40 (UTC)
      Sudah aku sesuaikan sedikit  Mimihitam  10 April 2019 14.04 (UTC)
Referensi

Format catatan kakinya sebaiknya diubah jadi sfn supaya lebih rapi.

Gambar

Lisensi gambar semua sudah OK dan bebas hak cipta

Catatan

@Glorious Engine @Japra Jayapati aku lihat sudah beres semua, terima kasih banyak atas tanggapannya.  Mimihitam  10 April 2019 14.37 (UTC)

@Glorious Engine dan Mimihitam: Terima kasih atas segala masukan & koreksinya.تابيق ~ Japra (obrol) 10 April 2019 14.42 (UTC)

Komentar dari Hanamanteo

Mengingat akhir-akhir kesibukan saya lebih intens dibanding sebelumnya, saat ini saya hanya meninggalkan sekelumit catatan penting sebagai pertanda saya akan terlibat dalam pengusulan ini. Dimohon untuk tidak menutup pengusulan ini sebelum saya mengangkat semua komentar saya untuk pengusulan ini. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 23 April 2019 07.58 (UTC)

Serayo

Pengusul: Fandy Aprianto Rohman (b • k • l) · Status:    Dalam diskusi

Artikel ini saya usahakan agar dapat menjelaskan garis besar sistem pengetahuan lokal di masyarakat suku Kerinci. Sebagai salah satu misi artikel Wiki Jelajah, menurut saya isinya sudah dilengkapi dengan rujukan-rujukan akademis. Saya meminta tambahan saran dari para pembaca sekalian.Fandy Aprianto Rohman (bicara) 30 Maret 2019 01.31 (UTC)

Komentar dari Mimihitam

Secara garis besar sudah layak untuk menjadi Artikel Pilihan, tetapi perlu dilakukan beberapa penyesuaian. Saya berikan beberapa komentar umum dulu:

  • Bagian "Sekilas Sejarah Masyarakat Kerinci" sepertinya perlu dipangkas atau dipindahkan ke artikel Suku Kerinci. Salah satu kriteria AP adalah "Memiliki panjang yang pantas, tetap fokus pada topik utama tanpa terlalu menggali rincian yang tak perlu." Kalau mau dibuat pengenalan mengenai Suku Kerinci, kalau bisa dibuat seringkas mungkin. Jadi bisa langsung fokus ke "Suku Kerinci adalah..." dan tidak perlu pakai etimologi nama suku dan tempat. Kalau misalkan jadi terlalu singkat, saran saya langsung saja ke bagian "Asal-Usul Serayo" dan konten yang sudah dibuat di "Sekilas Sejarah Masyarakat Kerinci" dipindahkan ke artikel suku Kerinci.
    •   Selesai
  • "Lembah Kerinci telah dihuni oleh penduduk pribumi yang disebut sebagai Kecik Wok Gedang Wok setidaknya 10.000 tahun lalu.[15] Kelompok ini diduga kuat merupakan manusia pertama yang mendiami Pulau Sumatra." --> kok aku agak curiga ya kalau "penduduk asli" ini bukan orang Austronesia, karena kalau pakai Out of Taiwan/Yunnan model, leluhur orang Austronesia baru bermigrasi massal dari Taiwan/Yunnan ke Asia Tenggara sekitar 3000-1000 SM. Saran saya kalau mau menambahkan keterangan soal suku dan peradaban, sumber yang dipakai adalah sumber ilmiah, karena situs berita kadang suka ngawur kalau memberitakan soal ini (termasuk soal "suku Inka [sic]" yang sudah saya hapus)
    •   Selesai
  • "Seperti layaknya kearifan sistem pengetahuan dalam masyarakat lain, kearifan tradisi pada suku Kerinci secara dominan masih diwarnai oleh nilai-nilai adat yang maknanya disepadankan dengan pengetahuan, keilmuwan, dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya" --> aku lihat sumbernya tidak membahas Kerinci secara spesifik dan hanya soal nilai adat yang disepadankan dengan pengetahuan dll. Yang seperti ini sebenarnya termasuk riset asli, jadi mestinya dihapus saja dan hanya masukkan yang benar2 secara eksplisit menghubungkan suatu konsep dengan sukunya.
    •   Selesai
  • Subjudulnya jangan "Asal-Usul Serayo", "Bentuk Serayo", dll, tapi ringkas saja, "Asal-usul", "Bentuk", "Ketentuan", "Hasil", dll.
    •   Selesai
  • Catatan kaki 1 sepertinya tidak diperlukan karena malah membahas etimologi Kerinci
    •   Selesai
  • "Istilah serayo atau nyanyo lebih dekat pada pengucapan yang dipengaruhi oleh bahasa Minang, sedangkan istilah baselang atau berselang lebih dekat pengucapannya pada bahasa Melayu.[3] Serayo atau nyanyo berarti "menyampaikan maksud yang akan dikerjakan", sedangkan baselang atau berselang berarti "kerja sama dalam bidang mata pencaharian hidup"." --> mungkin bisa dikembangkan lagi dan dibuatkan bagiannya sendiri, "etimologi"?
  • Pastikan setiap akhir paragraf ada referensinya. Di bagian Ketentuan dan Hasil masih ada beberapa paragraf yang belum dibubuhkan referensi.
    •   Selesai

Terima kasih sebelumnya atas kerja kerasnya. Jarang sekali ada artikel tentang budaya Indonesia langsung bagus di sini  .  Mimihitam  30 Maret 2019 01.09 (UTC)

@Mimihitam Mas, saran-sarannya sudah saya selesaikan semua. Tapi, untuk sub bab "etimologi" saya belum bisa soalnya takutnya cuman jadi beberapa kata saja. Terimakasih Fandy Aprianto Rohman (bicara) 31 Maret 2019 05.21 (UTC)

@Fandy Aprianto Rohman terima kasih mas atas kerja kerasnya. Sekarang saya akan berikan peninjauan spesifiknya ya. Lain kali kalau sudah dikerjakan, di setiap butirnya dikasih tag "{{sudah}} kalau misalkan sudah dikerjakan supaya gampang ngetracknya, atau kalau misalkan tidak setuju dengan peninjauan saya, bisa langsung disanggah di bawah butirannya.

Secara garis besar, aku mendukung pencalonan artikel ini karena isinya sangat informatif, tetapi masih ada beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan. Berikut masukanku.

Paragraf pembuka
  • "Sistem ini juga sering disebut dengan baselang atau berselang" --> mungkin tidak perlu preposisi "dengan"
    •   Selesai
  • "serayo merupakan gotong-royong tolong-menolong" --> bedanya gotong-royong dan tolong-menolong apa ya? Kalau misalkan memang redundan, mungkin salah satunya bisa dihapus.
    •   Selesai
  • "Orang-orang yang dimintai pertolongan akan memberikan bantuan sesuai dengan permintaan yang diinginkan atau diminta oleh pihak yang memerlukan bantuan" --> sepertinya redundan, mungkin cukup tulis "sesuai dengan permintaan."
    •   Selesai
  • "Dalam sistem serayo terlihat adanya unsur kerja sama mengerjakan sesuatu yang dipimpin oleh orang yang meminta pertolongan." --> tambahkan preposisi "dalam" setelah kata "kerja sama"
    •   Selesai
Sekilas mengenai masyarakat Kerinci
  • "Kelompok masyarakat atau pemukiman suatu suku bangsa" --> permukiman, bukan pemukiman
    •   Selesai
  • "Sebagai salah satu suku yang memiliki tipikal dekat dengan alam" --> dikenal dekat dengan alam?
    •   Selesai
  • "Beragam benda budaya yang dapat ditemukan di setiap jengkal pelosok alam Kerinci antara lain" --> "di setiap jengkal" sepertinya agak berlebihan. Gaya bahasa di Wikipedia harus netral, jadi mungkin bisa diganti jadi "di berbagai tempat di pelosok alam Kerinci..."
    •   Selesai
  • "Dataran Tinggi Kerinci atau Kerinci Highland" --> tidak perlu pakai "Kerinci Highland"
    •   Selesai
      • Highland bukan "dataran tinggi" (plato) melainkan "daerah pegunungan" atau "daerah tanah tinggi" (kebalikan dari lowland), plato maupun bukan plato (baca ini untuk contoh penggunaan istilah]). تابيق ~ Japra (obrol) 20 April 2019 05.24 (UTC)
  • "Lembah Kerinci telah dihuni oleh penduduk pribumi yang disebut sebagai Kecik Wok Gedang Wok di masa lalu." --> "di" adalah preposisi tempat, bukan waktu. Preposisi yang dipakai untuk waktu adalah "pada", jadi harusnya "pada masa lalu". \
    •   Selesai
  • "Kelompok ini diduga kuat merupakan manusia pertama yang mendiami Pulau Sumatra." --> karena klaimnya lumayan bombastis, perlu ditopang dengan jurnal ilmiah alih-alih wacana.co. Kalau tidak ketemu mungkin bisa dihapus saja.
    •   Selesai
Asal-usul
  • Sumber dari pesona.travel kira-kira bisa diganti dengan buku Novendra (2010) tidak? Karena agak jomplang untuk menyandingkan keduanya
    •   Selesai
  • "Hal ini disebabkan karena unsur utama dari serayo adalah gotong-royong atau kerja sama guna mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat." --> hapus salah satu
    •   Selesai
Bentuk
  • Paragraf pertama dalam subbagian bentuk perlu dikasih referensi. Catatan saja tidak cukup kalau tidak dicantumkan referensinya di situ.
    •   Selesai
  • Catatan yang dibubuhi di paragraf pertama juga perlu referensi. Caranya tinggal tambahkan {{harvnb|Nama belakang|2019|pp=144}} **
    •   Selesai
  • "Pemberitahuan serayo pada masa lampau dilakukan dengan cara memukul canang (gong kecil) mengelilingi kampung, namun ada juga yang melakukan pemberitahuan serayo..." --> "namun" hanya bisa di awal kalimat, ganti jadi "tetapi" yang merupakan kata hubung
    •   Selesai
  • "Apabila dirasa sudah cukup banyak orang yang didatangi, maka si pembawa sirih pinang akan kembali ke rumahnya karena dia hanya menginginkan bantuan tenaga dari orang yang dikunjungi saja." --> hapus kata "maka", karena menurut mas IvanLanin, "apabila dirasa.." merupakan kalimat anak, kalau ditambah maka dua2nya jadi kalimat anak dan tidak ada induknya.
    •   Selesai
  • "Mereka "termakan" dengan sesuatu yang dinamakan dengan balas budi." --> "termakan" di sini seperti bahasa sastra, mungkin bisa dinetralkan dengan kata yang lebih dingin, seperti "Mereka harus membalas budi bantuan yang telah diberikan suatu saat nanti".
    •   Selesai
Ketentuan
  • "Ketentuan yang selama ini berlaku dalam sistem serayo bukanlah berdasarkan hitam di atas putih" --> ganti jadi "berdasarkan perjanjian perdata"?
    •   Selesai
  • "Apabila minum kwo ini tidak disediakan, maka orang yang meminta tolong dianggap sebagai orang yang pelit atau kikir" --> hapus "maka" sesuai penjelasan di atas
    •   Selesai
  • "Keluarga yang pelit atau kikir biasanya tidak banyak yang mau membantu jika meminya bantuan" --> ada salah ketik di sini
    •   Selesai
  • "Seseorang baru mau menolong apabila bantuan yang diberikan diberikan upah berupa uang atau padi sebanyak yang telah disepakati." --> typo. Hapus juga kata "upah"
    • Sebaiknya kata upahnya tidak dihapus. Karena uang dan padi pada kalimat itu adalah bentuk dari upah. Rex AurōrumDisputātiō 31 Maret 2019 08.09 (UTC)
      •   Selesai
Hasil
  • "Tidak mungkin rasanya mengolah sawah, mendirikan rumah, ataupun melaksanakan upacara keagamaan dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan dari orang lain" --> bahasanya agak editorial. Bisa diganti jadi "Kegiatan mengolah sawah, mendirikan rumah, ataupun melaksanakan upacara keagamaan sulit untuk dilakukan sendiri tanpa bantuan dari orang lain, mengingat beratnya beban yang harus dilaksanakan."
    •   Selesai
  • "Untuk memudahkan pekerjaan tersebut, maka diperlukan bantuan tenaga orang lain" --> hapus "maka"
    •   Selesai
  • "Hasil dari kegiatan serayo dalam segi non-material" --> dari segi non-material?
    •   Selesai
Sumber

Di bagian-bagian inti, sumber-sumbernya menggunakan sumber akademik, tetapi sumber-sumber dari situs berita dan panduan wisata kalau bisa diganti dengan sumber-sumber akademik juga supaya artikelnya semakin mantap.

@Fandy Aprianto Rohman saya lihat situs pesona.travelnya masih ada tuh.  Mimihitam  1 April 2019 01.25 (UTC)
  Selesai
Gambar

Semua gambar sudah pantas dan memiliki status hak cipta yang sesuai.

  Selesai

Komentar dari Rex Aurorum

Paragraf pembuka
  • "Adapun permintaan tersebut dilakukan oleh salah satu pihak kepada kaum kerabatnya, para tetangga yang berada di dekat rumahnya, maupun warga sekampung (kelurahan ataupun dusun)" --> mungkin bisa diganti atau diperjelas
    •   Selesai
  • "Orang-orang yang dimintai pertolongan akan memberikan bantuan sesuai dengan permintaan yang diinginkan atau diminta oleh pihak yang memerlukan bantuan" --> cukup ditulis orang
    •   Selesai
Sekilas mengenai masyarakat Kerinci
  • "Beragam benda budaya yang dapat ditemukan di setiap jengkal pelosok alam Kerinci antara lain: batu megalit, punden berundak, menhir, dan berbagai artefak-artefak lainnya, termasuk prasasti Kerinci (lebih dikenal dengan nama Tambo Kerinci) yang ditulis pada daun lontar, tanduk, dan ruas bambu yang berumur ribuan tahun" --> cukup ditulis artefak
    •   Selesai
  • "Suku Kerinci atau Kincai adalah suku asli yang mendiami wilayah Dataran Tinggi Kerinci atau Kerinci Highland yang berada di Provinsi Jambi" --> dikursifkan
    •   Selesai Untuk bagian ini saya hapus
  • "Masyarakat suku Kerinci merupakan salah satu bagian dari Proto-Melayu di Nusantara yang memiliki beragam peninggalan kebudayaan masa lampau hingga peninggalan sejarah masa kini. Suku Melayu yang mendiami daerah Kerinci termasuk dalam suku Melayu tua." --> hal yang dirujuk sama tetapi menggunakan istilah berbeda
    •   Selesai
  • "Dengan demikian, daerahnya disebut dengan Kerinci (Kurinchai, Kunchai, atau Kinchai dalam logat asli)..." --> dikursifkan
    • @Rex Aurorum Untuk bagian ini saya belum bisa karena sumber yang saya pakai juga hanya menyebutkan seperti itu, di internet juga hanya seperti itu.
  • "...sedangkan penduduknya disebut dengan orang Kerinci atau suku Kerinci" --> hapus salah satu pranala atau hapus dua-duanya
    •   Selesai
  • " Lembah Kerinci telah dihuni oleh penduduk pribumi yang disebut sebagai Kecik Wok Gedang Wok di masa lalu" --> tidak perlu dipranalakan
    •   Selesai
Asal-usul
  • "Faktor yang membuat munculnya sistem serayo atau baselang (terutama dalam bidang pertanian) adalah adanya pemilikan tanah pertanian, baik milik sendiri maupun milik kerabat (tanah pusaka) atau milik adat (tanah adat)." --> ganti kepemilikan
    •   Selesai
  • "Mereka yang memiliki tanah pertanian luas akan membutuhkan bantuan dari orang lain untuk mengolah dan merawat tanahnya, sedangkan mereka yang tidak memiliki tanah pertanian biasanya akan menumpang tanam atau mengerjakan tanah pertanian dari pemilik lahan dengan sistem bagi hasil" --> ganti lahan
    •   Selesai
  • "Selain itu, kegiatan serayo atau gotong-royong dalam bidang kemasyarakatan juga tumbuh karena adanya kesadaran dalam kelompok masyarakat kecil, seperti halnya daerah pedesaan." --> pola kalimat sebaiknya diubah
    •   Selesai
  • "Sejak zaman dahulu, masyarakat suku Kerinci mengerjakan sawah maupun terjun bersama dalam hal-hal maupun kegiatan yang bersifat umum secara gotong-royong tanpa memberikan upah kepada orang yang telah membantunya" --> pola kalimat sebaiknya diubah
    •   Selesai
  • "Imbalan yang diterima hanya berupa makanan dan minuman yang disantap bersama dan disediakan oleh pihak yang meminta bantuan" --> ganti yang
    • @Rex Aurorum Untuk bagian ini tidak saya ubah karena nantinya malah jadi terlalu banyak kata "yang".
  • "...maka pihak yang telah menerima bantuan memiliki kewajiban untuk membalas jasa pihak yang telah menolong dan membantunya." --> hapus salah satu
    •   Selesai
  • "Upaya tersebut dapat memupuk sifat gotong-royong karena dalam kegiatan ini biasanya para pesertanya akan saling membantu dan secara bergiliran mengerjakan bagian masing-masing." --> ganti pelaku
    •   Selesai
  • "Sistem serayo pada akhirnya melahirkan perilaku sebagai hasil dari pergaulan sosial mereka terhadap warga masyarakat di lingkungan sekitarnya yang mempunyai implikasi positif terhadap kesatuan dan persatuan." --> diperjelas
    •   Selesai
Bentuk
  • "Sistem serayo tidak mengenal adanya pembagian tingkatan kerja berdasarkan keterampilan atau keahlian. Keterampilan atau keahlian baru dipilah-pilah ketika dilaksanakan gotong-royong dalam mendirikan rumah dan upacara keagamaan." --> hapus salah satu
    •   Selesai
  • "Keterampilan atau keahlian baru dipilah-pilah ketika dilaksanakan gotong-royong dalam mendirikan rumah dan upacara keagamaan." --> ganti akan
    •   Selesai
  • "...sambil membawa sirih pinang untuk dicicipi kaum kerabat atau tetangga dekat yang didatangi. Apabila dirasa sudah cukup banyak orang yang didatangi, maka si pembawa sirih pinang akan kembali ke rumahnya karena dia hanya menginginkan bantuan tenaga dari orang yang dikunjungi saja." --> tidak perlu dikursifkan
    • @Rex Aurorum Untuk bagian ini kalau tidak dikursifkan nantinya pembaca malah kehilangan makna pembacaan apa itu sirih pinang.
  • "...serayo ini dilakukan erat kaitannya dengan pengolahan tanah pusaka dari nenek moyangnya" --> hapus, tanah pusaka sudah mengandung makna itu
    •   Selesai
  • "Apabila minum kwo ini tidak disediakan, maka orang yang meminta tolong dianggap sebagai orang yang pelit atau kikir. Keluarga yang pelit atau kikir biasanya tidak banyak yang mau membantu jika meminya bantuan..." --> hapus salah satu
    •   Selesai
Pranala
  • Terlalu banyak mempranalakan frasa gotong royong.
    •   Selesai

Komentar dari Hanamanteo

Kamus Besar Bahasa Indonesia
  • "..., maka mereka akan kembali ke rumah untuk melaksanakan ibadah salah zuhur atau makan siang bersama di sekitar tempat gotong-royong tersebut dilaksanakan." Dalam hal ini, gunakan istilah "salat" alih-alih "salah", rujuk KBBI.
    •   Selesai
Bagian pembuka
  • "Serayo atau nyanyo adalah sistem gotong-royong (terutama dalam mengolah sawah) pada masyarakat suku bangsa Kerinci yang berada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Sistem ini juga sering disebut baselang atau berselang." Tebalkan nama lain dari serayo. Penulisan nama daerah cukup ditulis namanya tanpa status, jadi yang benar adalah Kerinci, Jambi, bukan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
    • Sekadar menambah pendapat, menurutku mengenai penulisan "Kabupaten Kerinci" dan "Provinsi Jambi" tidak masalah untuk penyebutan pertama. Mengingat belum tentu semua orang tahu apakah "Kerinci" itu nama kabupaten, kota, atau daerah geografis biasa. Selain itu juga berguna sedikit menghilangkan ambiguitas karena Jambi juga nama kota (Kota Jambi), dan Kerinci juga nama gunung/dataran tinggi sekitarnya. HaEr48 (bicara) 2 April 2019 03.16 (UTC)
      •   Selesai
Latar belakang
  • Bagian #Sekilas mengenai masyarakat Kerinci mesti diganti namanya dengan #Latar belakang agar lebih ensiklopedik.
    •   Selesai
  • "Kelompok masyarakat atau permukiman suatu suku bangsa biasanya merupakan cerminan dari seluruh wujud kebudayaan dalam masyarakat yang mendiami wilayah tersebut." Sepertinya kalimat ini tidak diperlukan sehingga bagian ini langsung dimulai dari "Sebagai salah satu suku yang dikenal dekat dengan alam, ..."
    •   Selesai
  • "Beragam benda budaya yang dapat ditemukan di berbagai pelosok alam Kerinci antara lain: batu megalit, punden berundak, menhir, dan berbagai artefak lainnya, termasuk prasasti Kerinci (lebih dikenal dengan nama Tambo Kerinci) yang ditulis pada daun lontar, tanduk, dan ruas bambu yang berumur ribuan tahun." Tidak perlu titik dua. Prasasti Kerinci tidak perlu dipranalakan ke situs web lain semisal ini sehingga diganti dengan pranala wiki.
    •   Selesai
  • "Suku Kerinci" dan "Kabupaten Kerinci" tidak perlu dipranalakan berlebihan, cukup di kalimat pertama yang menggunakan kata tersebut. Ini berlaku di keseluruhan artikel, tidak hanya untuk bagian ini.
    •   Selesai
  • "Suku Kerinci adalah suku asli yang mendiami wilayah Dataran Tinggi Kerinci yang berada di Provinsi Jambi." Tidak perlu, cukup ditulis Jambi saja.
    •   Selesai
  • "Adapun "Kerinci" adalah nama awal sebuah gunung serta tasik (danau) dan wilayah yang berada di sekitarnya disebut dengan nama yang sama." Mungkin bisa diganti dengan "... sebuah gunung, tasik (danau), dan wilayah ..."? Jangan lupa "tasik" sudah terdaftar di KBBI, jadi tidak perlu dimiringkan apalagi diberi penjelas danau.
    •   Selesai
Asal-usul
  • "Faktor yang membuat munculnya sistem serayo atau baselang (terutama dalam bidang pertanian) adalah adanya kepemilikan tanah pertanian, baik milik sendiri maupun milik kerabat (tanah pusaka) atau milik adat (tanah adat)." Tidak perlu ditulis nama lainnya, cukup nama utamanya saja.
    •   Selesai
Bentuk
  • "..., tetapi ada juga yang melakukan pemberitahuan serayo dengan mengunjungi rumah orang-orang yang hendak dimintai pertolongan sambil membawa sirih pinang untuk dicicipi kaum kerabat atau tetangga dekat yang didatangi." Berlebihan, jadi dihapus saja.
    •   Selesai
  • "..., si pembawa sirih pinang akan kembali ke rumahnya karena dia hanya menginginkan bantuan tenaga dari orang yang dikunjungi saja." Hilangkan salah satu dari dua kata ini.
    •   Selesai
  • "Kegiatan gotong-royong serayo berskala kecil atau kelompok kecil disebut dengan mbobo, yaitu hanya diikuti oleh 5-10 orang. ... Gotong-royong serayo dalam kelompok kecil atau mbabo biasanya diikuti oleh sko tigo takah." Mana penulisan yang benar?
    •   Selesai
  • "Kelompok kecil dari sko tigo takah ini antara lain: ..." Tidak perlu titik dua.
    •   Selesai
  • Apa yang terjadi bila seandainya kerabat ataupun masyarakat sekitar menolak permintaan serayo?
    • Ada di bagian ketentuan   Selesai
Sumber
  • Walaupun penulisan sumber sudah lumayan baik, tetapi masih didapati penulisan manual. Perhatikan: {{harvnb|nama|tahun|p=xx}}. "teks". Harap diganti dengan: {{sfnp|nama pengarang|tahun|p=xx|ps=: "teks"}}
    •   Selesai
  • Bagian pembuka sebaiknya tidak diberi sumber karena merupakan rangkuman dari isi artikel.
    • Hanamanteo yang ini mungkin harus ditoleransi dulu, karena itu ketentuan dari kompetisi WikiJelajah, dan juga soal paragraf pembuka tanpa sumber itu hanya saran, bukan kewajiban :)  Mimihitam  2 April 2019 09.21 (UTC)
      •   Selesai
  • Apakah buku-buku yang digunakan memang tak memiliki ISBN?
    • Hanamanteo Sumber buku pada artikel ini yang memiliki ISBN hanya karya Novendra, selebihnya tidak ada ISBN-nya. Saya pernah mengkonsultasikan hal ini pada panitia WikiJelajah dan dijawab tidak masalah asalkan benar-benar buku. Saya juga mencari kerapian dalam artikel saya, jika hanya satu buku saja yang memiliki ISBN, saya memilih untuk tidak mencantumkan ISBN-nya.
  • Yolla & Astrid (2018) mestinya diganti dengan formst sfn, lalu penulisan format lengkapnya dipindahkan ke bagian #Daftar pustaka.
    •   Selesai

Komentar dari HaEr48

Terima kasih bung Fandy Aprianto Rohman sudah mengerjakan artikel ini dan mengajukan untuk artikel pilihan. Kerja kerasnya sangat patut dihargai   apalagi topiknya mengenai budaya Nusantara yang kadang sulit mencari bahan untuk membahasnya.

Secara umum artikel ini cukup baik, bahasanya mudah dimengerti, referensi yang kebanyakan cukup memadai, hierarki yang cukup baik, cakupan cukup luas, dan tidak banyak rincian tak perlu. Namun aku punya beberapa masukan, supaya artikelnya lebih mantap lagi, silakan diperiksa di bawah.

  • Sekedar umum dulu, gaya bahasa Wikipedia lebih cenderung menyatakan fakta dengan "dingin", dan kurang menyukai menghias-hias dengan bahasa yang berlebihan atau terlihat kurang netral, walaupun gaya ini sering dipakai di koran atau bacaan sehari-hari. Inilah alasan misalnya sub judul "Sekilas mengenai masyarakat Kerinci" diminta menjadi "Latar belakang" saja yang lebih dingin, dan banyak lagi permintaan oleh peninjau sebelumnya. Ini tolong diperhatikan, dan beberapa tanggapanku di bawah pun terkait hal ini.
Bagian pembuka
  • Bagian pembuka hendaknya merangkum bagian-bagian penting dibawahnya. Mungkin perlu disebutkan bahwa orang yang diminta biasanya tidak menolak, dan ada ekspektasi bahwa warga akan "membalas" kebaikan sebelumnya.
    •   Selesai
  • Sepertinya yang tepat gotong royong, bukan gotong-royong. Misal lihat KBBI: [1]. Perlu diperbaiki di seluruh artikel.
    •   Selesai
Latar belakang
  • Bagian "Latar belakang" aku rasa lebih runut kalau dimulai begini. "Suku Kerinci adalah suku asli yang mendiami wilayah Dataran Tinggi Kerinci yang berada di Jambi. Sebagai salah satu suku yang dikenal dekat dengan alam, … (dan seterusnya seperti isi sekarang)" Bagian "Kelompok masyarakat atau permukiman ..." sepertinya terlalu hampa/menyebutkan hal yang sudah jelas, jadi saranku dihapus saja.
  • "Kelompok ini diduga kuat merupakan manusia pertama yang mendiami Pulau Sumatra." Menurutku klaim sebesar ini agak lemah kalau cuma direferensikan ke skripsi mahasiswa S1. Tolong dicari sumber yang lebih kuat, misal jurnal, buku yang diterbitkan penulis akademis, atau kalau tidak ketemu, dihapus atau diubah kalimatnya menjadi yang ada sumbernya.
    •   Selesai
Asal usul

Paragraf terakhir bagian ini rasanya terlalu berbunga-bunga dan kurang padat informasi. Tolong dipangkas dan didinginkan sehingga hanya menyebutkan fakta saja. Jika ada opini yang patut disampaikan, bisa ditulis dengan menyebutkan siapa yang mempunyai opini tersebut, misal "Menurut ahli XX YY, serayo …."

  •   Selesai
Bentuk
  • Di bagian sebelunnya disebutkan serayo hanya menyangkut mata pencaharian seperti pertanian, tapi di paragraf 1 bentuk disebutkan mendirikan rumah dan upacara keagamaan. Yang betul yang mana?
    • HaEr48 Jadi, serayo itu tidak hanya dalam pertanian saja karena serayo juga dilaksanakan dalam upacara keagamaan dan peternakan (lihat bagian "asal-usul"). Menurut bukunya Novendra, asal-usul serayo yang jelas memang dalam bidang pertanian, meskipun serayo juga dilakukan dalam bidang lain.
      • @Fandy Aprianto Rohman: Oh, begitu. Terima kasih penjelasannya. Kalau begitu, apa bisa di sebutkan di paragaf 1 bentuk, bidang apa saja yang termasuk cakupan serayo? HaEr48 (bicara) 15 April 2019 04.45 (UTC)
  • Paragraf 1 bagian "Bentuk" menyebutkan "upacara keagamaan". Apakah "keagamaan" di sini mengacu kepada agama seperti Islam dsb, ataukah agama kepercayaan setempat? Ataukah maksudnya "adat" (bukan agama) karena disebutkan dipimpin oleh sko depati (pemimpin adat tertinggi) alih-alih pemuka agama? Apakah bisa disebutkan contoh upacara yang dilakukan dengan serayo? Tolong dijelaskan di artikel.
    •   Selesai
      • @Fandy Aprianto Rohman: Bagaimana mengenai pertanyaanku tentang agama vs adat? HaEr48 (bicara) 15 April 2019 04.45 (UTC)
      • Dan jangan lupa tambahkan referensi untuk kalimat yang baru ditambahkan. HaEr48 (bicara) 15 April 2019 04.45 (UTC)
  • Mungkin "pinang" bisa dipranalakan jadi pinang ketika pertama kali disebutkan, kalau memang tumbuhan itu yang dimaksud
    •   Selesai
  • Apakah ada terjemahan dari "sko tigo takah"
    •   Selesai
  • sistem gotong-royong yang berada di daerah lain: bisa ditambah "daerah lain di Indonesia", karena konteks Wikipedia tidak harus mengasumsikan membicarakan Indonesia saja.
    •   Selesai
Hasil
  • Kalimat pertama terkesan memuji-muji dan kurang netral. Bagaimana kalau "Kegiatan serayo dapat mengurangi beban kerja individu dalam masyarakat Kerinci."?
    •   Selesai
  • sulit untuk dilakukan sendiri tanpa bantuan dari orang lain, mengingat beratnya beban yang harus dilaksanakan bagian yang hijau redundan/berlebihan dan bisa dihilangkan
    •   Selesai
  • Hasil dalam kegiatan serayo dalam segi non-material sangat bermanfaat untuk mempererat hubungan kekeluargaan serta menjalin tali silaturahmi antar sesama: Bagaimana kalau "Dari segi non-material, kegiatan serayo mempererat hubungan kekeluargaan antar warga sebuah desa", atau semacamnya. Kalimat-kalimat selanjutnya juga tolong "didinginkan" lagi, atau ditulis dengan format "Menurut XX, ... "
    •   Selesai
Lengkapnya artikel

Agar artikel lebih komprehensif, bagaimana kalau membicarakan hal-hal berikut juga

  • Adakah masalah yang timbul dari sistem ini? Misalnya ada yang merasa terpaksa, merasa tidak diperlakukan adil, dst.
  • Seberapa banyak sistem ini digunakan, dibanding sistem lain misalnya membayar upah seperti layaknya di kota-kota. Jika ada tipe pekerjaan yang umumnya tidak pakai serayo, bisa disebutkan juga. Hanya dengan membaca artikel ini saat ini cukup susah membayangkan seberapa umum praktek ini dilakukan.
    • HaEr48 Saya berikan tambahan di bagian "bentuk".
      • @Fandy Aprianto Rohman: Kalau maksudnya cuma kalimat "Sistem serayo telah melembaga di dalam kehidupan masyarakat Kerinci dan mereka memiliki kewajiban untuk memenuhinya sebagai kewajiban sosial", menurutku ini terlalu umum dan perlu dijelaskan lebih spesifik lagi. Misal, dengan membandingkan dengan apakah banyak/sering pekerjaan dilakukan tanpa serayo (misal, melalui bayar upah biasa), atau apakah pilihan serayo atau bukan ada kaitan dengan faktor seperti jenis pekerjaan, besar pekerjaan, kota/desa, dst. HaEr48 (bicara) 15 April 2019 04.57 (UTC)
  • Apakah ada gambar yang lebih spesifik, misalnya kegiatan serayo yang sedang berlangsung? Kalau tidak ada juga tidak apa-apa
    • HaEr48 Belum ada mas, mungkin nanti ada yang bisa membantu dengan mengunggah di commons.
Sumber
  • Subiyantoro, dkk (2017): Melihat judul/nama pengarangnya sepertinya ini buku yang tiap bab memiliki penulis sendiri-sendiri, benar kah? Apa bisa disebutkan nama bab yang dikutip disini, beserta nama penulisnya?
    •   Selesai
  • Sumber Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat perlu dilengkapi dengan tanggal
  • Sumber Tumenggung, Budhi VJ. Rio perlu dilengkapi dengan penerbit dan tanggal
    • HaEr48 Ini sumber internet, bukan buku.
      • @Fandy Aprianto Rohman: Sumber internet tetap perlu "penerbit" yaitu organisasi yang bertanggung jawab atas penerbitan/penayangan halaman tersebut. Dari situlah salah satu kriteria kita menilai apa sumber itu tepercaya atau bukan. Kalau ada tanggalnya, perlu juga, sehingga pembaca bisa menilai usang tidaknya sumber tersebut. HaEr48 (bicara) 15 April 2019 04.52 (UTC)
  • Sumber Hadiyanto dan Sovia Wulandari yang berbentuk jurnal, mungkin bisa dimasukkan daftar pustaka juga? Bisa pakai {{cite journal}}
    •   Selesai
  • Jika buku-buku yang dipakai ada tanda pengenal seperti ISBN atau URL, akan lebih baik.
    • Sama seperti jawaban saya kepada Hanamanteo, sumber buku pada artikel ini yang memiliki ISBN hanya karya Novendra, selebihnya tidak ada ISBN-nya. Saya pernah mengkonsultasikan hal ini pada panitia WikiJelajah dan dijawab tidak masalah asalkan benar-benar buku. Saya juga mencari kerapian dalam artikel saya, jika hanya satu buku saja yang memiliki ISBN, saya memilih untuk tidak mencantumkan ISBN-nya.

Sekian dulu masukanku, semoga berguna. HaEr48 (bicara) 3 April 2019 06.02 (UTC)

@Fandy Aprianto Rohman kalimat2 tambahan berikut boleh dikasih rujukan tidak?
  • Bagi masyarakat yang tidak pernah aktif dalam kegiatan serayo, orang tersebut tidak akan ditolong apabila mempunyai maksud mengerjakan sesuatu.
  • Adapun upacara keagamaan tersebut antara lain upacara lingkaran hidup (kehamilan, kelahiran, pernikahan, dan kematian), upacara membuka tanah, dan upacara mendirikan rumah.

Terima kasih sebelumnya  Mimihitam  15 April 2019 02.20 (UTC)

Zenobia

Pengusul: Mimihitam (b • k • l) · Status:    Dalam diskusi

Artikel tentang seorang wanita yang memimpin Tadmur setelah suaminya meninggal dan kemudian berani memberontak melawan Romawi. Walaupun akhirnya kalah, ia sempat menaklukkan Mesir dan sebagian wilayah Anatolia, dan kini sosoknya disandingkan dengan Boudica atau Kleopatra. Artikel ini sendiri merupakan terjemahan dari Wikipedia Bahasa Inggris, tetapi di wiki tersebut, artikel ini sudah mendapatkan status AP, dan setelah saya baca artikelnya dengan kritis, artikelnya memang ditulis dengan sangat baik dan menggunakan sumber-sumber akademis. Saya sudah usahakan agar terjemahannya luwes dan dipahami, tetapi dari segi konten, saya rasa sudah sangat komprehensif dan mewakili semua sudut pandang.  Mimihitam  20 Maret 2019 12.39 (UTC)

Komentar dari Glorious Engine

  • "Di Tadmur, nama seperti Zabeida, Zabdila, Zabbai, atau Zabda seringkali diubah menjadi "Zenobios" (maskulin) dan "Zenobia" (feminin) saat ditulis dalam bahasa Yunani"
  • "terdapat kemungkinan bahwa catatan ini mengacu kepada kisah semi-legendaris mengenai ratu (atau ratu-ratu) Arab nomaden." Kata legendaris itu setau saya kata sifat, mending sebaiknya cukup pake kata "semi-legenda". Pemakaian "ratu (atau ratu-ratu)" juga jangan ribet ngikutin istilahnya dari b. Inggris, cukup pake "ratu" saja atau mungkin diperpanjang jadi "seorang ratu atau sejumlah ratu"
  • "Namun, kebenaran kisah ini meragukan, karena Heraclianus turut terlibat dalam peristiwa pembunuhan Gallienus pada tahun 268.[79] Odaenathus dibunuh tidak lama sebelum sang kaisar juga mengalami nasib yang sama, dan Heraklianus tidak mungkin sempat dikirim ke Timur, bertarung melawan pasukan Tadmur, dan kemudian kembali ke Barat agar bisa ikut serta dalam peristiwa pembunuhan sang kaisar."
    •   Selesai jadi Heraklianus  Mimihitam  29 Maret 2019 04.44 (UTC)
  • "Vaballathus memperoleh gelar kemenangan Persicus Maximus ("Pemenang Jaya di Persia") kemungkinan sekitar tahun 269," Kenapa juga "the great victor in Persia" diterjemahkan jadi "Pemenang Jaya di Persia" ? "Pemenang" sudah satu arti dengan "jaya" lho. Nggak pake kata "Pemenang agung" atau "Pemenang besar" gitu ?
  • "dibangun kembali, dengan patung perak dan pintu besi (?)" versi Inggris-nya "a silver statue and iron doors" lho, harusnya "sebuah patung perak dan pintu-pintu besi" karena kalo nggak pake kata sandang, patung perak-nya bisa dianggap majemuk & pintu besi bisa dianggap tunggal
  • "Ioannes Krisostomus" kok pake padanan Yunani-nya, bukan "Yohanes Krisostomus" sementara "Paulus dari Samosta" nggak disebut "Paulos" "Athanasius dari Aleksandria" nggak disebut "Athanasios" ? Mau pake padanan Yunani (Ioannes, Paulos, Athanasios) atau padanan Indonesia (Yohanes, Paulus, Athanasius) sih sebenernya ?
    • Sudah aku konsistenkan ajdi nama Yunani semua.  Mimihitam  29 Maret 2019 04.44 (UTC)
  • "karena sinar matahari berinteraksi dengan embun di retakan-retakannya" Saya cek di en:Colossi_of_Memnon#Sounds ada kalimat "the sound was probably caused by rising temperatures and the evaporation of dew inside the porous rock". Diganti aja jadi "karena penguapan air/embun di retakan-retakannya" atau "karena air/embun yang menguap di retakan-retakannya"
    • Aku ganti jadi "bereaksi" sesuai dengan sumber: [3]  Mimihitam  29 Maret 2019 04.44 (UTC)

--Glorious Engine (bicara) 29 Maret 2019 03.27 (UTC)

"dan Vaballathus tetap berada di balik tirai dan tidak pernah menjalankan kekuasaan yang sesungguhnya." Versi Inggris-nya "Vaballathus was kept in his mother's shadow" lho, nggak diterjemahin jadi "tetap di dalam/bawah bayang ibunya" atau gimana, kalo pake padanan "di balik tirai/layar" malah kesannya justru Vaballathus mendalangi Zenobia lho, bukan Zenobia yang menaungi Vaballathus. --Glorious Engine (bicara) 29 Maret 2019 10.53 (UTC)

@Glorious Engine Terima kasih banyak atas kejeliannya. Memang ungkapan yang lebih pas di sini adalah "di bawah bayang-bayang". Sudah saya ganti.  Mimihitam  29 Maret 2019 12.26 (UTC)

Komentar dari Rex Aurorum

Paragraf pembuka
  • "Septimia Zenobia (dialek Tadmur:  (Btzby), dibaca Bat-Zabbai; kr. 240 – sk. 274 M)..." --> disamakan, dan diberi keterangan, karena singkatan itu tidak cukup umum
    • Wah itu gara2 templatnya, sudah aku ganti jadi manual.  Mimihitam  31 Maret 2019 14.10 (UTC)
  • "...di wilayah Siria pada abad ke-3." --> pranalakan ke Syam
    • Sudah dipranalakan dari sebelumnya kok  Mimihitam  31 Maret 2019 14.10 (UTC)
      • Oalah ternyata sudah, gara-gara ekstensi saya kira dialihkan ke halaman disambiguasi . ―Rex AurōrumDisputātiō 31 Maret 2019 15.00 (UTC)
  • "Terdapat banyak legenda mengenai asal usulnya..." --> kurang tanda sambung
  • "...Zenobia menjadi wali untuk anaknya, Vaballathus..." --> pranalakan ke wali penguasa, pertimbangkan ubah menjadi wali penguasa karena wali memiliki cakupan luas dan kurang tepat pada konteks ini
  • "...dan memegang kekuasaan secara de facto." --> throughout his reign tidak diterjemahkan
    • Aku memang nggak menerjemahkan harfiah karena kalimatnya jadi aneh kalau aku terjemahkan persis seperti struktur Inggrisnya.  Mimihitam  31 Maret 2019 14.10 (UTC)
  • "...Zenobia melancarkan sebuah serangan..." --> ganti, teks bahasa Inggrisnyaː invasion. Kata serangan tidak mengandung makna invasi secara tepat (alasan yang sama selanjutnya dirujuk dengan idem).
    • Aku memang sengaja tidak mau menerjemahkan secara harfiah. Metodeku adalah menceritakan ulang dengan isi yang tetap akurat dan sesuai dengan sumber, karena kadang kalau pakai istilah teknis gitu, pembaca ada yang nggak ngerti istilah macam "aneksasi" itu apa. Dalam hal ini, "serangan" bukan istilah yang salah karena ia memang mengirim pasukannya untuk melancarkan serangan yang bertujuan untuk menguasai wilayah baru.  Mimihitam  31 Maret 2019 14.10 (UTC)
  • "mengambil alih wilayah Mesir." --> ganti, teks bahasa Inggrisnyaː annexation. Idem
    • Sama dengan di atas. "Mengambil alih" bukan istilah yang salah di sini, karena ia sebagai "bawahan Romawi" memang berjaya mengambil alih wilayah tersebut dari "bawahan Romawi yang lain"  Mimihitam  31 Maret 2019 14.10 (UTC)
  • "...Kaisar Romawi Aurelianus mengobarkan perang melawannya pada tahun 272..." --> terjemahan ini sudah tepat? teks bahasa Inggrisnyaː campaign
  • "...berhasil memenangkan perang..." --> ganti memenangi
  • "Sang ratu dikepung di ibu kotanya..." --> ganti terkepung
  • "...menghabiskan sisa waktunya di sana" --> ganti sisa umur
  • "...ia mendukung perkembangan intelektualitas di istananya" --> ganti, teks bahasa Inggrisnyaː fostered. Idem
    • Aku memang tidak menerjemahkan secara harfiah kok sampai struktur kata kerja + sifatnya harus sama persis, sama dgn penjelasan di atas.  Mimihitam  31 Maret 2019 14.10 (UTC)
  • "Ia menerima para cendekiawan dan filsuf..." --> teks bahasa Inggris merujuk keterbukaan istananya bukan dia menerima mereka
    • Aku memang tidak menerjemahkan secara harfiah, dan kalimat ini tetap merangkum fakta sejarah yang ada: ia menerima cendekiawan dan filsuf di istananya, contohnya adalah seorang filsuf istana yang bernama Longinus. Lihat bagian isinya kalau mau dibandingkan apaka sudah sesuai atau belum.  Mimihitam  31 Maret 2019 14.10 (UTC)
  • "...terdapat berbagai kisah..." --> ganti banyak
  • " dan ia kini dianggap sebagai pahlawan nasional di Suriah" --> dia benar-benar pahlawan nasional atau cuma dianggap sih? kalau cuma dianggap teks bahasa Inggrisnya multitafsir
    • Yang namanya status "pahlawan nasional" ya itu pasti dianggap. Soedirman dianggap pahlawan nasional di Indonesia, tetapi tidak dianggap sebagai pahlawan di Singapura.  Mimihitam  31 Maret 2019 14.10 (UTC)
      • Kan ada juga pahlawan nasional itu berupa gelar. ―Rex AurōrumDisputātiō 31 Maret 2019 15.00 (UTC)
        • Rex Aurorum hmm.. setelah aku telusuri sumbernya, sepertinya memang dia tidak diberikan gelar resmi pahlawan seperti Soedirman di Indonesia. Biar nggak rancu, aku ganti jadi "simbol patriotisme".  Mimihitam  31 Maret 2019 15.46 (UTC)
          • Tambah kalimat penjelas saja kalau simbol patriotisme seperti pahlawan nasional. Soal saya yakin kalau tidak semua pembaca bisa menginterpretasikan sesuai pemikiran penulis. ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 07.45 (UTC)
Asal usul, keluarga, dan kehidupan awal
  • "Masyarakat Tadmur merupakan percampuran suku-suku yang menuturkan bahasa dari rumpun bahasa Semitik" --> sepertinya kalau itu dihapus masih bisa berterima
  • "... orang Aram dan Arab...." --> pranalakan ke bangsa Arab
  • "... dan identitas etnis Zenobia tidak diketahui secara pasti" --> diubah agar lebih berkesinambungan dengan kalimat sebelumnya
    • Sudah aku ganti jadi "Identitas etnis Zenobia sendiri tidak diketahui secara pasti; sebagai warga Tadmur, ...."  Mimihitam  31 Maret 2019 15.40 (UTC)
  • "Keterangan mengenai nenek moyang Zenobia..." --> pada paragraf pembuka diterjemahkan sebagai asal-usul
  • " dan jati diri ayahnya" --> pada paragraf yang sama diterjemahkan sebagai identitas
    • Sepertinya sama saja. Kadang pakai sinonimnya malah bagus supaya tidak monoton pakai satu kata terus.  Mimihitam  31 Maret 2019 15.40 (UTC)
      • Saya tidak setuju. Menurut saya penggunaan sinonim itu tidak masalah secara umum karena bagus untuk menambah kosakata. Tapi dalam kasus ini saya tidak setuju karena jati diri bisa diinterpretasikan tidak sesuai kehendak penulis. ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 07.45 (UTC)
          Selesai  Mimihitam  3 April 2019 07.56 (UTC)
  • "... sumber-sumber tersebut saling bertentangan" --> sudah tepat?
    • Aku ganti jadi "tidak jelas" biar sesuai konteks, atau ada saran lain biar lebih tepat? Soalnya agak susah untuk cari kata yang benar2 pas dengan "confused" di sini, dan sumbernya sendiri memakai kata "confusion" (konteks "there is confusion").  Mimihitam  31 Maret 2019 15.40 (UTC)
      • Kalau saya ada saran sudah saya tulis di atas, Mas. Saya juga bingung. Kalau terjemahan bebasnya kan membingungkan tapi kalau diterapkan pada kalimat formal jadi aneh. ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 07.45 (UTC)
        • Kalau aku tilik sih sepertinya "tidak jelas" sudah pas karena sumbernya ada yang menyebutkan Nafsha sebagai saudari, tetapi ada juga yang menyebutkan Nafsha sebagai Zenobia sendiri.  Mimihitam  3 April 2019 07.56 (UTC)
          • Yang saya pahami dari kalimatnya (bukan dari sumber), "confusion" di sini menunjukkan sumber berbeda menyajikan data berbeda dengan sumber lainnya sehingga membuat bingung mana informasinya yang benar. Sedangkan tidak jelas itu menunjukkan sesuatu diterangkan dengan tidak jelas. Karena sepertinya bahasa Indonesia tidak memiliki perbendaharaan untuk makna itu penggunaan kata "tidak jelas" cukup berterima. ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 08.34 (UTC)
  • "Zenobia kemungkinan memang tidak memiliki saudara perempuan" --> teks bahasa Inggris merujuk pada keraguan/diragukan bukan kemungkinan
    • Rex Aurorum Itu kalimatnya memang aku parafrase biar lebih enak dibaca. Soalnya kalau aku terjemahkan persis "Meragukan bahwa Zenobia pernah punya saudara perempuan", kesannya aneh. Atau Anda punya saran lain?  Mimihitam  31 Maret 2019 15.40 (UTC)
  • "Kelihatanya..." --> saltik
  • "Kelihatanya ia bukan golongan rakyat jelata..." --> kalau yang dimaksud ia disangka bukan rakyat jelata gara-gara hobi berburu. Bisa tolong diparafrasakan agar pembaca lebih paham.
    • Setelah aku cek sumbernya: [4], bukan karena hobi berburu.. Sudah aku coba ubah sedikit.  Mimihitam  31 Maret 2019 15.40 (UTC)
      • Kenapa enggak ditambahkan aja informasinya ke artikel? ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 07.45 (UTC)
        • Sesuai dengan sumber yang dikutip, karena soal berburu itu keterangan dari Historia Augusta soal kegemarannya, sementara keterangan kalau dia bukan rakyat jelata salah satunya ditilik dari klaim bahwa ia adalah keturunan Wangsa Ptolemaios. Kalau aku tambahkan "ia bukan rakyat jelata karena ia punya hobi berburu" atau "bukan karena ia punya hobi berburu ia dianggap bukan golongan rakyat jelata", itu namanya riset asli.  Mimihitam  3 April 2019 08.00 (UTC)
          • Maksud saya kenapa info klaimnya ditambah saja. Kalimat saya kadang kala sering membuat bingung orang. Hehe ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 08.25 (UTC)
  • "The archaeologist William Waddington argued in favor of Zenobius' identification as the father, assuming that his statue stood opposite to where the statue of the queen stood in Great Colonnade. However, the linguist Jean-Baptiste Chabot pointed out that Zenobius' statue stood opposite to that of Odaenathus not Zenobia and rejected Waddington's hypothesis." --> Tidak semuanya diterjemahkan?
    • @Rex Aurorum oh itu memang baru ditambahkan sama penulisnya setelah aku terjemahkan. Lihat: [5]. Sudah aku tambahkan.  Mimihitam  31 Maret 2019 15.40 (UTC)
      • Tolong tambahkan pranala beda versinya. ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 07.45 (UTC)
        Kalau pranala beda versi sih tidak perlu ditambahkan, tapi kalau yang dimaksud adalah teks barunya, teksnya sudah aku tambahkan.  Mimihitam  3 April 2019 08.00 (UTC)
        • Maksud saya tambahkan ke sini. Biar saya enggak repot carinya. Hehe ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 08.25 (UTC)
          Itu sudah saya masukkan di atas kok :P  Mimihitam  3 April 2019 09.17 (UTC)
          • Maksud saya beda versi di WBI. Kan salah tanggap lagi. Au ah gelap. ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 09.26 (UTC)
  • "Jati diri Antiokhos tidak diketahui secara pasti..." --> konsistensi

Komentar dari Hanamanteo

Kamus Besar Bahasa Indonesia
  • Ketika meletakkan akhiran setelah kata asing, gunakan tanda hubung di antara perkataan dengan akhiran, seperti gentilicium-nya, bukan gentilicumnya.
      Selesai  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • Syekh, bukan syeikh.
      Selesai  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
Bagian pembuka
  • Di kotak info dan bagian pembuka tertulis "sekitar tahun 240", tetapi di tubuh artikel malah tertulis sekitar tahun 240-241.
    Sudah aku tambahkan  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • Di kotak info tertulis "setelah tahun 274", sementara di bagian pembuka malah tertulis 274 saja. Apakah tahun wafatnya sudah pasti 274 atau bisa jadi 275, 276, dan tahun setelahnya?
    Sudah aku tambahkan "setelah tahun", karena tahunnya tidak diketahui secara pasti dan kemungkinan besar ya setelah dia dikalahkan oleh Aurelianus dan ditawan.  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • "... ratu Kekaisaran Tadmur (juga disebut Palmira) di wilayah Siria pada abad ke-3" Karena diikuti "Kekaisaran Tadmur", mestinya dikapitalkan.
    Sudah aku tambahkan  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • "..., dan ia juga toleran terhadap bawahan-bawahannya dan melindungi minoritas agama." Agama minoritas?
    Maknanya jadi berubah, dan "minoritas agama" sendiri istilah yang sudah sering dipakai: [6] [7]  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
Nama dan penampilan
  • "Giginya amat putih sampai-sampai banyak yang mengira ia memiliki mutiara dan bukan gigi." Sepertinya agak janggal jika dia memiliki mutiara hanya gara-gara memiliki gigi yang putih. Kalau diperhatikan dari "So white were her teeth that many thought that she had pearls in place of teeth," saya kira mungkin bisa diganti dengan "Giginya amat putih sampai-sampai banyak yang mengira giginya tidak sama sebagaimana gigi lainnya, tetapi terbuat dari mutiara."
    @Hanamanteo kalau pakai pendekatan ilmiah ya janggal, tapi itu kan kalimat hiperbolis, jadi wajar kalau memang agak lebay atau tidak masuk di akal. in place of = sebagai ganti, jadi memang maknanya adalah "ia memiliki mutiara dan bukan gigi".  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • Ath-Thabari, bukan al-Tabari. Bagian lainnya juga jangan lupa.
      Selesai  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • Na'ila az-Zabba'/Na'ilah az-Zabba', bukan Na'ila al-Zabba'. Saya tidak tahu tulisan Arabnya seperti apa, jadi kehadiran HaEr48 dan AMA Ptk sangat diharapkan. Bagian lainnya juga jangan lupa.
      Selesai. Soal tulisan Arab @Hanamanteo kalau tidak tahu mungkin tidak usah kita paksakan. Sewaktu peninjauan Doa yang Ditukar juga sebenarnya aku nggak setuju dengan saran yang mengharuskan ada tulisan Arab.  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • Tidak sekalian menulis pendapat Wilhelm Dittenberger juga?
      Selesai Itu juga baru ditambahkan penulisnya setelah aku terjemahkan.  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
Asal-usul, keluarga, dan kehidupan awal
  • "Historia Augusta juga menyatakan bahwa bahasa ibu Zenobia adalah bahasa Aram Tadmur, dan ia juga fasih dalam bahasa Mesir dan Yunani dan juga bisa bertutur bahasa Latin." Terlalu banyak penggunaan "dan"
      Selesai  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • Karena disebutkan Zenobia lahir sekitar tahun 240, usia ketika Zenobia berusia 14 tahun juga ditambah sekitar tahun 254.
    Aku ganti jadi "(usia pernikahan yang lumrah pada masa itu)" sesuai dengan sumber  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • Strategos mestinya ditulis miring.
      Selesai  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • "Namun, pakar bahasa Jean-Baptiste Chabot menegaskan bahwa patung Zenobius berada di depan patung Odaenathus dan bukan Zenobia, sehingga ia membantah hipotesis ini." Adakah pendapat yang menyebut patung Zenobia berada di depan patung Odaenathus?
    Tidak tahu, tapi kalaupun iya itu tidak penting, karena tujuan penyebutan patung Zenobius di hadapan landasan yang mungkin pernah menjadi tempat berdirinya patung Zenobia adalah untuk menunjukkan kalau Zenobius mungkin ayahnya Zenobia (yang ternyata salah, karena Chabot menegaskan yang di depannya itu patung Odaenathus dan bukan Zenobia).  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • "Selain itu, satu-satunya gentilicium yang muncul ..." Terlalu panjang.
      Selesai  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • "Berdasarkan nama Zenobia dalam dialek Tadmur, yaitu Bat Zabbai, ayahnya mungkin disebut Zabbai, ..." Sudah disebutkan sebelumnya, jadi tidak perlu ditulis lagi.
      Selesai  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • "Menurut pendapat sejarawan Richard Stoneman, ... Menurut Stoneman, ..." Pola awal kalimat sama persis, awal kalimat kedua bisa ditulis "Stoneman menambahkan ..." Catatan kaki yang sama juga ditulis di kedua kalimat, padahal semestinya cukup di kalimat terakhir.
      Selesai  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • "Zabbai wafat tanpa meninggalkan keturunan, sehingga istrinya yang menjanda menikahi saudaranya, Antiokhos." Ganti dengan "saudara suaminya".
    Menurutku yang benar "saudaranya", karena "istrinya" = istri Zabai, jadi saudaranya = saudara Zabbai, kalau "saudara suaminya" nanti jadi "saudara suami Zabbai" dong.  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • Di artikel ini tertulis Souda, sementara di artikel Hipatia malah ditulis Suda, mohon konsistensinya.
      Selesai  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)
  • "Kemungkinan Zenobia tidak memiliki hubungan darah dengan Wangsa Ptolemaios, dan upaya sumber-sumber sejarah klasik untuk menilik kembali silsilah Zenobia hingga ke Wangsa Ptolemaios melalui Wangsa Seleukia diragukan kebenarannya." Tidak perlu koma.
      Selesai  Mimihitam  5 April 2019 10.32 (UTC)

Peninjauan gambar (HaEr48)

Hampir semua gambar sudah OK dari segi hak cipta, kecuali Berkas:OldSyrian500front.png yang agak janggal, karena tag yang diberikan menyebutkan hak ciptanya berlaku sekurangnya 50 tahun, sedangkan 1998 belum sampai 50 tahun yang lalu. HaEr48 (bicara) 16 April 2019 03.44 (UTC)


@Hanamanteo dan Rex Aurorum: apakah akan melanjutkan peninjauan ini? Aku lihat yang dikomentari baru bagian-bagian awal. Ataukah sudah selesai meninjau? HaEr48 (bicara) 16 April 2019 03.27 (UTC)

HaEr48 Mengingat beberapa hari ke depan saya masih memiliki kesibukan di dunia nyata, sementara ini saya tak bisa memberikan komentar di sini. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 16 April 2019 06.25 (UTC)