Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan

Bantuan · Komunitas · Portal · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini, yang sedang diteliti dengan lup, menandakan calon artikel pilihan yang sedang didiskusikan di Wikipedia.

Di sini komunitas menentukan artikel apa yang menjadi artikel pilihan. Artikel pilihan adalah karya terbaik komunitas Wikipedia yang memenuhi kriteria artikel pilihan.

Pengusul calon diharapkan untuk memperbaiki artikel berdasarkan masukan yang diterima di sini. Suatu artikel tidak boleh diusulkan menjadi artikel pilihan bersamaan waktu dengan diusulkan jadi artikel bagus.

Untuk mendapatkan status artikel pilihan, artikel tersebut harus mencapai konsensus yang menyetujui bahwa artikel yang diusulkan sudah memenuhi kriteria. Konsensus ditetapkan setelah komunitas menyetujuinya. Apabila setelah waktu yang lama masukan terhadap artikel belum diperbaiki atau konsensus tidak dapat dicapai, usulan akan ditolak. Pengusulan yang disetujui maupun ditolak nantinya diarsipkan di halaman terpisah setiap bulannya, lihat arsip pengusulan disetujui dan ditolak bulan ini.

Daftar Isi

Artikel pilihan:

Prosedur pengusulan

  1. Sebelum mengusulkan calon, pastikan bahwa artikel tersebut sudah memenuhi semua kriteria artikel pilihan.
  2. Berikan {{StatusAP nominasi}} pada halaman pembicaraan artikel yang diusulkan.
  3. Buat halaman pengusulan:
  4. Salin tulisan ini: {{/nama artikel}}, kemudian sunting bagian Usulan pada halaman yang sedang anda baca saat ini, dan tempelkan yang telah Anda salin di paling atas daftar calon. Ganti "nama artikel" dengan judul artikel yang Anda usulkan.

Peninjauan artikel

Untuk pengusul

  • Pengusul haruslah bertanggung jawab atas usulannya. Artinya, ia harus siap untuk membaca dan menerapkan isi saran-saran dari pengguna lain, atau memberikan penjelasan yang mendalam apabila ia tidak setuju dengan sarannya
  • Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan mutu artikel yang diusulkan. Tidak perlu merasa tersinggung atas saran-saran yang diberikan, karena tujuannya baik, yaitu untuk menyempurnakan artikel

Untuk pembaca

  • Untuk menanggapi pengusulan, klik "Sunting sumber" pada kanan judul artikel (Bukan "Sunting sumber" pada paling atas halaman ini)
  • Dimohon untuk tidak sekadar memberikan suara setuju ataupun tidak setuju, tetapi berikanlah peninjauan terhadap isi artikel yang telah diusulkan. Komentar-komentar singkat yang tidak membangun seperti "bagus sekali" tidak akan digubris atau bahkan dapat dihapus sewaktu-waktu. Walau demikian, suara tersebut tidak berpengaruh terhadap pengusulan karena sistem ini tidak mewajibkan adanya pemberian suara. Suara tersebut lebih menekankan kepada pengguna lainnya bahwa Anda sudah selesai dan tidak sedang meninjau atau menunggu jawaban.
  • Jangan malu atau segan memberi saran. Walaupun artikel sudah bagus dan menurut Anda sang penulis lebih "pintar" dibanding Anda, pasti tetap ada celah-celah yang bisa diperbaiki
  • Untuk menekankan perkataan atau kalimat yang hendak dikomentari, dapat digunakan {{xt}}, {{font color}}, atau templat warna yang tersedia di sini
  • Bila sebuah komentar telah terselesaikan, beri {{sudah}} di bawah komentar. Bila sebuah komentar tidak terselesaikan, beri {{belum}} di bawah komentar

Penerimaan artikel

  • Untuk menerima usulan AP, semua prasyarat berikut harus terpenuhi:
  1. Sudah ada konsensus kalau isi artikel sudah sesuai kriteria AP
  2. Peninjauan sudah dilakukan secara komprehensif, artinya peninjau terlihat sudah membaca dan menimbang artikel tersebut dengan mendalam
  • Untuk menjaga kenetralan, pengusul maupun penulis utama artikel tidak boleh menjadi orang yang menutup diskusi dengan status "diterima"
  • Apabila sudah ada peninjauan menyeluruh dari dua pengguna, dan isi peninjauan itu sudah ditanggapi atau dikerjakan, maka boleh ditutup setelah 14 hari; apabila sudah ada peninjauan menyeluruh dari satu pengguna, dan isi peninjauan itu sudah ditanggapi atau dikerjakan, maka boleh ditutup setelah 30 hari
  • Pengusulan bisa tetap dibiarkan terbuka selama maksimal 3 bulan kalau belum ada yang meninjau
  • Usulan AP dapat ditutup tanpa penerimaan, apabila salah satu prasyarat berikut telah dipenuhi:
  1. Pengusul menarik usulannya
  2. Mutu artikel terlampau jauh dari kriteria artikel pilihan
  3. Jika terlalu banyak peninjau yang menyatakan kualitas artikel terlampau jauh dari kriteria artikel pilihan (dengan menjelaskan alasannya), usulan dapat ditutup
  4. Saran-saran yang masuk akal dan wajar sudah diberikan, tetapi tidak ditanggapi atau dikerjakan
  5. Peninjauan sudah berjalan 3 bulan, tetapi kriteria penerimaan di atas belum terpenuhi

Setelah disetujui

Suatu artikel yang sudah disetujui menjadi artikel pilihan akan dihapus dari halaman ini lalu didaftarkan terlebih dahulu ke halaman arsip, halaman artikel pilihan menurut topik, dan halaman jadwal usulan.

Usulan

Kerajaan Wajo

Pengusul: Masjawad99 (b • k • l)
Status:    Dalam diskusi

Artikel mengenai sebuah negeri Bugis di Sulawesi Selatan. Sudah ditulis ulang dengan sumber-sumber akademis. Sebetulnya masih bisa dikembangkan lebih lanjut sedikit lagi, tapi sepertinya lebih baik kalau saya langsung tanya usul kepada yang lain di sini. Silakan memberi saran dan kritik mengenai apa saja yang kurang, atau malah terlalu berlebihan (bagian sejarah mungkin agak terlalu detail). Saya usahakan untuk standby dan menanggapi semua komentar. Masjawad99💬 26 Agustus 2020 17.24 (UTC)

Memohon tinjauan dari @HaEr48, Japra Jayapati dan RXerself, mengingat ini artikelnya ditulis sendiri. Danu Widjajanto (bicara) 26 Agustus 2020 18.31 (UTC)
Panggil juga @AMA Ptk Danu Widjajanto (bicara) 27 Agustus 2020 06.53 (UTC)

Ulasan Japra

  Setuju. Saya harus menjura kepada Masjawad99. Bahkan ejaan nama dan frasa Bugisnya pun (menurut saya) ditulis dengan cermat dan diterjemahkan dengan tepat. Untuk urusan sumber, Mas Danu Widjajanto & Mas HaEr48 lebih ahli. تابيق ~ Japra (obrol) 27 Agustus 2020 03.25 (UTC)

Ulasan Danu Widjajanto

Status: sedang membaca.

Kelengkapan

@Masjawad99 Aku ada saran untuk menambahkan beberapa bagian untuk semakin memperkaya artikelnya.

  • Apakah bisa ditambahkan bagian khusus mengenai "agama"? Aku rasa akan cukup menarik karena pada mulanya Wajo tidak menganut agama Islam dan lalu pada abad ke-19 agama tersebut semakin mengakar. Keterangan ini juga menarik untuk masuk ke bagian sendiri: "La Maddaremmeng sebelumnya telah memicu kontroversi, sebab ia disebutkan menerapkan agama Islam dengan lebih tegas kepada rakyatnya."
    • Ini sudah ada bahannya untuk bagian Agama, aku memang belum masukin aja hehe. Soal La Maddaremmeng, karena dia penguasa Bone, aku takutnya terlalu off-topic kalau dibahas di bagian tersendiri, makanya kumasukin catatan keterangan, buat konteks aja. Masjawad99💬 27 Agustus 2020 08.39 (UTC)
  • Apakah ada keterangan yang tersedia mengenai sains dan teknologi serta arsitektur di Wajo? Saran ini tidak wajib dan bergantung pada ketersediaan sumber
    • Seingatku aku pernah baca sekilas soal teknologi kemiliteran, nanti aku cek lagi. Masjawad99💬 27 Agustus 2020 08.39 (UTC)
  • Aku lihat juga ada beberapa literatur asal Wajo seperti Lontaraʼ Sukkuʼna Wajoʼ, mungkin bisa ditambahkan bagian seni dan sastra?
    • Oke, nanti kucoba cari bahannya dulu. Masjawad99💬 27 Agustus 2020 08.39 (UTC)
  • Bahasa yang umum digunakan Bugis --> untuk saat ini keterangan di infobox tersebut tidak ada sumbernya karena tidak dijelaskan di tubuh artikel bahasa mana yang dituturkan di Wajo
    • Sudah. Masjawad99💬 28 Agustus 2020 04.20 (UTC)
      @Masjawad99 “Penutur bahasa Bugis di Wajo secara umum masih dapat memahami dialek yang digunakan di wilayah inti Soppeng, Bone, dan Sidenreng, walaupun dialek di beberapa daerah spesifik, seperti dialek di Tellu Lupu (Bone) atau dialek Sinjai.” Bagian walaupunnya fragment sentence tuh Danu Widjajanto (bicara) 28 Agustus 2020 07.34 (UTC)
  • Aku lihat di artikelnya disebutkan kalau Wajo punya "daerah bawahan", mungkin perlu bagian sendiri "Pembagian administratif" untuk menjabarkan daerah-daerah bawahan tersebut.
    • Daerah-daerah bawahan Wajo nggak selalu sama dari masa ke masa, jadi kalau dijabarkan juga sepertinya agak sulit. Aku buat peta aja jadinya, berdasarkan situasi tahun 1906. Masjawad99💬 27 Agustus 2020 19.29 (UTC)
  • Itu templat daftar arung matoanya tidak sekalian ditambahkan?
    • Terlalu memakan tempat dan rasanya tidak terlalu penting untuk ditampilkan dalam artikel ini, makanya kupisahkan jadi artikel daftar sekalian. Masjawad99💬 27 Agustus 2020 19.29 (UTC)
Paragraf pembuka
  • "Wajo mempertahankan kemerdekaannya hingga ditaklukkan pada awal abad ke-20 oleh Hindia Belanda" --> di tubuh artikel keterangannya "Menyusul takluknya Gowa dan Bone pada tahun 1905, Wajo dan Soppeng pun menuruti keinginan Belanda dan menandatangani Korte Verklaring, yaitu pernyataan pendek yang intinya mengakui bahwa mereka merupakan negara bawahan yang setia kepada Belanda (...)." Apakah kata "ditaklukkan" tepat kalau begitu? Karena kan mereka dipaksa menandatangani perjanjian untuk menjadi bawahan alih2 ditaklukkan secara fisik oleh militer Hindia Belanda seperti halnya Kesultanan Aceh. Aku lihat di artikel Ekspedisi Sulawesi Selatan juga sepertinya perang fisiknya dikobarkan melawan Gowa dan Bone alih2 Wajo.
Sejarah
  • Cinnotabiʼ sepertinya perlu dibirukan karena cukup vital untuk konteks artikelnya
    • Sumber-sumber sejarahnya agak kontradiktif karena ini negerinya semi-legendaris, jaman sebelum ada tradisi penulisan sejarah di Sulsel. Tapi nanti aku coba bikin, mungkin stub dulu aja lah ya. Masjawad99💬 27 Agustus 2020 08.39 (UTC)
      Ya memang tidak perlu panjang-panjang hehehe, rintisan pendek saja sudah cukup. Danu Widjajanto (bicara) 27 Agustus 2020 09.55 (UTC)
  • "Wajo juga menyerap sisa-sisa wilayah Cina, salah satu negeri Bugis awal yang cukup berpengaruh" --> pranalakan Cina supaya tidak ambigu dengan Cina yang lain.
    • Sama kayak Cinnotabi', ini negerinya walaupun memang nyata (sekarang jadi daerah Pammana), tapi nggak ada catatan sejarah semasa tentangnya, cuma dari ingatan tradisi lisan orang Wajo di jaman kemudian. Ini Cina yang sama dengan Cina dalam kisah La Galigo, btw. Masjawad99💬 27 Agustus 2020 08.39 (UTC)
  • "karena Wajo menolak untuk memutuskan perjanjiannya dengan Gowa demi bergabung dengan para pemberontak" --> sepertinya "demi bergabung dengan para pemberontak" bisa dihapus saja karena sudah jelas dari konteksnya
  • " terpaksa menandatangani perjanjian yang membatasi kekuatan politik, niaga, serta militer Wajo, di samping Perjanjian Bungaya" --> maksudnya "di samping" apa ya?
  • "Banyak orang Wajo yang diculik, dilecehkan, atau dirampas barangnya" --> "dilecehkan" di sini sepertinya cukup ambigu
    • Di teks yang kukutip aslinya pakai "harassment", dan dijelaskan sebagai "If a Wajorese tried to resist the demands of the Bonéans, he would be slapped or even killed." Sudah kutambahkan di teks artikel. Masjawad99💬 27 Agustus 2020 08.39 (UTC)
       Y Danu Widjajanto (bicara) 27 Agustus 2020 09.55 (UTC)
  • "Kesulitan yang dihadapi rakyat Wajo di tanah air menjadi pemicu bagi migrasi keluar" --> mungkin preposisi "bagi" bisa dihapus
  • "Arung Matoa La Tenriwerrung Puanna Sangngaji (menjabat 1711–1713) bahkan menyatakan bahwa orang-orang Wajo "tidak dapat 'berdiri tegak' kecuali mereka mencari kekayaaan"" --> tambahkan "jika" setelah "kecuali"?
    • Itu terjemahan kutipan langsung "...unless they sought riches". Ini kutambahkan dalam kurung siku aja ya kalo gitu. Masjawad99💬 27 Agustus 2020 08.39 (UTC)
  • "Akan tetapi, ekspedisi ini berakhir dengan kegagalan akibat desersi yang dilakukan oleh sekutu-sekutu Wajo. Bone bahkan berbalik memihak Belanda" --> penyebabnya apa?
    • Hmm, sumber-sumber banyak yang diam soal ini, tapi aku coba cari dulu ya. In any case, persekutuan prakarsa La Maddukelleng ini memang agak terpaksa sih sepertinya. Masjawad99💬 27 Agustus 2020 08.39 (UTC)
  • "memerangi adat-adat yang dianggap takhayul " --> ada contohnya?
    • Contohnya spesifiknya untuk adat-adat ini tidak ada, tapi aku sudah coba jabarkan lebih lanjut soal apa saja yang dilakukan oleh La Memmang. Masjawad99💬 27 Agustus 2020 08.39 (UTC)
       Y Danu Widjajanto (bicara) 27 Agustus 2020 09.55 (UTC)

Danu Widjajanto (bicara) 27 Agustus 2020 06.44 (UTC)

Komentar dari Hanif Al Husaini

"ketika daerah swapraja Wajo diubah menjadi Kabupaten Wajo yang merupakan bagian dari Republik Indonesia." Ini disebutkan di pembuka, tetapi tidak disebutkan di badan teks dan tidak disebutkan sumbernya. Persisnya kapan ya swapraja Wajo dijadikan menjadi Kabupaten Wajo? Hanif Al Husaini (bicara) 9 September 2020 12.23 (UTC)

Setelah saya baca lagi, ternyata sudah disebutkan di "Pada tahun 1957, swapraja Wajo (yang tadinya merupakan bagian dari Daerah Otonom Bone di bawah Provinsi Sulawesi) diubah menjadi daerah otonom tingkat II, dan Andi Tanjong diangkat sebagai kepala daerah pertamanya." Mungkin bisa dijelaskan kalau daerah otonom tingkat II itu semacam kabupaten atau apa. Hanif Al Husaini (bicara) 9 September 2020 12.27 (UTC)

Komentar HaEr48

Akhirnya sudah baca sampai selesai, menurutku ditulis dengan sangat bagus dan cukup lengkap, dan memiliki referensi memadai. Sekadar beberapa saran:

  • Bagian pembuka: Aku rasa sebaiknya pemimpin tertinggi serta dewan-dewan/pejabat-pejabat yang disebutkan di bagian pembuka disebutkan nama lokalnya
  • Apakah latar belakang etnis-etnis dan bahasa Sulawesi Selatan seperti di Sejarah awal Gowa dan Tallo juga bisa ditambahkan/diadaptasi ke sini?
  • kedatangan seorang tomanurung: apa bisa ditambah dua atau tiga kata agar jelas apa itu "tomanurung" ?
  • Apakah Cinnotabi' dan Boli' itu semacam wilayah tetangga? Apa bisa ditambah penjelas untuk hubungan keduanya?
  • Apakah Luwu beretnis Bugis atau yang lain?
  • Kemajuan Gowa disertai perlakuan keras terhadap negeri Bugis bawahannya, yaitu Wajo dan Soppeng: Apa bisa disebutkan contoh perlakuan keras ini?
  • Opsional: Apa ada peta yang lebih close up ke wilayah Wajo, sehingga misalnya bisa diketahui Danau Tempe, dan Teluk Bone itu di mana?
  • dengan seorang wali negeri yang memerintah atas nama bangsawan Makassar: Apakah wali negeri ini penguasa lokal yang ditunjuk Gowa, atau orang yang dikirim dari Gowa sendiri?
    • Wali negerinya orang Bone yang ditunjuk Gowa, memerintah atas nama salah satu bangsawan Makassar. Sudah diperjelas. Masjawad99💬 13 September 2020 01.47 (UTC)
  • "La Tenrilai gugur dalam tugas": Apa lebih cocok "gugur di medan pertempuran"?
  • "tidak dapat 'berdiri tegak' kecuali jika mereka mencari kekayaaan": kenapa ada dua lapis tanda kutip? Apa ada yang spesial dari 'berdiri tegak' nya?
    • Yang kutipan La Tenriwerrung itu yang 'berdiri tegak', sementara sisa kutipannya itu parafrase Wellen. Sudah saya ubah susunan kalimatnya biar mengutip La Tenriwerrung secara langsung. Masjawad99💬 13 September 2020 01.47 (UTC)
  • Ia mengeduk aliran sungai yang menuju ibu kota Tosora : apa ada pranala untuk 'mengeduk' atau sinonim yang lebih mudah dimengerti?
    • Hmm, saya malah biasanya memang pakai mengeduk kalau percakapan sehari-hari (mungkin pengaruh dialek yang saya pakai), tapi setelah saya coba cari sepertinya "mengeruk" lebih umum. Sudah dipranalakan juga ke pengerukan. Masjawad99💬 13 September 2020 01.47 (UTC)
  • memperkuat industri setempat: apa bisa disebutkan industri apa?
    • Pertanian dan perikanan, sudah dijabarkan. Masjawad99💬 13 September 2020 01.47 (UTC)
  • serta mendirikan sebuah institusi yang berperan sebagai bank peminjam modal: apa ada nama institusi ini?
    • Tidak ada nama khusus sepertinya, beberapa menyebutnya "koperasi" atau "bank La Salewangeng". Masjawad99💬 13 September 2020 01.47 (UTC)
  • terinspirasi gerakan pembaharuan Islam di Arab Saudi: Karena negara Arab Saudi modern belum berdiri masa itu, mungkin bisa disebut "Semenanjung Arab" atau "Negeri Saudi" (dinasti Saudi sudah ada ketika itu), atau "gerakan pembaharuan Islam yang kini disebut Wahhabisme" saja.
  • Suami Andi Ninnong terbunuh dalam kampanye pasifikasi Westerling: Ini pasifikasi dari pihak Belanda atau RI?
  • Keluarga dan gender: Apa ada/tidak ada arung matoa yang juga wanita?
    • Sejauh yang saya tahu tidak ada, tapi beberapa laporan menyebut bahwa Andi Ninnong pernah dilantik sebagai pengganti arung matoa selama beberapa bulan, jadi saya kurang tahu apakah memang ada larangan bagi wanita untuk menjadi arung matoa atau tidak (kalau mengacu pada laporan Brooke posisi arung matoa boleh diisi oleh wanita). Masjawad99💬 13 September 2020 01.47 (UTC)
  • Agama: sepertinya masih kosong, kapan mau diisi?

Terima kasih banyak atas penulisan & pengusulan artikel ini Masjawad99. HaEr48 (bicara) 12 September 2020 23.00 (UTC)

Gilgamesh

Pengusul: Danu Widjajanto (b • k • l)
Status:    Dalam diskusi

Artikel mengenai raja legendaris dari Sumeria kuno. Diterjemahkan dari artikel di Wikipedia Inggris yang sudah berstatus Artikel Bagus. Menurutku isinya sudah lengkap dan dilengkapi dengan referensi ilmiah. Mohon tinjauan dan saran-sarannya. Danu Widjajanto (bicara) 17 Agustus 2020 15.09 (UTC)

RXerself

Jika melihat dari transliterasi Sumerianya apakah lebih baik ditulis sebagai "Gilgamesy" atau tetap "Gilgamesh" karena "š" diperkirakan berbunyi /ʃ/ (lih. en:Sumerian language#Consonants). "Wiracarita" bagaimana kalau diubah menjadi "Epos"? RXerself (bicara) 21 Agustus 2020 23.01 (UTC)

@RXerself "Gilgamesy" sepertinya tidak umum dalam literatur Indonesia, lebih banyak yang menggunakan "Gilgamesh" (selain itu š sepertinya dipadankan menjadi sh seperti halnya "ship"). Sudah aku pindahkan jadi "Gilgamesh". Untuk wiracarita istilahnya sendiri ada di KBBI dan merupakan sinonim kata epos. Danu Widjajanto (bicara) 26 Agustus 2020 09.44 (UTC)
Ok, iya memang sinonim tapi "wiracarita" menurut saya terlalu Sanskerta jadi ada kesan ceritanya cerita Asia Selatan/Tenggara dengan pengaruh Indianisasi. RXerself (bicara) 26 Agustus 2020 12.33 (UTC)

@RXerself kata "epos" sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno, jadi ada kesan kalau ceritanya terpengaruh Helenisasi. Danu Widjajanto (bicara) 27 Agustus 2020 14.13 (UTC)

Yang umum digunakan dalam perisitilahan arkeologi Mesopotamia mungkin dan serta lebih banyak memiliki kontak linguistik dengan Mesopotamia? Seperti "Mesopotamia" (meso + potami), "Babylon" (Babulon), "Assyria" (Assuria), "neros", "saros", "canal", dll. RXerself (bicara) 28 Agustus 2020 07.58 (UTC)

@RXerself sudah aku ganti semua jadi "epos" Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 13.38 (UTC)

Knucklepuff

  • "Legenda Gilgamesh dikisahkan dalam lima puisi Sumeria yang tidak hilang ditelan zaman. Dari antara kelima puisi ini, yang pertama mungkin adalah Gilgamesh, Enkidu, dan Dunia Bawah." -> Saya coba baca artikel aslinya, mungkin lebih baik kata "yang pertama" diganti "yang tertua" atau "yang pertama muncul" atau "yang pertama kali dibuat"?
    Sudah aku ganti jadi "yang tertua", terima kasih. Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.11 (UTC)
  • M dan SM apabila tidak terletak setelah angka tahun apakah lebih baik ditulis "Masehi" dan "sebelum Masehi"? Sedikit janggal membaca kata-kata seperti "pada akhir milenium kedua SM".
    Menurutku sih lebih ringkas begitu dan M sendiri juga diakui di KBBI. Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.11 (UTC)
  • "Gilgamesh menjadi pahlawan dunia kuno par excellence" -> Mungkin lebih baik "par excellence" diterjemahkan menjadi "Gilgamesh merupakan pahlawan paling terkenal di dunia kuno"?
    Aku lihat menurut kamus, "par excellence" artinya "terbaik". Sudah aku ganti. Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.11 (UTC)

Knucklepuff (bicara) 11 September 2020 07.33 (UTC)

Terima kasih @Knucklepuff, kalau ada lagi silakan loh. Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.11 (UTC)

HaEr48

Ditulis dengan bagus dan rapi sekali. Pernyataan disertai referensi ke sumber-sumber kualitas tinggi, dan kelengkapan sepertinya juga sudah melebihi sumber-sumber tersier (seperti ensiklopedia) lain. Sekadar beberapa saran:

  • lima puisi Sumeria yang tidak hilang ditelan zaman: "masih lestari hingga sekarang"?
    Sudah. Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 11.51 (UTC)
  • Setelah kematian Enkidu: Siapa itu Enkidu belum diperkenalkan
    Sudah aku perjelas "yang merupakan sahabat Gilgamesh" Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 11.51 (UTC)
  • Raja dalam sejarah: Apa bisa disebutkan saat ini Uruk atau Sumeria itu kira-kira di mana?
    Sudah aku tambahkan "(di kawasan Irak selatan saat ini)" Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 11.51 (UTC)
    • Kalau ada sedikit latar belakang sejarah mengenai Uruk, atau Sumeria dan Mesopotamia zaman itu, akan lebih baik juga.
      Sudah aku tambahkan "Sumeria sendiri merupakan sebuah peradaban yang terletak di antara Sungai Tigris dan Efrat di Mesopotamia selatan (kini di Irak selatan)". Kalau untuk Uruk sepertinya "negara-kota" sudah cukup. Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 11.51 (UTC)
  • Dalam puisi tersebut, Inanna tidak meminta Gilgamesh untuk menjadi pasangannya : Apa disebutkan kalau begitu kenapa ia mengirim Banteng Surgawi
    Di sumbernya (halaman 24) hanya ditulis kalau "scholars have since come to doubt that Inanna proposed to Gilgamesh at all in the Sumerian tale", dan di catatan kakinya (nomor 8) tertulis kalau satu-satunya kesamaan antara kisah Sumeria dan Akkadia adalah bahwa Innana marah kepada Gilgamesh dan bahwa Gilgames dengan Enikudi berhasil membunuh bantengnya. Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.30 (UTC)
  • Bagaimana kalau "cendikiawan" diganti "pakar" atau "sarjana"? Tetapi kalau tidak juga tidak apa-apa
    Sudah Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.30 (UTC)
  • Tubuh mereka bersinar terang: "mengeluarkan sinar terang yang amat menakutkan". Dalam en.wp nya disebut "terrifying radiance", mungkin dengan ini menjadi lebih jelas bahwa ini adalah tantangan
    Sudah, terima kasih, jadi bagus sekali Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.30 (UTC)
  • rambut panjang dengan empat atau enam ikal sebagai, : sebagai apa?
    Terima kasih sudah menemukan typo ini. Sudah aku tambahkan "sebagai penggambaran Gilgamesh" Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.30 (UTC)
  • Sesudah itu ia mencoba meyakinkannya agar ia mau menerima kematian sebagai suatu hal yang tak terhindarkan dan tidak meneruskan perjalanannya menyeberangi lautan: Mungkin disebutkan saja "Gilgamesh" dan "Siduri" agar jelas "ia" maksudnya siapa, tidak seperti bahasa Inggris yang bisa membedakan "he" dan "she"
    Sudah Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.36 (UTC)
  • di hadapan Kaiser dan istrinya: disebutkan/dipranalakan saja nama Kaisarnya
    Sudah Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.36 (UTC)
  • Zabibah and the King: Kalau menurut Wikipedia:Pedoman penamaan/Karya, sebaiknya bahasa asli atau bahasa Indonesia dan bukan nama bahasa Inggris
    Sudah aku ganti jadi "Zabībah wal-Malik" Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.36 (UTC)
  • Kadang-kadang tidak konsisten dalam transliterasi bahasa yang sama, misal Ishtar, tetapi "Utnapisytim"
    Sudah aku ganti jadi "Utnapishtim" Danu Widjajanto (bicara) 17 September 2020 12.36 (UTC)

Demikian saja. HaEr48 (bicara) 13 September 2020 00.55 (UTC)

Terima kasih atas tanggapannya.   Mendukung, aku rasa sudah cocok dijadikan AP. HaEr48 (bicara) 18 September 2020 01.33 (UTC)