Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan

Bantuan · Komunitas · Portal · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini, yang sedang diteliti dengan lup, menandakan calon artikel pilihan yang sedang didiskusikan di Wikipedia.

Di sini komunitas menentukan artikel apa yang menjadi artikel pilihan. Artikel pilihan adalah karya terbaik komunitas Wikipedia yang memenuhi kriteria artikel pilihan.

Pengusul calon diharapkan untuk memperbaiki artikel berdasarkan masukan yang diterima di sini. Suatu artikel tidak boleh diusulkan menjadi artikel pilihan bersamaan waktu dengan diusulkan jadi artikel bagus.

Untuk mendapatkan status artikel pilihan, artikel tersebut harus mencapai konsensus yang menyetujui bahwa artikel yang diusulkan sudah memenuhi kriteria. Konsensus ditetapkan setelah komunitas menyetujuinya. Apabila setelah waktu yang lama masukan terhadap artikel belum diperbaiki atau konsensus tidak dapat dicapai, usulan akan ditolak. Pengusulan yang disetujui maupun ditolak nantinya diarsipkan di halaman terpisah setiap bulannya, lihat arsip pengusulan disetujui dan ditolak bulan ini.

Daftar Isi

Artikel pilihan:

Prosedur pengusulan

  1. Sebelum mengusulkan calon, pastikan bahwa artikel tersebut sudah memenuhi semua kriteria artikel pilihan.
  2. Berikan {{StatusAP nominasi}} pada halaman pembicaraan artikel yang diusulkan.
  3. Buat halaman pengusulan:
  4. Salin tulisan ini: {{/nama artikel}}, kemudian sunting bagian Usulan pada halaman yang sedang anda baca saat ini, dan tempelkan yang telah Anda salin di paling atas daftar calon. Ganti "nama artikel" dengan judul artikel yang Anda usulkan.

Peninjauan artikel

Untuk pengusul

  • Pengusul haruslah bertanggung jawab atas usulannya. Artinya, ia harus siap untuk membaca dan menerapkan isi saran-saran dari pengguna lain, atau memberikan penjelasan yang mendalam apabila ia tidak setuju dengan sarannya
  • Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan mutu artikel yang diusulkan. Tidak perlu merasa tersinggung atas saran-saran yang diberikan, karena tujuannya baik, yaitu untuk menyempurnakan artikel

Untuk pembaca

  • Untuk menanggapi pengusulan, klik "Sunting sumber" pada kanan judul artikel (Bukan "Sunting sumber" pada paling atas halaman ini)
  • Dimohon untuk tidak sekadar memberikan suara setuju ataupun tidak setuju, tetapi berikanlah peninjauan terhadap isi artikel yang telah diusulkan. Komentar-komentar singkat yang tidak membangun seperti "bagus sekali" tidak akan digubris atau bahkan dapat dihapus sewaktu-waktu. Walau demikian, suara tersebut tidak berpengaruh terhadap pengusulan karena sistem ini tidak mewajibkan adanya pemberian suara. Suara tersebut lebih menekankan kepada pengguna lainnya bahwa Anda sudah selesai dan tidak sedang meninjau atau menunggu jawaban.
  • Jangan malu atau segan memberi saran. Walaupun artikel sudah bagus dan menurut Anda sang penulis lebih "pintar" dibanding Anda, pasti tetap ada celah-celah yang bisa diperbaiki
  • Untuk menekankan perkataan atau kalimat yang hendak dikomentari, dapat digunakan {{xt}}, {{font color}}, atau templat warna yang tersedia di sini
  • Bila sebuah komentar telah terselesaikan, beri {{sudah}} di bawah komentar. Bila sebuah komentar tidak terselesaikan, beri {{belum}} di bawah komentar

Penerimaan artikel

  • Untuk menerima usulan AP, semua prasyarat berikut harus terpenuhi:
  1. Sudah ada konsensus kalau isi artikel sudah sesuai kriteria AP
  2. Peninjauan sudah dilakukan secara komprehensif, artinya peninjau terlihat sudah membaca dan menimbang artikel tersebut dengan mendalam
  • Untuk menjaga kenetralan, pengusul maupun penulis utama artikel tidak boleh menjadi orang yang menutup diskusi dengan status "diterima"
  • Apabila sudah ada peninjauan menyeluruh dari dua pengguna, dan isi peninjauan itu sudah ditanggapi atau dikerjakan, maka boleh ditutup setelah 14 hari; apabila sudah ada peninjauan menyeluruh dari satu pengguna, dan isi peninjauan itu sudah ditanggapi atau dikerjakan, maka boleh ditutup setelah 30 hari
  • Pengusulan bisa tetap dibiarkan terbuka selama maksimal 3 bulan kalau belum ada yang meninjau
  • Usulan AP dapat ditutup tanpa penerimaan, apabila salah satu prasyarat berikut telah dipenuhi:
  1. Pengusul menarik usulannya
  2. Mutu artikel terlampau jauh dari kriteria artikel pilihan
  3. Jika terlalu banyak peninjau yang menyatakan kualitas artikel terlampau jauh dari kriteria artikel pilihan (dengan menjelaskan alasannya), usulan dapat ditutup
  4. Saran-saran yang masuk akal dan wajar sudah diberikan, tetapi tidak ditanggapi atau dikerjakan
  5. Peninjauan sudah berjalan 3 bulan, tetapi kriteria penerimaan di atas belum terpenuhi

Setelah disetujui

Suatu artikel yang sudah disetujui menjadi artikel pilihan akan dihapus dari halaman ini lalu didaftarkan terlebih dahulu ke halaman arsip, halaman artikel pilihan menurut topik, dan halaman jadwal usulan.

Usulan

Sri Parmini

Pengusul: Jeromi Mikhael (b • k • l)
Status:    Dalam diskusi

Wanita ketiga yang menjadi jenderal di lingkungan TNI-AD. Rencananya artikel bisa ditampilkan pada peringatan HUT Korps Wanita Angkatan Darat pada tanggal 22 Desember mendatang. Saya menyusun artikel ini berdasarkan artikel tentara wanita lain yang sudah menjadi artikel pilihan di Wikipedia Bahasa Inggris. Jeromi Mikhael (bicara) 19 Agustus 2021 08.44 (UTC)[]

Komentar dari Agus Damanik

Sebaiknya coba dicek lagi sumber-sumbernya. Tadi saya mengganti tanggal lahirnya yang saya kurang tahu dapat dari mana tanggal sebelumnya. Konsistenkan juga untuk tanggal terbit pada referensi menjadi bentuk tanggal bulan tahun. Untuk konten, masih saya cek dulu, meskipun sejujurnya masih ragu apakah layak menjadi artikel pilihan atau tidak. Kalau artikel bagus, sih layak. Agus Damanik (bicara) 21 Agustus 2021 19.16 (UTC)[]
@Agus Damanik: Tanggal pengarsipan itu yang buat bot, sedangkan referensi yang buat saya. Anda bisa lihat di sini. Itu ada tag IABotManagementConsole [1.2] di suntingannya, yang mengindikasikan bahwa suntingan dilakukan oleh IABotManagementConsole atas nama saya. --Jeromi Mikhael (bicara) 22 Agustus 2021 05.48 (UTC)[]
Apa tidak mau dibenarkan perubahan oleh botnya? Apakah tanggal pengaksesan juga dilakukan oleh bot? Karena pada poin referensi 14 dan 15 masih menggunakan format tahun, bulan tanggal. Agus Damanik (bicara) 22 Agustus 2021 08.32 (UTC)[]
@Agus Damanik: Sudah saya ubah. Silahkan diperiksa. --Jeromi Mikhael (bicara) 22 Agustus 2021 11.41 (UTC)[]

Komentar Danu

Aku rasa artikelnya sudah ditulis dengan baik, tetapi ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum bisa diangkat menjadi AP:

  • "Beberapa saat sebelum ia diwisuda dari universitas tersebut, Sri tidak sengaja melihat selebaran dari Komando Distrik Militer (Kodim) Surakarta mengenai pendaftaran wajib militer bagi wanita lulusan universitas untuk masuk ke dalam Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad)" --> memang ada wajib militer di Indonesia?
  • "Seorang bintara bernama Peltu Koesnan kemudian membantu Sri untuk mendaftar. Sri lalu menempuh proses seleksi selama beberapa hari di Bandung. Sri berhasil lolos seleksi dan menjadi calon perwira Kowad, sedangkan temannya tidak lulus" --> temannya itu siapa?
  • @Danu Widjajanto: Tidak ada penjelasan mengenai ini. Apakah perlu dihapus saja?
  • " Kedua orang tuanya cemas karena mereka sebelumnya merencanakan Sri untuk menjadi guru Ilmu Pengetahuan Sosial di Solo" --> ganti Solo jadi Surakarta lalu pranalakan. IPS juga sepertinya tidak perlu dikapitalisasi.
  • "Pada masa awal menjalani pendidikan di Pusdikkowad, Sri acapkali merasa heran dan kaget dengan sikap para pengajar dan siswa yang selalu berbicara dengan tegas dan nada tinggi. Namun, setelah beberapa lama, ia mulai terbiasa dengan budaya di lingkungan di Pusdikkowad." --> kurang ensiklopedis kayaknya untuk ditambahkan ke artikel ini
  • @Danu Widjajanto:   Selesai Saya hapus bagian itu dan gabungkan dengan atasnya
  • Pranalakan senjata M16
  • Sepertinya artikelnya perlu ditambahkan konteks untuk beberapa jabatan yang terdengar asing di telinga awam. Kalau jabatan seperti "Komandan Pusdikkowad" sih sudah kebayang ya beliau tugasnya apa, tapi untuk jabatan-jabatan ini orang nggak tahu pekerjaannya apa saja:
  • "Dinas Pengamanan dan Persandian TNI Angkatan Darat (Dispamsanad) sebagai Kepala Urusan dengan pangkat letnan satu" --> apa saja tugasnya?
  • @Danu Widjajanto: bagi saya ini sudah jelas. Mengurusi hal terkait pengamanan dan persandian di TNI AD.
  • " ia dipindahtugaskan ke Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) sebagai Wakil Kepala Ajudan Jenderal Daerah Militer (Waka Ajendam)" --> tugasnya ngapain?
  • @Danu Widjajanto: Sudah. Itu saya trackback dari sini, ternyata mengarah ke website purbakala...
  • @Jeromi Mikhael "ia dipindahtugaskan ke Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) sebagai Wakil Kepala Ajudan Jenderal Daerah Militer (Waka Ajendam),[4] sebuah badan pelaksana yang menangani masalah personil, administrasi, dan kesejahteraan prajurit." --> badan pelaksananya itu Komando Daerahnya atau Wakil Kepala Ajudannya? Kalau sekarang kesannya Wakil Kepala Ajudannya, dan ini terkesan ganjil karena Wakil Kepala Ajudan kan jabatan alih2 badan pelaksana. Danu Widjajanto (bicara) 14 September 2021 12.14 (UTC)[]
  • Sudah saya coba atur ulang kalimatnya. Mohon diperiksa. Jeromi Mikhael (bicara) 22 September 2021 13.33 (UTC)[]
  • " Ia lalu dimutasi menjadi staf ahli Panglima TNI dengan lingkup bidang kawasan Eropa dan Amerika Serikat pada tanggal 23 Desember 2009" --> untuk yang ini ada penjelasannya "Jabatannya sebagai staf ahli yang mengurusi bidang internasional mengharuskannya untuk berkoordinasi dan mencari informasi ke berbagai instansi seperti Badan Intelijen Strategis, Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan, dan kantor Atase Pertahanan.", tapi sebaiknya penjelasan ini dipindahkan ke depan setelah jabatan staf ahli disebutkan.
  • "Panglima TNI mengeluarkan surat keputusan yang memindahkannya ke Markas Besar Angkatan Darat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat" --> ini juga tugasnya ngapain?
  • @Danu Widjajanto:   Selesai Sudah saya perbaiki. Mengutip laporan ini: Namun, kini banyak yang tidak memiliki jabatan alias staf khusus. Intinya staf khusus itu mereka yang tidak punya jabatan. Sekarang bahasanya ganti dari Pati Mabesad jadi staf khusus Kasad.
  • @Jeromi Mikhael aku agak bingung soal ini. Sumbernya masih mengatakan beliau jadi Staf Khusus Kasad alih2 dicopot. Kalau dihubung2kan dengan sumber ini apa tidak menjadi riset asli? Danu Widjajanto (bicara) 14 September 2021 12.18 (UTC)[]
  • Ya kembali lagi ke poin pertama anda. Sumbernya jadi ndak ada penjelasan. Kalau mau diibaratkan staf khusus itu eufemisme bagi kalangan militer. Kalau mau artikelnya dipahami oleh kalangan umum harus disederhanakan bahasanya. Jeromi Mikhael (bicara) 22 September 2021 13.33 (UTC)[]
  • "Sekretariat Umum TNI menghasilkan sejumlah petunjuk administratif untuk digunakan di lingkungan TNI seperti petunjuk administrasi umum[14] dan petunjuk penggunaan bahasa dalam tulisan-tulisan dinas di lingkungan TNI" --> "petunjuk administratif" apa bedanya dengan "petunjuk administrasi umum"?
  • @Danu Widjajanto:   Selesai "petunjuk administratif" saya ganti jadi petunjuk saja agar tidak membingungkan.
  • "Panglima TNI mengeluarkan surat keputusan yang memindahkannya ke Markas Besar Angkatan Darat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat" --> ada alasannya?
  • @Danu Widjajanto: Nggak ada. Kalau anda iseng-iseng cari "Mutasi TNI" di google alasannya sama semua: 1) pembinaan karier dan/atau 2) kebutuhan organisasi
  • Pranalakan Jabodetabek
  • "Pengurus organisasi tersebut melakukan kunjungan ke markas Kodam Jaya dan bertemu dengan Panglima Daerah Militer Jayakarta, Eko Margiyono, pada bulan Desember 2019" --> kenapa informasi ini perlu ditambahkan? Sepertinya kurang ensiklopedis.
  • @Danu Widjajanto:   Selesai Sudah saya gabungkan dengan kalimat sebelumnya
  • Apa itu "mes"?
  • @Danu Widjajanto:   Selesai Harusnya barak. Mereka kan tentara; ini yang wawancara di sumber aslinya sepertinya kurang mengerti.
  • "Pangkatnya kemudian dinaikkan menjadi brigadir jenderal pada tanggal 15 Februari 2010.[11] Hal tersebut menjadikannya sebagai wanita ketiga yang menjadi perwira tinggi di lingkungan angkatan darat setelah Kartini Hermanus dan Hermawati" --> agar keterangan ini juga disebutkan di paragraf pembuka karena ini salah satu keterangan yang membuat tokohnya notable

Segitu saja, semoga membantu @Jeromi Mikhael Danu Widjajanto (bicara) 12 September 2021 20.25 (UTC)[]

@Danu Widjajanto: Saya sudah tanggapi semua, silahkan masukan lanjutan. --Jeromi Mikhael (bicara) 14 September 2021 12.05 (UTC)[]
@Jeromi Mikhael itu ada saran yang ketinggalan di atas, sudah aku tandai dengan warna biru. Untuk saran lanjutan aku tidak ada karena artikelnya memang pendek hehe, tapi aku masih ada pertanyaan terkait pelaksanaan beberapa saran yang sudah diberikan. Danu Widjajanto (bicara) 14 September 2021 12.10 (UTC)[]
@Danu Widjajanto: Saran-saran di atas sudah saya kerjakan. Mohon tinjauannya. --Jeromi Mikhael (bicara) 22 September 2021 13.42 (UTC)[]

Penaklukan Kepulauan Banda oleh Belanda

Pengusul: Danu Widjajanto (b • k • l)
Status:    Dalam diskusi

Artikel ini menjelaskan secara rinci proses penaklukan Kepulauan Banda oleh Belanda demi menegakkan monopoli pala. Selama penaklukan ini, terjadi pembantaian terhadap penduduk asli, dan setelah itu penduduk Kepulauan Banda diisi kembali oleh para budak. Pembantaian ini hingga kini masih menjadi kontroversi di Belanda, karena kontras dengan memori kolektif di sana bahwa masa penjajahan Belanda merupakan periode nostalgia. Isinya disadur dari Wikipedia Bahasa Inggris dengan berbagai penambahan/penyesuaian, dan sudah dilengkapi dengan rujukan ilmiah. Saran perbaikan akan sangat saya hargai (terutama mengingat saat sedang menulis artikelnya, saya sering kali tertukar antara Banda dan Belanda). Danu Widjajanto (bicara) 4 Agustus 2021 06.48 (UTC)[]

Komentar Medelam

Minor saja ya.

  • "Walaupun VOC sengaja menghukum Pulau Ay untuk menakuti pulau-pulau lain". Mungkin menghukum penduduk di Pulau Ay, maksudnya?
    Sudah aku tambahkan. Danu Widjajanto (bicara) 1 September 2021 07.44 (UTC)[]
  • Pada bagian Penaklukan Ay, mengapa "Heeren XVII" perlu dicetak miring?
    Betul juga, karena ini nama lembaga, sudah dihapus. Danu Widjajanto (bicara) 1 September 2021 07.44 (UTC)[]
  • Lontor masih merah, padahal cukup sering disebut dalam artikel ini. Mungkin bisa dibantu untuk dirintis artikelnya?
    Sudah ada yang membuatkan akhirnya: Banda Besar Danu Widjajanto (bicara) 1 September 2021 07.44 (UTC)[]
  • Mungkin bisa ditambahkan informasi (jika ada) terkait dengan invasi lainnya oleh Belanda di Kepulauan Banda, apakah mungkin ada pertempuran lainnya di sana atau tidak.
    Dari sumber yang ada sih memang Belanda hanya pernah bertempur di Banda Neira, Lontor, Rhun, dan Ay, dan klimaksnya adalah pembantaian di Pulau Lontor. Danu Widjajanto (bicara) 1 September 2021 07.44 (UTC)[]
  • Jika ada, mungkin bisa disertakan berapa kekuatan (total) Belanda yang diterjunkan ke Banda, walaupun mungkin angka kasar. Saya lihat ada beberapa jumlah angka pada badan artikel, namun untuk menuliskan pada kotak info di atas artikel, saya kembalikan ke pengembang/pengusul.
    Sayangnya memang tidak ada datanya untuk keseluruhan konflik, adanya untuk pertempuran tertentu... kalau diekstrapolasi nanti bisa jadi original research. Danu Widjajanto (bicara) 1 September 2021 07.44 (UTC)[]

Salam. Medelam (bicara) 10 Agustus 2021 01.59 (UTC)[]

Komentar Swarabakti

Saya komentar sambil jalan ya, kalau ada lagi nanti ditambahkan.

  • "Setelah VOC gagal meminta rakyat Banda untuk hanya menjual pala dan fuli kepada Belanda, pembunuhan seorang pejabat VOC yang bernama Pieter Willemsz. Verhoeff menjadi alasan bagi VOC untuk memulai perang." -> sebaiknya dipecah dua kalimatnya, agak kurang koheren kalau jadi satu.
    Sudah aku mekarkan seperti ini: "VOC meminta agar orang-orang Banda hanya menjual pala dan fuli kepada mereka, tetapi rakyat Banda menolak. Kemudian, pembunuhan seorang pejabat VOC yang bernama Pieter Willemsz. Verhoeff menjadi alasan bagi VOC untuk memulai perang." Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 10.37 (UTC)[]
  • "Pada awal April 1609, armada Belanda yang dipimpin oleh Pieter Willemsz. Verhoeff tiba di Pulau Banda Neira dan ingin memaksakan pendirian sebuah benteng. Orang Banda sendiri menginginkan perdagangan bebas agar mereka dapat memanfaatkan persaingan antar pedagang Eropa dan menjual produk mereka kepada penawar tertinggi. Namun, Belanda ingin memonopoli perdagangan rempah-rempah; dalam kata lain, mereka ingin agar rakyat Banda hanya menjual rempah-rempah kepada Belanda. Kemudian berlangsung perundingan sengit antara orang Belanda dengan Banda. Pada akhir Mei 1609, para pemimpin orang Banda mengajak Verhoeff dan dua komandan lainnya ke hutan, dan di situ mereka dibunuh. Penjaga mereka juga dibantai oleh orang Banda; secara keseluruhan terdapat 46 orang Belanda yang tewas."
    • Penggambaran eskalasinya kok aku agak kurang nyambung ya? Kesannya kayak Belanda dateng, ngajak berunding, terus tiba-tiba dibantai orang sana. Apa bisa dijabarkan lagi "perundingan sengit"-nya bagaimana? Apa ada hal yang memicu rakyat Banda sehingga mereka memutuskan melakukan pembunuhan, misalnya karena Belanda tetap membangun benteng walaupun perundingan masih berlangsung? Tambahan lagi, seingatku Portugis pernah nyoba bangun benteng di tempat yang sama sebelumnya tapi juga ditolak masyarakat lokal, mungkin ini cukup relevan sebagai konteks.
      • @Swarabakti Terima kasih banyak atas sarannya. Aku setuju kalau eskalasi seperti di versi bahasa Inggrisnya mencakup oversimplifikasi. Jadi aku sudah tambahkan berbagai keterangan tambahan yang bisa memperjelas konteksnya. Perubahannya bisa dilihat di sini. Untuk "perundingan sengit" dengan orang kaya di Banda Neira, memang tidak ada keterangan lengkapnya. Tapi sekarang dengan konteks yang lebih lengkap, pembaca bisa menduga-duga sendiri kira-kira kenapa rakyat Banda sangat marah sampai melakukan pembunuhan. Aku sendiri tidak bisa menghubungkan secara eksplisit karena bisa berisiko melakukan riset asli. Untuk konteks Portugis, sebelumnya memang sudah disebutkan di bagian "Latar belakang", sekarang sudah aku jabarkan lebih lanjut di paragrafnya sendiri.
        • Jauh lebih baik. Terima kasih. — swarabakti💬 14 September 2021 03.49 (UTC)[]
    • Juga, kalau melihat dari ini, mungkin lebih baik menekankan sudut pandang "penolakan rakyat Banda terhadap monopoli" daripada "kegagalan VOC mendapatkan monopoli" di bagian pembuka. Minor sih, tapi kesannya lumayan berbeda.
      • Aku sudah coba pertegas penolakan orang kaya Banda terhadap monopoli di paragraf pembuka. Sebagai catatan, memang agak repot untuk "memperkaya perspektif" karena sumber yang tersedia adalah sumber-sumber Barat (wajar mengingat terjadi pembantaian besar-besaran selama peristiwa ini). Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 21.48 (UTC)[]
  • Apa nama Pieter Willemsz. Verhoeff memang lazim disingkat dengan titik, atau pengejaannya hanya mengikut judul artikel induknya?
    Sumber Belanda ada yang menggunakan titik, ada yang tidak. Aku sendiri kurang tahu kenapa harus pakai titik. Supaya tidak membingungkan aku hapus saja titiknya. Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 10.37 (UTC)[]
    Aku coba cari ada yang pakai "Pieter Willemszoon Verhoeff", dan Jan Pieterszoon Coen juga disingkat "Pietersz." di beberapa tempat. Mungkin sama kayak nyingkat bin jadi b. kali ya. Tapi kalau untuk menghindari kebingungan, mungkin nggak apa nggak pakai titik. — swarabakti💬 14 September 2021 03.49 (UTC)[]
    Owalah, itu singkatan dari "Willemszoon" tokh, aku baru ngeh *tepok jidat*. Sudah aku ganti jadi "Willemszoon", ada juga sumber akademis yang memakai nama ini: [1] Danu Widjajanto (bicara) 14 September 2021 09.23 (UTC)[]
  • "Mereka kemudian memutuskan untuk melanggar perjanjian dengan Belanda dan memulai perdagangan dengan Inggris (yang memberi harga yang lebih menguntungkan) serta pedagang Melayu, Jawa, dan Makassar (yang menjual rempah-rempah dari Banda kepada Portugis)." -> sepertinya lebih baik jika langsung ditulis "Banyak di antara mereka yang melanggar perjanjian". Kalau pakai "memutuskan" kesannya mereka bikin musyawarah khusus dan bersepakat melakukan hal ini, padahal kenyataannya memang perjanjian monopoli seperti ini rentan dilanggar kalau tidak ada pengawasan yang ketat.
    Terima kasih banyak atas kejeliannya, sudah saya ubah. Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 10.39 (UTC)[]
  • "Ketika benteng Inggris di Pulau Rhun tengah dikepung, ketegangan antara VOC dengan East India Company (EIC) terus menguat" -> sepertinya lebih tepat "selagi" dan "semakin".
    Sudah aku ubah, terima kasih. Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 10.39 (UTC)[]
    Kalau aku pribadi biasanya pakai "ketika" untuk kejadian yang rentang waktunya lebih spesifik. Pengepungan Pulau Rhun kan berlangsung selama beberapa tahun, jadi kalau aku bakal pakai "selagi/sewaktu" (in the sense of "pada rentang waktu yang sama") di situ, tapi ya ini balik lagi ke preferensi masing-masing sih. — swarabakti💬 14 September 2021 03.49 (UTC)[]
    @Swarabakti aku minta maaf yang sebesar-besarnya karena perubahan bagian "ketika"nya sebelumnya tidak tersimpan. Sudah aku ganti. Terima kasih karena sudah mengingatkan. Danu Widjajanto (bicara) 14 September 2021 09.24 (UTC)[]
  • Ini masalah gaya sih, tapi aku kurang suka penggunaan kata "setelah" yang terlalu sering di awal kalimat, ada lebih dari sepuluh kalau kuhitung. Bacanya jadi lebih mirip to-do list (setelah ini begini, setelah itu begini) dan kurang mengalir. Coba diparafrase, atau langsung hapus saja kalau tidak terlalu perlu. — swarabakti💬 13 September 2021 05.18 (UTC)[]
    Hmm saat aku coba untuk menghapus/mengparafrase, kok sepertinya susah sekali ya? Aku kurang setuju kalau penggunaan "setelah" itu kurang mengalir, justru kalau dihapus malah jadi tidak mengalir, karena "setelah" itu memang berfungsi sebagai konektor yang mengalirkan satu kalimat ke kalimat berikutnya. Danu Widjajanto (bicara) 13 September 2021 21.53 (UTC)[]
    Oh gapapa, maksudku di atas itu tadinya ada penggunaan setelah di awal kalimat yang terlalu dekat jadinya terasa seperti monoton, tapi setelah dibaca ulang sekarang sepertinya sudah oke. — swarabakti💬 14 September 2021 03.49 (UTC)[]
    Kalau rasanya bakal monoton pakai "setelah", saya biasa pakai "selepas" :)) dwadieff 15 September 2021 08.47 (UTC)[]
    Ide bagus tuh, sudah aku ragamkan dengan kata "selepas" Danu Widjajanto (bicara) 16 September 2021 22.01 (UTC)[]

@Danu Widjajanto: Aku ada sedikit copyedit, kalau kurang berkenan silakan di-revert. — swarabakti💬

@Swarabakti bagus sekali perubahannya, terima kasih banyak :) Danu Widjajanto (bicara) 14 September 2021 09.25 (UTC)[]

@Danu Widjajanto: Tambahan lagi:

  • Ref [1] Rozendaal 2019, hlm. 123–127 rentang halamannya lumayan besar untuk kutipan yang digunakan berulang kali. Mungkin bisa dibuat lebih spesifik lagi untuk tiap kutipannya.
  • Ref [21] Burnett 2013, hlm. 124–129 juga.
    Untuk yang ini nunggu sebentar ya, nunggu dapat salinan dari Wikipedia:WikiProject Resource Exchange/Resource Request karena aku nggak ada akses ke sumbernya. Kalau nggak dapat nanti aku coba cari sumber alternatif. Danu Widjajanto (bicara) 16 September 2021 22.01 (UTC)[]

Untuk ref [14] Masselman 1963, hlm. 144–150 rentangnya memang besar tapi karena hanya digunakan sekali, aku asumsikan paragrafnya memang meringkas seluruh isi halaman yang dirujuk. Satu lagi, untuk rentang halaman gunakan tanda pisah/dash, kulihat masih ada beberapa yang pakai tanda hubung. — swarabakti💬 15 September 2021 08.45 (UTC)[]

Betul, memang itu untuk meringkas seluruh halaman yang dirujuk. Itu aku sendiri yang menambahkan, di versi Inggrisnya pakai sumber Encarta soalnya. Danu Widjajanto (bicara) 16 September 2021 22.01 (UTC)[]

Komentar RianHS

Saya komentar sedikit saja.

  • Paragraf pembuka: "Ekspedisi ini berujung pada pembantaian Banda yang menewaskan sekitar 2.500 orang Banda, sementara terdapat 1.700 warga Banda yang diperbudak oleh VOC." → "sementara terdapat" kayaknya tidak alami, bagaimana kalau "Ekspedisi ini berujung pada pembantaian Banda yang menewaskan sekitar 2.500 orang Banda dan mengakibatkan 1.700 warga Banda lainnya diperbudak oleh VOC." atau semacamnya.
  • Paragraf terakhir di subjudul Latar Belakang: "Kemudian, pada tahun 1602 ..." → Kata "kemudian" dipakai sebagai konjungsi antarkalimat, bukan konjungsi antarparagraf. Saran: Hapus kata kemudian, atau paragraf tersebut digabungkan ke paragraf sebelumnya.

Selebihnya, saya   Setuju artikel ini jadi AP. — RianHS (bicara) 22 September 2021 09.32 (UTC)[]