Ubaidillah bin Ali

Ubaidillah bin Ali bin Abi Thalib (bahasa Arab: عبيد الله بن علي بن أبي طالب‎) adalah putra dari Ali bin Abi Thalib dan ibunya, Laila binti Mas'ud berasal dari Bani Tamim. Ia adalah saudara kandung dari Abu Bakar,[1] yang terbunuh bersama Husain, saudaranya yang lain di Pertempuran Karbala.[2]

Dia pergi ke Kufah dari Hijaz, dan Al-Mukhtar ats-Tsaqafi memenjarakannya, lalu ia membebaskan Ubaidillah, dan dia kemudian pergi mendatangi Mush'ab bin az-Zubair, wakil saudaranya Abdullah di Irak, dan Mush'ab menghormatinya. Kemudian beberapa orang dari Bani Tamim datang kepadanya dan berbaiat kepadanya untuk menjadi khalifah di luar yang ia inginkan, dan Ubaidillah menyarankan kepada mereka untuk tidak terburu-buru. Maka Mush'ab memanggilnya, dan Ubaidillah bersumpah bahwa dia tidak menginginkannya, jadi Mush'ab mempercayainya. Kemudian dia ikut serta dengan pasukan Mush'ab dalam Pertempuran Al-Madzar melawan Al-Mukhtar ats-Tsaqafi, dan Ubaidillah terbunuh dalam pertempuran tersebut.[3]

ReferensiSunting

  1. ^ Sayyid Sulaiman Nadwi (2015). Ali bin Abi Thalib. Puspa Swara. hlm. 62. ISBN 978-979-1479-87-5. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-11-10. Diakses tanggal 2021-11-15. 
  2. ^ Al-Kamil fi at-Tarikh - jilid 3 - 30 - 64 (dalam bahasa Arab). IslamKotob. hlm. 443. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-11-10. Diakses tanggal 2021-11-15. 
  3. ^ (Arab) Dr. Abdel Salam al-Termanini, "Peristiwa sejarah Islam dalam urutan tahun: Bagian Pertama dari tahun 1 H sampai tahun 250 H", jilid pertama (dari tahun 1 H sampai tahun 131 H), Dar Thalas, Damaskus.