Tiying Gading, Selemadeg Barat, Tabanan

Tiying Gading adalah desa yang berada di kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali, Indonesia.

Tiying Gading
Lambang desa tiyinggading.jpg
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenTabanan
KecamatanSelemadeg Barat
Kodepos
82162
Luas5,60 km² [1]
Jumlah penduduk2.315 jiwa(2016)[2]
1.807 jiwa(2010)[3]
Kepadatan323 jiwa/km²(2010)

SejarahSunting

Pada zaman dahulu, tersebutlah suatu daerah yang penduduknya hidup rukun dan taat berbakti dengan memeluk agama Hindu. Pada suatu hari, diceritakan ada sekelompok orang atau rombongan yang konon berasal dari Desa Pujungan sedang melakukan perjalanan suci selama 72 hari menuju pantai selatan dengan tujuan melasti. Karena kemalaman, maka pimpinan rombongan memutuskan untuk beristirahat dan membangun kemah dengan menggunakan tiang dari bambu yaitu Bambu Gading. Keesokan harinya, rombongan tersebut melanjutkan perjalanan menuju pantai selatan tetapi rombongan tersebut lupa mencabut tiang penyangga dari kemah mereka. Karena acara melasti tersebut rutin dilaksanakan dengan berjalan kaki setiap upacaranya, dan rombongan tersebut juga selalu beristirahat ditempat yang sama, akan tetapi mereka tidak tahu nama tempat/desa tersebut, bahkan penduduk dilokasi kemah itupun tidak pernah memberi nama desa tersebut. Tidak disangka juga bambu yang ditancapkan untuk tiang kemah tersebut akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi Bambu Gading yang besar, maka dari kenyataan tersebut akhirnya penduduk asli ditempat itu memberi nama Desa Tiying Gading, dan nama itu tetap melekat dan digunakan sampai saat ini. Sekarang, ditempat tumbuhnya bambu tersebut, dibangun Kahyangan Suci yaitu Pura Puseh dan Pura Desa.

Karena setiap tahun perkembangan penduduk sangat pesat, banyak dari mereka yang mencari tempat tinggal keluar, ada yang ke utara Br.Ampadan, ada yang ke barat dan sekarang menjadi Br.Dinas Dukuh. Selain itu, ada juga perkumpulan penduduk yang tinggal didekat sungai yaitu Antagana, yang berasal dari asal kata Ananta Yogana yang berarti tempat melakukan Yoga tanpa berhenti. Lama kelamaan, penduduk disanapun menyebar lagi menjadi Br.Dinas Antagana Kaja, Antagana Kelod, dan Antagana Kangin. Sebagai bukti kerukunan dan ketaatan bakti maka dibangunlah sebuah tempa Suci/Pura Dalem Purwa yang disungsung oleh Br.Antagana Kelod, Antagana Kangin, Antagana Kaja, dan Br Anyar. Selain Pura Dalem Purawa masih ada dua Pura Bersejarah yaitu Pura Batur dan PuraGedong/Waringin yang tempatnya masing-masing di hulu Pura Puseh dan di arah Timur laut Banjar Antagana Kaja.

Pembagian Dusun/BanjarSunting

Desa Tiying Gading terbagi menjadi 7 Banjar dinas dan 5 desa adat, yaitu:

  1. Banjar Dinas Tiying Gading
  2. Banjar Dinas Ampadan
  3. Banjar Dinas Dukuh
  4. Banjar Dinas Antagana Kaja
  5. Banjar Dinas Antagana Kangin
  6. Banjar Dinas Antagana Kelod
  7. Banjar Dinas Banjar Anyar

DemografiSunting

Penduduk desa Tiying Gading sampai dengan tahun 2016 berjumlah 2.315 jiwa terdiri dari 1.174 laki-laki dan 1.141 perempuan dengan sex rasio 102,89.[2]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting