Tambora, Jakarta Barat

kecamatan di Kota Administrasi Jakarta Barat, Indonesia

Koordinat: 6°08′36″S 106°47′28″E / 6.143341°S 106.791243°E / -6.143341; 106.791243

Kecamatan Tambora terletak di Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia.[1][2]

Tambora
Jakarta Tambora.PNG
Peta lokasi Kecamatan Tambora
Negara Indonesia
ProvinsiJakarta
KotaJakarta Barat
Pemerintahan
 • CamatBambang Sutarna
Populasi
 (2020)
 • Total241.889 jiwa
 • Kepadatan44.794,00/km2 (11,602,000/sq mi)
Kode Kemendagri31.73.04 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan11

Kecamatan ini merupakan salah satu daerah paling rawan terhadap kebakaran, karena hal-hal berikut:

  1. Sumber air relatif jauh, sehingga perlu beberapa unit mobil pompa kebakaran untuk menyalurkan dari sumber air ke lokasi kebakaran di daerah tersebut
  2. Jalan lingkungan relatif sempit dan banyak tikungan tajam yang menyulitkan akses dan manuver unit mobil pemadam
  3. Sebagian besar rumah dibuat dengan bahan yang mudah terbakar dan jarak antar bangunan berhimpitan
  4. Jumlah dan kepadatan populasi/penduduk cukup tinggi
  5. Kesadaran terhadap keamanan dari kebakaran pada warga masyarakatnya yang masih sebagian besar belum tertanam.

PemerintahanSunting

Pembagian administratifSunting

Kecamatan Tambora terdiri dari 11 kelurahan, yakni:

  1. Kelurahan Tanah Sareal, dengan kode pos 11210
  2. Kelurahan Tambora, dengan kode pos 11220
  3. Kelurahan Roa Malaka, dengan kode pos 11230
  4. Kelurahan Pekojan, dengan kode pos 11240
  5. Kelurahan Jembatan Lima, dengan kode pos 11250
  6. Kelurahan Krendang, dengan kode pos 11260
  7. Kelurahan Duri Utara, dengan kode pos 11270
  8. Kelurahan Duri Selatan, dengan kode pos 11270
  9. Kelurahan Kali Anyar, dengan kode pos 11310
  10. Kelurahan Jembatan Besi, dengan kode pos 11320
  11. Kelurahan Angke, dengan kode pos 11330

DemografiSunting

Ditahun 2020, penduduk kecamatan ini berjumlah 241.889 jiwa, dimana laki-laki sebanyak 125.853 jiwa dan perempuan sebanyak 116.036 jiwa, dengan kepadatan penduduk 44.794 jiwa/km2.[3]

Kota Jakarta Barat, termasuk di kecamatan Cengkareng, warga berasal dari beragam Suku, Agama, Ras dan Adat istiadat (SARA). Berdasarkan data Sensus penduduk 2010, warga Jakarta Barat berasal dari beragam suku dan agama. Didominasi oleh suku Jawa, Betawi, Tionghoa, Batak, serta banyak juga berasal dari keturunan Sunda, Minangkabau, serta suku lainnya.[4]

Kemudian dalam hal keagamaan, penduduk kecamatan ini juga cukup beragam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kota Jakarta Barat tahun 2020 mencatat jumlah pemeluk agama, dimana Islam sebanyak 60,93%, kemudian Budha 22,89%, Kristen 16,10% (Protestan 11,47% dan Katolik 4,63%), Hindu 0,03% dan lainnya 0,05% (Konghucu dan kepercayaan).[3]

ReferensiSunting

  1. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  2. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  3. ^ a b "Kota Administrasi Jakarta Barat Dalam Angka 2020". Badan Pusat Statistik Indonesia. 2020. Diakses tanggal 5 Oktober 2020. 
  4. ^ "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 5 Oktober 2020. 

Pranala luarSunting

Catatan: Jika sewaktu-waktu pranala berikut mati, harap dihapus saja.