Syarif Mekkah adalah gelar yang diberikan pada Gubernur yang memerintah tanah suci Mekkah, Madinah dan Daerah Hijaz di sekitarnya.[1] Nama gelar Syarif ini sebenarnya diambil dari nama gelar kehormatan keturunan Nabi Muhammad dari jalur Hasan bin Ali bin Abi Thalib.[2][3] Ini sesuai dengan tradisi umat Islam, yaitu memberikan gelar Syarif dan Mawla pada keturunan Nabi Muhammad yang berasal dari jalur Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, dan memberikan gelar Sayyid atau Habib dan semua variannya pada keturunan Nabi Muhammad yang berasal dari jalur Husain bin Ali bin Abi Thalib.

Silsilah keluarga dari dinasti awal Syarifiyah Mekah.
  Sulaymaniyah
  Hasyimiyah
  Ja'fariyah
  Qatadiyah

Sejak Zaman Abbasiyah, jabatan Gubernur Mekkah ini tidak lagi dipilih oleh Khalifah, tapi menjadi hak turun temurun keturunan Nabi Muhammad.[4] Apapun khilafahnya, siapapun khalifahnya, semua sepakat untuk memberikan kehormatan ini pada keturunan Nabi Muhammad, dan semua ini berakhir pada tahun 1925 ketika keluarga Saud menganeksasi Hijaz dan mengusir Bani Hasyim dari tanah Hijaz. Sejak saat itu, Bani Saud menguasai Mekkah dan Madinah dan penerus Bani Hasyim memulai sejarahnya yang bergejolak di Syiria, Irak dan Yordania.

Keluarga Al Hasyimi Asy Syarif

Marga Al Hasyimi merupakan nisbah kepada keturunan Amir Makkah Syarif Husein bin Ali al Hasyimi.

Syarif Husein bin Ali al Hasyimi adalah Syarif Makkah (Amir Makkah) terakhir ketika Hijaz masih berada di bawah Kekhalifahan Utsmani.

Syarif Husein bin Ali menjadi Amir Makkah pada tahun 1908-1916 M.

Kemudian beliau melepaskan Hijaz dari Turki dan mendirikan Kerajaan Arabiyah Hijaziyah. Beliau menjadi Raja Kerajaan Arabiyah Hijaziyah pada tahun 1916-1924 M.

Selanjutnya, setelah Kekhalifahan Turki Utsmani secara resmi dibubarkan dan berubah menjadi Republik Turki, Syarif Husein bin Ali dibaiat sebagai Khalifah Kaum Muslimin pada 3 Maret 1924 Masehi.

Syarif Husein bin Ali berasal dari Keluarga Al 'Auni, cabang dari Marga Asyraf Al 'Abdali.

Syarif Husein bin Ali masyhur dengan sebutan Syarif Husein bin Ali al 'Abdali ketika menjadi Amir Makkah.

Barulah setelah beliau mendirikan Kerajaan Arabiyah Hijaziyah (Kerajaan Hasyimiyah Hijaz) dengan mengumpulkan baiat dari Asyraf Bani Hasyim di Hijaz,

beliau mengubah gelarnya menjadi Al Hasyimi.

Sebagai tanda bahwa beliau adalah Raja Bani Hasyim di zamannya.

Setelah menjadi Raja Kerajaan Hasyimiyah Hijaz, beliau dan seluruh keturunannya bergelar Al Hasyimi.

Secara nasab, Syarif Husein bin Ali merupakan keturunan ke-38 Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam.

Nasab lengkap Syarif Husein bin Ali :

1. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam

2. Fatimah Az-Zahra

3. Hasan Al-Mujtaba

4. Hasan Al-Mutsanna

5. 'Abdullah Al-Mahdi

6. Musa Al-Jun

7. 'Abdullah Ar-Ridha

8. Musa Ats-Tsani

9. Muhammad Ats-Tsa'ir

10. 'Abdullah Al-Akbar

11. 'Ali As-Salami

12. Sulaiman

13. Husein

14. 'Isa

15. 'Abdul Karim

16. Mutha'an

17. Idris (Amir Makkah)

18. Qatadah (Amir Makkah)

19. 'Ali Al-Akbar

20. Hasan Abu Sa'ad (Amir Makkah)

21. Muhammad Abu Numai Al-Awwal (Amir Makkah)

22. Rumaitsah (Amir Makkah)

23. 'Ajlan (Amir Makkah)

24. Hasan (Amir Makkah)

25. Barakat Al-Awwal (Amir Makkah)

26. Muhammad (Amir Makkah)

27. Barakat Ats-Tsani (Amir Makkah)

28. Muhammad Abu Numai Ats-Tsani (Amir Makkah)

29. Hasan (Amir Makkah)

30. 'Abdullah (Amir Makkah)

31. Husein

32. 'Abdullah

33. Muhsin

34. Syarif 'Aun Ar-Rafiq (Datuk Asyraf Marga Al-'Auni)

35. 'Abdul Mu'in

36. Muhammad (Amir Makkah)

37. 'Ali (Amir Makkah)

38. Syarif Husein

Syarif Husein bin Ali al Hasyimi memiliki 4 putra. Yakni :

1) Raja Ali al Hasyimi (lahir 1879).

Beliau merupakan Raja Kerajaan Hasyimiyah Hijaz menggantikan Syarif Husein bin Ali yang menjadi Khalifah.

2) Raja Abdullah al Hasyimi (lahir 1882).

Beliau merupakan pendiri Kerajaan Hasyimiyah Yordania. Beliau bergelar Raja Abdullah al Awwal.

3) Raja Faishal al Hasyimi (lahir 1885).

Beliau merupakan Raja Kerajaan Hasyimiyah Iraq-Syiria. Beliau bergelar Raja Faishal al Awwal.

4) Pangeran Zaid al Hasyimi (lahir 1898).

Keempat putra Syarif Husein tersebut merupakan keturunan ke-39 Rasulullah.

KETURUNAN KE-39 RASULULLAH

• Raja Ali bin Syarif Husein memiliki 1 anak laki-laki bernama Abdul-ilah (1913).

Pangeran Abdul-ilah sebenarnya merupakan Pangeran Mahkota Kerajaan Hasyimiyah Iraq. Namun beliau terlebih dahulu wafat karena kudeta yang menjadikan Iraq berubah dari Kerajaan menjadi Republik.

Beliau tidak memiliki anak laki-laki.

• Raja Abdullah al Awwal bin Syarif Husein memiliki 2 anak.

1. Thalal (1909). Beliau menjadi raja selanjutnya di Yordania.

2. Nayif (1914).

• Raja Faishal al Awwal bin Syarif Husein memiliki satu anak bernama Ghazi (1912). Ghazi menjadi Raja Hasyimiyah Iraq selanjutnya setelah wafatnya Raja Faishal al Awwal.

• Pangeran Zaid bin Syarif Husein memiliki satu orang anak bernama Ra'ad (1936).

KETURUNAN KE-40 RASULULLAH

• Raja Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Beliau berputra 3 orang :

1. Raja Husein (1935)

2. Muhammad (1940)

3. Hasan (1947)

• Nayif bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Beliau berputra 2 orang :

1. 'Ali (1941)

2. 'Ashim (1948)

• Raja Ghazi bin Faishal al Awwal bin Syarif Husein.

Berputra satu orang bernama Faishal ats Tsani (Faishal II).

Faishal II meninggal dalam tragedi kudeta militer di Iraq yang menyebabkan Iraq berubah menjadi Republik.

Raja Faishal II meninggal dalam keadaan belum menikah.

• Ra'ad bin Zaid bin Syarif Husein.

Beliau berputra 4 orang :

1. Zaid (1964)

2. Mir'ad (1965)

3. Faras

4. Faishal

KETURUNAN KE-41 RASULULLAH

• Raja Husein bin Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Berputra 5 orang :

1. Raja Abdullah ats Tsani (1962)

2. Faishal (1963)

3. Ali (1975)

4. Hamzah (1980)

5. Hasyim (1981)

• Muhammad bin Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Berputra 2 orang :

1. Thalal (1965).

2. Ghazi (1966).

• Hasan bin Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Berputra 1 orang :

1. Rasyad.

• 'Ali bin Nayif bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Berputra 2 orang :

1. Muhammad Abbas (1973).

2. Ja'far (2007).

• 'Ashim bin Nayif bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Berputra satu orang :

1. Nayif (1998).

• Zaid bin Ra'ad bin Zaid bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 3 anak. Namun saya tidak tau siapa-siapa namanya.

• Mir'ad bin Ra'ad bin Zaid bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 2 putra.

1. Rakan (1995)

2. Ja'far (2002)

• Faras bin Ra'ad bin Zaid bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 1 orang putra :

1. Hasyim

• Faishal bin Ra'ad bin Zaid bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 1 orang putra :

1. Husein (2013)

KETURUNAN KE-42 RASULULLAH

• Raja Abdullah ats Tsani bin Husein bin Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 2 orang putra :

1. Pangeran Mahkota, Husein (1994)

2. Hasyim (2005)

• Faishal  bin Husein bin Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 1 putra :

1. Umar (1993)

• Ali bin Husein bin Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 1 putra :

1. Abdullah (2004)

• Hamzah bin Husein bin Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 2 putra :

1. Husein (2019)

2. Muhammad (2022)

• Hasyim bin Husein bin Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 2 putra.

1. Husein (2015)

2. Hasan (2019)

• Thalal bin Muhammad bin Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 2 putra :

1. Husein (1999)

2. Muhammad (2001)

• Ghazi bin Muhammad bin Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 1 orang putra :

1. Abdullah (2001)

• Rasyad bin Hasan bin Thalal bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 2 putra :

1. Hasan (2013)

2. Thalal (2016)

• Muhammad Abbas bin Ali bin Nayif bin Abdullah al Awwal bin Syarif Husein.

Beliau memiliki 2 putra :

1. Hamzah (2007)

2. Haydar (2013)

Mereka semua inilah yang memiliki gelar marga Al Hasyimi, yakni keturunan Amirul Mu'minin Syarif Husein bin Ali al Hasyimi.

Mereka adalah para Keluarga Kerajaan Hasyimiyah Yordania. Tinggal di wilayah Kerajaan Yordania.

Dan sejauh ini belum ada seorang bermarga Al Hasyimi yang tinggal di luar Yordania.

Keluarga Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania

Dzurriyah Amirul Mu'minin Asy Syarif Husein bin 'Ali al Hasyimi al 'Auni al 'Abdali asy Syarif al Hasani.

Daftar Nama Syarif Mekkah

sunting

Klan Ja'fari

sunting
  • Syarif Abu Muhammad Ja'far bin Abu Ja'far Muhammad bin Husain bin Muhammad bin Musa bin Abdullah bin Musa bin Abdullah bin Hasan bin Hasan (967-980)
  • Syarif 'Isa bin Ja'far (980-994)
  • Syarif Abul Futuh Hasan bin Ja'far (994-1010)
  • Syarif Muhammad Syukr bin Hasan bin Ja'far (1010-1012), wafat tanpa punya keturunan.

Klan Sulaimani

sunting
  • Syarif Abu Thoyyib Dawud bin Abdurrahman bin Abul Fatik Abdullah bin Dawud bin Sulaiman bin Abdullah bin Musa bin Abdullah bin Hasan bin Hasan (1012-1039)
  • Syarif Muhammad bin Abdurrahman (1039-1048)
  • Syarif Wahhas bin Abu Thoyyib Daud bin Abdurrahman (1048-1058)
  • Syarif Hamzah bin Wahhas (1058-1062), wafat dalam pengasingan di rumahnya setelah dikalahkan Abu Hasyim Muhammad dari Klan Hawasyim atas bantuan Ali bin Muhammad as-Sulaihi. Ia menurunkan Klan al-Hasyim, al-Isa dan al-Ghanim (cabang Klan Sulaimani)

Klan Hawasyim (Hasyimi)

sunting
  • Syarif Abu Hasyim Muhammad bin Ja'far bin Muhammad bin Abdullah bin Abu Hasyim Muhammad bin Husain bin Muhammad bin Musa bin Abdullah bin Musa bin Abdullah bin Hasan bin Hasan(1063-1094), bangkit atas bantuan Ali bin Muhammad as-Sulaihi dari Sulaihi Yaman.
  • Syarif Abu Fulaitha Qasim bin Abu Hasyim (1094-1101). Wafat bertepatan dengan wafatnya al-Musta'li dari Dinasti Fatimiyah. Ia digantikan putranya Fulaitha.
  • Syarif Fulaitha bin Qasim (1101-1133), ia digantikan putranya Hasyim.
  • Syarif Hasyim bin Fulaitha (1133-1155), ia digantikan putranya Qasim.
  • Syarif Qasim bin Hasyim (1155-1161), ia digantikan pamannya Isa.
  • Syarif Isa bin Fulaitha (1161-1175), ia digantikan putranya Dawud.
  • Syarif Dawud bin Isa (1175-1176), berseteru dengan saudaranya Muktsir.
  • Syarif Muktsir bin Isa (1176-1177) (-1201), dijatuhkan oleh Qatadah.

Di bawah Ayyubiyah dan Abbasiyah Pertama (Baghdad)

sunting

Klan Qatadah

sunting
  • Syarif Qatadah Abu 'Aziz bin Idris al-Hasani (1201-1220)
  • Syarif Hasan Abu Jammaz bin Qatadah bin Idris al-Hasani (1220-1241)
  • Syarif Hasan Abu Sa'ad bin Ali bin Qatadah (1241-1254)

Di bawah Kekuasaan Mamluk dan Abbasiyah Kedua (Mesir)

sunting
  • Syarif Muhammad Abu Numay I Najmuddin (1254-1301)
  • Syarif Rumaitsah Abu Ridha Asaduddin (1301-1346)
  • Syarif 'Ajlan Abu Sarjah (1346-1375)
  • Syarif Ali bin 'Ajlan (1375–1394), kemudian diketahui menjadi menantu dan naik tahta di Kerajaan Brunei.
  • Syarif Hasan II (1394-1425)
  • Syarif Barakat I (1425-1455)
  • Syarif Malikul 'Adil Muhammad bin Barakat (1455-1497)
  • Syarif Barakat II (Barakat bin Muhammad) (1497-1525)
  • Syarif Barakat II (Barakat bin Muhammad) (1497-1525) (tiga belas tahun terakhir kepemimpinannya)
  • Syarif Muhammad Abu Numay II Nazimuddin (Muhammad Abu Numay bin Barakat) (1525-1583)
  • Syarif Hasan III[5] bin Muhammad Abu Numay (1583-1601)
  • Syarif Idris II Abu 'Awn bin Hasan (1601-1610)
  • Syarif Muhsin[6] bin Hasan (1610-1628)
  • Syarif Ahmad bin Abu Tholib bin Hasan (1628-1629)
  • Syarif Mas'ud bin Idris (1629-1630)
  • Syarif 'Abdullah[7] bin Hasan, leluhur Dhawu Awn al-Abdali (1630-1631).
  • Syarif Zaid[8][9] bin Muhsin,[6] leluhur Dhawu Zaid[8] (1631-1666).
  • Syarif Sa'ad[9] bin Zaid[8] (1666-1667)
  • Syarif Muhsin[9] bin Ahmad (1667-1668)
  • Syarif Sa'ad bin Zaid[8] (1668-1670)
  • Syarif Hammud[9] bin Abdullah bin Hasan (1670-1670)
  • Syarif Sa'ad bin Zaid[8] (1670-1671)
  • Syarif Barakat bin Muhammad (1672-1682)
  • Syarif Sa'id bin Barakat (1682-1683)
  • Syarif Ibrahim bin Muhammad (1683-1684)
  • Syarif Ahmad bin Zaid[8] (1684-1688)
  • Syarif Ahmad bin Ghalib (1688-1689)
  • Syarif Muhsin II bin Ahmad (1689-1691)
  • Syarif Sa'id bin Saad (1691-1693)
  • Syarif Sa'ad bin Zaid[8] (1693-1694)
  • Syarif Abdullah bin Hasyim (1694-1694)
  • Syarif Sa'ad bin Zaid[8] (1694-1702)
  • Syarif Sa'id bin Sa'ad (1702-1704)
  • Syarif Abdul Muhsin bin Ahmad (1704-1704)
  • Syarif Abdul Karim bin Muhammad (1704-1705)
  • Syarif Sa'id bin Sa'ad (1705-1705)
  • Syarif 'Abdul Karim bin Muhammad (1705-1711)
  • Syarif Sa'id bin Sa'ad (1711-1717)
  • Syarif 'Abdullah bin Sa'id (1717-1718)
  • Syarif 'Ali bin Sa'id (1718-1718)
  • Syarif Yahya bin Barakat (1718-1719)
  • Syarif Muhammad bin Ahmad (1719-1722)
  • Syarif Barakat bin Yahya (1722-1723)
  • Syarif Mubarak bin Ahmad (1723-1724)
  • Syarif 'Abdullah bin Sa'id (1724-1731)
  • Syarif Muhammad bin 'Abdullah (1731-1732)
  • Syarif Mas'ud bin Sa'id (1732-1733)
  • Syarif Muhammad bin 'Abdullah (1733-1734)
  • Syarif Mas'ud bin Sa'id (1734-1759)
  • Syarif Ja'far bin Sa'id (1759-1760)
  • Syarif Musa'id bin Sa'id (1760-1770)
  • Syarif Ahmad bin Sa'id (1770-1770)
  • Syarif 'Abdullah bin Husain (1770-1773)
  • Syarif Surur[10] bin Musa'id (1773-1788)
  • Syarif Abdul Mu'in[10] bin Musa'id (1788-1788)
  • Syarif Ghalib bin Musa'id (1788-1803)
  • Syarif Yahya bin Surur (1803-1813)
  • Syarif Ghalib bin Musa'id (1813-1827)
  • Syarif 'Abdul Muthollib[10] bin Ghalib (1827-1827)
  • Syarif Muhammad[11][10] bin 'Abdul Mu'in (1827-1851). Dengan dibantu Khedive Muhammad Ali Pasha beliau bisa naik menggantikan saudara sepupunya dari Klan senior Dhawu Zaid meski kemudian mereka kembali bergantian menjabat Syarif. Keturunan mereka saling berebut kuasa Mekkah sampai Syarif Husain memutuskan merdeka dari Turki Usmani.
  • Syarif 'Abdul Muthollib[12] bin Ghalib (1851-1856)
  • Syarif Muhammad[11][10] bin 'Abdul Mu'in[13] (1856-1858)
  • Syarif 'Abdulah Kamil Pasha[14][10] ('Abdullah bin Muhammad) (1858-1877)
  • Syarif Husain[15] bin Muhammad[11] (1877-1880)
  • Syarif 'Abdul Muthollib[12] bin Ghalib (1880-1882)
  • Syarif 'Aunur Rofiq[16][17] bin Muhammad[11] (1882-1905)
  • Syarif Ali Pasha[18] bin 'Abdullah Kamil Pasha[14][10] (1905-1908)
  • Syarif Husain[19] bin 'Ali[20] bin Muhammad bin 'Abdul Mu'in al-Hasyimi (1908-1916), kemudian memulai revolusi Arab menurut mereka[21] dan pemberontakan Arab menurut Usmani.[22]
  • Syarif 'Ali Haidar Pasha bin 'Ali Jabir bin 'Abdul Muthalib bin Ghalib dari Dhawu Zaid (1916-1917), berkuasa sebatas gelar karena Syarif Husain telah dianggap memberontak terhadap Usmani dan beliau tak mampu mengambil alih Makkah.
 
Syarif Husein bin Ali bin Muhammad dari Dhawu Awn. Pendiri Kerajaan Hijaz yang mengklaim wilayah semenanjung Arab, Iraq dan Syam serta mengklaim gelar Khalifah Islam.
  • Syarif Husain[19] bin 'Ali[20] bin Muhammad bin 'Abdul Mu'in al-Hasyimi (1916-1924)
  • Syarif 'Ali[23] bin Husain (1924-1925). Putra sulung Husain yang menolak memperjuangkan gelar Khalifah Islam. Itu termasuk saudara-saudaranya, baik Faishal (Penguasa Irak dan Syria), 'Abdullah (penguasa Transyordan) maupun Zaid tidak ada yang tertarik menyandang gelar Khalifah meski memiliki legitimasi berupa silsilah nasab dan lembaga berbentuk negara.

Masa Berakhirnya Syarif Mekkah

sunting

Pada tahun 1924, Raja Abdul Aziz bin Saud dari Najd menyerang Mekah dan mengambil alih kota Mekkah dengan bantuan kerabat Syarif Husein yakni Khalid bin Luay,[24] dan mengambil alih kota Jeddah pada tahun 1925. Ini semua mengakibatkan jatuhnnya kerajaan Hijaz, dengan Ali bin Husain sebagai raja terakhirnya.

Jatuhnya Kerajaan Hijaz sudah bisa diprediksikan, karena Raja Husain bin Ali menolak deklarasi Balfour yang dilakukan oleh Inggris. Pada deklarasi itu, Inggris menyatakan bahwa Palestina adalah tanah yang akan diberikan pada kelompok Zionis. Pihak Inggris menawarkan banyak subsidi pada Raja Husain agar mau menerima deklarasi Balfour itu, tapi Raja Husain tetap menolaknya sampai tahun 1924. Setelah itu, Inggris menghentikan tawaran subsidi itu. Tidak lama kemudian, Raja Abdul Aziz bin Saud dari Najd mulai menyerang kerajaan Hijaz dengan bantuan pihak Inggris, dan serangan ini menyebabkan jatuhnya kerajaan Hijaz.

Silsilah Syarif Mekkah

sunting

 

Pranala Luar

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Akhir Kuasa Syarif Mekah". Sejarah Cirebon. Diakses tanggal 2021-02-02. 
  2. ^ Subhan, Albar (2020-11-13). "Tak Semua Habib Keturunan Rasul, Lalu Apa Beda Habib, Syarif dan Sayyid? | Muslim Obsession" Periksa nilai |url= (bantuan). Diakses tanggal 2021-02-02. [pranala nonaktif permanen]
  3. ^ "Siapa yang Layak Menyandang Gelar Sayyid? | Republika Online Mobile". republika.co.id. Diakses tanggal 2021-02-02. 
  4. ^ "Apa itu Syarif Mekkah? • Kamus Istilah Islam • RisalahMuslim". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-11. Diakses tanggal 2021-02-02. 
  5. ^ "alHassan III syarif muhammad abu numay II". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  6. ^ a b "Muhsin bin Hassan, (Emir of Mecca)". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  7. ^ "Abdullah bin Hassan, Ancestor of the Abadillah clan (Emir of Mecca)". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  8. ^ a b c d e f g h "Zayd (Emir of Mecca)". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  9. ^ a b c d "mecca3". www.royalark.net. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  10. ^ a b c d e f g "mecca4". www.royalark.net. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  11. ^ a b c d "Muhammad ibn Abd al-Mu'in, Emir of Mecca". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  12. ^ a b "mecca5". www.royalark.net. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  13. ^ "'Abdul Mu'in bin 'Aun". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  14. ^ a b "Abdullah Kamil Pasha bin Muhammad". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  15. ^ "Husayn ibn Muhammad". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  16. ^ "Awn ar-Rafiq ibn Muhammad". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  17. ^ "mecca6". www.royalark.net. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  18. ^ "mecca6". www.royalark.net. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  19. ^ a b "Hussein ibn Ali al-Hashimi, Sharif of Mecca". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  20. ^ a b "Ali ibn Muhammad". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  21. ^ "Jordan - History - The Great Arab Revolt". www.kinghussein.gov.jo. Diakses tanggal 2021-02-02. 
  22. ^ ahmad. "Bekerjasama dengan Inggris, Arab Memberontak Khalifah Usmani". Permata FM News (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-06-20. Diakses tanggal 2021-02-02. 
  23. ^ "Ali bin Hussein, Hejaz". geni_family_tree. Diakses tanggal 2020-12-17. 
  24. ^ "Rasyid Ridla (6): Tumbangnya Rezim Syarif Husein dan Kembalinya Kekuasaan Muhammad Ibnu Sa'ud". IDN Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-10-09.