Buka menu utama

Drs. Syaiful Adnan (lahir di Saniangbaka, Solok, Sumatra Barat, 5 Juli 1957; umur 62 tahun) adalah seorang pelukis Indonesia.[1] Ia dipandang sebagai salah seorang tokoh pembaharu seni lukis kaligrafi di tanah air yang menemukan hal baru di luar kaidah-kaidah baku dalam seni lukis kaligrafi. Syaiful banyak belajar dari orang-orang yang bukan pelukis, tetapi justru dari tokoh-tokoh rohaniawan, seperti Abdul Hamid Dimiyati, ahli kaligrafi dari IAIN Yogyakarta serta Sirajudin, ahli kaligrafi dari Jakarta. Dari hasil pembelajaran itu, akhirnya ia menemukan gaya yang berbeda dari pelukis-pelukis kaligrafi lainnya, sehingga melahirkan aliran baru dengan julukan Kaligrafi Arab Syaifuli.[2]

Syaiful Adnan
200px
Lahir5 Juli 1957 (umur 62)
Bendera Indonesia Saniangbaka, Solok, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PekerjaanSeniman
Dikenal atasPerintis aliran Kaligrafi Arab Syaifuli

Daftar isi

RiwayatSunting

KaryaSunting

Syaiful Adnan melakukan pameran perdana lukisan ka­ligrafinya pada MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) tingkat na­sional di Semarang, Jawa Tengah. Sejak tahun 1978, Syaiful Adnan sudah banyak mengikuti iven-iven nasional bahkan internasional, diantaranya pame­ran visual art Festival Seni Melayu Asia Tenggara 2012 (See MAAF) yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama-Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI) se-Indonesia dan sejumlah pergu­ruan tinggi negara te­tang­ga, di antaranya Universitas Teknologi Mara Malaysia, Universitas Rajabhat Thailand di gedung Graha Serambi Mekkah, Padangpanjang, Sumatra Barat pada bulan November 2012.

Syaiful juga telah puluhan kali melaksanakan pameran di berbagai negara Asia lainnya, seperti di Jeddah dan Riyadh, Arab Saudi, Jepang, Hong Kong, Singapura, Thailand, Brunei Darusalam, Malaysia dan lain-lain. Karya-karya masterpiece yang diha­silkannya juga dikoleksi oleh beberapa orang kepala negara baik sebagai koleksi pribadi maupun koleksi negara, di antaranya oleh Mahathir Mohamad dan Museum Negara Malaysia, Presiden Republik Islam Pakistan, Zia-ul-Haq, Sultan Hassanal Bolkiah dari Bru­nei Darussalam serta beberapa tokoh dunia seperti Karel A. Steenbrink dari Amerika Serikat, Dieter Amsler dari Kanada. Sedangkan di dalam negeri, karya Syaiful Adnan tercatat dikoleksi oleh Istana Negara RI, Adam Malik, A.H. Nasu­tion, Azwar Anas, Alamsjah Ratoe Perwiranegara, Dewi Motik Pramono, dan beberapa tokoh lainnya.[3]

PendidikanSunting

Syaiful lahir di Sa­niang­baka, Solok, namun ia menetap dan berkarya di Yogyakarta, DIY.[4] Ia menamatkan pendidikan di jurusan seni lukis SSRI/SMSR (SMKN 4) Padang pada tahun 1975.

PenghargaanSunting

Setelah mengabdikan dirinya pada dunia seni lukis kaligrafi selama puluhan tahun, Syaiful mendapatkan beberapa penghargaan, diantaranya:

  • Medali Emas dalam Kompetisi Seni Lukis Seluruh Indonesia (1982)
  • Penghargaan Affandi Adikarya sebagai Pelukis terbaik

ReferensiSunting

  1. ^ "Syaiful Adnan" Situs Dewan Kesenian Jakarta. Diakses 5 Agustus 2013.
  2. ^ "Profil Syaiful Adnan" Gudeg.net. Diakses 5 Agustus 2013.
  3. ^ "Karyanya Dikoleksi Sejumlah Kepala Negara" Padang Ekspres, 15 Desember 2012. Diakses 5 Agustus 2013.
  4. ^ "Rumah Gadang Saniangbaka di Yogyakarta Siap Diresmikan" KRjogja.com, 30 Agustus 2012. Diakses 14 Juli 2013.

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting