Stasiun Yosowilangun

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Yosowilangun (YWL) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Yosowilangun Lor, Yosowilangun, Lumajang. Stasiun ini berada di jalur kereta api Lumajang ke Balung dan Rambipuji. Kini stasiun berketinggian +11 m ini termasuk dalam Wilayah Aset IX Jember dan asetnya masih dikuasai oleh PT Kereta Api Indonesia. Stasiun ini ditutup sekitar tahun 1986, kemungkinan karena dinilai tidak menguntungkan lagi.

Stasiun Yosowilangun
  • Singkatan: YWL
  • Nomor: 5814
Yosowilangun sta 130807-2524 lmj.JPG
Eks Stasiun Yosowilangun, dijadikan rumah tinggal
AlamatJalan Stasiun Yosowilangun
Yosowilangun Lor, Yosowilangun, Lumajang
Jawa Timur
Ketinggian+11 m
Letakkm 34+663 lintas Klakah-Lumajang-Balung-Rambipuji[1]
OperatorDaerah Operasi IX Jember
Informasi lain
Kelas stasiunI[2]
Sejarah
Dibuka25 Agustus 1927
Ditutup1986
Nama sebelumnyaStation Josowilangoen
Layanan
-
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Menurut Lekkerkerker (1938), jalur yang melewati stasiun ini aslinya adalah jalur trem dengan lebar sepur 600 mm. Pembangunan diprakarsai oleh Staatsspoorwegen, dengan melanjutkan jalurnya dari Lumajang menuju Rambipuji via Balung. Jalur ini dibuka untuk segmen Lumajang–Kencong pada tanggal 25 Agustus 1927 dan kemudian ke arah Balung pada tanggal 1 November 1928. Setahun berikutnya jalur ini diputuskan untuk diganti sepurnya menjadi 1.067 mm.[3]

Kompleks stasiun ini dulu merupakan stasiun kelas I, fasilitasnya dilengkapi dengan sebuah dipo lokomotif, jembatan putar, dan menara air untuk memasok kebutuhan lokomotif uap; barangkali dengan 4 atau 5 jalur rel.

Panjang sepur-sepur ini sekitar 300 m. Semua bangunan itu kini berada di tengah-tengah permukiman warga, termasuk bangunan utama stasiun yang dimanfaatkan sebagai rumah tinggal. Sedangkan rel, sistem wesel, dan persinyalannya telah dibongkar semua.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Lekkerkerker, C.G. (1938). Land en volk van Java. J.B. Wolters' Uitgevers-Maatschappij. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kalipepe
ke arah Lumajang
Lumajang–Balung Jombang (Jember)
ke arah Balung

Koordinat: 8°13′53″S 113°18′31″E / 8.23139°S 113.30861°E / -8.23139; 113.30861