Stasiun Banda Aceh (BNA)–dikenal juga dahulu sebagai Stasiun Koeta-Radja adalah stasiun kereta api nonaktif kelas besar tipe A yang berada di Kampung Baru, Baiturrahman, Banda Aceh, berdekatan dengan Masjid Raya Baiturrahman. Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Aset Divre I Sumatra Utara dan Aceh serta merupakan stasiun kereta api terbesar di Aceh.

Stasiun Banda Aceh
  • Singkatan: BNA
  • Nomor: 8100
Atjeh Tram, Koeta-Radja Station.jpg
Stasiun Banda Aceh pada tahun 1881
Lokasi
ProvinsiAceh
KotaBanda Aceh
KecamatanBaiturrahman
GampongKampung Baru
AlamatJalan Teungku Chik Pante Kulu 1
Sejarah
Dibuka12 November 1876
Ditutup1976[1]
Nama sebelumnyaKotta Radja[2], Koeta-Radja, Banda Atjeh
Informasi lain
OperatorDivisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh
Kelas stasiunBesar tipe A[3]
Letak[4]km 4+238 lintas Ulee LheueBanda AcehSigliLangsaPangkalan Susu
Layanan-

Dalam sejarahnya, penataan ruang Banda Aceh dimaksudkan untuk kepentingan perang. Oleh karena itu, di Banda Aceh dibangun sejumlah fasilitas seperti kantor pemerintahan, alun-alun, kantor pos, serta stasiun kereta api. Stasiun ini dibuka oleh Atjeh Spoor (divisi dari KNIL) dan dioperasikan oleh Atjeh Tram (kelak menjadi divisi dari Staatsspoorwegen yaitu Atjeh Staatsspoorwegen (ASS)) pada tanggal 12 November 1876 sebagai bagian dari pembangunan jalur kereta api dari pelabuhan Oelëe Lheuë ke Koetta-Radja. Tahun 1885, jalurnya diperpanjang lagi ke Lambaro.[5][6][7]

Berbeda dengan divisi lainnya dari SS, AT/ASS mengusung lebar sepur 750 mm karena diklaim lebih murah dan tidak memakan banyak tanah. Hambatan yang terjadi terkait pengembangan kereta api di Aceh adalah adanya feodalisme politik Islam yang masih kuat di Aceh. Akibatnya, terjadi perang melawan kolonialisme Belanda yang berkecamuk pada tahun 1873 hingga 1904 ketika jalur ini masih dikembangkan.[8] Oleh karena itulah, pembangunan jalur ini harus dikebut agar dapat mewujudkan program kerja SS, yaitu hubungan AT dengan DSM.

Stasiun dan jalur kereta api ini akhirnya resmi ditutup tahun 1974 karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Walaupun saat ini sudah ada jalur kereta api di segmen Krueng Mane–Krueng Geukueh yang sudah dibuka sejak 1 Desember 2013, belum ada perpanjangan jalur kereta api di Aceh.[9] Dalam masterplan yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian, tidak akan ada perpanjangan jalur kereta api Trans-Sumatra sampai Banda Aceh, hanya rute Sigli–Bireuen dan Lhokseumawe–Langsa–Besitang saja.[10]

Bangunan stasiun ini hilang dan berubah menjadi taman kota. Untuk menandai bekas stasiun, saat ini telah ada monumen kereta api di Banda Aceh. Lokomotif BB84 beserta sebuah gerbong dipajang di monumen tersebut. Letaknya persis di seberang stasiun.[11]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Melacak Sisa Rel di Banda Aceh". Kompas. 1 September 2016. 
  2. ^ Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden. 
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  4. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  5. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ Rusdi., Sufi,; (Indonesia), Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh (1996/1997 [i.e. 1997]). Sejarah Kotamadya Banda Aceh. [Banda Aceh]: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh. ISBN 9799531217. OCLC 45463564. 
  7. ^ Ibrahim, M.; Arifin, M.; Sulaiman, N.; Sufi, R.; Ahmad, Z.; Ambary, H.M.; Alfian, T.I. (1991). Sejarah Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI. 
  8. ^ Rudolf., Mrázek, (2002). Engineers of happy land : technology and nationalism in a colony. Princeton, N.J.: Princeton University Press. ISBN 0691091617. OCLC 47696825. 
  9. ^ "1 November, ‎Kereta Api Perintis Aceh Kembali Beroperasi | Pelita 8". pelita8.com. Diakses tanggal 2018-05-29. 
  10. ^ Sudrajat. "Jalur Kereta Api Aceh-Sumatra Utara Dibangun Tahun Ini". detikfinance. Diakses tanggal 2018-09-16. 
  11. ^ "Monumen Kereta Api - Aceh Planet". Aceh Planet (dalam bahasa Inggris). 2014-12-19. Diakses tanggal 2018-05-31. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
Ulee Lheue
Terminus
Ulee Lheue–Pangkalan Susu
Lambaro
menuju Pangkalan Susu

Koordinat: 5°33′09″N 95°19′09″E / 5.552484°N 95.319284°E / 5.552484; 95.319284