Ronald Victor Courtenay Bodley

Perwira Angkatan Darat Britania Raya

Ronald Victor Courtenay Bodley, MC (3 Maret 1892 – 26 Mei 1970) adalah seorang penulis, jurnalis, dan perwira Angkatan Darat Inggris. Orangtuanya berasal dari Inggris, tetapi ia lahir di Paris dan tinggal di Prancis hingga berusia sembilan tahun. Ia mengenyam pendidikan di Eton College dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Royal Military College, Sandhurst. Ia lalu ditempatkan di King's Royal Rifle Corps dan bertugas di sana selama Perang Dunia I. Pasca perang, ia menghabiskan tujuh tahun hidupnya di Gurun Sahara, dan kemudian menjelajahi Asia. Bodley pun menulis sejumlah buku tentang perjalanannya. Ia dianggap sebagai salah satu penulis Sahara asal Inggris yang paling menonjol, serta merupakan salah satu sumber informasi utama di Barat mengenai Mandat Laut Selatan.

Ronald Victor Courtenay Bodley
Sebuah foto potret hitam-putih R. V. C. Bodley berseragam militer
R. V. C. Bodley, ca 1914
Nama lahirRonald Victor Courtenay Bodley
Lahir(1892-03-03)3 Maret 1892
Paris, Prancis
Meninggal26 Mei 1970(1970-05-26) (umur 78)
Bramley, Surrey, Inggris
PengabdianBritania Raya
Dinas/cabangBritania Raya
Lama dinas1911–19
1939–43
PangkatMayor
Perang/pertempuranPerang Dunia Pertama
Perang Dunia Kedua
PenghargaanMilitary Cross
Legiun Kehormatan (Prancis)
Ordo Bintang Hitam (Prancis)
Ordo Mahkota (Rumania)
Ordo Wen-Hu (China)
HubunganJohn Edward Courtenay Bodley (ayah)
Pekerjaan lainPengarang, penulis naskah

Bodley lalu pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1935, di mana ia bekerja sebagai penulis naskah. Ia kemudian kembali bergabung ke Angkatan Darat Inggris saat Perang Dunia II pecah, dan dtugaskan ke Paris untuk bekerja pada Kementerian Informasi. Ia lalu berimigrasi ke Amerika Serikat, di mana ia melanjutkan pekerjaannya sebagai penulis, dan juga sebagai penasihat untuk Kantor Informasi Perang Amerika Serikat (OWI).

Kehidupan awal dan Perang Dunia Pertama

sunting

Bodley lahir di Paris pada tanggal 3 Maret 1892 sebagai anak dari seorang PNS dan penulis, John Edward Courtenay Bodley dan istrinya, Evelyn Frances Bodley (née Bell). Ia adalah anak sulung dari tiga bersaudara; saudaranya Josselin dan saudarinya Ava masing-masing lahir pada tahun 1893 dan 1896.[1] Orangtuanya bercerai pada tahun 1908. Bodley adalah keturunan dari diplomat dan cendekiawan Sir Thomas Bodley, pendiri Perpustakaan Bodleian,[2] dan, melalui ibunya, ia juga merupakan sepupu dari Gertrude Bell,[3] seorang penulis dan arkeolog yang membantu mendirikan dinasti-dinasti Hashemite. Ia tinggal di Prancis dengan orangtuanya hingga ia berusia sembilan tahun.[2] Kakeknya memiliki sebuah istana Turki di Aljazair, yang sering dikunjunginya saat masih kecil.[4]

Bodley pertama kali mengenyam pendidikan di sebuah Lycée[5] di Paris, sebelum kemudian disekolahkan di Eton College, dan lalu di Royal Military College, Sandhurst. Bodley menunjukkan ketertarikannya sebagai penulis; ia pun menulis puisi di Eton dan untuk sebuah majalah kadet di Sandhurst.[1] Setelah lulus dari Sandhurst, ia ditempatkan di King's Royal Rifle Corps dengan pangkat letnan dua mulai bulan September 1911.[3][6] Ia menghabiskan tiga tahun dengan bertugas di sebuah resimen di India Britania, di mana ia mulai menulis dan bermain drama. Komandannya pun pernah menyatakan "Permainan drama Anda mengesankan. Anda pun bisa menjadi hal yang menonjol dari resimen ini, tetapi Anda bergabung ke Angkatan Darat untuk menjadi prajurit atau menjadi komedian?" Tak lama kemudian, Perang Dunia Pertama pecah,[7] dan Bodley pun ditugaskan ke Front Barat selama empat tahun.[8] Ia terluka beberapa kali,[4] termasuk akibat gas beracun.[1] Pada usia 26 tahun, ia telah berpangkat letnan kolonel dan menjadi komandan batalion.[5] Ia lalu ditunjuk menjadi asisten atase militer di Paris[3] pada tanggal 15 Agustus 1918,[9] dan menghadiri Konferensi Perdamaian Paris 1919. Apa yang ia dengar di konferensi tersebut dikabarkan membuatnya merasa bahwa ia dan jutaan prajurit lainnya telah bertempur tanpa hasil;[3] ia kemudian menyatakan bahwa "para politikus yang rakus meletakkan dasar untuk Perang Dunia Kedua – tiap negara memperebutkan semua hal untuk dirinya sendiri, sehingga menciptakan antagonisme nasional, dan membangkitkan intrik rahasia."[10] Tak senang dengan militer, Bodley pun mempertimbangkan untuk berkarier di politik [3] atas nasihat dari Perdana Menteri, David Lloyd George.[4]

Gertrude Bell mengenalkan Bodley ke T. E. Lawrence.[3] Bodley lalu bertemu dengan Lawrence pada suatu hari di luar Konferensi Perdamaian Paris, dan bercerita kepada Lawrence tentang niatnya untuk beralih ke politik. Lawrence pun menanggapinya dengan geram, dan menyebutnya bodoh dan pengkhianat. Saat ia menjawab bahwa ia tak memiliki pilihan lain karena perang telah berakhir dan menanyakan apa yang seharusnya ia lakukan, Lawrence berkata "Tinggallah dengan bangsa Arab."[3] Bodley pun menyatakan bahwa percakapannya dengan Lawrence, yang berlangsung "kurang dari 200 detik" tersebut, terbukti mengubah hidupnya.[10] Ia kemudian segera menyelesaikan urusannya, dan hanya dengan uang sebesar £300,[11] ia memutuskan untuk tinggal di Sahara. Teman-teman Bodley lalu mengadakan sebuah pesta perpisahan untuknya. Mereka semua sepakat bahwa Bodley akan kembali dalam enam pekan, tetapi Bodley akhirnya tinggal di Sahara selama tujuh tahun[3]

Perjalanan di Sahara dan Asia

sunting

Bodley menghabiskan tujuh tahun di gurun Sahara dengan tinggal bersama suku nomaden Bedouin. Ia lalu membeli sekawanan domba dan kambing untuk digunakan sebagai sumber pendapatannya. Ia juga mempekerjakan 10 orang gembala untuk mengurusi ternak-ternaknya.[4] Ia pun memakai busana Arab, berbicara dalam bahasa Arab, mempraktikan kepercayaan Muslim, dan menjauhkan diri dari alkohol;[4] Bodley bahkan tetap tidak meminum alkohol setelah meninggalkan Sahara.[7] Ia akhirnya meninggalkan suku tersebut atas nasihat pemimpinnya, yang berkata kepadanya bahwa tidak ada gunanya untuk tetap berpura-pura menjadi seorang Arab.[4] Pada tahun 1927, ia menulis Algeria from Within, setelah dibujuk oleh penerbit Michael Joseph.[1] Buku tersebut didasarkan pada pengalamannya saat tinggal di Aljazair Prancis.[12][13] Kesuksesan buku tersebut lalu sangat melampaui ekspektasinya, sehingga mendorongnya untuk tetap menulis.[1] Novel pertamanya, Yasmina, pun diterbitkan setahun kemudian; dan ternyata sangat laku, sehingga sempat dicetak ulang. Novel berikutnya, Opal Fire, yang diterbitkan pada tahun berikutnya, tidak terlalu laku, tetapi tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menulis.[1] Bodley menganggap masanya di Sahara sebagai "tahun-tahun paling berisi dan paling damai" dari hidupnya.[2] Ia pun dianggap sebagai salah satu penulis Sahara asal Inggris yang paling menonjol.[14]

"Salah satu kesan terkuat yang saya dapatkan saat hidup dengan orang-orang Arab, adalah 'kesehari-harian' dari Tuhan. Ia mengatur makan mereka, perjalanan mereka, bisnis mereka, dan percintaan mereka. Ia adalah yang mereka pikirkan selama berjam-jam dan teman dekat mereka, dalam cara-cara yang mustahil bagi orang-orang yang Tuhannya dipisahkan dari mereka oleh ritus-ritus ibadah formal."

Ronald Bodley, mengenai kehidupannya di Sahara[15]

Setelah meninggalkan Sahara, Bodley menghabiskan tiga bulan di Jawa dengan bekerja di sebuah kebun teh, sebelum kemudian pergi ke Tiongkok dan Jepang.[7] Kesuksesan Algeria from Within pun membuatnya mudah untuk mendapat pekerjaan sebagai jurnalis di Asia. Ia menjadi koresponden asing untuk The Sphere di London dan The Advertiser di Australia.[1] Bodley adalah salah satu dari hanya beberapa orang Barat yang diberi akses ke Mandat Pasifik Selatan oleh Jepang pada dekade 1930-an,[16] dan ia pun disebut sebagai salah satu sumber informasi utama tentang kawasan tersebut pada masa itu.[17] Mandat Pasifik Selatan beranggotakan kepulauan di Samudera Pasifik bagian utara yang berada di bawah kekuasaan kekaisaran kolonial Jerman hingga diduduki oleh Jepang pada Perang Dunia I; Jepang memerintah kepulauan tersebut di bawah mandat Liga Bangsa-Bangsa. Seperti orang-orang Barat lain yang diijinkan untuk mengunjungi kawasan tersebut, ia memberitakan bahwa tidak ada bukti bahwa Jepang memiliterisasi kawasan tersebut. Pergerakan Bodley "diatur secara hati-hati" oleh Kementerian Luar Negeri Jepang.[1] Ia menulis tentang pengalaman dan temuannya pada buku The Drama in the Pacific tahun 1934, dan menyatakan bahwa "setelah mengunjungi tiap pulau … Saya yakin bahwa tidak ada yang dilakukan untuk mengubah tempat manapun menjadi sebuah pangkalan angkatan laut".[17] Pada buku buatannya tahun 1998 yang berjudul Nan'yo: the Rise and Fall of the Japanese in Micronesia, 1885–1945, Mark Peattie menyatakan bahwa meskipun mudah untuk menuduh Bodley dan penulis lain bersikap naif, militerisasi kawasan tersebut memang merupakan hal yang kompleks dan dilakukan dalam beberapa tahap. Bodley merupakan penumpang dari kapal Shizuoka Maru, saat kapal tersebut karam di sebuah karang di utara Yap pada bulan April 1933. Kapal tersebut pun rusak berat, tetapi tidak sampai menimbulkan korban.[18] Bodley lalu ditawari untuk mengajar bahasa Inggris di Universitas Keio, dan ia pun benar-benar mengajar selama sembilan bulan; ia menulis tentang pengalaman mengajar pada buku buatannya tahun 1993 yang berjudul A Japanese Omelette.[1] Bodley dan Profesor Eishiro Hori juga menyediakan banyak catatan pada versi buku pelajaran Jepang dari Round the Red Lamp karya Arthur Conan Doyle terbitan tahun 1934,[1] dan pada tahun 1935, Bodley menerbitkan sebuah biografi dari Tōgō Heihachirō.[7]

Kehidupan selanjutnya

sunting

Pada tahun 1935, Bodley pindah ke Amerika Serikat untuk bekerja sebagai penulis naskah.[7] Ia pun meninggalkan Jepang dengan menumpangi Chichibu Maru.[1] Pada bulan Oktober 1936, Bodley dipekerjakan oleh Charlie Chaplin[19] untuk mengadaptasi novel Regency karya D. L. Murray menjadi sebuah film fitur. Itu adalah pertama kalinya Chaplin mempekerjakan seseorang untuk menulis naskah, karena ia sebelumnya menulis naskah-naskahnya sendiri.[19] Bodley pun telah menyelesaikan draf kasarnya pada bulan Januari 1937,[20] dan akhirnya menyelesaikan naskahnya pada bulan Maret, tetapi Chaplin kemudian mengabaikan naskah tersebut pada akhir bulan Mei,[21] agar dapat lebih fokus pada proyek lain yang ia kerjakan.[22] Bodley juga mengerjakan naskah untuk filmA Yank at Oxford tahun 1938.[7][23] Di Amerika Serikat, Bodley dikenal oleh teman-temannya sebagai "Ronnie" dan sering disebut oleh pers sebagai Bodley dari Arabia.[1]

Saat Perang Dunia II meletus, Bodley bergabung kembali ke King's Royal Rifle Corps dan diberi pangkat mayor.[7] Karena dianggap terlalu tua untuk bertugas di infanteri,[8][1] ia pun ditugaskan untuk bekerja pada Kementerian Informasi di Paris.[7] Ia berada di Paris saat pasukan Jerman menginvasi pada bulan Mei 1940.[4] Berdasarkan sampul belakang bukunya, The Soundless Sahara, setelah Paris dikuasai oleh Jerman, ia tetap bekerja hingga ia dicurigai oleh Gestapo, dan ia akhirnya kabur ke Pyrenees dengan berjalan kaki.[5] Sebuah artikel jurnal biografi tentang Bodley karya William Snell dari Universitas Keio pada tahun 2013 tidak menyatakan apapun tentang pekerjaan atau pelarian tersebut, dan hanya menyatakan bahwa Bodley tinggal bersama ibu dan ayah tirinya di dekat Bayonne setelah invasi. Menurut Snell, setelah ibu dan ayah tirinya menolak untuk ikut pergi, Bodley dan tiga orang Inggris lainnya akhirnya pergi ke Spanyol dengan mengendarai mobil, dengan bantuan dari seorang teman Bodley yang bekerja di kedutaan besar Britania Raya di Madrid. Snell menyimpulkan di artikelnya bahwa meskipun kehidupan Bodley memang diisi dengan petualangan, ia terkadang cenderung mendramatisasinya.[1] Bodley lalu kembali ke Amerika Serikat melalui Portugal.[4] Setelah ia sampai, ia fokus berkarier di bidang penulisan dan kuliah.[1] Bodley pun melakukan isolasi penuh untuk dapat menulis sebuah buku, dan menghabiskan sekitar sepuluh minggu untuk menyelesaikan karyanya.[7] Ia menulis sejumlah bukunya di York Harbor, Maine.[24] Bodley juga kerap memberikan kuliah saat berkeliling Amerika Serikat,[25] dan berpidato di hampir semua negara bagian dan menyebut dirinya sendiri sebagai "Kolonel" atau "Mayor".[1] Setelah mencapai usia pensiun, ia pun berhenti menjadi anggota Angkatan Darat Britania Raya pada tanggal 3 Maret 1943.[26] Pada tahun 1944, ia menjadi warga negara Amerika Serikat dan menjadi penasihat untuk bagian Arab dari Kantor Informasi Perang AS.[7]

Pada tahun 1944, Bodley menerbitkan Wind in the Sahara.[27] Pada tahun 1949, buku tersebut telah diterbitkan edisi ketujuhnya dan telah diterjemahkan ke dalam delapan bahasa berbeda.[28] Pada tahun 1945, ia menulis novel satir The Gay Deserters, yang terinspirasi oleh pelariannya dari tentara Jerman.[8] Tetapi novel tersebut tidak terlalu laku;[1] Robert Pick dari Saturday Review pun menyatakan "ini bahkan tidak lucu sama sekali".[29] Bodley kemudian menyatakan bahwa bakatnya adalah menulis karya nonfiksi, dan menambahkan bahwa "sejumlah novel (...) dan sejumlah drama telah [ia] tulis, empat di antaranya telah diterbitkan dan dua di antaranya telah diproduksi, tetapi semuanya tidak diminati."[30] Ia lalu menulis sebuah esai berjudul I Lived in the Garden of Allah, yang dimasukkan ke dalam buku bantuan diri tahun 1948 karya Dale Carnegie berjudul How to Stop Worrying and Start Living.[2] Pada tahun 1953, ia menulis The Warrior Saint, sebuah biografi tentang Charles de Foucauld. John Cogley dari The New York Times pun menyatakan bahwa Bodley telah "menulis kesaksian yang rapi, puitis, dan mengagumkan" mengenai kehidupan Foucauld.[31] Pada tahun 1955, ia menulis buku bantuan diri setengah-autobiografi[28] berjudul In Search of Serenity. Elsie Robinson dari The Index-Journal dan Phyllis Battle dari Tipton Tribune pun memberikan ulasan positif, bahkan Robinson menyebutnya "harus dibaca oleh semua orang yang semangatnya terkoyak".[32][33] Buku terakhirnya, The Soundless Sahara, diterbitkan pada tahun 1968; menurut sampul belakang buku tersebut, ia menjalani sebagian hidupnya di Massachusetts, dan sisanya di Inggris atau Prancis.[5] Ia juga menyediakan informasi untuk buku The Secret Lives of Lawrence of Arabia, karya Phillip Knightley dan Colin Simpson, yang diterbitkan oleh Thomas Nelson pada tahun 1969.[34] Ia akhirnya meninggal pada tanggal 26 Mei 1970 di sebuah rumah perawatan[1] di Bramley, Surrey.[35]

Kehidupan pribadi

sunting

Bodley menikahi Ruth Mary Elizabeth Stapleton-Bretherton pada tanggal 30 April 1917[36] saat sedang cuti panjang.[7] Mereka memiliki satu anak laki-laki, yakni Mark Courtenay Bodley, yang lahir pada tanggal 22 Mei 1918. Istrinya lalu mengajukan gugatan cerai dengan alasan bahwa Bodley melakukan perzinahan dan sering mabuk. Ia tidak menyangkal tuduhan tersebut dan akhirnya resmi bercerai pada tanggal 8 Juni 1926. Dalam memoar tahun 1931-nya yang berjudul Indiscretions of a Young Man, Bodley menyatakan bahwa pernikahan tersebut adalah sebuah "tindakan sial" yang "membuktikan kebodohan pemuda yang mengabaikan nasihat orang tuanya."[1] Pada tahun 1927, ia menikahi Beatrice Claire Lamb asal Australia, yang ia temui saat berkunjung ke Afrika Utara. Beatrice lalu mengajukan gugatan cerai sekitar tahun 1939. Anak laki-laki Bodley, yang kemudian menjadi letnan di Royal Armoured Corps, gugur dalam tugas di Libya pada tahun 1942; Wind in the Sahara pun didedikasikan untuknya. Pada bulan November 1949, Bodley menikahi seorang janda asal Amerika, Harriet Moseley;[1] berdasarkan The Soundless Sahara, yang diterbitkan pada tahun 1968, mereka masih menjadi pasangan suami istri.[5] Menurut William Snell, hanya ada sangat sedikit informasi mengenai masa-masa akhir hidup Bodley, tetapi ia percaya bahwa pernikahan Bodley dan Moseley berakhir akibat perceraian sekitar tahun 1969.[1]

Penghargaan

sunting

Bodley dianugerahi Military Cross dalam Birthday Honours 1916.[37] Ia juga dianugerahi Croix de Chevalier dari Legion d'Honneur oleh Presiden Prancis pada tahun 1919,[38] dan diangkat menjadi Perwira Ordre de l'Étoile Noire pada tahun 1920,[39] Perwira Kesatria Ordo Mahkota oleh Ferdinand dari Rumania pada tahun 1920,[40] dan Ordo Wen-Hu (Kelas 4) oleh Republik Tiongkok pada tahun 1921.[41]

Publikasi

sunting

Bodley menerbitkan 18 buku sepanjang kariernya:[1]

  • Algeria from Within (1927)
  • Yasmina: A Story of Algeria (1927)
  • Opal Fire (1928)
  • Indiscretions of a Young Man (1931)
  • The Lilac Troll (1932)
  • A Japanese Omelette (1933)
  • Indiscreet travels East (Java, China and Japan) (1934)
  • The Drama of the Pacific (1934)
  • Admiral Togo (1935)
  • Gertrude Bell (1940) dengan Lorna Hearst
  • Flight into Portugal (1941)
  • Wind in the Sahara (1944)
  • The Gay Deserters (1945)
  • The Messenger (1946)
  • The Quest (1947)
  • The Warrior Saint (1953)
  • In Search of Serenity (1955)
  • The Soundless Sahara (1968)

Referensi

sunting

Kutipan

sunting
  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v Snell, William (2013). "R. V. C. Bodley ("Bodley of Arabia") at Keio University, 1933" (PDF). The Hiyoshi review of English studies. Keio University (63): 17–49. Diakses tanggal 3 February 2015. 
  2. ^ a b c d Carnegie 1981, hlm. 280.
  3. ^ a b c d e f g h "Englishman in the Garden of Allah". The Sydney Morning Herald. 9 August 1947. Diakses tanggal 18 July 2010. 
  4. ^ a b c d e f g h Flanner, Janet; Maloney, Russell; Kinkead, Eugene (27 February 1943). "Bodley of Arabia". The New Yorker. Diakses tanggal 2 February 2015.  (perlu berlangganan)
  5. ^ a b c d e Bodley 1968.
  6. ^ "No. 28532". The London Gazette. 19 September 1911. pp. 6882–6882.
  7. ^ a b c d e f g h i j k McCollough, Trudy (23 July 1944). "Writer Bodley Loves His Quietude". Abilene Reporter-News. hlm. 50. 
  8. ^ a b c Bodley 1945.
  9. ^ Dutton 2001, hlm. 164.
  10. ^ a b Carnegie 1981, hlm. 281.
  11. ^ Bodley 1955, hlm. 149.
  12. ^ Pond, Alonzo (March 1928). "Algeria from Within. by R. V. C. Bodley". American Journal of Sociology. 33 (5): 844–845. doi:10.1086/214565. 
  13. ^ p., W. C.; Bodley, R. C. (October 1927). "Algeria from within – R.C. Bodley". The Geographical Journal. The Royal Geographical Society. 70 (4): 398–399. doi:10.2307/1782074. JSTOR 1782074. 
  14. ^ Speake 2003, hlm. 886.
  15. ^ Cranston 1949, hlm. 171.
  16. ^ Peattie 1992, hlm. 245.
  17. ^ a b Peattie 1992, hlm. 246.
  18. ^ Peattie 1992, hlm. 333–334.
  19. ^ a b "News and Comment of Stage and Screen". Fitchburg Sentinel. 26 September 1936. hlm. 10. 
  20. ^ Graham, Shiela (26 January 1937). "Nothing to Harlow, Taylor Romancing". Lincoln Evening Journal.  (perlu berlangganan)
  21. ^ Flom 1997, hlm. 118.
  22. ^ Robinson 1992, hlm. 482–483.
  23. ^ Glancy 1999, hlm. 220.
  24. ^ Nickerson, Row. W (15 February 1948). "World Traveler, Author to Speak Tonight at Bowdoin College". Portland Sunday Telegram. Portland, Maine. hlm. 52. 
  25. ^ "News of the Yorks". Portland Sunday Telegram. Portland, Maine. 5 December 1948. hlm. 38. 
  26. ^ "No. 35926". The London Gazette (Supplement). 2 March 1943. p. 1065.
  27. ^ Bailey 1963, hlm. 326.
  28. ^ a b "Nomad Contracts to Publish Book About Serenity". Kingsport Times-News. 24 April 1949. hlm. 27. 
  29. ^ Pick, Robert (24 November 1945). "'Tempest Tost' Guests of U.S.A.: The Gay Deserters by R. V. C. Bodley". Saturday Review. hlm. 32. 
  30. ^ Bodley 1955, hlm. 66.
  31. ^ Cogley, John (10 May 1953). "The Saint of the Sahara". The New York Times.  (perlu berlangganan)
  32. ^ Robinson, Elsie (21 June 1955). "Listen, World!". The Index-Journal. Greenwood, South Carolina. hlm. 2. 
  33. ^ Battalle, Phyllis (15 April 1955). "Assignment America". Tipton Tribune. Tipton, Indiana. hlm. 2. 
  34. ^ Knightley 1969, hlm. vii.
  35. ^ "No. 45238". The London Gazette. 26 November 1970. p. 13034.
  36. ^ "Marriages". The Tablet. 5 May 1917. hlm. 24. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-02-19. Diakses tanggal 19 February 2015. 
  37. ^ "No. 29608". The London Gazette (Supplement). 2 June 1916. pp. 5570–5571.
  38. ^ "No. 31222". The London Gazette (Supplement). 7 March 1919. pp. 3279–3280.
  39. ^ "No. 31812". The London Gazette (Supplement). 5 March 1920. p. 2868.
  40. ^ "No. 31812". The London Gazette (Supplement). 5 March 1920. p. 2874.
  41. ^ "No. 32268". The London Gazette (Supplement). 22 March 1921. p. 2388.

Daftar pustaka

sunting