Rocky Gerung

akademisi Indonesia

Rocky Gerung (lahir di Manado, Sulawesi Utara, 20 Januari 1959; umur 61 tahun) adalah seorang filsuf, akademisi, dan intelektual publik Indonesia. Ia pernah mengajar di Universitas Indonesia dan merupakan salah seorang pendiri Institut Setara.

Rocky Gerung
Rocky Gerung, Sorgemagz.com - Rocky Gerung "Perempuan Punya Pengetahuan Riil Tentang Keadilan".jpg
Lahir20 Januari 1959 (umur 61)
Manado, Sulawesi Utara, Indonesia
AlmamaterUniversitas Indonesia
Karier ilmiah
Bidang
InstitusiUniversitas Indonesia
Setara Institute
Perhimpunan Pendidikan Demokrasi

Kehidupan dan karierSunting

Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia tahun 1979. Ia pertama kali masuk ke jurusan ilmu politik, yang saat itu tergabung dalam Fakultas Ilmu-ilmu Sosial, sebelum memutuskan pindah ke jurusan ilmu filsafat dan lulus pada 1986. Selama berkuliah, Rocky dekat dengan para aktivis berhaluan sosialis seperti Marsillam Simanjuntak dan Hariman Siregar.[1]

Setelah lulus, Rocky kembali ke UI dan mengajar di departemen ilmu filsafat, yang kini tergabung di dalam Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, sebagai dosen tidak tetap hingga awal 2015. Ia berhenti mengajar disebabkan keluarnya UU No. 14 tahun 2005 yang mensyaratkan seorang dosen harus minimal bergelar magister; sedangkan Rocky hanya menyandang gelar sarjana. Ia tercatat mengampu mata-mata kuliah seperti Seminar Teori Keadilan, Filsafat Politik, dan Metode Penelitian Filsafat; ia juga pernah mengajar pada program pascasarjana. Salah satu mahasiswa yang dibimbingnya adalah aktris Dian Sastrowardoyo.[2][3]

Bersama tokoh-tokoh seperti Abdurrahman Wahid dan Azyumardi Azra, Rocky ikut mendirikan Institut Setara, sebuah wadah pemikir di bidang demokrasi dan hak asasi manusia, pada 2005.[4]

Dalam bidang politik, Rocky bersama Sjahrir dan istrinya, Kartini pernah mendirikan Partai Indonesia Baru (PIB) pada 2002. Meski ikut mendirikan, ia tak aktif di kepengurusan partai. Belakangan, Rocky memutuskan keluar dan bergabung dengan Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) pada 2011.[5] Ia didapuk sebagai anggota Majelis Pertimbangan Partai SRI.[6][7] Partai tersebut bermaksud mencalonkan Sri Mulyani untuk pemilihan presiden Indonesia 2014. Namun, SRI gagal melewati proses verifikasi administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sehingga tidak dapat mengikuti pemilihan umum 2014.[8]

PemikiranSunting

Sebagai seorang ilmuwan filsafat, salah satu bidang kajian Rocky adalah filsafat feminisme. Ia banyak menulis di Jurnal Perempuan, sebuah terbitan ilmiah yang dikelola oleh Yayasan Jurnal Perempuan dan didirikan oleh Gadis Arivia, koleganya di Universitas Indonesia.[9]

KaryaSunting

Buku:

  • Fay, Brian; Rocky Gerung; dan Budi Murdono (1991). Teori Sosial dan Praktik Politik. Jakarta: Penerbit Grafiti.
  • Saraswati, L. G.; dan Rocky Gerung (2006). Hak Asasi Manusia: Teori, Hukum, Kasus. Depok: Filsafat UI Press.

Jurnal:

  • Gerung, R. (2007). "Pluralisme dan Konsekwensinya: Catatan Kaki untuk Filsafat Politik’ Nurcholish Madjid”." Paper PSIK Universitas Paramadina.
  • Gerung, R. (2008). "Feminisme versus Kearifan Lokal." Jurnal Perempuan 57.
  • Gerung, R. (2010). "Representasi, Kedaulatan, dan Etika Publik." Jentera Jurnal Hukum 20 (5).
  • Gerung, R. (2014). "Feminist Ethics against Stigma of Theocracy-Patriarchy: a Reflection of 2014 Presidential Election." Jurnal Perempuan 19 (3): 175-182.
  • Gerung, R. (2016). "Feminist Pedagogy: A Political Position." Jurnal Perempuan 21 (3): 265-271.

ReferensiSunting

  1. ^ Aksyah, Ramadhani (12 April 2018). Kisah Seorang Teman: Rocky Gerung yang Saya Ketahui. Republika.co.id, diakses 7 Oktober 2018.
  2. ^ Mamduh, Naufal (20 April 2018). Kontroversi Rocky Gerung: Disebut 'Profesor' Hingga 'Provokator'. Tirto.id, diakses 7 Oktober 2018.
  3. ^ Sudrajat (23 April 2018). Rocky Gerung, Tak Punya Ijazah Tapi Mengajar Program Doktor. Detik.com, diakses 7 Oktober 2018.
  4. ^ Profil di situs resmi Institut SETARA, diakses 7 Oktober 2018.
  5. ^ BeritaSatu.com. "Yenny Wahid-Imron Rosyadi Dinilai Sembarangan Menuduh". beritasatu.com. Diakses tanggal 2020-08-02. 
  6. ^ "Ini Dia Daftar Pengurus Partai SRI". detiknews. Diakses tanggal 2020-08-02. 
  7. ^ Media, Kompas Cyber. "Partai SRI: Kita Tidak Menjual Kucing dalam Karung". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-08-02. 
  8. ^ Post, The Jakarta. "End of the road for SRI Party and PKBN". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-02. 
  9. ^ Koleksi tulisan Rocky di situs resmi Jurnal Perempuan, diakses 7 Oktober 2018.

Pranala luarSunting