Buka menu utama

Wikipedia β

Ponirah Terpidana adalah film Indonesia tahun 1984 dengan disutradarai oleh Slamet Rahardjo dan dibintangi oleh Christine Hakim dan Ray Sahetapy.

Ponirah Terpidana
Ponirah Terpidana (1983; obverse; wiki).jpg
Selembaran
Sutradara Slamet Rahardjo
Produser Manu Sukmajaya
A. Gunawan
Penulis Slamet Rahardjo
Pemeran Christine Hakim
Ray Sahetapy
Nani Vidia
Bambang Hermanto
Slamet Rahardjo
Agus T. Sudibyo
Heru Sutopo
Clara Sinta
Moortri Purnomo
Sitoresmi Prabuningrat
Teguh Karya
N. Riantiarno
Musik Eros Djarot
Sinematografi Tantra Surjadi
Penyunting George Kamarullah
Tanggal rilis
1984
Durasi
107 menit
Negara Indonesia
Penghargaan
Festival Film Indonesia 1984

Film ini memperoleh Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 1984 untuk pemeran pembantu pria terbaik (Bambang Hermanto, penyunting terbaik (George Kamarullah), dan tata artistik terbaik (Benny Benhardi).

SinopsisSunting

Ponirah dianggap sebagai anak pembawa sial, karena ibunya meninggal ketika melahirkannya. Kemudian kakaknya, Permadi, juga tewas tertabrak truk ketika memboncengkan Ponirah sewaktu kecil, dengan sepeda. Nyaris Ponirah ditikam dengan keris oleh ayahnya, Jabarudi (Bambang Hermanto) yang kalap. Trindil (Christine Hakim), pelayan yang setia membawa lari meninggalkan rumah. Sejak saat itu Trindil mengasuh Ponirah sebagai anak sendiri. Trindil sempat menjadi penari ronggeng, bahkan menjual tubuhnya dengan menghuni komplek pelacuran di daerah Yogyakarta, demi menghidupi Ponirah. Saat Ponirah dewasa (Nani Vidia) dan duduk di bangku SLA, guru baru Guritno (Slamet Rahardjo) sangat memperhatikannya. Ponirah merasa dimata-matai oleh Guritno yang sebenarnya adalah pamannya sendiri, yang mendapat tugas dari mendiang Jabarudi untuk mencari Ponirah. Merasa terus diamati oleh Guritno, Ponirah meninggalkan Trindil untuk mengikuti pemuda Jarkasi (Ray Sahetapy) ke Jakarta. Trindil putus asa lalu nekad gantung diri. Jarkasi sebenarnya bukan pemuda baik-baik, ia hanya calo pencari wanita muda ke daerah untuk dijadikan wanita penghibur di ibu kota. Tetapi Jarkasi ternyata jatuh cinta pada Ponirah. Sebaliknya, Ponirah menyatakan tekadnya untuk menjadi wanita penghibur termahal. Jarkasi tak berdaya menghadapi tekad Ponirah. Sang boss, Frangky Darling (Teguh Karya), tetap ingin menjemput Ponirah. Sementara itu Guritno terus mencari dan sempat bertemu Jarkasi. Saat Guritno mendahului menyerbu masuk ke dalam rumah, malah menjadi korban tikaman gunting Ponirah, yang sebenarnya berniat membunuh Franky. Jarkasi mengaku dialah yang membunuh Gurtino. Penyelidikan polisi akhirnya membongkar apa yang sebenarnya terjadi. Ponirah terpidana, dengan membawa bekal cinta murni Jarkasi.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ Laman Ponirah Terpidana, diakses pada 17 Januari 2010

Pranala luarSunting