Eros Djarot

politisi Indonesia

Soegeng Rahardjo Djarot, (lahir 22 Juli 1950) yang lebih dikenal dengan Eros Djarot adalah seorang sutradara, penulis lagu, penulis skenario dan politikus Indonesia. Ia merupakan adik dari aktor, sutradara dan penulis skenario Indonesia, Slamet Rahardjo Djarot sekaligus ayah dari aktor Indonesia, Banyu Biru Djarot.

Eros Djarot
LahirSoegeng Rahardjo Djarot
22 Juli 1950 (umur 71)
Bendera Indonesia Rangkasbitung, Banten, Indonesia
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Nama lainEros Djarot
Pekerjaan
Tahun aktif1971–sekarang
Partai politik
Suami/istriDewi Triyadi Surianegara
Anak2
Kerabat

KarierSunting

Di dunia musik Erros dikenal karena lagu-lagunya yang melegenda seperti Badai Pasti Berlalu, Merpati Putih, Cintaku, Merepih Alam, Angin Malam, dan Pelangi yang terangkum dalam album Badai Pasti Berlalu, album jalur suara untuk film Badai Pasti Berlalu (1977) karya sutradara legendaris Teguh Karya, yang kemudian menjadi salah satu album masterpiece dalam blantika musik Indonesia.

Teguh Karya kemudian menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam perjalanan karier Erros Djarot selanjutnya; yaitu di dunia film.[1] Hingga mengantarkan Erros menjadi langganan Penata Musik Terbaik untuk beberapa film garapannya, bahkan Erros kemudian menjadi Sutradara Terbaik untuk film garapannya sendiri, Tjoet Nja' Dhien, pada Festival Film Indonesia 1988.

Karier politikSunting

FilmografiSunting

Tahun Judul Dikreditkan sebagai Keterangan
Komponis Penulis skenario Sutradara
1974 Kawin Lari Ya Tidak Tidak Penata musik bersama Barong's Band
1976 Perkawinan dalam Semusim Ya Tidak Tidak
1977 Badai Pasti Berlalu Ya Tidak Tidak
1980 Usia 18 Ya Tidak Tidak
1982 Seputih Hatinya Semerah Bibirnya Ya Tidak Tidak
1983 Di Balik Kelambu Ya Tidak Tidak
1984 Ponirah Terpidana Ya Tidak Tidak
Kerikil-Kerikil Tajam Ya Tidak Tidak
1985 Secangkir Kopi Pahit Ya Tidak Tidak
Kembang Kertas Ya Tidak Tidak
1986 Kodrat Ya Tidak Tidak
1988 Tjoet Nja' Dhien Tidak Ya Ya
2001 Marsinah: Cry Justice Tidak Ya Tidak
2008 Kantata Takwa Tidak Ya Ya Film dokumenter

DiskografiSunting

  • 1983, Kembalikan Masa Depanku
  • 1986, Manusia-Manusia
  • 2019, Politik Zaman Edan
  • 2020, 1&2 Bukan Segalanya

Nominasi dan penghargaanSunting

Penghargaan Tahun Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
Festival Film Indonesia 1976 Penata Musik Terbaik
Kawin Lari
Menang
1978
Badai Pasti Berlalu
Menang
1981
Usia 18
Menang
1984
Ponirah Terpidana
Menang
1985
Kembang Kertas
Menang
Kerikil-Kerikil Tajam
Menang
Secangkir Kopi Pahit
Menang
1988 Film Terbaik
Tjoet Nja' Dhien
Menang
Sutradara Terbaik Menang
Penulis Skenario Terbaik Menang
Cerita Asli Terbaik Menang
1990 Film Terbaik
Langitku Rumahku
Menang

ReferensiSunting

Pranala luarSunting

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Slamet Rahardjo
Film : Kodrat
(1987)
Sutradara Terbaik
(Festival Film Indonesia)

Film : Tjoet Nja' Dhien
(1988)
Diteruskan oleh:
Teguh Karya
Film : Pacar Ketinggalan Kereta
(1989)