Pantai Nganteb adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang secara administratif berada di Dusun Sukorejo, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur atau sekitar 72 km dari Kota Malang. Untuk mengunjungi Pantai Nganteb, Anda bisa mengikuti jalan menuju Pantai Balekambang, karena lokasinya sekitar 3,5 km ke arah timur sebelum masuk Pantai Balekambang. Pantai Nganteb ini terletak setelah Pantai Wonogoro jika dari arah Balekambang. Pantai Wonogoro berhimpitan dengan Pantai Nganteb. Untuk menuju ke pantai ini jalanan yang dilalui cukup terjal berupa jalan makadam kecil dan semakin menanjak. Bahkan pada musim hujan jalanan sering berlumpur.

Sesampainya di Pantai Nganteb, tampak pepohonan jenis keben berusia lebih dari 50 tahun menjulang tinggi berjajar di area parkir. Suasana begitu sejuk, banyak bunga pandan dengan warna merah menambah suasana pantai kian asri dan indah. Sudah disediakan banyak tempat duduk berupa potongan kayu di sekitar pepohonan sekitar pantai. Begitu juga telah disediakan tempat sampah di beberapa lokasi. Wana wisata pantai Nganteb ini dikelola oleh Perum Perhutani dan untuk memasukinya para pengunjung dipungut tiket masuk Rp 5.500 per orang. Keistimewaan dari pantai ini adalah hamparan pasirnya yang luas sepanjang satu kilometer, ombak yang sedikit tenang, dan pasirnya yang halus dan putih. Pemandangan Pantai Nganteb memang indah, ditambah hamparan pasir putihnya tampak bersih. Nyaris tak tampak kotoran sampah. Memang pantai ini nyaris masih perawan.

Pantai ini baru setahun dikenalkan kepada masyarakat luas. Itu pun baru sebatas promosi lisan dari mulut ke mulut. Meski begitu, sejumlah wisatawan asing sudah kerap datang ke Pantai Nganteb untuk berselancar. Di wilayah pantai Malang Selatan, barangkali hanya Pantai Nganteb inilah tempat paling sesuai berselancar. Ombak di pantai ini tidak begitu besar, tapi merata. Ombak seperti inilah yang menjadi kesukaan penggemar surfing. Apalagi di dasar laut yang berada sekitar 200 meter dari bibir pantai tidak ada karang hanya pasir putih. Pada hari Sabtu dan Minggu di pantai ini pasti ada saja turis asing dari Australia, Inggris, Amerika, atau Selandia Baru bermain surfing. Saat ini ada usaha untuk melakukan pengembangan dan promosi. Sejumlah titik di sekitar pantai sedang dilakukan pembenahan. Bahkan, sudah berdiri penginapan bagi wisatawan di Nganteb. Letaknya berada sekitar 200 meter dari bibir pantai. Pengunjung bisa menginap di penginapan ini dengan tarif kamar sekitar Rp 100 ribu per malam.

Jika pengunjung hendak berenang, di sebelah timur pantai terdapat sebuah muara sebuah sungai yang cukup luas. Di sini pengunjung bisa mandi sepuasnya tanpa harus takut dengan ombak pantai yang cukup besar. Tetapi, bila pengunjung hendak mandi dengan air yang lebih bersih, pengelola telah menyediakan kamar mandi di dekat penginapan dengan tarif Rp 2.000. Di dekat muara ini biasanya terdapat banyak perahu nelayan yang bersandar dan berjejer rapi. Pengunjung bisa juga menuju sebuah tebing karang pembatas pantai di ujung barat Pantai Nganteb. Untuk mencapainya Anda bisa melalui pendopo Gunung Batok dan berjalan menuju tebing dengan kondisi jalan setapak yang agak curam. Pengunjung harus hati-hati bila ke tebing karang ini karena tanahnya agak licin. Dari tebing karang ini pengunjung bisa menyaksikan panorama Pantai Nganteb yang sungguh indah dengan pantai putihnya yang memanjang.

Masih cukup banyak yang bisa dikunjungi di Pantai Nganteb. Ada banyak warung dan penjual makanan, fasilitas mushola, gua, bisa juga digunakan untuk perkemahan, mengingat cukup tersedianya akses air bersih. Terdapat perkampungan nelayan, yang kadang-kadang menyediakan ikan segar untuk oleh-oleh pulang. Pantai selatan ini bila sedang pasang, ombak bergulung begitu tinggi, sehingga nelayan biasanya tidak berani melaut. Namun ketika ombak mulai bersahabat, mereka turun ke laut dan kembali dengan ikan segar yang begitu menggiurkan.

Di Pantai Nganteb kita juga bisa mengunjungi tempat wisata religi berupa pendopo agung di Gunung Batok. Tempat itu dikenal sebagai Panembahan Pantai Nganteb. Panembahan yang berupa joglo itu berada di puncak Gunung Batok yang terletak tepat di sisi kanan pantai. Berjarak tidak lebih dari 200 meter dari pantai. Meskipun namanya gunung, namun puncak bukitnya sangat rendah dengan ketinggian sekitar 50 meter. Untuk menuju tempat ini sangat mudah karena terdapat tangga bertingkat yang dibuat pada 2011. Di dalam pendopo terdapat sebuah kentongan yang dianggap masyarakat memiliki nilai magis.