Buka menu utama

Air Terjun Kabut Pelangi atau Coban Kabut Pelangi adalah sebuah air terjun yang berada di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Dinamakan Kabut Pelangi karena di lokasi air terjun ini sering terlihat pelangi yang diakibatkan oleh pembiasan air dan cahaya matahari[1]. Jika beruntung, anda dapat melihat pelangi yang ada di bagian bawah air terjun ini. Belum diketahui ketinggian pasti air terjun ini, namun diperkirakan tingginya sekira 100 meter dengan debit air yang cukup deras dan sangat deras di musim penghujan. Air Terjun Kabut Pelangi merupakan salah satu dari banyaknya air terjun yang terbentuk ditepian lembah-lembah curam Sungai Glidik di perbatasan Kabupaten Malang - Kabupaten Lumajang. Air Terjun yang terletak di elevasi 500 Mdpl ini berada pada aliran Sungai Ranu, anak Sungai Besukbang yang berhulu di Gunung Semeru. Pemandangan disekitar air terjun sangat indah karena dikelilingi tebing-tebing tinggi berwarna keciklatan serta rimbunnya pepohonanan.

Air Terjun Kabut Pelangi
LokasiDesa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Indonesia
Koordinat8°14′12.9″S 112°55′55.6″E / 8.236917°S 112.932111°E / -8.236917; 112.932111Koordinat: 8°14′12.9″S 112°55′55.6″E / 8.236917°S 112.932111°E / -8.236917; 112.932111
TipePlunge
Tinggi total100 meter (328 ft)
Jumlah titik1 (Satu)
Anak sungaiSungai Ranu

LokasiSunting

AksesbilitasSunting

Air Terjun Kabut Pelangi terletak di perbatasan Desa Pronojiwo dengan Desa Sidomulyo namun objek wisata dijangkau melalui Desa Pronojiwo. Jika anda dari Malang arahkan kendaraan anda menuju Kepanjen-Gondanglegi-Turen-Dampit-Tirtoyudo-Ampelgading-Pronojiwo hingga sampai di Polsek Pronojiwo. Jika anda dari Lumajang, ikuti jalan nasional Lumajang-Malang yakni melewati Sumbersuko-Tempeh-Pasirian-Candipuro-Pronojiwo hingga sampai di polsek Pronojiwo. Di dekat Polsek Pronojiwo, terdapat banner Air Terjun Kabut Pelangi. Setelah itu ikuti petunjuk yang ada setelah banner tersebut. Setelah sampai di tempat parkir, perjalanan dilanjutkan treking sejauh 1,5 km dengan melewati perkebunan warga dengan jalan yang naik turun khas perbukitan[2].

ReferensiSunting