Buka menu utama

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Nurmathias adalah seorang tokoh militer dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia juga merupakan seorang diplomat yang pernah ditugaskan menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Australia dari tahun 1976-1979.

Mayor Jenderal TNI (Purn.)
Nurmathias
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PekerjaanMiliter, diplomat
Dikenal atasDuta Besar RI di Australia
AnakIppy Nurmathias

Krisman Nurmathias Sylvia Nurmathias Mochtar Aslida Nurmathias Thelma Nurmathias Nelvia Nurmatias[1] Taufik Nurmathias

Ade Sabrina Nurmathias

Nurmathias adalah seorang militer yang seangkatan dan sama-sama berjuang dengan tokoh-tokoh militer lainnya di Sumatra Tengah, seperti Ahmad Husein, Dahlan Djambek dan lain-lain melawan Belanda ketika Agresi Militer Belanda setelah kemerdekaan Indonesia.

Sewaktu panasnya hubungan Sumatra Tengah dengan pemerintah pusat pada pertengahan tahun 50-an, Nurmatias ikut menandatangani pendirian Dewan Banteng oleh Ismail Lengah pada 20 Desember 1956. Nurmatias juga ikut dalam rapat di Sungai Dareh yang mendeklarasikan PRRI yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein pada tanggal 15 Februari 1958, namun ia adalah salah satu tokoh yang tidak setuju dengan pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah pusat dengan berbagai pertimbangannya.

Setelah pemberontakan PRRI berhasil diredam oleh pemerintah pusat, Nurmatias ditarik oleh pemerintah ke Markas Besar Angkatan Darat (MBAD) di Jakarta. Selanjutnya ia meneruskan karier militernya sampai mencapai pangkat mayor jenderal sebelum pensiun.

ReferensiSunting

  1. ^ Disko Merinding, Politik, dan Hati Nurani Tempo.co, 30 September 2012. Diakses 23 Mei 2013.

Pranala luarSunting

Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Haeruddin Tasning
Duta Besar Indonesia untuk Australia
1976–1979
Diteruskan oleh:
Erman Harirustaman
Didahului oleh:
Soeparman
Duta Besar Indonesia untuk Jerman Timur
1982–
Diteruskan oleh:
Azhari Boer