Buka menu utama

Kolonel TNI (Purn) Mohamad Dahlan Djambek (lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 1925 — meninggal di Palupuh, Agam, 13 September 1961 dalam usia 36 tahun)[1] adalah seorang tokoh militer, pejuang kemerdekaan, dan menteri dalam Kabinet Pemerintahan RevoIusioner Republik Indonesia (PRRI).

Kolonel TNI (Purn)
Dahlan Djambek
Let Col Jambek, Kenang-Kenangan Pada Panglima Besar Letnan Djenderal Soedirman, p27.jpg
Lahir1925
Bendera Belanda Fort de Kock, Hindia Belanda
Meninggal13 September 1961 (umur 36)
Bendera Indonesia Desa Lariang, Palupuah, Agam, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterChristelijk Algemene Middelbare School, Salemba
PekerjaanMiliter
Dikenal atasPejuang kemerdekaan Indonesia
Orang tuaMuhammad Jamil Jambek
KerabatAdrian Maulana (cucu)
Foto resmi Dahlan Djambek

Dahlan Djambek adalah putra dari ulama besar Minangkabau, Syekh Muhammad Jamil Jambek. Pada masa pra-kemerdekaan, ia menempuh pendidikan menengah di Christelijk Algemene Middelbare School (AMS) di Salemba,[2] Jakarta, dan pendidikan kemiliteran oleh Jepang (Gyu Gun). Selanjutnya Dahlan terus melanjutkan dalam kemiliteran hingga memasuki masa kemerdekaan.

Dahlan Djambek terlibat dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), suatu pemerintahan tandingan yang diproklamirkan oleh beberapa tokoh di Sumatra Barat pada tahun 1958, karena ketidak-puasan pada pemerintahan Orde Lama pimpinan Presiden Soekarno kala itu.[3] Selain Dahlan, tokoh-tokoh PRRI yang terkenal antara lain adalah Syafruddin Prawiranegara, Soemitro Djojohadikoesoemo, Ahmad Husein, Maludin Simbolon, dan lain-lain. Dalam Kabinet PRRI, Dahlan pernah menjabat Menteri Dalam Negeri serta Menteri Pos dan Telekomunikasi. Ketika itu, ia berpangkat Kolonel dan memimpin Divisi Banteng.[4]

Setelah upaya-upaya himbauan tidak membawa hasil, pemerintah pusat yang mengerahkan tentara dari Jawa, yang akhirnya berhasil meredam pergerakan PRRI. Dahlan Djambek dan tokoh-tokoh PRRI lainnya kemudian bergerilya di hutan-hutan Sumatra bagian tengah. Ketika hendak menyerahkan diri pada tahun 1961, Dahlan tewas tertembak di desa Lariang, Palupuh, Agam oleh pasukan OPR, suatu pasukan semi militer binaan pemerintah pusat.[5]

ReferensiSunting

  1. ^ Anwar, Rosihan (2006). Sukarno, tentara, PKI: segitiga kekuasaan sebelum prahara politik, 1961-1965, Yayasan Obor Indonesia, ISBN 978-979-461-613-0. Hlm. 67.
  2. ^ Simatupang, Tahi Bonar, H. M. Victor Matondang (1989). Percakapan dengan Dr. T.B. Simatupang, BPK Gunung Mulia, ISBN 978-979-415-092-4. Hlm. 68.
  3. ^ Untung Ada Presiden Sjafruddin KOMPAS.com, 10 April 2011. Diakses 13 Mei 2013.
  4. ^ Akhir Tragis Sang Penyelamat RI Majalah Suara Hidayatullah, 14 Juli 2010. Diakses 13 Mei 2013.
  5. ^ Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra Barat dan politik Indonesia, 1926-1998 Audrey R. Kahin. Diakses 13 Mei 2013.

Pranala luarSunting