Kuntilanak

sosok hantu wanita

Kuntilanak (bahasa Melayu: pontianak atau puntianak) atau sering disingkat kunti adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama "puntianak" merupakan singkatan dari "perempuan mati beranak".[1] Mitos ini mirip dengan mitos hantu langsuir yang dikenal di Asia Tenggara, terutama di Nusantara. Mitos hantu kuntilanak sejak dahulu juga telah menjadi mitos yang umum setelah dibawa oleh imigran-imigran dari Nusantara.

Kota Pontianak mendapat namanya karena konon Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kesultanan Pontianak, diganggu hantu ini ketika akan menentukan tempat pendirian istana.

DeskripsiSunting

Umumnya, kuntilanak digambarkan sebagai wanita cantik berambut panjang dan berbaju panjang warna putih. Dalam cerita rakyat Melayu, sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik dengan punggung berlubang. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kemboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak dikatakan sering menjelma sebagai wanita cantik yang berjalan seorang diri dijalan yang sunyi. Oleh karena itu, cerita ini kemungkinan bertujuan menghindari golongan wanita daripada diganggu oleh pemuda-pemuda yang takut akan kuntilanak ketika berjalan seorang diri di jalan yang sunyi.

Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara mengisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir.

Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat "bersemayam", misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut "waru doyong").

Kepercayaan penangkalanSunting

Berdasarkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum, dan pisau di dekat tempat tidur bayi.

Menurut kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. Ketika kuntilanak menyerang, paku ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa bergeser ke bagian atas—bagian ubun-ubun—kuntilanak.

Di dalam kepercayaan agama samawi (Islam, Nasrani, dan Yahudi), kuntilanak termasuk dari golongan jin kafir atau setan. Di dalam Islam, kuntilanak termasuk golongan jin dari jenis haffaf—jin yang suka mengganggu dan menakut-nakuti manusia—dan arwah—jin yang mengaku-ngaku sebagai orang yang telah tiada.[butuh rujukan]


Budaya populerSunting

Kepercayaan akan adanya kuntilanak atau sundel bolong sangat sering dijadikan sebagai bahan legenda urban serta sinema. Berikut adalah beberapa film yang dibuat dengan inspirasi dari kuntilanak.

Serial HBO Asia Halfworlds menampilkan sosok kuntilanak sebagai salah satu dedemit bernama ’Ros’ yang diperankan oleh Tara Basro. Ros digambarkan sebagai kuntilanak yang cantik, penggoda dan merupakan kekasih dari Tony, genderuwo yang diperankan oleh Reza Rahadian. Senjata andalan Ros adalah pasak kuntilanak yang dijadikan asesoris rambut olehnya.

ReferensiSunting

  1. ^ Lee R. The Almost Complete Collection of True Singapore Ghost Stories. edisi 2. Singapura: Flame of the Forest, 1989.

Pranala luarSunting

Lihat pulaSunting