Buka menu utama
Kosasih Purwanegara

Mohammad Kosasih Purwanegara (lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 13 Maret 1913 – meninggal di Magetan, Jawa Timur, 4 April 2008 pada umur 95 tahun) adalah Menteri Sosial pada Kabinet RIS. Selain sebagai Menteri Sosial, ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial, perdagangan, dan keolahragaan salah satunya adalah Ketua Umum PSSI pada tahun 1967-1975. Ia akrab juga dipanggil dengan nama "Mang Engkos". Selain itu, adalah anak keempat dari 12 bersaudara pensiunan Wedana di Cikajang, Garut, Jawa Barat

Riwayat HidupSunting

Ia meraih gelar sarjana hukum dari Rechtshoogeschool te Batavia, sekarang FH-UI) pada tahun 1938. Bidang organisasi juga telah digelutinya sejak masih menjadi pelajar dan mahasiswa antara lain pernah menjadi ketua organisasi mahasiswa Unitas Studiosorum Indonesiensis (USI) di Jakarta.[1]

Di bidang pemerintahan, Kosasih pernah menjabat Residen Jakarta (Desember 1946 - 26 November 1947) dan Wakil Residen Priangan pada tahun-tahun pertama kemerdekaan, disusul kemudian sebagai anggota Konstituante, dan Menteri Sosial Kabinet Republik Indonesia Serikat (1949-1950) sekaligus sebagai Ketua Umum pertama Gapindo (Gabungan Pembelian Importir Indonesia) pada tahun 1949.[1][2][3] Selain itu, setelah peristiwa Pengakuan Kedaulatan Indonesia di Den Haag pada 27 Desember 1949, Soekarno (Bung Karno) buru-buru membentuk Tim Pembentukan NKRI yang dipimpin Prof. Dr. Mr. Soepomo sebagai Ketua dan Mr. Moh. Kosasih Purwanegara sebagai wakil ketua. Anggotanya antara lain: Mr. A. M. Tambunan, Ir Sakirman, I. R. Lobo, B. Sahetappy Engel, Mr.Teuku Muhammad Hasan, serta Mr. A. W. Suryadiningrat sebagai sekretaris.[4]

Ketua Umum PSSISunting

Sebelum menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, ia memang aktif di dalam dunia sepakbola Indonesia. Tercatat ia pernah membela klub yang menjadi anggota Persib Bandung dan Persija Jakarta.[1] Selain itu, ia sempat menjadi manager Tim nasional Sepakbola Indonesia ketika bertanding di Singapura pada tahun 1951.[5][6] Ketika menjadi Ketua Umum PSSI, ia pernah menerima surat dari Perdana Menteri Malaysia saat itu, Tunku Abdul Rahman supaya Timnas Indonesia dapat mengikuti Kejuaraan Merdeka Cup di Malaysia pada tahun 1969. Alasan ini dilakukan supaya membuktikan pada dunia bahwa kondisi Kuala Lumpur pada saat itu sudah aman setelah Malaysia dilanda kerusuhan antar etnis.[7] Pada masa kepemimpinannya, PSSI dianggap berprestasi karena sering menjuarai kejuaraan internasional. Meskipun demikian, ia tidak dapat mengelak bahwa ketika di bawah kepemimpinannya, PSSI mengalami krisis keuangan terutama dalam pemilihan pelatih.[8][9]

Setelah tidak lagi menjabat, ia aktif dalam bisnis usaha diantaranya sebagai Direktur Utama PT Esta Mulia yang bergerak di bidang real estate dan konsultan dan menjabat sebagai direktur pada PT Ferry Sonneville & Co. Selain itu ia pernah menjabat sebagai Ketua KADIN periode 1956.[1]

Pranala luarSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Apa dan Siapa - KOSASIH PURWANEGARA". ahmad.web.id. Diakses tanggal 2019-08-21. 
  2. ^ Latif, Yudi,; Iriantara, Yosal,. Mata air keteladanan : Pancasila dalam perbuatan (edisi ke-Cetakan 2, Juli 2014). Jakarta Selatan. ISBN 9789794338308. OCLC 897823569. 
  3. ^ "Website Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Subang". Website Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Subang (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-21. 
  4. ^ sulindo, red. "Tim Pembentukan NKRI yang Terlupakan | Koran Sulindo". Diakses tanggal 2019-08-21. 
  5. ^ Natakusumah, Arief (2013-07-09). Drama Itu Bernama Sepak Bola. Elex Media Komputindo. ISBN 9789792730593. 
  6. ^ Bolasport.com. "Lawatan Prihatin Timnas 1951 Ke Singapura (1) - Semua Halaman - Bolasport.com". juara.bolasport.com. Diakses tanggal 2019-08-21. 
  7. ^ "Sepucuk Surat PM Malaysia untuk PSSI". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-21. 
  8. ^ Center, PT Indonesia News. "Guncangan Politik Dalam Sepakbola Indonesia". inilahcom (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-21. 
  9. ^ topskor.id. "Benang Merah Luis Milla dan Pelatih Eropa". TOPSKOR. Diakses tanggal 2019-08-21. 
Jabatan politik
Didahului oleh:
Kusnan
Menteri Sosial
1949-1950
Diteruskan oleh:
Kusnan
Jabatan olahraga
Didahului oleh:
Maulwi Saelan
Ketua Umum PSSI
1967-1974
Diteruskan oleh:
Bardosono