Tim nasional sepak bola Indonesia

tim nasional sepak bola pria yang mewakili Indonesia

Tim nasional sepak bola Indonesia adalah tim nasional yang mewakili Indonesia di ajang sepak bola internasional senior pria. Mereka adalah tim Asia pertama yang berpartisipasi pada Piala Dunia FIFA tahun 1938 mewakili Hindia Belanda.[5][6] Indonesia mencatat kekalahan 6-0 dari Hungaria di pertandingan pertama, yang juga menjadi satu-satunya penampilan Indonesia di Piala Dunia. Dengan demikian, Indonesia memegang rekor Piala Dunia sebagai tim dengan jumlah pertandingan paling sedikit (1) dan salah satu tim dengan jumlah gol paling sedikit yang dicetak (0).[6]

Indonesia
Lencana kaos/Lambang Asosiasi
Julukan
  • Pasukan Merah Putih
  • Pasukan Garuda
  • Garuda Asia
AsosiasiPSSI
KonfederasiAFC (Asia)
Sub-konfederasiAFF (Asia Tenggara)
PelatihShin Tae-yong
KaptenAsnawi Mangkualam
Penampilan terbanyakAbdul Kadir (111)[1][2]
Pencetak gol terbanyakAbdul Kadir (70)[2]
Stadion kandangStadion Utama Gelora Bung Karno
Kode FIFAIDN
Peringkat FIFA
TerkiniLua error in package.lua at line 80: module 'Module:No globals' not found.
Tertinggi76 (September 1998)
Terendah191 (Juli 2016)
Peringkat Elo
TerkiniLua error in package.lua at line 80: module 'Module:No globals' not found.
Warna pertama
Warna kedua
Pertandingan internasional pertama
Pra-kemerdekaan
 Hindia Belanda 7–1 Jepang 
(Manila, Filipina; 13 Mei 1934)[3][4]
Pasca kemerdekaan
 India 3–0 Indonesia 
(New Delhi, India; 5 Maret 1951)
Kemenangan terbesar
 Indonesia 13–1 Filipina 
(Jakarta, Indonesia; 23 Desember 2002)
Kekalahan terbesar
 Bahrain 10–0 Indonesia 
(Riffa, Bahrain; 29 Februari 2012)
Piala Dunia
Penampilan1 (Pertama kali pada 1938)
Hasil terbaikBabak 16 besar (1938; saat bernama Hindia Belanda)
Piala Asia
Penampilan5 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaik16 (2023)
Kejuaraan AFF
Penampilan13 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaikJuara kedua (2000, 2002, 2004, 2010, 2016 dan 2020)

Satu-satunya penampilan tim di Olimpiade setelah merdeka adalah pada tahun 1956.[7] Indonesia telah lima kali lolos ke Piala Asia AFC, dan penampilan terbaiknya adalah lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya pada edisi 2023. Indonesia meraih medali perunggu pada Asian Games 1958 di Tokyo.[7] Tim ini juga telah mencapai pertandingan final dalam Kejuaraan AFF sebanyak enam kali, namun belum pernah menjadi juara. Mereka berbagi persaingan regional dengan negara-negara ASEAN, terutama pada persaingan sepak bola Indonesia melawan Malaysia, karena adanya ketegangan politik dan budaya antarkeduanya.

Sejarah

Tim Asia pertama di Piala Dunia FIFA (1934–1950-an)

Pertandingan yang melibatkan tim-tim dari Hindia Belanda diselenggarakan oleh Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB), atau penggantinya Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU), yang merupakan federasi sepak bola Hindia Belanda pada masa penjajahan. Pertandingan yang diselenggarakan sebelum kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 tidak diakui oleh PSSI sebagai pertandingan resmi tim nasional Indonesia.[7]

Pertandingan tercatat pertama yang melibatkan tim dari Hindia Belanda adalah ketika melawan tim nasional Singapura pada tanggal 28 Maret 1921. Pertandingan tersebut dimainkan di Batavia dan Hindia Belanda menang dengan skor akhir 1-0. Kemudian diikuti dengan pertandingan melawan tim Australia XI pada Agustus 1928 (kemenangan 2-1) dan tim dari Shanghai dua tahun kemudian (hasil imbang 4-4).[7]

Pada tahun 1934, sebuah tim dari Jawa mewakili Hindia Belanda di Pertandingan Kejuaraan Timur Jauh yang dimainkan di Manila, Filipina. Setelah mengalahkan Jepang 7-1 pada pertandingan pertamanya,[8] dua pertandingan berikutnya berakhir dengan kekalahan (2-0 dari Tiongkok dan 3-2 dari tuan rumah) yang mengakibatkan tim nasional Jawa hanya menempati posisi kedua di turnamen tersebut. Meskipun tidak diakui oleh PSSI, pertandingan-pertandingan ini diakui oleh peringkat Elo Sepak Bola Dunia sebagai pertandingan pertama yang melibatkan tim nasional Indonesia.[9]

Hindia Belanda adalah tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 1938 di Prancis, ketika tim ini lolos ke turnamen tahun 1938 setelah Jepang mengundurkan diri dari babak kualifikasi. Kekalahan 6-0 dari Hongaria, di babak penyisihan grup di Reims, tetap menjadi satu-satunya penampilan tim ini di Piala Dunia.

Kemerdekaan (1950-an–1984)

Setelah Perang Dunia II, yang diikuti dengan Revolusi Indonesia, puncak sejarah sepak bola Indonesia terjadi pada Olimpiade Musim Panas 1956 di Melbourne. Indonesia bermain imbang Uni Soviet, kemudian kalah 0–4 dalam pertandingan ulangan[7] Penampilan ini menjadi satu-satunya penampilan Indonesia di ajang Olimpiade.

Pada Piala Dunia 1958 Indonesia untuk pertama kalinya membukukan penampilan pada babak kualifikasi sebagai tim nasional merdeka. Indonesia mengalahkan Tiongkok pada babak pertama, kemudian menolak bertanding melawan, Israel, pada babak berikutnya dengan alasan politik.[7]

Di Pesta Olahraga Asia 1958, Indonesia meraih medali perunggu cabang sepak bola mengalahkan India dengan skor 4–1 pada laga perebutan tempat ketiga. Indonesia juga bermain imbang 2–2 dengan Jerman Timur dalam laga uji coba.[7]

Tim nasional Indonesia berhasil menjuarai Turnamen Merdeka sebanyak tiga kali (1961, 1962 dan 1969). Indonesia juga menjadi juara Piala Raja 1968.[7]

Indonesia kembali berlaga pada babak kualifikasi Piala Dunia 1974. Namun, tim nasional Indonesia tereliminasi di babak pertama dengan hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan melawan Selandia Baru. Pada babak kualifikasi Piala Dunia 1978, Indonesia hanya mampu memenangkan satu dari empat pertandingan melawan tuan rumah Singapura. Empat tahun kemudian pada kualifikasi Piala Dunia 1982, Indonesia mencatatkan dua kemenangan atas Tionghoa Taipei dan Australia.[7]

Kebangkitan sepak bola Indonesia (1985–1995)

Pada babak kualifikasi Piala Dunia FIFA 1986, Indonesia lolos dari babak pertama dengan meraih empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan, sebelum akhirnya berada di puncak grup. Korea Selatan menjadi pemenang atas Indonesia di putaran kedua.[7]

Indonesia kemudian mencapai semifinal Asian Games 1986 setelah mengalahkan Uni Emirat Arab di perempat final. Namun, timnas Indonesia pada akhirnya gagal meraih medali setelah kalah dari tuan rumah Korea Selatan di semifinal, dan dikalahkan Kuwait dalam perebutan medali perunggu.[10]

Tonggak sejarah pada masa ini adalah keberhasilan Indonesia meraih medali emas di Pesta Olahraga Asia Tenggara (Sea Games) pada tahun 1987 setelah mengalahkan Malaysia 1-0 di final dan dan pada tahun 1991 saat mengalahkan Thailand dalam adu penalti untuk meraih gelar juara.[7]

Pada kualifikasi Piala Dunia 1990, timnas Indonesia tidak lolos dari babak pertama dengan catatan hanya meraih satu kemenangan atas Hong Kong, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan.[7] Pada kualifikasi Piala Dunia 1994, Indonesia juga hanya meraih satu kemenangan atas Vietnam.[7]

Penampilan beruntun di Piala Asia AFC (1995–2016)

Piala Asia AFC 1996

Penampilan pertama Indonesia di Piala Asia AFC adalah saat melawan Uni Emirat Arab di Piala Asia AFC 1996. Selama turnamen, Indonesia hanya mencetak satu poin dari hasil imbang 2-2 melawan Kuwait di babak pertama.[11]

Piala Asia AFC 2000

Penampilan kedua tim di Piala Asia terjadi di Lebanon di Piala Asia AFC 2000; lagi, tim Indonesia hanya memperoleh satu poin dari tiga pertandingan, dan lagi-lagi, dari pertandingan melawan Kuwait yang berakhir tanpa skor dari kedua belah pihak. Indonesia membuat rekor yang lebih tinggi di Piala Asia AFC 2004, mereka berhasil mengalahkan Qatar dengan skor 2-1 untuk mencatat kemenangan pertama Indonesia dalam sejarah turnamen. Kemenangan itu tidak cukup untuk membantu mereka lolos ke babak kedua, setelah itu mereka kalah 0-5 dari tuan rumah Tiongkok dan 1–3 dari Bahrain.

Piala Asia AFC 2004

Indonesia kemudian lolos ke turnamen ketiga mereka yang sukses di Piala Asia AFC 2004 dan berada satu grup dengan Tiongkok, Qatar dan Bahrain, di mana mereka memenangkan satu-satunya pertandingan melawan Qatar dengan skor 2-1, namun harus tersingkir dengan hanya meraih tiga poin.

Piala Asia AFC 2007

Pada Piala Asia AFC 2007, Indonesia menjadi tuan rumah bersama dengan Malaysia, Thailand dan Vietnam, yang merupakan pertama kalinya dalam sejarah Piala Asia AFC kompetisi ini diselenggarakan oleh empat negara sekaligus. Pada pertandingan pembuka turnamen, Indonesia menghadapi Bahrain dengan gol-gol yang dicetak oleh Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas untuk mengamankan kemenangan 2-1. Namun, dalam dua pertandingan berikutnya, Indonesia mengalami kekalahan 2-1 dari Arab Saudi dan kalah tipis 0-1 dari Korea Selatan sehingga Indonesia gagal lolos ke babak sistem gugur.

Kejuaraan AFF

Indonesia mencapai final Kejuaraan AFF sebanyak enam kali (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020), meski tidak pernah berhasil mengangkat trofi. Klaim tim atas gelar regional datang di SEA Games tahun 1987 dan 1991.[12][13]

Setelah era Peter Withe, ketidakmampuan untuk memenuhi target ASEAN disebut-sebut sebagai alasan "putar pintu" Indonesia dalam hal manajerial tim. Selama dua tahun, manajer Indonesia berubah dari Ivan Kolev menjadi ke pelatih lokal Benny Dollo yang kemudian dipecat pada tahun 2010. Posisi pelatih kepala kemudian dipegang oleh Alfred Riedl yang gagal mengangkat piala apapun, dan kemudian pada Juli 2011 digantikan oleh Wim Rijsbergen.[14][tepercaya?]

Penangguhan (2012 dan 2015–2016)

Pada Maret 2012, PSSI mendapat teguran atas kondisi sepak bola Indonesia yang terpecah belah, di mana terdapat dua liga terpisah: Liga Super pemberontak (ISL), yang tidak diakui oleh PSSI atau FIFA, dan Liga Prima (IPL). Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mendorong PSSI bekerja sama dengan pejabat Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) untuk memperbaiki situasi, tetapi ketua KONI Tono Suratman menyatakan pada Maret 2012 bahwa KONI akan mengambil alih PSSI yang terkepung jika masalah tidak diperbaiki.[15] FIFA tidak menyatakan apakah Indonesia akan menghadapi skorsing, namun pada 20 Maret 2012, FIFA membuat pengumuman. Menjelang 20 Maret 2012, PSSI berjuang untuk menyelesaikan situasi dan melihat ke kongres tahunan untuk solusi akhir.[16] PSSI diberi waktu hingga 15 Juni 2012 untuk menyelesaikan masalah yang dipertaruhkan, terutama penguasaan liga yang memisahkan diri; jika gagal, kasus tersebut akan dirujuk ke Komite Darurat FIFA untuk proses penangguhan.[17] FIFA akhirnya menetapkan tenggat waktu baru 1 Desember 2012 dan dalam dua minggu sebelum tenggat waktu, tiga dari empat perwakilan PSSI mengundurkan diri dari panitia bersama, dengan alasan frustrasi dalam berurusan dengan perwakilan KPSI. Namun, FIFA menyatakan baru akan mengeluarkan hukuman kepada sepak bola Indonesia setelah timnas Indonesia selesai keterlibatannya di Kejuaraan AFF 2012.[18]

Pada tahun 2013, presiden PSSI Djohar Arifin Husin menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan La Nyalla Matalitti (KPSI-PSSI) yang diprakarsai oleh FIFA dan AFC melalui Satgas Konfederasi Sepak Bola Asia. Sejak saat itu, kendali Liga Super Indonesia diambil oleh Panitia Bersama untuk tetap dikelola oleh PT Liga Indonesia hingga dibentuknya kompetisi profesional baru oleh komite.[19] Artinya, para pemain Indonesia dari ISL bisa bermain dan bergabung dengan timnas. PSSI memanggil pemain dari kedua liga sepak bola, ISL dan IPL untuk membentengi timnas menuju kualifikasi Piala Asia 2015. Pada 7 Januari 2013, PSSI mengumumkan daftar 51 pemain dari kedua belah pihak liga sepak bola terlepas dari apakah pemain dari Liga Super Indonesia (ISL) yang memisahkan diri akan tampil, klub-klub ISL diduga enggan melepas para pemainnya karena meragukan kepemimpinan Djohar.[20]

Pada 18 Maret 2013, PSSI mengadakan kongres di Kuala Lumpur, Malaysia. Kedua belah pihak, PSSI dan KPSI (kelompok yang memisahkan diri) menyelesaikan perbedaan mereka dalam empat poin perdebatan; seperti; Reunifikasi dua liga; Revisi Statuta PSSI; Mengembalikan empat anggota Komite Eksekutif PSSI yang dipecat: La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan dan Toni Apriliani; dan kesepakatan semua pihak dalam Nota Kesepahaman (MoU) mulai 7 Juni 2012 tentang daftar delegasi Kongres PSSI berdasarkan daftar Kongres Solo Juli 2011. PSSI baru memanggil 58 pemain dari kedua belah pihak liga (ISL dan IPL) untuk timnas. Rahmad Darmawan kembali menjabat sebagai pelatih sementara tim senior dan temannya, Jacksen F. Tiago juga bertanggung jawab sebagai asisten pelatih. Baik Rahmat maupun Jaksen memangkas 58 pemain yang awalnya dipanggil untuk pelatnas menjadi 28. Daftar tersebut kemudian akan dipangkas lagi menjadi hanya 23 pemain untuk pertandingan melawan Arab Saudi. Victor Igbonefo, Greg Nwokolo dan Sergio van Dijk tiga pemain naturalisasi masuk daftar final.[21] Pada 23 Maret 2013, Indonesia dikalahkan 1–2 oleh Arab Saudi di kandang sendiri. Boaz Solossa memberikan Indonesia gol pertama dalam perjalanan mereka di kualifikasi Piala Asia AFC; tim tuan rumah memulai dengan gol di menit keenam tetapi pihak Saudi membalas dengan menyamakan kedudukan dari Yahya Al-Shehri di menit ke-14 sebelum Yousef Al-Salem mengubah skor yang ternyata menjadi pemenang pada menit ke-56.[22]

PSSI ditangguhkan oleh FIFA pada 30 Mei 2015, penangguhan tersebut dilakukan karena intervensi pemerintah dalam liga domestik. Penangguhan tersebut mengambil efek segera, yang artinya Indonesia tidak berhak mengikuti kualifikasi Piala Dunia 2018 sekaligus kualifikasi Piala Asia 2019, yang akan dimulai kurang dari 2 minggu kemudian. FIFA masih mengizinkan Indonesia untuk ikut serta di SEA Games 2015 hingga turnamen berakhir, karena sudah telanjur dimulai. FIFA mengambil tindakan terhadap Indonesia menyusul perselisihan antara pemerintah dan asosiasi sepak bola yang mengakibatkan pembatalan kompetisi domestik.[23] Pada saat itu, tindakan tergesa-gesa dilakukan untuk Indonesia agar dapat ikut serta di Kejuaraan AFF 2016 yang akan datang, dimana Indonesia akhirnya berhasil mencapai final dan sekali lagi gagal merengkuh juara saat bertemu Thailand di partai penentuan.[24]

Pemulihan (2017–2019)

Beberapa minggu setelah finis di posisi kedua pada ajang Piala Suzuki AFF 2016, PSSI mengadakan kongres pada 8 Januari 2017 dalam upaya untuk menandatangani Luis Milla untuk menangani senior mereka dan tim U-22. Sebelum Kejuaraan AFF 2018, Milla pergi tanpa penjelasan apa pun, menyebabkan kemarahan di kalangan supporter Indonesia.[25] Indonesia tersingkir dari babak penyisihan grup di Kejuaraan AFF 2018 menyebabkan pemecatan Bima Sakti.[26] Untuk mempersiapkan kualifikasi Piala Dunia 2022, Indonesia menandatangani Simon McMenemy dengan harapan bahwa masa jabatannya yang sukses dengan Filipina dapat menghidupkan kembali kinerja Indonesia, terutama ketika Indonesia dikelompokkan dengan tiga rival dari Asia Tenggara: Malaysia, Thailand dan Vietnam bersama UEA.[27] Indonesia kalah dalam empat pertandingan termasuk kekalahan kandang 2-3 dari Malaysia, diikuti oleh kekalahan kandang dari Vietnam untuk pertama kalinya di setiap turnamen kompetitif. Pada 6 November 2019, PSSI memutuskan untuk memecat McMenemy atas kinerja tim nasional yang memburuk.[28] Indonesia bertandang ke Malaysia dan kalah 0–2 dari saingannya dan secara resmi tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia 2022.[29]

Era Shin Tae-yong (2020–sekarang)

 
Shin Tae-yong memandu Indonesia ke final Kejuaraan AFF 2020 dan Piala Asia AFC 2023.

Menyusul kegagalan di kualifikasi Piala Dunia, PSSI menunjuk juru taktik asal Korea Selatan, Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Indonesia dengan harapan untuk menghidupkan kembali asa tim pada Kualifikasi Piala Asia AFC 2023 yang akan datang, berkaca pada keberhasilan Park Hang-seo di Vietnam sebagai pertimbangan dalam penunjukan.[30]

Di bawah kepelatihan Shin Tae-yong, mayoritas pemain tim senior dirombak dan memiliki banyak pemain muda yang mayoritas berasal dari timnas U-23. Pada Kejuaraan AFF 2020, Indonesia berhasil mencapai final dan meraih posisi runner-up dengan rata-rata usia pemain 23 tahun.

Pada babak kualifikasi Piala Asia AFC 2023, tim nasional sepak bola Indonesia mengalahkan tuan rumah Kuwait, yang juga merupakan mantan juara Asia, dengan skor 2-1. Ini merupakan kemenangan pertama Indonesia atas Kuwait setelah 42 tahun tidak pernah menang. Kemenangan tersebut mengejutkan banyak pihak. Selain itu, kemenangan ini menjadi kemenangan resmi pertama oleh tim Asia Tenggara atas tuan rumah Asia Barat sejak Thailand mengalahkan Yaman 3–0 di Sana'a pada 2004 dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2006. Secara historis, ini juga menjadi kali pertama tim sepak bola Asia Tenggara memenangkan pertandingan sebagai tim tamu melawan tim Teluk Persia.

Pada pertandingan final babak kualifikasi melawan Nepal, Indonesia menang telak 7-0 di Stadion Internasional Jabir Al-Ahmad. Hasil ini memastikan Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia AFC 2023 setelah absen selama 16 tahun.

Pada 19 Juni 2023, Indonesia menjamu juara Piala Dunia FIFA 2022 Argentina dalam rangka persiapan menjalani kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026. Meski sempat bermain apik menahan sang juara dunia, Indonesia kebobolan lewat gol jarak jauh Leandro Paredes menjelang jeda babak pertama. Di babak kedua, gol sundulan Cristian Romero berhasil menambah keunggulan menjadi 2–0 untuk kemenangan Argentina.

Kualifikasi Piala Asia AFC 2023

Pada Kualifikasi Piala Asia AFC 2023, Indonesia mengalahkan tuan rumah dan mantan juara Asia, Kuwait, yang belum pernah mereka kalahkan selama 42 tahun terakhir, dengan skor 2–1 yang mengejutkan banyak orang. Kemenangan resmi pertama tim Asia Tenggara melawan tuan rumah Asia Barat sejak 2004 (ketika Thailand mengalahkan Yaman 3-0 di Sana'a selama Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2006), dan merupakan pertama kalinya dalam sejarah tim Asia Tenggara menang melawan tim Teluk Persia sebagai tim tamu. Pada pertandingan terakhir, Indonesia secara besar-besaran mengalahkan Nepal 7-0 di Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad. Didorong oleh kemenangan tersebut, Indonesia lolos ke Piala Asia AFC 2023 setelah absen selama 16 tahun.

Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026

Pada tanggal 19 Juni 2023, Indonesia berkesempatan menghadapi pemegang gelar juara Piala Dunia FIFA 2022, Argentina sebagai persiapan untuk Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026. Indonesia tampil cukup bagus, namun tendangan panjang dari Leandro Paredes memastikan kemenangan 1-0 tepat sebelum jeda turun minum. Di babak kedua, Cristian Romero mencetak gol sundulan untuk menggandakan kedudukan menjadi 2-0 untuk Argentina.

Indonesia memulai perjalanan Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 dari babak pertama, saat mereka secara meyakinkan mengalahkan Brunei dengan agregat 12-0.

Di babak kedua, Indonesia ditempatkan satu grup dengan Irak dan dua tim Asia Tenggara, Vietnam, dan Filipina. Indonesia memiliki hasil awal yang buruk di babak kedua, mereka kalah telak 5-1 saat melawan Irak di Basra, dan hanya bermain imbang saat melawan Filipina di Manila pada pertandingan berikutnya.

Pertandingan ke 3 dan 4 Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno 1-0 dan di My Dinh Stadium 0-3 dengan aggregat 4-0, Indonesia belum pernah dikalahkan oleh Vietnam sejak pelatih Vietnam yang baru di tunjuk.

Piala Asia AFC 2023

Indonesia memulai tahun 2024 dengan memainkan dua pertandingan persahabatan melawan Libya di Kompleks Olahraga Mardan di Turki sebelum terbang ke Qatar untuk pertandingan persahabatan terakhir melawan Iran sebagai persiapan akhir sebelum bergulirnya turnamen Piala Asia AFC 2023.

Pada pertandingan pertama, Indonesia kembali berhadapan dengan Irak setelah dua bulan sebelumnya bertanding di kualifikasi Piala Dunia, pertandingan tersebut bertakhir dengan kekalahan 1–3. Pada pertandingan kedua, Indonesia berhadapan dengan rival Asia Tenggara Vietnam dimana kapten, Asnawi Mangkualam mengkonversi gol dari titik penalti untuk mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut, itu adalah pertama kali Indonesia mengalahkan Vietnam setelah 7 tahun, Indonesia memperoleh 3 poin. Pada laga grup terakhir, Indonesia kalah 3-1 dari tim peringkat teratas AFC, Jepang.

Meski mengalami dua kekalahan di babak penyisihan grup, Indonesia lolos ke babak 16 besar dengan finis sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga grup terbaik yang dipastikan setelah pertandingan lain di Grup F antara Kirgizstan dan Oman berakhir seri.[31][32] Untuk pertama kalinya, Indonesia lolos ke babak gugur Piala Asia AFC sejak penampilan pertama mereka di Piala Asia 1996.[32] Indonesia menghadapi Australia di babak 16 besar, namun meskipun tampil positif, laga berakhir dengan kekalahan 4-0 karena buruknya pertahanan.

Pertentangan

Piala Tiger 1998 menyaksikan pertandingan penyisihan grup antara Thailand dan Indonesia dengan kedua tim sudah lolos ke semifinal tetapi juga sadar bahwa pemenang harus menghadapi tuan rumah Vietnam. Pemain Indonesia Mursyid Effendi dengan sengaja menendang bola ke gawang Indonesia sendiri saat seorang penyerang Thailand berlari ke arah bola.[33] FIFA mendenda kedua tim $40.000 karena "melanggar semangat permainan" sementara Effendi dilarang dari sepak bola internasional seumur hidup. Indonesia kemudian kalah dari Singapura di semifinal.[34]

Citra tim

Kostum

 
Jersey sepak bola Indonesia dengan nomor punggung 17 pada tahun 1981

Selama era kolonial Belanda, tim ini berkompetisi dengan nama Hindia Belanda dalam pertandingan internasional. Mereka mengenakan jersey berwarna oranye, yang merupakan warna kebanggaan Belanda. Tidak ada dokumen resmi mengenai seragam tim, hanya beberapa foto hitam-putih dari pertandingan melawan Hongaria di Piala Dunia FIFA 1938. Namun, beberapa sumber tidak resmi menyebutkan bahwa seragam mereka terdiri atas jersey oranye, celana pendek putih, dan kaus kaki biru muda.[35] Sejak Indonesia merdeka, seragam tim nasional Indonesia menggunakan warna merah dan putih sesuai warna bendera negara. Kombinasi warna hijau dan putih juga sempat digunakan sebagai seragam tandang, yaitu pada penampilan tim nasional di Olimpiade Musim Panas 1956 di Melbourne, Australia, hingga pertengahan dekade 1980-an.[36]

Seragam kandang pada tahun 2010-2012 pernah menimbulkan masalah saat bertanding melawan lawan yang mengenakan seragam berwarna putih, karena kaus kaki tim nasional Indonesia berwarna putih alih-alih merah seperti biasanya. Masalah ini diselesaikan dengan menggunakan kombinasi merah-hijau-hijau (untuk pertandingan tandang) dengan mengambil celana pendek dan kaus kaki hijau dari seragam tandang, atau tetap menggunakan seragam kandang merah (untuk pertandingan kandang). Setelah kekalahan kandang pada babak kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014 melawan Bahrain pada 6 September 2011, celana pendek merah (dengan garis warna hijau) tidak pernah digunakan lagi. Sebagai pengganti, beberapa kali digunakan kombinasi merah-putih-merah sebagai seragam kandang alternatif, seperti pada pertandingan kandang berikutnya di babak kualifikasi melawan Qatar dan Iran pada tahun yang sama.

Pada 12 November 2012, seminggu menjelang dimulainya Piala Suzuki AFF 2012, Federasi Sepak Bola Indonesia merilis desain seragam kandang dan tandang baru hasil rancangan Nike. Seragam kandang kembali menggunakan perpaduan warna merah-putih-merah seperti tahun 2008, sementara seragam tandang mengusung kombinasi putih-hijau-putih. Menurut Nino Priyambodo selaku manajer pemasaran Nike Indonesia, pilihan warna hijau dimaksudkan untuk mengenang sejarah timnas Indonesia pada dekade 1950-an yang pernah tampil dengan seragam hijau. Ia berharap hal tersebut dapat menginspirasi tim untuk tampil lebih baik ke depannya.[37] Federasi Sepak Bola Indonesia juga menyiapkan celana pendek alternatif berwarna merah sebagai opsi lain untuk seragam kandang. Sementara itu, untuk seragam tandang disediakan celana pendek alternatif berupa celana pendek putih dengan nomor merah yang diambil dari desain celana pendek seragam kandang.

Pada 31 Oktober 2014, Nike merilis desain seragam kandang dan tandang baru untuk tim nasional Indonesia menjelang Kejuaraan AFF 2014. Jersey kandang didominasi warna merah dengan logo Nike berwarna putih dan garis-garis, serta aksen warna hijau pada bahu dan ujung lengan yang dibatasi garis putih. Seragam kandang mengusung perpaduan warna merah-putih-merah. Sementara itu, kostum tandang berwarna putih dengan kerah berwarna hijau, ujung lengan, dan logo Nike dalam format putih-hijau-putih.[38] Akibat sanksi FIFA pada 2015, jersey ini terpaksa digunakan lagi pada Kejuaraan AFF 2016 hingga 2018 dengan mengganti font punggung selain font tahun 2014 yang di pakai Nike sebelumnya.

Pada 31 Mei 2018, Nike kembali merilis seragam baru kandang dan tandang untuk timnas Indonesia. Jersey kandang tetap merah namun logo Nike-nya berwarna emas terinspirasi Lambang Garuda Pancasila, dalam format warna merah-putih-merah. Sementara seragam tandang putih kini memiliki logo Nike hijau, dengan padu padan warna putih-hijau-putih.[39]

Sejak 2020, timnas Indonesia beralih menggunakan seragam anyar buatan merek lokal Mills. Seragam kandang tetap merah-putih-merah namun bertambah ilustrasi siluet di bagian depan. Sementara kostum tandang putih-hijau-putih dilengkapi garis horizontal warna hijau di bagian depan disertai garis putih lebih kecil. Selain itu terdapat pula kostum ketiga hitam dengan strip emas dan siluet serupa.[40]

Untuk kejuaraan olahraga internasional seperti Pesta Olahraga Asia dan Pesta Olahraga Asia Tenggara, timnas tetap memakai perlengkapan merek Li-Ning alih-alih Nike atau Mills karena seluruh kontingen Indonesia berada di bawah naungan Komite Olimpiade Nasional Indonesia.[41]

Mulai 2024 (setelah gelaran Piala Asia AFC 2023 di Qatar), timnas Indonesia akan menggunakan seragam baru dari merek lokal Erigo.

Merek Periode Ref.
    Adidas 1970–1995
1998–2000
2004–2006
    Asics 1996
    Diadora 1996–1997
    Uhlsport 1997
    Mikasa 1997
    Nike 2000–2003
2007–2019
  Ghazali 2004
    Mills 2020–2024 [42]
  Erspo 2024–

Stadion

 
Stadion Utama Gelora Bung Karno merupakan stadion kandang utama bagi tim nasional sepak bola Indonesia.

Tim nasional sepak bola Indonesia telah banyak memanfaatkan Stadion Gelora Bung Karno di Gelanggang Olahraga Bung Karno, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat - Indonesia, sebagai kandang utama. Stadion dengan kapasitas tempat duduk lebih dari 77.193 penonton ini lebih sering dipakai untuk pertandingan sepak bola, meski mampu menampung jumlah yang lebih banyak lagi pada pertandingan tertentu. Stadion kebanggaan warga ibu kota ini sempat menjadi lokasi penyelenggaraan Final Piala Asia AFC 2007 dan saat ini menempati peringkat ke-42 sebagai stadion sepak bola terbesar di dunia.

Selain itu, Stadion Internasional Jakarta, yang telah berdiri di Tanjung Priok, Jakarta Utara sejak 2023 turut disepakati menjadi kandang alternatif bagi timnas Indonesia. Berdasarkan kesepakatan antara PSSI dan PT JAKPRO selaku pengembang,[43] stadion bertaraf internasional dengan kapasitas 82.000 penonton ini kelak akan menjadi stadion terbesar di Indonesia.[44][45]

Liputan media

Kualifikasi tim Indonesia untuk Piala Dunia FIFA 2022 dan Piala Asia AFC 2023 disiarkan oleh jaringan televisi publik free-to-air TVRI (hanya babak kedua); jaringan televisi gratis Emtek SCTV (hanya babak kedua) dan Indosiar (babak play-off dan ketiga), mulai 2021;[46][47] dan Mola TV jaringan multiplatform premium Polytron (hanya babak kedua), hingga 2022.[48]

MNC Media juga menyiarkan pertandingan tim nasional tetapi dari tahun 2020 hingga 2024, MNC hanya meliput pertandingan tim nasional di Kejuaraan AFF dan Piala Asia AFC 2023 (telah lolos ke turnamen final) karena MNC-Lagardère (Kejuaraan AFF) dan kontrak kemitraan hak siar Football Marketing Asia (Piala Asia AFC).[49][50] Namun, TVRI, SCTV, Indosiar, dan Mola TV hanya membeli haknya dari PSSI.

Persaingan tim

Indonesia meiliki persaingan dengan Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Persaingan mereka berakar pada kedekatan geografis antar negara.

Lawan Mn. M S K GM GK SG Kemenangan % Detail
  Thailand

Lua error in package.lua at line 80: module 'Module:No globals' not found.

  Vietnam

Lua error in package.lua at line 80: module 'Module:No globals' not found.

  Malaysia

Lua error in package.lua at line 80: module 'Module:No globals' not found.

Pertandingan
  Singapura

Lua error in package.lua at line 80: module 'Module:No globals' not found.

  Myanmar

Lua error in package.lua at line 80: module 'Module:No globals' not found.

  Filipina

Lua error in package.lua at line 80: module 'Module:No globals' not found.

Jadwal dan hasil

Pertandingan dalam 12 bulan terakhir, dan jadwal pertandingan mendatang

      Menang       Seri       Kalah

2023

2024

  • 1 Pertandingan internasional non-FIFA 'A'

Staf kepelatihan

Per 31 Desember 2023.
Jabatan Nama
Direktur Teknik Lowong
Kepala pelatih   Shin Tae-yong
Asisten pelatih   Choi In-cheol
  Cho Byung-kuk
  Nova Arianto
  Haryanto Prasetyo
Pelatih penjaga gawang   Kim Bong-soo
  Yoo Jae-hoon
Pelatih kebugaran   Shin Sang-gyu
Analis   Kim Jong-jin
Dokter   Choi Ju-young
  Alfan Asyhar
Fisioterapis   Denny Shulton
  Titus Argatama
Juru bahasa   Jeong Seok-seo

Pelatih

Riwayat kepelatihan

Pelatih sementara dicantumkan dengan huruf miring.

Pemain

Skuad saat ini

22 pemain berikut dipanggil untuk Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 melawan   Irak dan   Filipina pada 6 Juni 2024. Dan juga untuk pertandingan persahabatan melawan   Tanzania pada 2 Juni 2024.[51]

Penampilan dan gol akurat per 26 Maret 2024, setelah pertandingan melawan   Vietnam.

0#0 Pos. Nama Pemain Tanggal lahir (umur) Tampil Gol Klub
1GK Ernando Ari 27 Februari 2002 (umur 22) 12 0   Persebaya Surabaya
1GK Adi Satryo 7 Juli 2001 (umur 22) 3 0   PSIS Semarang

2DF Pratama Arhan 21 Desember 2001 (umur 22) 43 3   Suwon FC
2DF Asnawi Mangkualam   4 Oktober 1999 (umur 24) 41 2   Port
2DF Rizky Ridho 21 November 2001 (umur 22) 36 3   Persija Jakarta
2DF Jordi Amat 21 Maret 1992 (umur 32) 17 1   Johor Darul Ta'zim
2DF Sandy Walsh 14 Maret 1995 (umur 29) 10 1   Mechelen
2DF Justin Hubner 14 September 2003 (umur 20) 9 0   Cerezo Osaka
2DF Shayne Pattynama 11 Agustus 1998 (umur 25) 6 1   Eupen
2DF Jay Idzes 2 Juni 2000 (umur 23) 2 1   Venezia
2DF Nathan Tjoe-A-On 22 Desember 2001 (umur 22) 2 0   Heerenveen
2DF Yance Sayuri 22 September 1997 (umur 26) 1 0   PSM Makassar
2DF Muhammad Ferarri 21 Juni 2003 (umur 20) 1 0   Persija Jakarta

3MF Ricky Kambuaya 5 Mei 1996 (umur 28) 39 5   Dewa United
3MF Egy Maulana 7 Juli 2000 (umur 23) 28 9   Dewa United
3MF Yakob Sayuri 22 September 1997 (umur 26) 23 3   PSM Makassar
3MF Marselino Ferdinan 9 September 2004 (umur 19) 23 3   Deinze
3MF Ivar Jenner 10 Januari 2004 (umur 20) 9 0   Utrecht
3MF Thom Haye 9 Februari 1995 (umur 29) 1 0   Heerenveen

4FW Dimas Drajad 30 Maret 1997 (umur 27) 13 6   Persikabo 1973
4FW Rafael Struick 27 Maret 2003 (umur 21) 12 0   ADO Den Haag
4FW Ragnar Oratmangoen 21 Januari 1998 (umur 26) 1 1   Fortuna Sittard

Pemain yang pernah dipanggil

Para pemain berikut juga telah dipanggil ke dalam skuat dalam 12 bulan terakhir.

Pos. Nama pemain Tanggal lahir (usia) Tampil Gol Klub Panggilan terakhir
GK Syahrul Fadil 26 Oktober 1995 (umur 28) 8 0   Persikabo 1973 v.   Vietnam, 26 Maret 2024
GK Muhammad Riyandi 3 Januari 2000 (umur 24) 5 0   Persis Solo v.   Vietnam, 26 Maret 2024
GK Nadeo Argawinata 9 Maret 1997 (umur 27) 24 0   Borneo Samarinda v.   Vietnam, 26 Maret 2024INJ
GK Reza Arya 18 Mei 2000 (umur 24) 0 0   PSM Makassar v.   Turkmenistan, 8 September 2023

DF Edo Febriansah 25 Juli 1997 (umur 26) 16 0   Persib Bandung v.   Vietnam, 26 Maret 2024
DF Wahyu Prasetyo 21 Maret 1998 (umur 26) 2 0   PSIS Semarang v.   Vietnam, 26 Maret 2024
DF Elkan Baggott 23 Oktober 2002 (umur 21) 24 2   Ipswich Town v.   Vietnam, 21 Maret 2024INJ
DF Andy Setyo 16 September 1997 (umur 26) 3 0   Persikabo 1973 v.   Irak, 16 November 2023INJ
DF Fachruddin Aryanto 19 Februari 1989 (umur 35) 57 4   Madura United v.   Brunei, 17 Oktober 2023
DF Dzaky Asraf 6 Februari 2003 (umur 21) 0 0   PSM Makassar v.   Brunei, 17 Oktober 2023
DF Alfeandra Dewangga 28 Juni 2001 (umur 22) 15 0   PSIS Semarang v.   Turkmenistan, 8 September 2023
DF Dony Tri Pamungkas 11 Januari 2005 (umur 19) 0 0   Persija Jakarta v.   Turkmenistan, 8 September 2023

MF Witan Sulaeman 8 Oktober 2001 (umur 22) 44 9   Bhayangkara v.   Vietnam, 26 Maret 2024INJ
MF Rachmat Irianto 3 September 1999 (umur 24) 31 3   Persib Bandung v.   Vietnam, 26 Maret 2024
MF Arkhan Fikri 28 Desember 2004 (umur 19) 4 0   Arema v.   Vietnam, 26 Maret 2024
MF Marc Klok 20 April 1993 (umur 31) 21 4   Persib Bandung v.   Vietnam, 26 Maret 2024INJ
MF Adam Alis 19 Desember 1993 (umur 30) 11 1   Borneo Samarinda Piala Asia AFC 2023
MF Saddil Ramdani 2 Januari 1999 (umur 25) 28 2   Sabah Piala Asia AFC 2023PRE
MF Ryan Kurnia 28 Juni 1996 (umur 27) 0 0   Persib Bandung v.   Turkmenistan, 8 September 2023

FW Ramadhan Sananta 27 November 2002 (umur 21) 12 5   Persis Solo v.   Vietnam, 26 Maret 2024
FW Hokky Caraka 21 Agustus 2004 (umur 19) 7 2   PSS Sleman v.   Vietnam, 26 Maret 2024
FW Dendy Sulistyawan 12 Oktober 1996 (umur 27) 17 5   Bhayangkara Piala Asia AFC 2023
FW Stefano Lilipaly 10 Januari 1990 (umur 34) 30 3   Borneo Samarinda v.   Turkmenistan, 8 September 2023
FW Aji Kusuma 30 Januari 1999 (umur 25) 0 0   Persija Jakarta v.   Turkmenistan, 8 September 2023

Catatan
  • PRE = Skuad pendahuluan
  • SUS = Ditangguhkan
  • INJ = Mengundurkan diri dari daftar skuad karena cedera
  • UNF = Mengundurkan diri dari daftar skuad karena kondisi tidak fit
  • RET = Pensiun dari tim nasional
  • WD = Mengundurkan diri dari daftar karena alasan yang tidak terkait dengan cedera

Kapten

Pemain Periode
Achmad Nawir 1938
Mohammad Sidhi 1950–1952
Aang Witarsa 1954–1956
Maulwi Saelan 1956
Soetjipto Soentoro 1965–1970
Iswadi Idris 1970–1971
Anwar Udjang 1971–1974
Iswadi Idris 1974–1980
Ronny Pattinasarany 1980–1985
Herry Kiswanto 1985–1987
Ricky Yacobi 1987–1991
Ferril Raymond Hattu 1991–1993
Robby Darwis 1993–1996
Sudirman 1996–1997
Robby Darwis 1997–1998
Aji Santoso 1998–2000
Bima Sakti 2000–2002
Agung Setyabudi 2002–2004
Ponaryo Astaman 2004–2008
Charis Yulianto 2008–2010
Bambang Pamungkas 2010–2012
Elie Aiboy 2012–2013
Firman Utina 2013–2014
Boaz Solossa 2014–2018
Hansamu Yama 2018
Andritany Ardhiyasa 2018–2019
Evan Dimas 2021–2022
Fachruddin Aryanto 2022–2023
Asnawi Mangkualam 2023–sekarang

Rekor pemain

Per 14 Juni 2022.[52]

Penampilan terbanyak

# Pemain Tampilan Gol Karir
1 Abdul Kadir 111 70 1965–1979
2 Iswadi Idris 97 55 1968–1980
3 Bambang Pamungkas 85 37 1999–2012
4 Kainun Waskito 80 31 1967–1977
5 Jacob Sihasale 70 23 1966–1974
6 Firman Utina 66 5 2001–2014
7 Ponaryo Astaman 61 2 2003–2013
Soetjipto Soentoro 61 32 1965–1970
9 Hendro Kartiko 60 0 1996–2011
10 Kurniawan Dwi Yulianto 59 33 1995–2005

Pencetak gol terbanyak

# Pemain Gol Tampil Rasio Karir
1 Abdul Kadir 70 111 0.63 1965–1979
2 Iswadi Idris 55 97 0.57 1968–1980
3 Bambang Pamungkas 37 85 0.44 1999–2012
4 Kurniawan Dwi Yulianto 33 59 0.56 1995–2005
5 Soetjipto Soentoro 32 61 0.52 1965–1970
6 Kainun Waskito 31 80 0.39 1967–1977
7 Risdianto 25 56 0.45 1971–1981
8 Jacob Sihasale 23 70 0.33 1966–1974
9 Rochy Putiray 17 44 0.39 1990–2004
10 Budi Sudarsono 16 47 0.34 2001–2010

Rekor pemain di turnamen

Rekor kompetisi

Piala Dunia FIFA

Piala Dunia FIFA Kualifikasi
Tahun Babak Posisi Mn. M S K GM GK Skuad Mn. M S K GM GK
sebagai  
  1930 Tidak masuk Tidak masuk
  1934 Not invited
  1938 Babak 16 besar Ke-15 1 0 0 1 0 6 Skuad Lolos otomatis
sebagai   Indonesia
  1950 Mengundurkan diri Mengundurkan diri
  1954 Tidak masuk Tidak masuk
  1958 Mengundurkan diri saat kualifikasi 3 1 1 1 5 4
  1962 Mengundurkan diri Mengundurkan diri
  1966 Tidak masuk Tidak masuk
  1970
  1974 Tidak lolos kualifikasi 6 1 2 3 6 13
  1978 4 1 1 2 7 7
  1982 8 2 2 4 5 14
  1986 8 4 1 3 9 10
  1990 6 1 3 2 5 10
  1994 8 1 0 7 6 19
  1998 6 1 4 1 11 6
    2002 6 4 0 2 16 7
  2006 6 2 1 3 8 12
  2010 2 0 0 2 1 11
  2014 8 1 1 6 8 30
  2018 Didiskualifikasi karena penangguhan FIFA Didiskualifikasi
  2022 Tidak lolos kualifikasi 8 0 1 7 5 27
      2026 Kualifikasi sedang berlangsung 5 3 1 1 15 6
      2030 Akan ditentukan Akan ditentukan
  2034
Total Babak 16 besar 1/22 1 0 0 1 0 6 82 20 18 44 100 176
Sejarah pertandingan Indonesia pada Piala Dunia FIFA
Tahun Babak Nilai Hasil
1938 Babak 16 besar   Hungaria 6–0 Hindia Belanda   Kalah

Piala Asia AFC

Piala Asia AFC Kualifikasi
Tahun Babak Posisi Mn. M S K GM GK Skuad Mn. M S K GM GK
  1956 Mengundurkan diri Mengundurkan diri sebelum memainkan pertandingan satupun
  1960
  1964
  1968 Tidak lolos kualifikasi 4 1 1 2 10 6
  1972 5 3 0 2 12 6
  1976 4 1 1 2 3 5
  1980 3 0 0 3 3 10
  1984 5 3 0 2 6 5
  1988 3 1 1 1 1 4
  1992 3 1 1 1 3 4
  1996 Babak grup Ke-11 3 0 1 2 4 8 Skuad 2 1 1 0 7 1
  2000 Babak grup Ke-11 3 0 1 2 0 7 Skuad 4 3 1 0 18 5
  2004 Babak grup Ke-11 3 1 0 2 3 9 Skuad 6 3 1 2 9 13
     2007 Babak grup Ke-11 3 1 0 2 3 4 Skuad Lolos sebagai tuan rumah bersama
  2011 Tidak lolos kualifikasi 6 0 3 3 3 6
  2015 6 0 1 5 2 8
  2019 Didiskualifikasi karena penangguhan FIFA Didiskualifikasi
  2023 Babak 16 besar Ke-16 4 1 0 3 3 10 Skuad 13 4 1 8 19 30
  2027 Kualifikasi sedang berlangsung 4 2 1 1 14 6
Total Babak grup 5/19 12 2 2 8 10 28 68 23 13 32 110 109
Rekor pertandingan
Pertandingan pertama   Indonesia 2–2 Kuwait  
(4 Desember 1996; Abu Dhabi, Uni Emirat Arab)
Kemenangan terbesar   Qatar 1–2 Indonesia  
(18 Juli 2004; Beijing, Tiongkok)

  Indonesia 2–1 Bahrain  
(10 Juli 2007; Jakarta, Indonesia)

Kekalahan terbesar   Indonesia 0–5 Tiongkok  
(21 Juli 2004; Beijing, Tiongkok)

Kejuaraan AFF

Olimpiade

Olimpiade Kualifikasi
Tahun Babak Posisi Mn. M S K GM GK Skuad Mn. M S K GM GK
1900 s.d. 1952 Tidak masuk
  1956 Perempat final Ke-7 2 0 1 1 0 4 Skuad Lolos secara otomatis
  1960 Tidak lolos kualifikasi 2 0 0 2 2 6
  1964 Mengundurkan diri
  1968 Tidak lolos kualifikasi 4 1 1 2 4 5
  1972 4 2 0 2 8 6
  1976 4 2 1 1 11 5
  1980 5 1 0 4 7 12
  1984 8 0 3 5 3 14
  1988 4 1 0 3 3 8
Sejak 1992 Kompetisi U-23 (lihat tim nasional Indonesia U-23)
Total Perempat final 1/19 2 0 1 1 0 4 31 7 5 19 38 56

Pesta Olahraga Asia

Pesta Olahraga Asia Tenggara

Prestasi

Internasional

Kontinental

Regional

Turnamen Persahabatan

Rekor head-to-head

Hasil per 26 Maret 2024 setelah pertandingan melawan   Vietnam[53][54][55][56]

      Lebih banyak menang       Imbang       Lebih banyak kalah

Rekor head-to-head tim nasional sepak bola Indonesia
Lawan Pertama Terakhir Mn. M S K GM GK SG % WR Konfederasi
  Afganistan 2021 2021 2 0 0 2 2 4 −2 0% AFC
  Afrika Selatan 2005 2005 1 0 1 0 2 2 0 50% CAF
  Aljazair 1986 1986 1 0 0 1 0 1 -1 0% CAF
  Amerika Serikat 1956 1983 2 1 1 0 9 7 2 75% CONCACAF
  Andorra 2014 2014 1 1 0 0 1 0 1 100% UEFA
  Arab Saudi 1983 2014 14 0 3 11 7 36 −29 10.71% AFC
  Argentina 2023 2023 1 0 0 1 0 2 −2 0% CONMEBOL
  Australia 1967 2024 22 2 3 17 16 51 −36 15.91% AFC
  Bahrain 1980 2012 7 2 2 3 7 19 −12 42.86% AFC
  Bangladesh 1975 2022 7 4 2 1 12 4 8 62.5% AFC
  Belanda 1938 2013 4 0 0 4 2 19 −17 0% UEFA
  Bhutan 2003 2003 2 2 0 0 4 0 4 100% AFC
  Bosnia dan Herzegovina 1997 1997 1 0 0 1 0 2 −2 0% UEFA
  Brunei 1971 2023 15 10 2 3 51 5 46 73.33% AFC
  Bulgaria 1957 1973 3 0 1 2 0 6 −6 16.67% UEFA
  Burundi 2023 2023 2 1 1 0 5 3 2 75% CAF
  Ceko[a] 1956 1974 2 0 1 1 2 6 −4 25% UEFA
  Curaçao 2022 2022 2 2 0 0 5 3 2 100% CONCACAF
  Denmark 1974 1974 1 0 0 1 0 9 −9 0% UEFA
  Estonia 1996 1999 2 0 1 1 0 3 −3 25% UEFA
  Fiji 1981 2017 3 0 3 0 3 3 0 50% OFC
  Filipina 1934 2023 29 22 5 2 98 20 78 84.48% AFC
  Ghana 1985 1993 2 0 0 2 0 6 −6 0% CAF
  Guinea 1966 1966 1 0 0 1 1 3 −2 0% CAF
  Guyana 2017 2017 1 1 0 0 2 1 1 100% CONCACAF
  Hong Kong 1957 2018 19 10 4 5 36 27 9 63.16% AFC
  Hungaria 1938 1938 1 0 0 1 0 6 −6 0% UEFA
  India 1951 2004 23 10 3 10 43 40 3 50% AFC
  Iran 1956 2024 6 0 1 5 3 16 −13 8.33% AFC
  Irak 1968 2024 13 2 3 8 11 27 −16 26.92% AFC
  Islandia 2018 2018 2 0 0 2 1 10 −9 0% UEFA
  Israel 1971 1971 1 0 0 1 0 1 −1 0% UEFA
  Jamaika 2007 2007 1 1 0 0 2 1 1 100% CONCACAF
  Jepang 1934 2024 19 8 2 9 40 39 1 47.37% AFC
  Jerman Timur 1956 1959 2 0 1 1 3 5 −2 25% UEFA
  Kamboja 1966 2022 21 17 2 2 82 15 67 85.71% AFC
  Kamerun 2012 2015 2 0 1 1 0 1 −1 25% CAF
  Kanada 1986 1986 1 0 0 1 0 4 −4 0% CONCACAF
  Kenya 1990 1990 1 0 0 1 2 3 −1 0% CAF
  Kirgizstan 2013 2017 2 1 0 1 4 1 3 50% AFC
  Korea Selatan 1953 2007 60 6 8 46 38 138 −100 16.67% AFC
  Korea Utara 1963 2012 12 0 2 10 6 27 −21 11.11% AFC
  Kroasia 1956 1956 1 0 0 1 2 5 −3 0% UEFA
  Kuba 2014 2014 1 0 0 1 0 1 −1 0% CONCACAF
  Kuwait 1980 2022 7 2 3 2 8 12 −4 50% AFC
  Laos 1969 2021 10 9 1 0 45 9 36 95% AFC
  Liberia 1984 2007 2 1 0 1 3 3 0 50% CAF
  Libya 1977 2024 4 1 0 3 4 11 −7 25% CAF
  Liechtenstein 1981 1981 1 0 0 1 2 3 −1 0% UEFA
  Lituania 1996 1999 2 0 1 1 2 6 −4 25% UEFA
  Malaysia 1957 2021 97 40 21 36 147 144 3 52.06% AFC
  Maladewa 2001 2010 3 3 0 0 10 0 10 100% AFC
  Mali 1963 1963 1 1 0 0 3 2 1 100% CAF
  Malta 1981 1991 2 0 0 2 0 4 −4 0% UEFA
  Maroko 1980 1980 1 0 0 1 0 2 −2 0% CAF
  Mauritania 2012 2012 1 1 0 0 2 0 2 100% CAF
  Mauritius 2018 2018 1 1 0 0 1 0 1 100% CAF
  Mesir[b] 1963 1991 3 0 1 2 3 11 −8 16.67% CAF
  Moldova 1996 1996 1 0 0 1 1 2 0 0% UEFA
  Mongolia 2017 2017 1 1 0 0 3 2 1 100% AFC
  Myanmar 1951 2021 46 20 9 17 85 63 22 53.26% AFC
    Nepal 2014 2022 2 2 0 0 9 0 9 100% AFC
  Nigeria 1983 1983 1 0 0 1 1 2 −1 0% CAF
  Norwegia 1974 1974 1 0 0 1 0 1 −1 0% UEFA
  Oman 1987 2021 6 2 1 3 7 6 1 41.67% AFC
  Pakistan 1960 2014 5 4 1 0 15 3 12 91.67% AFC
  Palestina 2011 2023 3 1 1 1 5 3 2 50% AFC
  Papua Nugini 1975 1984 2 1 0 1 8 3 5 50% OFC
  Paraguay 1986 1986 1 0 0 1 2 3 −1 0% CONMEBOL
  Puerto Riko 2017 2017 1 0 1 0 0 0 0 50% CONCACAF
  Qatar 1982 2014 9 1 3 5 9 19 −10 22.22% AFC
  Republik Dominika 2014 2014 1 0 1 0 1 1 0 50% CONCACAF
  Rusia[c] 1956 1988 4 0 3 1 1 5 −4 37.5% UEFA
  Selandia Baru 1972 1997 10 3 5 2 16 9 7 55% OFC
  Senegal 1982 1982 1 0 1 0 2 2 0 50% CAF
  Serbia[d] 1953 1986 6 0 0 6 6 31 −25 0% UEFA
  Singapura 1958 2021 61 33 11 17 117 71 46 63.11% AFC
  Sri Lanka 1964 2004 6 5 1 0 29 6 23 91.67% AFC
  Suriah 1978 2014 5 1 0 4 3 15 −12 20% AFC
  Tanzania 1997 1997 1 1 0 0 3 1 2 100% CAF
  Thailand 1957 2022 97 32 18 47 121 167 −46 42.27% AFC
  Timor Leste 2010 2022 6 6 0 0 21 2 19 100% AFC
  Tionghoa Taipei 1954 2021 14 10 0 4 31 14 17 71.43% AFC
  Tiongkok 1934 2013 23 3 4 16 19 52 −33 21.74% AFC
  Turkmenistan 2004 2023 5 3 1 1 11 8 3 70% AFC
  Uni Emirat Arab 1981 2021 6 2 0 4 8 17 −9 33.33% AFC
  Uruguay 1974 2010 3 1 0 2 5 11 −6 33.33% CONMEBOL
  Uzbekistan 1997 1997 2 0 1 1 1 4 −3 25% AFC
  Vanuatu 2019 2019 1 1 0 0 6 0 6 100% OFC
  Vietnam[e] 1957 2024 50 24 12 14 79 62 17 60% AFC
  Yaman[f] 1987 2014 7 3 4 0 8 3 5 83.33% AFC
  Yordania 2004 2022 5 0 0 5 2 13 −11 0% AFC
  Zimbabwe 1997 1997 1 0 1 0 0 0 0 50% CAF
93 Negara 1934 2024 843 322 159 362 1366 1383 -17 47.63% FIFA
Dihitung hingga pertandingan terakhir melawan   Vietnam pada 26 Maret 2024
  1. ^ Termasuk pertandingan melawan   Cekoslowakia.
  2. ^ Termasuk pertandingan melawan   Republik Arab Bersatu.
  3. ^ Termasuk pertandingan melawan   Uni Soviet.
  4. ^ Termasuk pertandingan melawan   Yugoslavia dan   Serbia dan Montenegro.
  5. ^ Termasuk pertandingan melawan   Vietnam Selatan dan   Vietnam Utara.
  6. ^ Termasuk pertandingan melawan   Yaman Selatan.

Lihat juga

Catatan

Referensi

  1. ^ FIFA Century Club - 1 December 2021, FIFA.
  2. ^ a b Abdul Kadir - Century of International Appearances - RSSSF.
  3. ^ "Dutch East Indies International matches". Diakses tanggal 19 November 2015. 
  4. ^ "World Football Elo Ratings: Indonesia". World Football Elo Ratings. Diakses tanggal 24 November 2019. 
  5. ^ Fascinating story of Asia's first World Cup team (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 Oktober 2017. Diakses tanggal 2022-06-17 – via YouTube. 
  6. ^ a b "Asia's World Cup Debutants: Dutch East Indies". the-AFC (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Juni 2022. Diakses tanggal 2022-06-17. 
  7. ^ a b c d e f g h i j k l m Morrison, Neil. "Indonesian International matches 1921–2001". RSSSF. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 December 2022. Diakses tanggal 21 December 2010. 
  8. ^ "Sensation at Manila Games – Running Found to be Short". Straits Times. Singapore. 14 May 1934. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 October 2012. Diakses tanggal 21 December 2010. 
  9. ^ "World Football Elo Ratings: Indonesia". Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 December 2010. Diakses tanggal 20 December 2010. 
  10. ^ "Head to head statistics Kuwait – Indonesia". WildStat.com. 2007–2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 June 2013. Diakses tanggal 6 December 2012. 
  11. ^ Adambede1001 (14 Desember 2010). "Best Goal of 1996 AFC Asian Cup (Magnificent Bicycle Kick)" (Video upload). YouTube. Diakses tanggal 6 Desember 2012. Templat:Dead Youtube links
  12. ^ "Indonesia – International Results 1986–1990 – Details". RSSSF. 1999–2012. Diakses tanggal 6 Desember 2012. 
  13. ^ "Indonesia – International Results 1991–1995 – Details". RSSSF. 1999–2012. Diakses tanggal 6 Desember 2012. 
  14. ^ TOvicdinho (14 July 2011). "Wim Rijsbergen as the new Indonesian National Team manager". Indonesian Premier League (unofficial site). Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 July 2013. Diakses tanggal 6 December 2012. 
  15. ^ Somerford, Ben (17 Maret 2012). "PSSI warn against Indonesian government plans to take over embattled body". Goal.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Maret 2012. Diakses tanggal 6 Desember 2012. 
  16. ^ Said, Bima; Somerford, Ben (17 Maret 2012). "A timeline of key events as Fifa sanctions await the divided Indonesian Football Association". Yahoo! News. Malaysia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Maret 2014. Diakses tanggal 6 Desember 2012. 
  17. ^ "FIFA Executive Committee agrees major governance reforms & Ethics structure". Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 April 2012. Diakses tanggal 26 Oktober 2016. 
  18. ^ Adamrah, Mustaqim (1 Desember 2012). "As FIFA deadline approaches, Indonesia soccer no closer to reconciliation". Yahoo! News. Malaysia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Februari 2013. Diakses tanggal 6 Desember 2012. 
  19. ^ "Dua PSSI sepakat perbaiki sepakbola Indonesia". Bolanews. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Februari 2014. Diakses tanggal 7 Juni 2012. 
  20. ^ "PSSI Call Up 51 Players for Asian Cup Qualifiers". AFF. 7 Januari 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Februari 2015. Diakses tanggal 23 Juni 2014. 
  21. ^ "Rahmad Back For Indonesia National Squad". AFF. 20 Maret 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Februari 2014. Diakses tanggal 23 Juni2014. 
  22. ^ "Narrow Defeat for Indonesia". AFF. 23 Maret 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 September 2015. Diakses tanggal 23 Juni 2014. 
  23. ^ "Indonesian FA suspended by FIFA for government meddling". Eurosport. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Mei 2015. Diakses tanggal 30 Mei 2015.  Penangguhan tersebut akhirnya dicabut pada saat Kongres FIFA ke-66 di Meksiko tahun 2016.<ref>"FIFA Congress drives football forward, first female secretary general appointed". FIFA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 Mei 2016. Diakses tanggal 14 Mei 2016. 
  24. ^ Ganesha, Amal (18 Desember 2016). "Indonesia Tops the Anticlimax as Thailand Wins the 2016 AFF Cup". Jakarta Globe. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 September 2020. Diakses tanggal 16 Juni 2022. 
  25. ^ "Bima appointed Indonesia coach". The New Paper. 23 Oktober 2018. 
  26. ^ "AFF Suzuki Cup 2018: Four instances Indonesia were knocked out in the group stages". Fox Sports Asia. 22 November 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-10-26. Diakses tanggal 2022-08-18. 
  27. ^ "PSSI appoint former Philippines manager Simon McMenemy as new coach of Indonesian national team". FOX Sports Asia. 20 Desember 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-01-02. Diakses tanggal 2022-08-18. 
  28. ^ Ramadani Saputra (6 November 2019). "PSSI fires national team coach McMenemy over 'unsatisfactory performance'". The Jakarta Post. Diakses tanggal 11 November 2019. 
  29. ^ Akshat Mehrish (19 November 2019). "2022 FIFA World Cup Qualifiers: Malaysia 2-0 Indonesia – Five talking points". FOX Sports Malaysia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-11-20. Diakses tanggal 22 November 2019. 
  30. ^ Prasetyo, Galih (4 Januari 2020). "Shin Tae-yong: Tak Masalah jika Indonesia Gagal Juara Piala AFF 2020". Football5star. Diakses tanggal 15 Juni 2022. 
  31. ^ "Group F: Stalemate eliminates Kyrgyz Republic, Oman". the-AFC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-01-25. 
  32. ^ a b Bur, Ramdani (2024-01-26). "Klasemen Akhir Peringkat 3 Terbaik Piala Asia 2023: Timnas Indonesia Resmi Lolos 16 Besar!". Okezone Bola. Diakses tanggal 2024-01-25. 
  33. ^ themanwhoisktn (8 November 2007). "Thailand v Indonesia 2nd Tiger Cup". YouTube. Diarsipkan dari versi asli (Video upload) tanggal 2021-12-22. Diakses tanggal 6 December 2012. 
  34. ^ "Region's media divided on Tiger Cup draw". The Football Association of Singapore. 10 July 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 May 2016. Diakses tanggal 6 December 2012. 
  35. ^ "Meedoen is belangrijker dan winnen (Dutch)". Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 June 2010. Diakses tanggal 17 May 2010. 
  36. ^ "FOKUS: Sepuluh Jersey Jadul Terbaik Versi GOAL.com Indonesia". Goal.com. 10 June 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 Juni 2009. Diakses tanggal 6 December 2012. 
  37. ^ "Indonesia 12/14 Home Nike Football Shirt". Football Shirt Culture. 12 November 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 November 2012. Diakses tanggal 6 December 2012. 
  38. ^ "Nike Indonesia 2014 Home and Away Kits Released". 31 Oktober 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Mei 2014. Diakses tanggal 4 June 2018. 
  39. ^ "Nike Indonesia 2018–19 Home & Away Kits Unveiled". 31 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Juli 2020. Diakses tanggal 31 Mei 2018. 
  40. ^ "Indonesia 20–21 Third Kit Released". Footy Headlines. 26 November 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 November 2020. Diakses tanggal 11 Mei 2022. 
  41. ^ "Mengapa Apparel Timnas U-23 di SEA Games Bukan Mills?". Kumparan BOLA. Diakses tanggal 11 May 2022. 
  42. ^ "Pengumuman Pembukaan Tender Sponsorship Kategori Pakaian, Sepatu, dan Aksesoris Tim Nasional Sepak Bola Indonesia untuk Periode 2024-2025" [Announcement of the Opening of the Sponsorship Tender for the Clothing, Shoes and Accessories Category of the Indonesian National Football Team for the 2024-2025 Period]. pssi.org. 2 Agustus 2023. Diakses tanggal 8 Agustus 2023. 
  43. ^ Raya, Mercy. "Timnas Indonesia Akan Pakai Jakarta International Stadium". Detik sport. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 December 2021. Diakses tanggal 2021-10-02. 
  44. ^ "Jakarta to begin BMW Stadium construction". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 March 2014. Diakses tanggal 28 November 2018. 
  45. ^ "Ini Fasilitas Stadion BMW yang Akan Dibangun dengan Estimasi Dana Rp 4,7 Triliun". Kompas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 September 2020. Diakses tanggal 28 November 2018. 
  46. ^ "SCTV Tayangkan 3 Laga Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022". Bola.net. Diakses tanggal 2021-06-07. 
  47. ^ Prasetya, Dimas Ardi (8 Juni 2022). "INDOSIAR dan Vidio Hadirkan Perjuangan Timnas Indonesia Menuju Piala Asia 2023". Bola.net. 
  48. ^ "PSSI Gandeng Mola TV". PSSI. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-09-05. Diakses tanggal 2019-09-05. 
  49. ^ "AFC continues partnership with MNC". AFC (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-11-04. Diakses tanggal 2019-11-27. 
  50. ^ "Lagardère Sports Secures Rajawali Citra Televisi Indonesia as Exclusive Terrestrial Broadcaster in Indonesia for AFF Suzuki Cup". AFF Suzuki Cup (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-05-09. Diakses tanggal 2019-11-17. 
  51. ^ "Shin Tae-yong Panggil 22 Pemain untuk Pertandingan Lawan Irak dan Filipina". PSSI - Football Association of Indonesia. Diakses tanggal 2024-05-16. 
  52. ^ Widigdo, Novianto. "Indonesia - Record International Players". RSSSF. 
  53. ^ "Indonesia International Matches". RSSSF (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Februari 2023. Diakses tanggal 5 Februari 2023. 
  54. ^ "Indonesia - Historical results". World Football (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 November 2021. Diakses tanggal 28 Juni 2021. 
  55. ^ "Indonesia national football team statistics and records: all-time record" (dalam bahasa Inggris). AFS Enterprises Limited. Diakses tanggal 18 Oktober 2023. 
  56. ^ FIFA.com

Pranala luar