Konfederasi Sepak Bola Oseania

Konfederasi Sepak bola Oseania (OFC; bahasa Inggris: Oceania Football Confederation) adalah salah satu dari enam konfederasi benua anggota FIFA. Organisasi ini didirikan pada tahun 1966, mencakup Selandia Baru, Papua Nugini, Fiji, Tonga, dan negara-negara Pasifik lainnya. Mereka mendorong perkembangan sepak bola di Oseania dan masuknya wakil Oseania ke Piala Dunia FIFA.

Oceania Football Confederation
Oceania Football Confederation logo.svg
Logo OFC
Oceania Football Confederation member associations map.svg
Negara anggota OFC diwarnai warna kuning
Tanggal pendirian15 November 1966
TipeOrganisasi olahraga
Kantor pusatAuckland, Selandia Baru
Jumlah anggota
16 asosiasi nasional
Presiden
Malaysia Papua Nugini David Chung
Situs webwww.oceaniafootball.com

OFC awalnya didominasi oleh negara-negara kepulauan di mana sepak bola internasional bukanlah olahraga yang paling populer. Karena itu, OFC pun tidak mempunyai pengaruh yang besar di dunia sepak bola internasional, baik dalam hal kompetisi internasional maupun produksi pemain berkualitas. OFC adalah satu-satunya konfederasi yang belum mendapatkan satu pun titel internasional. Hasil terbaik mereka adalah ketika Australia masuk ke Final Piala Konfederasi tahun 1997.

Pada tahun 2006, negara paling besar dan paling sukses dari OFC, Australia, meninggalkan organisasi tersebut untuk bergabung dengan AFC. Saat ini, Selandia Baru merupakan negara terbesar di dalam organisasi OFC.

KritikSunting

Sepanjang sejarahnya, ada seruan untuk membubarkan OFC, atau menggabungkannya dengan AFC. Kritik semakin keras pada tahun 2003 ketika FIFA membalikkan keputusan untuk memberikan Oseania tempat otomatis di Piala Dunia.[1] Kurangnya partisipasi Timnas Australia di Piala Dunia sebelum tahun 2006 telah disalahkan oleh banyak orang pada proses kualifikasi OFC, dengan penulis sepak bola Matthew Hall menyatakan pada tahun 2003, "Untuk kualifikasi Piala Dunia, Socceroos akan memenangkan pertandingan dengan skor kriket dan kemudian menghadapi kematian mendadak. Play-off melawan lawan yang putus asa dan tangguh dalam pertempuran yang diberikan kehidupan kedua, atau bahkan ketiga."[1]

Pranala luarSunting

  1. ^ a b Hall, Matthew. "Australia – World Cup is a long way away". When Saturday Comes.