Buka menu utama

Mayor Jenderal TNI Joppye Onesimus Wayangkau (lahir di Serui, Papua, 17 Juli 1962; umur 57 tahun) adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 13 Oktober 2016 mengemban amanat sebagai Panglima Kodam XVIII/Kasuari.[1][2]

Joppye Onesimus Wayangkau
Pangdam XVIII Joppye Onesimus Wayangkau.jpg
Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari ke-1
Mulai menjabat
13 Oktober 2016
PendahuluTidak ada, Jabatan baru
Informasi pribadi
Lahir17 Juli 1962 (umur 57)
Bendera Indonesia Serui, Papua
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Alma materAkademi Militer (1986)
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian Army.svg TNI Angkatan Darat
Masa dinas1986–sekarang
PangkatPdu mayjendtni komando.png Mayor Jenderal TNI
SatuanInfanteri

Wayangkau merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1986 dari kecabangan Infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Pati Sahli TK III Bid Sosbud HAM Panglima TNI.[3]

Latar belakangSunting

Pria kelahiran Serui, Papua ini bukan merupakan orang baru di jajaran Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih. Sebab sebelum mendapat kepercayaan menjadi Danrem 172/PWY, Kolonel Inf. Joppye Onesimus Wayangkau menjabat sebagai Asops Kasdam XVII/Cenderawasih.

Sebelum ditugaskan di Tanah Kelahirannya, Joppye sudah malang melintang melakukan penugasan di sejumlah daerah di Indonesia antara lain sebagai Danyonif 407/PK, Kodam IV/Diponegoro pada tahun 2000–2003. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Joppye yang juga pernah menjabat sebagai salah satu Dandim di Kodam IV/Diponegoro ini, siap menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya. Meskipun demikian, tugas yang dihadapi sebagai Danrem 172/PWY tentunya tidak ringan. Apalagi dengan situasi Kamtibmas di Kota Jayapura saat ini yang merupakan salah satu wilayah teritorial Korem 172/PWY. Namun hal ini menurutnya merupakan salah satu tantangan dalam melaksanakan tugas.

“Tantangan ini tentunya bukan hanya datang dari di Kota Jayapura saja, tetapi salah satu bagian lainnya adalah diwilayah perbatasan yang rawan terjadi kegiatan-kegiatan ilegal antara masyarakat Indonesia dengan PNG,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat(15/6). Untuk membina wilayah teritorial Korem 172/PWY, Danrem menegaskan akan tetap berkomitmen untuk mengutamakan pendekatan soft power yaitu dengan komunikasi dan pendekatan sosial lain dengan masyarakat di Jayapura. “Untuk kedepan saya akan mengadakan pendekatan dengan masyarakat yang ada di Jayapura, terutama masyarakat Papua, tentunya dengan melakukan komunikasi atau pertemuan dengan pemuka agama, adat dan tokoh perempuan serta para intelektual untuk mempertahankan NKRI,”jelasnya.

Terkait dengan program kerja, dirinya akan tetap melanjutkan yang sudah ada. Pasalnya, program itu telah ditentukan setiap tahun di Danrem. “Untuk dua bulan kedepan saya akan pelajari dan membenahi yang sudah ada" ungkap dia.

Riwayat JabatanSunting

  • Danyonif 401/Banteng Raiders (2000–2002)
  • Danyonif 400/Raider (2002–2003)
  • Dandim 0736/Batang (2004–2005)
  • Danbrigif 24/Bulungan Cakti (2009–2011)[4]
  • Asops Kasdam XVII/Cenderawasih (2011–2012)
  • Danrem 172/Praja Wira Yakthi (2012–2013)
  • Irdam XVII/Cenderawasih (2013–2014)
  • Wadanpussenif Kodiklat TNI AD[5][6] (2014–2015)
  • Kasdam V/Brawijaya (2015–2016)[7][8]
  • Pati Sahli TK III Bid Sosbud HAM Panglima TNI (2016–2016)
  • Pangdam XVIII/Kasuari (2016–)[9]

ReferensiSunting

Jabatan militer
Didahului oleh:
Tidak ada, Jabatan baru
Pangdam XVIII/Kasuari
10 Oktober 2016–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Mayjen TNI Luczisman Rudy Polandi
Pati Sahli TK III Bid Sosbud HAM Panglima TNI
26 Januari 2016–10 Oktober 2016
Diteruskan oleh:
Mayjen TNI Nono Suharsono
Didahului oleh:
Brigjen TNI Kustanto Widiatmoko
Kepala Staf Kodam V/Brawijaya
19 Januari 2015–26 Januari 2016
Diteruskan oleh:
Brigjen TNI Rahmat Pribadi
Didahului oleh:
Brigjen TNI Asrobudi
Wadanpussenif Kodiklat TNI AD
16 September 2014–19 Januari 2015
Diteruskan oleh:
Brigjen TNI Herman Asaribab