Buka menu utama

Jawa, Samarinda Ulu, Samarinda

kelurahan di Kota Samarinda

SejarahSunting

  • Tahun 1917
    Diadakan musyawarah antara Masbe Mangun Wirono selaku sesepuh dan pendiri, dengan pihak kontroler Hindia Belanda, membicarakan seputar masalah keadaan cadangan pertanian. Musyawarah dimaksudkan untuk membuka ladang pertanian yang dikhususkan bagi suku Jawa. Oleh Belanda saat itu, akhirnya disepakati, sehingga menyebarlah sejumlah penduduk dengan mayoritas dari suku Jawa, dan sebagian kecil suku Bugis, di daerah yang kemudian disebut Kampung Jawa.
  • Tahun 1927
    Masbe Mangun Wirono meninggal dunia
  • Tahun 1936
    Sejak berdirinya, perkampungan Jawa berada di bawah kuasa wilayah kepala kampung Teluk Lerong, maka para pemuda dan masyarakat Kampung Jawa mengadakan musyawarah dengan tujuan akan memohon kepada kontroler Hindia Belanda, agar perkampungan Jawa dapat berdiri sendiri, dan memiliki kepala kampung sendiri. Pada tahun itu pula disetujui oleh kontroler Hindia Belanda. Maka diadakan pemilihan kepala kampung, dan terpilih Naiman sebagai Kepala Kampung Jawa pertama.
  • Tahun 1993
    Nama Kampung Jawa diganti menjadi Kelurahan Jawa, dikepalai oleh seorang lurah dan lurah pertama di Kelurahan Jawa adalah Drs. Sarmidi yang menjabat dari tahun 1993 s.d. 1998.[1]

Batas wilayahSunting

Batas-batas wilayah kelurahan Jawa adalah sebagai berikut:

Utara Kelurahan Dadi Mulya
Timur Kecamatan Samarinda Kota (Kelurahan Bugis)
Selatan Sungai Mahakam
Barat Kelurahan Teluk Lerong Ilir

Tempat-tempat pentingSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Harian Tribun Kaltim, Rabu, 20 Desember 2006, Halaman 15