Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya.[1] Di dalam esai berisi tentang opini, pandangan atau ekspresi pribadi dari penulis mengenai sebuah hal yang sedang terjadi atau berlangsung di masyarakat.[2]

StrukturSunting

PendahuluanSunting

Pendahuluan memiliki struktur dari umum menjadi khusus. Buka paragraf pertama dengan pengenalan topik secara umum dan permasalahan yang akan dihadapi. Tuliskan secara umum ide yang akan diambil. Utarakan semua pemikiran yang akan menjawab pertanyaan permasalahan yang muncul. Selanjutnya adalah kemukakan secara luas argumen yang disampaikan.[3]

Badan esaiSunting

Esai dibuat dari sekumpulan paragraf, setiap satu paragraf memiliki satu pokok pikiran yang merupakan argumen yang akan diutarakan. Setelah mengemukakan pokok pikiran maka kemukakan penjelasan dari pokok pikiran tersebut. Tuliskan bukti yang bisa menopang kebenaran dari argumen yang kamu keluarkan. Bukti bisa berupa: studi kasus, statistik, bukti dokumenter, buku akademik atau artikel jurnal. Kemudia penulis dapat menanmbahkan pendapat pribadinya. Rangkum per paragraf, dan jelaskan bagaimana tiap paragraf dapat mendukung argumen secara keseluruhan.[3]

KesimpulanSunting

Dalam kesimpulan masukan permasalahan, dilanjut dengan rangkuman kata kunci dan ringkas argumen yang menjadi jawaban atas permasalahan. Selanjutnya utarakan alasan atau hambatan untuk sampai pada jawaban atau argumen pasti pada pertanyaan diawal. Kesimpulan bisa berisi tentang pertanyaan yang dapat menjadi topik untuk esai selanjutnya, prediksi tentang apa yang akan terjadi, dan rekomendasi penyelesaian terhadap fenomena yang sedang diteliti. Kesimpulan baiknya menggunakan struktur dari khusus ke umum.[3]

Langkah-langkah pembuatan esaiSunting

Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:

  1. Menentukan tema atau topik
  2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
  3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
  4. Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
  5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
  6. Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
  7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.

ReferensiSunting

  1. ^ Nofiyanti Nofiyanti, Sary Sukmawati, Ai Siti Zenab (2018). "Penerapan Strategi Permainan Catalisting yang Berorientasi pada Kecerdasan Linguistik (PC-KL) dalam Pembelajaran Menulis Esai". Dieksis (1): 25. ISSN 2355-6633. 
  2. ^ Loudia Mahartika (20 Maret 2019). "Cara Membuat Essay yang Baik, Dilengkapi Pengertian dan Tahapannya". Liputan6.com. Diakses tanggal 4 Desember 2020. 
  3. ^ a b c Rachma Dania (21 Juli 2019). "Cara dan Panduan Penulisan Esai yang Rapi dan Terstruktur". Tirto.id. Diakses tanggal 3 Desember 2020. 

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting