Buka menu utama

Grab (aplikasi)

Aplikasi pemesanan kendaraan Asia Tenggara

Grab[1] (sebelumnya dikenal sebagai GrabTaxi) merupakan salah satu platform O2O yang bermarkas di Singapura dan paling sering digunakan di Asia Tenggara, menyediakan layanan kebutuhan sehari-hari bagi para pelanggan termasuk perjalanan, pesan-antar makanan, pengiriman barang – dan pembayaran menggunakan dompet digital. Saat ini Grab menyediakan layanan di Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja.[2] Grab yakin bahwa setiap masyarakat di Asia Tenggara harus mendapatkan keuntungan dari ekonomi digital, dan perusahaan memberikan akses untuk layanan transportasi yang aman dan terjangkau, layanan pesan antar makanan dan pengiriman barang, serta layanan pembayaran mobile dan finansial. Grab juga adalah "decacorn" (sebutan untuk startup yang memiliki valuasi perusahaan sebesar US$10 miliar atau 10 kali lipat dari "unicorn") pertama di Asia Tenggara.[3]

Grab
IndustriTransportasi

Pengiriman

Layanan Keuangan
DidirikanJuni 2012 (dikenal sebagai GrabTaxi hingga 2016)
PendiriAnthony Tan dan Tan Hooi Ling
Kantor
pusat
Cabang
Delapan negara (hingga Mei 2018)
Tokoh
kunci
John Chua
Situs webhttps://www.grab.com

Di Indonesia, Grab melayani pemesanan kendaraan seperti ojek (GrabBike), mobil (GrabCar), dan taksi (GrabTaksi) serta kurir (GrabExpress), pesan-antar makanan (GrabFood), dan carpooling sosial (GrabHitch Car). Saat ini Grab tersedia di 125 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Banda Aceh - Aceh hingga Jayapura - Papua[4] .

Baru-baru ini Grab meluncurkan layanan GrabGerak, sebuah solusi unik yang pertama kali disediakan untuk mendukung para penyandang disabilitas untuk bergerak dan mendapatkan lebih banyak akses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pada 2018, Grab menyewa bankir Lehman Brothers, John Chua.

Daftar isi

PendanaanSunting

Perjalanan Grab menuju status Decacorn (startup dengan valuasi 10 milyar dollar AS atau lebih), dimulai ketika mereka mendapat pendanaan Seri A senilai lebih dari 10 juta dollar AS dari Vertex Venture Holdings, salah satu anak perusahaan Temasek Holdings asal Singapura, pada April 2014.

Memasuki Mei 2014, Grab mengantongi pendanaan Seri B senilai 15 juta dollar AS dari GGV Capital, perusahaan permodalan asal Tiongkok. Menurut beberapa sumber, Qunar dan Vertex Venture Holdings juga ikut ambil bagian dalam proses ini.

Oktober 2014, perusahaan yang juga sempat mengusung nama Grab Taxi ini mengamankan pendanaan Seri C dari Tiger Global, sebuah perusahaan berbasis Amerika Serikat, GGV Capital, dan Venture Vertrex. Totalnya mencapai 65 juta dollar AS.

Desember 2014 atau kurang lebih dua bulan berselang, pendanaan Seri D dikucurkan oleh Softbank Corp. Bernilai tak kurang dari 250 juta dollar AS, Grab mengklaim ini sebagai investasi terbesar untuk sebuah perusahaan Asia Tenggara yang tercatat secara publik.

Butuh waktu kurang lebih delapan bulan sebelum Grab akhirnya mendapat pendanaan Seri E dari Didi Chuxing dan China Investment Corporation pada Agustus 2015. Nilainya dilaporkan mencapai 350 juta dollar AS.

Setahun berselang, tepatnya pada September 2016, Grab dikabarkan sukses mengamankan pendanaan Seri F senilai 750 juta dollar AS dari Softbank, Didi, dan Honda.

Agustus 2017, Softbank, dan Didi, plus Toyota, mengucurkan pendanaan Seri G pada Grab. Nilainya disebut-sebut mencapai 2,5 milyar dollar AS.[5]

Memasuki Oktober 2018, Grab kembali mendapat durian runtuh. Booking Holdings, sebelumnya bernama Priceline, memberikan pendanaan ekstra senilai 200 juta dollar AS.

Desember 2018 silam, Grab mengumumkan rencana mereka untuk mengamankan pendanaan Seri H. Target yang dipatok kabarnya tak kurang dari 6,5 milyar dollar AS.

Akuisisi dan InvestasiSunting

Analisis data, kemampuan membaca kebutuhan konsumen, dan kepraktisan jadi beberapa faktor yang membuat Grab berkembang begitu pesat. Apalagi perusahaan juga menaruh minat besar terhadap pendataan pelanggan dan penelitian.

Fasilitas Pengembangan dan Penelitian

Pada 2015, Grab Taxi membuka fasilitas penelitian dan pengembangan di distrik bisnis Singapura. Dengan nilai mencapai 100 juta dollar AS, fasilitas ini menjadi rumah bagi 200 data engineer dan scientist.

Beberapa tenaga top didatangkan untuk mendukung perkembangan fasilitas ini. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah Wei Zhu. Mantan engineer Facebook dan kreator Facebook Connect tersebut menjadi bagian keluarga besar Grab usai meninggalkan perusahaan besutan Mark Zuckerberg pada Agustus 2015.

Langkah Grab dalam mengembangkan pusat penelitian dan pengembangan ini mengindikasikan bahwa strategi pengembangan perusahaan tak hanya berpusat pada layanan yang sudah ada. Mereka sadar akan pentingnya menelurkan inovasi baru, pengembangan aplikasi, layanan baru, dan manajemen staff.

Merambah Amerika Serikat

Memasuki 2016, Grab memutuskan membuka fasilitas pengembangan dan kantor di Seattle, Amerika Serikat. Langkah ini diambil untuk memastikan agar perusahaan tak ketinggalan segala perkembangan terkini di negeri Paman Sam, sekaligus membuka peluang merekrut tenaga ahli dari sana.

Tak sedikit media yang 'curiga' Grab bakal segera meluncurkan di kawasan Amerika Utara. Namun dugaan tersebut langsung dibantah lewat pernyataan resmi perusahaan. Disebutkan bahwa saat ini fokus sedang diarahkan untuk mengakuisisi sebanyak mungkin pengguna di kawasan Asia.

Caplok Uber

Aksi bisnis Grab lainnya yang tak kalah menarik perhatian adalah keputusan mengakuisisi Uber pada 26 Maret 2018. Banyak pihak mengklaim ini sebagai salah satu kesepakatan terbesar di Asia Tenggara.

Sebagai imbas dari pencaplokan tersebut, Uber kini memiliki 27,5 persen saham Grab. Tak hanya itu, CEO mereka, Dara Khosrowshahi, juga bergabung dengan jajaran top management Grab. Beberapa layanan serupa seperti Uber Eats dan Grab Food, disatukan.

Langkah ini membuat Grab menjadi salah satu platform paling efisien di Asia Tenggara. Mereka sekaligus membuktikan diri sebagai pemain utama bisnis layanan pesan-antar makanan terbesar di kawasan yang sama.Selain itu banyak sekali promo Grab yang menarik seperti promo Grabfood dengan Potongan 20 ribu dengan "GFJKTPASTI" atau Potongan 25 ribu dengan "GFBAKULJKT". [6]

Lihat pulaSunting

  • Aplikasi penyedia transportasi
  • GO-JEK, aplikasi serupa Grab, tetapi khusus pemesanan kendaraan berbasis ojek tetapi sekarang juga sudah berbasis mobil.
  • Easy Taxi, aplikasi serupa namun dengan cakupan negara selain Asia Tenggara.

ReferensiSunting

Pranala luarSunting